Privilege

[CERPEN] Privilege

“Dia bisa seperti itu kan karena punya privilege! Coba kalo dia anak dari keluarga biasa-biasa, mana mungkin dapat prioritas? Bisa jadi tim Paskibra, bisa ikutan pertukaran pelajar, bisa menang lomba karya tulis ilmiah, jadi pelajar teladan. Itu kan karena Privilege! Privilege!”

Aku membanting buku-buku Latihan TOEFL dan persiapan olimpiade matematika. Percuma. Percuma saja, berambisi untuk mengalahkan Rininta. Gak mungkin aku bakal terpilih sebagai peserta yang jadi perwakilan sekolah kami. Guru dan kepala sekolah pasti bakal menunjuk Rininta. PASTI!

“Yaaahh, kamu jangan muring-muring sama negative thinking gitu dooong. Duduk yang tenang. Ambil nafas. Istighfaaarr. Nih, nih, minum air putih dulu!”

Continue reading “Privilege”