Tips Semakin Bahagia dan Menikmati Tantangan Hidup di 2019

Guys, gimana awal semester 2019 kalian? Penuh dengan aroma perjuangan? Kudu berjibaku menghadapi tantangan hidup yang seolah terus-menerus menggerojok? Beragam rintangan menghadang, dan tak kenal kata kompromi? Lalu raga dan jiwa ini terasa lelah, lantaran diberondong tugas, amanah dan kewajiban yang kualitas dan kuantitasnya super duper alaihim gambreng?

Sini, sini….. kita tossss dulu!

😀

Awal hingga pertengahan 2019 ini—bagi aku —adalah tahun yang “gado-gado” banget. Semua mua adaaa di dalamnya. Kabar bahagia, berita duka, sepenggal nelangsa, semua campur aduk, dan yeah, kita semua paham begitulah hidup.

Semua campur aduk, rasa senang silih berganti dengan sedih, bahkan terkadang “mati rasa”. Alias, barangkali kita mulai kebas dengan dinamika kehidupan yang segitu ‘roller-coaster’-nya.

Yap, hidup serupa gado-gado. Banyak elemen yang nangkring, dan kalau mulai spanneng, salah satu yang bisa kita lakukan adalah menikmati “bumbu kacang” yang terguyur di atasnya. Haha. Begitulah… terkadang filosofi makanan adalah cara jitu untuk escape sejenak dari hidup yang (terkesan) complicated.

Weitsss, tumben nih, eikeh curcol, qiqiqiqi. Ya baiqlaaah. Ketimbang kita bahas makanan mulu, nih ada sebuah artikel penyegar jiwa, yang gue temuin pas browsing-browsing gitu. Cusss, baca dan resapi dengan sepenuh hati, ya.

***

Sebuah pepatah kuno mengatakan bahwa “orang benar akan bertunas seperti pohon kurma”.

Pohon kurma lazim dijumpai di kawasan Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, hanya pohon kurma yang bisa bertahan hidup.

Maka, tidak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon tahan banting.

Kekuatan pohon kurma ada pada akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu.

Mengapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu itu akan memaksa pohon kurma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.

Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”

Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerap mengizinkan tekanan hidup datang.

Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar semakin kuat.

Tidak sekadar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol “batu masalah” yang selama ini menekan.

Insya Allah, Kita pun keluar menjadi pemenang kehidupan.

Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan…..!

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi para pemenang kehidupan.

(Sebait catatan nasihat dari (alm) Ustaz Rahmat Abdullah)

***

Bagaimana?

Do you feel better now?

Atau masih butuh tausiyah dari ustadz lain, yang mengulas seputar filosofi tanaman?

Ini dia, sepenggal kalimat penuh berkah dari Aa Gym.

Salah satu ulama pernah berkata, “Tidak bisa seseorang meraih saripati ilmu tauhid, bila belum mengamalkan ilmu kelapa.” Apa itu? Kita lihat, kelapa itu dijatuhkan dari pohon, dijambak sampai gundul, digetok pakai golok, dicungkil sampai copot, disisir, lalu diparut, dan diperas! Percayalah, dengan mengalami persoalan hidup, kita justru bisa mendapatkan banyak kebaikan. Saya pernah berada di masa-masa hidup penuh pujian. Kemudian, kondisi berbalik. Saya dicaci di infotainment dan sebagainya. Tapi dari situ, Alhamdulillah, ketika menghadapi ujian yang berat, anak-anak saya malah jadi hafidz. Pesantren jadi ramai. Persoalan hidup itu tidak bahaya, karena semua sudah diukur oleh Allah. Yang bahaya adalah, manakala kita salah dalam menyikapi persoalan hidup.

Bagaimana cara efektif agar kita bisa menghadapi persoalan hidup?

Sebelumnya, harus kita pahami terlebih dulu. Jangan menganggap persoalan sebagai sesuatu yang merendahkan diri kita. Coba, saya tanya, Rasulullah itu hidupnya banyak ujian? Banyak masalah? Sering dihina, dicaci dan dimusuhi banyak orang? Nah, bagaimana sosok Rasul? Beliau manusia yang mulia kan? Persoalan adalah sesuatu yang mengangkat derajat seseorang. Justru jangan bangga ketika tidak ada persoalan dalam hidup kita. Pada intinya ujian itu bisa berupa kelapangan/kemudahan dan kesempitan/kesusahan. Ujian kelapangan itu yang lebih bahaya. Karena ketika berada dalam kondisi lapang, kita cenderung sedikit mengingat Allah.

***

Jadi, jadi, gimana? Sudah makin siap untuk mengarungi samudera kehidupan? Semangaaaaat…!(*)

Advertisements

24 thoughts on “Tips Semakin Bahagia dan Menikmati Tantangan Hidup di 2019

  1. Eka Fikry says:

    Wiuh, mantap nih perumpamaannya, hidup ini ibarat pohon kurma ya mbak, jangan cuma merasakan enak rasa buahnya saja, tapi juga lihatlah prosesnya, penuh perjuangan…yuhu

  2. Lina W. Sasmita says:

    Jadi ingat quote ini Mbak: dalam hukum fisika, Gaya itu berbanding lurus dengan tekanan jadi semakin banyak gaya maka semakin banyak pula tekanan hahaha.

    Btw, filosofi pohon kurma ini dalam banget ya. Ditindih batu supaya akarnya menjalar, menguat dan menghujam ke bumi. Supaya jika tekanan datang ia akan siap menantang.

  3. Keke Naima says:

    Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa dalam setiap ujian akan ada hikmah. Tetapi, memang kadang-kadang lumayan berproses. Nah prosesnya ini yang harus banyakin sabar. Apalagi kalau emosi saya lagi turun naik

  4. Mirna Kei Rahardjo says:

    Tahun ini seperti ya begini-begini aja, drama kumbaranya udah dihafal, semoga tetep kuat dengan segala arl melinrang bak pohon kurma. Btw kamu pernah masuk infotaiment mba ? keren dong hehehe

  5. Rosanna Simanjuntak says:

    Setuju banget bagian ini!

    … pada intinya ujian itu bisa berupa kelapangan/kemudahan dan kesempitan/kesusahan

    Banyak yang masih mengira hanya kesempitan/kesusahan saja ujian.

    Padahal keduanya adalah ujian

  6. Ranny says:

    Aku jadi ingat salah satu quote entah dari siapa, kalimatnya begini : badai yang datang di kehidupan kita kadang kala membersihkan jalan yang akan kita lalui.
    Aku pun berpikir, suka dengan konsep cara berpikir seperti ini. Melihat sesuatu persoalan dari sudut pandang lain. Bahwa di balik persoalan yang datang dalam hidup akan membuat kita menjadi lebih baik.
    *malah curcol

  7. Afrilentin says:

    Mba curcolnya bermanfaat banget jadi reminder buat aku juga yah mba.bener orang hidup pasti punya masalah tapi masalah seberat apapun sebetulnya sudah pasti yang diberi Allah yg bisa kita lewati asal jangan mudah menyerah

  8. Tanti Amelia says:

    Masya Allah tabarakallaaah
    Di tengah deraan badai pasir dahsyat aku rasanya sampe kadang kering kerontang. Tapi mikirnya satu. Aku kan ga diajak jihad Rasulullah masak KALAH SAMA KEHIDUPAN siiih…

    Terus ngeliat YouTube sampe bego.

    Tertawa dan menangis denger Deddy Corbuzier, terharu liat Ellen degeneres, ngences liat rumah rumah di renovasi di MyHouzz, kagum sama Uncharted nya Chef Gordon Ramsay, ngikik denger si Panji debat sama Radit, dan etcetera etcetera etcetera

    SUKA PAKE BANGET jadi baca postingan Bunda Shidqi .. laaafff … mellow sejenak lalu semangaaaaat

  9. Liza Fathia says:

    Kalau aku, tahun 2019 ini seakan menjadi lembaran baru dalam hidup, cieeee. Beneran lho. Aku memulai lembaran baru hidupku di tahun ini. Dan semoga rahmat dan karunianya selalu terucurah untuk kita semua. Aamiiin

  10. akuchichie says:

    Tahun ini penuh dengan rencana untuk menata kehidupan lebih baik, duh apalah ini bahasaku. Pokoknya sih dijalani dan syukuri saja, walau kadang apa yang kita kerjakan dan lakukan tak sesuai ekspektasi.

  11. lendyagasshi says:

    Nuhun sharingnya, kak…
    Bener-bener harus setangguh buah kelapa yaa…
    AKu masih yang cemen banget. Kalau ada yang rasan-rasan tentang aku, sampai rumah langsung mewek.
    Eaaa~
    Mellow to the max.

  12. Sary Melati | @saryahd says:

    Setelah berulangkali mengalami jatuh bangun kehidupan tsaah … aku percaya bahwa dalam setiap kesulitan, ada kemudahan. Saat kita bahagia, diingatkan Allah dengan kesedihan. Semuanya berimbang supaya kita selalu ingat untuk bersyukur dan gak berlebih2an .. Semoga kita selalu dimampukan untuk menghadapi kerasnya hidup dan gemerlapnya dunia ya ..

  13. Lisna says:

    Makjleb banget mak pelajarannya. Dan falsafah dari pohon kurma itu selalu mengena. Berharap bisa selalu sabar dan tough dalam menghadapi tantangan hidup. Semangat mak!

  14. Rahmah Chemist says:

    Sepertinya saya sudah makin terbiasa hidup ditekan batu
    Mau baik bagaimanapun selalu saja ada yang berasa tidak senang
    Maka kembali lagi bahwa menjalani hidup karena memenuhi skenarioNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s