kuliner, lifestyle, parenting, Uncategorized

Peggy Melati Sukma: Tak Perlu Pusing walau “Terasing”

 

Sudah 35 tahun, Peggy Melati Sukma membangun karir di dunia keartisan. Namanya kian melambung tatkala celetukan “Pusiiiiing” menggema di sinetron “Gerhana” yang ia bintangi. Prestasi duniawi Peggy tak berhenti sampai di situ. Ia juga seorang pebisnis handal, memiliki sejumlah perusahaan serta aktif membina beberapa yayasan.

Kemudian, hidayah itu datang. Apabila Allah telah berkehendak, maka tak ada yang bisa menolak karunia berupa hidayah. Peggy-pun meniti jalan hijrah. Ia tinggalkan semua peran jahiliyah yang membuat namanya berkibar di jagad selebriti. Konsekuensinya? Harta yang susah payah ia kumpulkan selama 35 tahun, lenyap hanya dalam waktu 2 tahun. Peggy pernah tersuruk, tapi justru ia bersyukur, telah menemukan cahaya benderang bersama Allah.

Barangkali banyak saudara kita yang juga ingin berhijrah. Pertanyaannya, darimana kita memulai proses berhijrah?

Prinsip yang harus kita pegang, apa hal yang bisa kita kerjakan saat ini, kerjakan saja. Ingin hijrah menutup aurat secara syar’i, ya langsung kerjakan. Setan menggoda kita, sehingga kita meng-ghibah atau ngomongin orang, ya langsung stop. Tobat saat itu juga.Mohon ampun kepada Allah. Intinya, lakukan sekarang juga, jangan menunda-nunda.

Kenapa? Karena hijrah itu butuh proses. Sayangnya, proses itu butuh waktu. Sayangnya lagi, waktu bukan punya kita. Waktu itu punyanya Allah. Contoh sederhana saja, kita semua pasti ndak bisa jawab, kita wafatnya kapan?

Padahal, kematian itu sangat dekat. Waktu yang ada ayo dimanfaatkan semampu dan secepat kita. Karena kita ndak pernah tahu, apakah kita masih hidup 3 tahun, atau 3 bulan atau 3 jam lagi.

Ketika Allah buka pintu untuk keadaan lebih baik, jangan pake kata “ntar” “nanti”… jangan! Mungkin kita masih digoda setan. Ayo terus lawan dengan taubat, istighfar, minta ampun pada Allah.

Keputusan untuk hijrah, membuat Peggy menjadi “terasing” di dunia showbiz. Tentu banyak yang memandang miring terhadap hal ini?

Banyak yang komentar, setelah hijrah kok ekstrim banget. Apa-apa ditinggal. Pake baju kayak gini. Dengan lawan jenis gak mau bersentuhan, dst. Begini. Islam ini berserah pada Allah. Aturan tertinggi adalah aturan Allah ta’ala. Maka ketika berhijrah, selalu harus kita tanyakan, ada nggak aturan Allah yang dilanggar dalam usaha atau kehidupan kita? Ketika dibandingkan dengan aturan dunia, sangat mungkin jadi nggak matching. Tapi sudahlah, kita tidak perlu memusingkan kata orang. Yang penting, Allah ridho atau nggak.

Yang jelas, tatkala berhijrah pasti ada tantangan yang kita hadapi. Bagaimana menyikapinya? Itu tanda bahwa Allah sedang kasih perhatian pada kita. Kita tafakkur saja. Mungkin harta kita diambil kembali oleh Allah, karena dalam hati ini, ada rasa bergantung kepada selain Allah. Kita masih bergantung pada materi… kita takut kalau nggak punya uang… sehingga Allah ajarkan kepada kita untuk bergantung hanya kepada  Allah.

Maka sikap yang harus dibangun: Kita, manusia nggak punya apa-apa. Itu semua milik Allah. Ayo kita betul-betul cari cara, bagaimana supaya hati ini nyangkut/nyantol kepada Allah. Saya terus berjuang untuk merasa cukup dengan Allah.

Ketika ada orang menipu,saya berprinsip hamba tidak kehilangan apapun, selama hamba tidak kehilangan Engkau, ya Allah.

Uang yang hilang, harta yang terambil, apapun yang tidak ada, terserah Engkau, ya Allah. Engkau yang Maha Memiliki, Engkau yang Mengatur. Maka, permintaan hamba, berilah hamba kekuatan untuk menjalani semua ujian ini.

Dalam proses berhijrah, apa peran orang tua Peggy?

Peran orang tua paling substansial, utamanya pada porsi mengingatkan dan mendoakan. Meski karir saya melesat dan punya banyak perusahaan, ortu selalu memposisikan saya sebagai hamba Allah dan anaknya mereka.

Sepanjang saya melalukan sesuatu yang tidak pas dengan ketentuan Islam, ortu akan mengingatkan. Mungkin saya punya uang banyak, bisa membelikan apa saja yang ortu mau. Tapi, karena pakaian saya melenceng, terbuka depan/belakang, maka saya harus menghadapi omelan/peringatan ibu saya yang tidak ada berhentinya.

Beliau bilang, ”Pokoknya mama sampaikan! Kamu nurut atau nggak, itu urusan kamu sama Allah.” Hingga suatu ketika, ibu kasih pelajaran yang cukup berat, beliau nggak mau menerima apapun yang saya berikan. ”Mama bukan mau harta kamu. Mama cuma mau kamu selamat dunia akherat,” begitu prinsip mama.

Intinya, ya itulah dunia. Magnetnya sungguh luar biasa, dan membuat kita lepas dari tuntunan agama. Karena itulah, sebagai hamba Allah, ikhtiar kita harus dahsyat juga.

Bagaimana mendorong orang lain untuk berhijrah?

Sampaikan walau hanya 1 ayat. Kita hanya ditugaskan untuk menyampaikan. Rasul dilempari kotoran, disebut orang gila, dan sebagainya, tapi beliau tetap menyampaikan. Rasul tetap menjaga koneksinya dengan Allah. Ibadah tahajud sampai kaki beliau bengkak, ini yang harus kita jadikan teladan.

Kalau ada komentar miring? Istighfar, pulangkan pada Allah ta’ala. Semua terjadi karena izin Allah.Nggak usah ada pikiran mencaci maki balik. Cara menyikapinya:

  1. Minta ampun pada Allah. Mungkin Allah mengingatkan kita dengan cara itu.
  2. Kita doakan agar orang tersebut dapat hidayah. Makin banyak orang kembali pada Islam, maka insyaAllah, Islam makin kuat.
  3. Tabayyun/ syuro/ musyawarah.

Islam harus ditunjukkan dengan sikap/akhlak kita. Yang penting taat sama Allah. Sifat dunia itu kerap dipenuhi iri/cemburu/perebutan kekuasaan. Bahkan sejak zaman Nabi Adam sudah ada pembunuhan, ada rasa bersaing, karena memang dunia isinya itu, ujiannya itu. Jadi bagaimana ikhtiar kita untuk bisa bergantung pada Allah. Bagaimana ibadah kita? Bagaimana lisan kita?

Kalau kita memperbaiki diri semaksimal mungkin, Allah Maha Tahu. Apapun permasalahan hidup kita, yakinlah bahwa akan selalu ada kemudahan.(*)

 

Advertisements

6 thoughts on “Peggy Melati Sukma: Tak Perlu Pusing walau “Terasing””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s