Uncategorized

Optimalkan Rumah sebagai Pusat Tata Surya Ramadhan

“Lebih baik di sini…..

Rumah kita sendiri

Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa

Semuanya ada di sini 

Rumah kita…..” 

Uhuuuuiii…!! Makasih loh, Om Iyek and the gank yang udah membikin kita merinding disko, dengerin tembang ini. RUMAH KITA. Lirik yang oye, musik yang bersemangat, dipadu penghayatan optimal. Siapapun tentu setuju kalo rumah adalah “pusat tata surya” kita yang sebenarnya. Bocil yang kita cintai sepenuh hati… Keluarga yang selalu ada di saat happy maupun gundah gulana… Daaan, itu semua ada di rumah. Ya kan?

Biar punya segabruk aktivitas, saya itu paling enggak bisa move on dari rumah. Kalo pergi ke manapun, rasanya udah kangeeen gitu pengin pulang, huehehe.

Makanya, saban ada undangan Buka Bareng, saya selalu bawel, “Ini lokasinya dimana? Deket ama rumah, apa kagak? Ntar aku pulang ke rumah jam berapa?” Wis pokoknya cranky to the max deh. Karena seolah-olah ruangan di rumah itu memanggil-manggil supaya saya segera pulang

Karena itu, saban Ramadhan, sebisa mungkin saya berbuka puasa di rumah. Melakukan banyak aktivitas dengan berpusat di rumah deh. Termasuk, membuat “keriuhan” di rumah. Eitsss, emangnya ngapain, buu?

Gini lo. Saya ini kan pada hakikatnya adalah sebentuk makhluk yang menyimpan talenta sebagai calon artis ngeheits ^^preeeet!^^ Zaman piyik dulu, saya doyan banget perform di acara-acara RT, RW, di sekolah Ibu (yep, my mom used to be a teacher) dan sebagainya.

Naaah, ternyata sisa-sisa “keartisan” zaman baheula itu masih tersimpan dalam jiwa. Walhasil, ketimbang mangkrak, mending saya optimalkan, ya tho?

Selama ini, kalo ada acara Halal bi Halal endebre endebre, yang tampil pasti eyang uti-eyang uti haus eksistensi gitu kan? Bawa rebana, ecrek-ecrek, kendang dan sebagainya, trus mereka nyanyi sholawatan atau lagu-lagu macam “Perdamaaian… perdamaaiaaaaan… banyak yang cinta damaaaiiii….”

Hyahahahaa.. bukannya gimana-gimana ya. Kadang saya ngerasa, apa yaaa.. udah waktunya ada KADERISASI, kita kasih kesempatan ke anak-anak kicik untuk tampil dong. Jangan sampai kaum sesepuh yang menguasai panggung ^^sungkem dulu ama senior di kompleks^^

Akhirnyaaa, saya ambil keputusan untuk menjadi pemeran utama dalam kaderisasi ntuh ^^weitss.

Ketimbang berwacana ha-hi-hu-he-ho, saya langsung memutuskan bahwa saya yang akan menjadi trainer untuk para bocil. Bersama Sidqi, saya undang bocah-bocah untuk berlatih, supaya bisa perform pas Halal bi Halal RT. Lokasi latihannya? Ya di rumah eikeh dong 🙂 ^^bangga^^

IMG_6928 IMG_6929

Cewek-cewek semangat latihan di rumah saya
Cewek-cewek semangat latihan di rumah saya

Lokasi latihannya di ruang tamu. Pokoke ditata sedemikian rupa sehingga bocah-bocah bisa nyaman melakukan koreografi tatkala perform on stage nantinya. Intinya, bagian rumah yang dipakai latihan, kudu menggambarkan suasana panggung ala-ala gitu.

Energi bocah kan gak kenal kata soak ya. Jadiii, sedapat mungkin, properti dan aksesoris pecah belah diamankan untuk sementara. Biar enggak terjadi huru-hara semacam vas bunga yang pecah, atau beling gelas yang terkapar dimana-mana.

Di depan bocil-bocil ini, saya menjelma menjadi Bertha jadi-jadian, hahaha. Saya ajarin deh, tembang macam “Ada anak bertanya pada bapaknya…. Buat apa berlapar-lapar puasa…..” Pokoke, lagu-lagu Islami yang rancak dan mengusung value yang oye.

Eh, biar makin seru, anak-anak juga saya libatkan untuk diskusi soal koreografi. Lumayan rempong, tapi asik!

“Tanteeee, nanti pas lagu ini, tangan kita goyang kiri-kanan aja…”

“Tanteeee… kalo lagi nyanyi ‘lapar haus kita jalani…. agar tahu rasa sengsara’, kan wajah kita enggak boleh senyum ya? Kan kudu manyun yak?”

“Tanteeee… aku haussss… pengin minum…” ^^gubraks^^ Kan lagi puasa, darliiiing 😛

Naaah, kemonceran latihan ini makin menjadi-jadi, karena ada Mbak Leny, guru piano yang juga satu RT dengan kami. Mbak Leny bersedia mendampingi untuk aransemen musik, supaya dedek-dedek ini kian merasa lagi bener-bener on their own mini concert! Yihaaaa.

Eits, sekedar info aja nih. Mbak Leny non-muslim loh. Tapiii, karena emang RT kami kompak yak, Alhamdulillah, bisa saling kerjasama dalam hal positif macem begindang.

***

Lalu, laluuu… Gimana hasilnya? Bagaimana penampilan anak-anak RT 07 dalam Halal bi Halal?

Apakah rasa grogi, gemeter bin nervous mendominasi aksi panggung mereka?

Atau, justru mereka bisa bernyanyi laksana calon diva kebanggaan Indonesia di masa depan?

Here we go….!

CIMG1143 CIMG1146 CIMG1148 CIMG1152 CIMG1154

Aaaaak, alhamdulillah…..!!

Anak-anak bisa tampil dengan maksimal! Suara mereka yang imut-imut, berkarakter, plus apa adanya, justru menjadi poin plus, yang mengundang applaus hadirin. Ya iyaalaaah, audiensnya kan bokap, nyokap, eyang kakung, eyang putri, plus tetangga-tetangga mereka jugak. Mosok mau nge-bully? Huehehe.

Yang jelas, saya bersyukur banget. Anak-anak MAU tampil aja udah bersyukur banget. Itu artinya, mereka bisa bekerjasama menampilkan performa terbaik. Sekaligus, menunjukkan kalau kita bisa banget menjadikan rumah kita, sebagai sarana untuk meraih pahala dan keberkahan yang melimpah. Sudah saatnya, kita sinari rumah dengan keindahan Islam. Boleh deh, bikin pengajian bareng, acara-acara yang senantiasa menggiring kita untuk mengingat Allah, mendekatkan diri pada Yang Maha Baik. Ketika kita punya sebongkah ide dan kreativitas, serta kemauan untuk berbuat, maka Allah akan menginjeksikan semangat dan segala kemudahan pada diri kita dan segenap makhluk yang ada di sekitar kita.

Ahaaaiii, makasih rumahku tersayang. Memang, segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa…. Semuanya ada di sini…. Rumah kitaaa……(*)

Advertisements

14 thoughts on “Optimalkan Rumah sebagai Pusat Tata Surya Ramadhan”

  1. Bekerja sama untuk hal-hal yang positif, bagus sekali Mbak, jadi sangat menyejukkan dan memberi semangat untuk hal-hal baik lainnya di kompleks itu :hehe. Apalagi anak-anak yang semangat dan antusias, sebagai koreografer sekaligus pelatih vokal (*tsaaah) pasti lebih terpacu dan semangat banget :hehe. Semoga tahun ini juga bisa menyelenggarakan acara serupa ya Mbak, selain berkesan di anak-anaknya dan berkesan juga di hati penonton dan orang tua mereka :amin.

  2. Wahahahaa seru bangeeet. Selama Ramadan aku nggak anti bukber tapi punya 2 aturan yg nggak bisa ditawar: pulang sebelum maghrib atau anak2ku boleh ikut semua 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s