Tips Anti Bosan Belajar di Rumah untuk Anak dan Orang Tua

Assalamualaikum buibuuu semuanya. Gimana gimana, apakah sudah mulai garuk-garuk tembok, karena kudu menjelma jadi guru dadakan buat anak di rumah? Atau, kepala mulai berasap, menunjukkan stress yang menggelegak dalam jiwa? Ternyata oh ternyataa… begini tho rasanya jadi guru, mumet mumet (alias pusing) gimanaaa gitu ya. Hueheheheh.

Yap. Nggak pernah kebayang sama sekali di benak kita, kalau setiap siswa kudu melakoni Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Demi menekan penyebaran virus corona, anak-anak kita harus menjalani Study from Home alias Belajar dari Rumah. Awalnya, mungkin terasa mengasyikkan. Apalagi, buat yang bersekolah lumayan jauh dari rumah, maka kebijakan SFH ini bisa banget menghemat duit transport dan jajan. Yes, bebas macet! Yes, nggak harus bangun pagi-pagi banget! Semacam itulah.

Tapiii….. meskipun asyik di awal, kalau dilakoni dalam jangka waktu panjang, lama-lama ya bosan juga yak.

Pandemi corona ini sungguh mengusung efek domino, yang sama sekali tak pernah terprediksi. COVID-19 membawa aneka kejutan, beneran kayak lagi di-prank!

Belajar di rumah memang tantangannya buanyaaak banget! Yang jelas, karena terkesan “fleksibel” trus minim (atau bahkan tidak ada) pengawasan/supervisi dari guru sekolah, jadinya ortu kelabakan mengatur jadwal belajar dan mendidik anak untuk disiplin.

Selain itu, harus diakui, nggak semua ortu punya kapasitas untuk jadi fasilitator alias guru dadakan. Materi SD jaman now aja udah susah, lho. Apalagi materi SMP dan SMA! Hadeh hadehh, rentan bikin rambut emaknya rontok!

Makin ke sini, saya menyadari bahwa Belajar di Rumah rentan memantik rasa bosan. Padahal, dalam kondisi apapun, anak-anak harus tetap menuntut ilmu, kan? Nah, berikut tips mengatasi rasa bosan untuk anak dan orang tua, ketika menjalani school from home.

(1). Ikhlas dan Terima Kenyataan

Ketika mantengin timeline socmed, tidak sedikit emak-emak yang komplain dengan kebijakan school from home ini. Macam-macam alasannya. Mulai dari pemborosan uang untuk beli kuota internet, proses belajar yang tidak efektif, anak-anak yang ga bisa bersosialisasi, macem-macem dah. Alasan terjujur adalah: BOSAN 😀 *ngaku aja dah.

Dalam hal ini, gimanapun juga, kita kudu ikhlas, dan memahami keadaan. Kenapa sekolah offline belum dibuka? Tentu saja, karena kuatir anak-anak bakal terjangkit virus COVID-19 manakala berada di sekolah. Jadi, yaa mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua kudu menjalani takdir ini. Toh, bersekolah dari rumah juga dialami para murid di negara lain, kok. Nggak hanya di Indonesia aja.

(2). Ciptakan Ambience/Suasana Belajar yang Nyaman

Supaya tidak bosan, maka tipsnya adalah: kita kudu kreatif menciptakan spot belajar yang cihuy! Biasanya, saya dan Sidqi ber-school from home di areal teras. Koneksi wifi masih kuat, berpadu dengan pemandangan taman. Jadinya terasa lebih fresh gitu lho. Selain itu, ruang tamu juga kerap difungsikan sebagai areal belajar. Toh selama pandemic ini, jarang banget ada yang bertamu di rumah kami.

Suasana belajar ini kian nyaman, manakala emak juga sabar mendampingi anak. Plis, plis, plis….. tahan dulu emosinya kalo lihat bocil kagak bisa jawab soal, yaa. Ambil nafas dalam-dalam…. Hitung sampai tiga…. Satu….. dua…. Tiga…. Hembuskan. Nggak jadi ngamuk, kan? Hueheheh. Emak yang sabar dan telaten adalah koentji!

(3). Sediakan Waktu Istirahat, Silaturahmi Online dan Konsumsi

Logistik itu penting! Terutama yang berkaitan dengan perut, hehe. Perut kenyang, insyaALLAH otak juga siap mencerna ilmu dengan riang!

Saya selalu nyetok camilan, bisa beli snack di minimarket, atau goreng-goreng frozen food. Intinya, jangan sampe anak kelaparan ketika belajar dari rumah.

O iya, yang tak kalah penting, anak juga butuh untuk tetap silaturahmi dan keep in touch dengan teman-temannya. Bisa via zoom, atau bikin Whats App group. Intinya, silaturahmi online kudu tetap terjaga. Biar apa? Biar waras jiwa raga! 😀

(4). Beri Kesempatan Mereka untuk Melakukan Hobi

Salah satu obat mujarab anti-stres adalah: melakoni hobi. Dalam sepekan, saya beri kesempatan Sidqi untuk les alat music keyboard. Ini untuk menyalurkan kesukaan dia dalam dunia seni, plus itung-itung sebagai “ekstrakurikuler”. Nah kalo putra/i Anda punya hobi/kegemaran tertentu, yuk mari didukung! Mungkin ada yang hobi masak? Jahit? Atau bercocok tanam? Alokasikan waktu dan tenaga untuk mendampingi mereka, ya.

(5). Pilih Mitra Belajar yang Paripurna

Lantaran terbiasa dengan sistem ala sekolah konvensional, sebagian besar ortu merasa, kalau belajar tatap muka adalah satu-satunya cara belajar yang efektif dan efisien. Tunggu dulu 😀 Kalau untuk sarana bersosialisasi, yap, tatap muka bisa dibilang cara yang relative lebih baik, karena anak bertemu langsung dengan guru, dengan teman-temannya dkk. Tapiii… kalau untuk transfer ilmu, sebenarnya belajar via daring justru malah lebih jos!

Kuncinya apa? Ortu kudu piawai memilih situs belajar online yang bisa mengakomodasi kebutuhan anak.

Kenalin nih, ada Kelas Pintar, sebuah solusi belajar online dengan metode pintar, personal, dan terintegrasi yang didesain untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran guna mendapatkan nilai akademis yang lebih baik.

Kelas Pintar percaya bahwa setiap siswa punya preferensi dan cara belajar yang berbeda – beda. Ini nih, yang aku demen pake banget. Karena Kelas Pintar menggunakan pendekatan PERSONAL melalui metode penyampaian materi yang disesuaikan dengan beragam karakter siswa, baik itu melalui Visual, Audio, maupun Kinesthetic (V.A.K).

Dan untuk memastikan kurikulum pendidikan di Indonesia bisa diserap oleh siswa, Kelas pintar menggunakan metode pembelajaran PINTAR yang menggunakan pendekatan Learn, Practice, dan Test.

Buat info lebih lanjut, cuss ke website-nya ya: https://www.kelaspintar.id/

114 thoughts on “Tips Anti Bosan Belajar di Rumah untuk Anak dan Orang Tua

  1. Maria G Soemitro says:

    Setuju banget kudu ikhlas, menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman agar anak anak bisa lancar belajar

    Dan kelas pintar sangat mendukung ya? Karena ortu yang ngga punya ilmu didaktik harus punya rekan seperjuangan

  2. omnduut says:

    Walau belum punya anak, aku termasuk yang ngerasain “euforia” (baca: ikutan rempong) proses SFH ini haha. Ponakanku ada 2 di mana salah satunya rutin nanya PR. (eh emaknya yang nanya sih hwhw).

    Tipsnya paten! Terutama yang no.1. Memang harus nrimo dulu ibaratnya, baru kemudian segala sesuatu lebih smooth dijalankan.

  3. momsinayah says:

    Aah ide-idenya oke banget ini mbak. Saya juga nyetok makanan dan ajak dia sesekali ngobrol wa vidcall sama temen-temennya supaya gak boring. 🙂

  4. Dian Restu Agustina says:

    Pas nih, aku lagi butuh bantuan nih..jadi guru itu ternyata mumet sodara-sodara..apalagi anakku kelas 6 SD dan 10 SMA hiks. Harus dibantu nih sama Kelas pintar yang menggunakan metode pembelajaran PINTAR yang menggunakan pendekatan Learn, Practice, dan Test….Cuss, ke sana aja

  5. nurhilmiyah says:

    Kelas Pintar menggunakan metode pembelajaran PINTAR ya Mbak Nurul. learn, practice and test. Makasih tipsnya Mbak… setuju, kita semua kudu ikhlas dan nrimo atas semua kenyataan mesti PJJ ini ya Mbak

  6. Intan Daswan says:

    Setuju banget sama tipsnya. Saya juga menerapkan itu saat menemani anak BDR, apalagi anakku baru TK, emakny kudu super kreatif hehehe…. Eh, aku baru tahu ada kelaspintar. Enak dong bisa bantu banget di saat PJJ ini.

  7. annienugraha says:

    Menjadi orang tua banyak tantangannya ya Mbak. Setiap hari kita juga ikut belajar. Baik dari sisi pengetahuan maupun emosional, dan membangun hubungan yang jauh lebih baik dengan anak.

  8. naniknara says:

    Bagus nih kalau ada situs belajar online yang mengakomodir perbedaan cara siswa dalam belajar, karena memang tiap anak kan punya gaya belajar yang berbeda dan nggak bisa dipukul rata

  9. fennibungsu says:

    Kalau belajar daring ternyata harus juga ya dibuat suasananya nyaman. Pantesan kalau lihat kakak daku, beliau pun melakukannya gitu biar Ponakan daku tetep asik belajar dari rumah

  10. Rosanna Simanjuntak says:

    Bisa membayangkan betapa chaosnya PJJ ini ya!

    Setuju. Tidak semua ortu mampu jadi fasilitator apalagi materi anak sekolah zaman sekarang yang hmmm kastanya lebih tinggi.

    But, what choices that we should take. Only this, right?
    So take it or leave it!

    Hentikan mengeluh, ayolah, cobalah improvisasi!

    • naniknara says:

      Sepakat, berhentilah mengeluh. Mengeluh tuh nggak ada gunanya, malah bikin beban jadi terasa berat. Jadi langkah pertama memang penerimaan, ini masuk ranah ketrampilan kalau di dunia pendidikan.

  11. halochichie says:

    Setuju nih, memang harus ikhlas menjalankan ini agar semua terasa lebih mudah jalannya. Kalau aku karena anakku masih kelas 1 SD jadi diluar jam sekolah aku suka ajak main bareng, meniapkan menu cemilan atau biasanya olahraga bersama sore.

  12. Evi says:

    Iya terkurung di rumah berbulan-bulan dan harus jadi guru pengganti bagi anak-anak, pasti ada perasaan jenuh ya. Mudah-mudahan dengan mengikuti tips di atas, perasaan bosan dan jenuh itu sedikit bisa anulir.

  13. niaharyanto says:

    Wah, boleh-boleh nih tipsnya diterapkan. Belom nyoba deh situsnya. Ke tekape ah. Siapa tahu bisa dapet banyak Insight. Terutama buat si bujang nih, dia agak kesulitan belajar online.

    • niaharyanto says:

      Ahaha bener banget. Aku kaget lho udah ada perkalian. Dulu aku SD, kayaknya baru kelas 4 deh. Makin susah ya anak-anak sekarang

      • lendyagasshi says:

        Setujuu..
        Anakku belajar kelas 2 SD juga masuk perkalian. Konsepnya oke ssihh…saat Ustadzahnya memberikan materi. Jadi aku percaya anaka-anak bisa mengikuti dengan baik.

  14. fainun says:

    Adanya PJJ ini memang menantang yaa…Nemenin anak ya harus ikhlas.. Wong memang kondisinya gitu 😁 untuk siapin cemilan aku setuju haha, suka pas lagi belajar bilang laper soalnya anak

  15. Ria Rochma says:

    Memang PJJ ini sungguh sesuatu, ya Mbak. Ibu2nya bosan, tapi gurunya ditantang terus untuk kasih materi dan tugas yg butuh kreatifitas biar muridnya ngga bosan, dan materi tetap tertransfer.
    Semoga Covid ini segera berlalu, ya. Gimana2, memang paling enak mengajar secara offline kok hwehehe

  16. diazhollic says:

    Di Kelas Pintar penggunaan metode nya sangat variatif apalagi pendekatan PERSONAL nya lebih kena. Dan metode penyampaian materinya disesuaikan dengan karakteristik siswa, bisa melalui Visual, Audio, maupun Kinesthetic (V.A.K).

  17. Nchie Hanie says:

    Hahhaaaa..urusan perut yang utamaaa. Aku anakku udah besar, aku sante, ongkang2 kaki. Tapi ga kuku nyiapin amunisinyaa, bikin kantong bolong laper moloooo.

    Waah, ada kelas pintaar, mau aku kepoin ahh, biar mamaknya makin pinter, tsalalaaa

  18. Keke Naima says:

    Suka gak suka memang PJJ termasuk yang paling aman di saat seperti ini. Memang kitanya juga harus beradaptasi dengan keadaan. Anak-anak saya juga ikut bimbel supaya bisa tetap mengikuti pelajaran

  19. Alfa Kurnia says:

    Hahaha ya bener banget, alasan terjujur adalah mulai bosan. Ya anaknya ya ibunya sudah mulai jenuh belajar di rumah. Tapi emang harus ikhlas karena kondisinya memang nggak memungkinkan untuk belajar di sekolah. Terima kasih tipsnya, Nurul.

  20. alfakurnia says:

    Hahaha ya bener banget, alasan terjujur adalah mulai bosan. Ya anaknya ya ibunya sudah mulai jenuh belajar di rumah. Tapi emang harus ikhlas karena kondisinya memang nggak memungkinkan untuk belajar di sekolah. Terima kasih tipsnya, Nurul.

  21. alfakurnia says:

    Yang bikin anak-anakku bosan belajar di rumah itu karena penyampaian materinya yang cuma secara online. Anak kinestetik agak susah kan kalau harus duduk diam di depan laptop sementara banyak distraksi di sekitar mereka. Aku mau coba kelaspintar ah, siapa tahu ada yang cocok untuk si kinestetik di rumah.

  22. Alfa Kurnia says:

    Yang bikin anak-anakku bosan belajar di rumah itu karena penyampaian materinya yang cuma secara online. Anak kinestetik agak susah kan kalau harus duduk diam di depan laptop sementara banyak distraksi di sekitar mereka. Aku mau coba kelaspintar ah, siapa tahu ada yang cocok untuk si kinestetik di rumah.

  23. ira duniabiza says:

    wahhh bener mba… yang nomor 1 paling penting ya… harus ikhlas banget nemeni anak2 belajar di rumah ya, apalagi buat yg anaknya masih baru sekolah seperti SD dan TK. Harus banyak sabarnya….

    • puspitaheni says:

      Secara fitrah, rumah memang beda dengan sekolah. Jadi nggak bisa kalau mengharap anak-anak belajar di rumah = belajar di sekolah. Karena rumah kan sifatnya informal banget ya he he. Bisa lebih santai dan fleksibel.

  24. grubik says:

    Kalau anak saya, yang tugas jadi guru di rumah ya emaknya.., kadang tugas saya ya nggangguin mereka berdua…
    Ya, minimal biar gak bosen, biar emaknya juga bisa bisa ngajarin pelajaran sekolah sambil ngomelin saya..,

  25. aswindautari says:

    Wah.. Note banget nih solusi tttg mitra belajarnya. Nanti mau aku coba ah. So far nerapin nomor lainnya masih naik turun. Terutama soal mencari suasana nyaman n ikhlas. Suka labil kadang apalagi kalo diganggu bayi.. Wkwk. Tp skrg yg worked banget itu kalo belajar di teras rumah. Sengaja begitu spy menekan diri kalo mau marah. Soalnya malu kalo diliat tetangga. Haha

  26. Milda Ini says:

    nah, i need your tips and trick. I will follow this is because my kidz begin boring learning at home, hahaha. they are not feel okay still at home now. Often ask me to out and play the ground

  27. Diah Kusumastuti says:

    Istirahat oh istirohattt kapan yaa bisa bobo nyenyak gitu.. aku tuh waktu buat istirahat ya dipake ngeblog or bacain chat WA or medsos, Mbakkk.. hahaha.. curcol 😀
    Btw belum pernah lihat-lihat Kelas Pintar, nih. Siapa tau cocok buat nak kanak 🙂

  28. ranirtyas86 says:

    Masih banyak nih ortu yang belum ikhlas, apalagi kalau kayak kami yang paginya harus bekerja, pulang-pulang harus ngajarin, belum lagi cucian dll di rumah nmpuk banget. Hhuhu pengen nelan galon!

    Sabar.. Sabar.. Ikhlas.

    Btw kelas pintar ini sukses membuatku penasaran ih, soalnya pendekatan ke muridnya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak ya

  29. Evi says:

    Pada akhirnya, lancar atau tidaknya anak belajar dari rumah tergantung pada orang tuanya ya Mbak. Bahwa belajar bila targetnya adalah transfer ilmu, daring jauh lebih jos. Mengurangi distraksi juga. Nah kalau sosialisasi, nanti diteruskan jika keadaan sudah normal lagi…

    Ngomong-ngomong jadi komentar 2X nih 🙂

  30. Nurul Sufitri says:

    Bener banget, Mbak Nurul. Kudu ikhlas itu papling penting ya. PJJ ini memang melelahkan semua pihak. Duuuh, entah kapan berakhirnya ya hiks 😦 Kalau aku sih bikin anak2 semangat salahs atunya menyiapkan makanan dan minuma kesukaan tau2 udah ready di depan mata hehehe. Kalau ada aplikasi dg pendekatan personal itu lebih baik dan nyaman tentunya.

  31. Jiah Al Jafara says:

    Keponakanku kalau lagi kesel karena belajar, ya kusuruh main dulu. Biasanya sepedaan, lalu jajan, biar gak bosen. Iya sih, gak semua ortu itu bisa jadi guru. Ngecek tugas anaknya aja banyak yang bingung. Kemarin sampai disamperin tetangga buat bantu ngecekin kerjaan Matematika anaknya

  32. Mugniar says:

    Kelas Pintar ini bagus ya penyampaian materinyadisesuaikan dengan beragam karakter siswa, baik itu melalui Visual, Audio, maupun Kinesthetic. Jadi tiap anak terakomodasi.

  33. Bibi Titi Teliti says:

    Iya bener banget sih mbaaak.
    Emang harus ikhlas menjalani semuanya, yang penting prioritas kita saat ini sehat dan selamat aja yaah. Wah, asyik bener nih kalau belajar dibantu dengan Kelas Pintar yaaah

  34. Damar Aisyah says:

    Aku tim, BOSAN!!! hehehe. Awal-awal ya seneng-seneng aja Mbak, sekaramg bosan super aku. Wis luweh2 lah penting anak anteng. Btw Kelas Pintar kok aku baru denger ya. Biasanya aku pakek Sekolahmu.Coba cek ah.

  35. Nathalia DP says:

    Kalau saya, semakin lama malah semakin nyaman dan terbiasa… Cuma memang kadang masih suka emosi sih, hihihi…

  36. hidayahsulistyowati says:

    Aku memang nggak ngalami mendampingi anak belajar di rumah, karena si bungsu udah mahasiswa. Dan emaknya nggak paham juga materinya, hihiii
    Tapi bener banget, kunci ibu ngajari anak adalah sabar tanpa batas. TArik napas, hembuskaaan.. Coba deh aku sarankan mamak tetangga yang punya anak sekolah SD dan SMP melihat dulu website Kelas Pintar. Ada pendekatan belajar untuk menyesuaikan karakter siswa juga ya, siip

  37. RACHMANITA says:

    bener banget walaupun kondisi pandemic seperti ini anakan lagi belajar di rumah kita sebagai orang tua tetap bisa harus semangat ya Moms karena memang kalau kitanya semangat anak jadi ikut semangat tentunya

  38. Aprillia Ekasari says:

    PJJ emang bikin pusying apalagi pas tugasnya banyak haha 😛
    Wah penasaran menggunakan pendekatan personal itu gimana ya?
    Kelas Pintar ini langganannya berapaan mbak perbulannya? Buat anak kelas 1 SD gitu ada juga gak ya?

  39. Lidya says:

    Bikin suasana belajar menyenangkan, emaknya juga harus belajar biar gak gaptek ya 🙂
    Bosan wajar tinggal dicari solusinya. Aku belum nyobain kelas pintar nih

  40. Dessy Achieriny says:

    PJJ jadi ajang kita belajar sabar dan ikhlas ngajarin anak-anak. Kalau ada kelas pintar insha Allah membantu ya Bun, karena banyak bgt pelajaran yang sesuai dengan pelajaran anak-anak di sekolah. Kita juga bisa mengawasi nilai rata2 harian.

  41. riawani elyta says:

    ini juga jadi new normal ya mbak dalam hal pendidikan anak. semoga dengan tips2 diatas bisa memabntu para ortu dalam mendampingi anak2nya belajar dan tetap bahagia

  42. Reyne Raea says:

    Betul juga ya Mba, pilih mitra belajar yang mumpuni, biar ngga bosan, bukan cuman orang tua, tapi juga buat anak.
    Kalau kayak kelaspintar gini, bisa bikin makin pintar dan tetap hepi anak-anak 🙂
    Harus ceki-ceki websitenya nih 🙂

  43. Nchie Hanie says:

    Haseek..setuju banget sama poin yang pertama, ikhlas dan menerima keadaan, mau ga mauu, berdamai yaaa, biar bisa menciptakan kebahagian meski di rumah.
    Kelas pintar, makin nemenin anak2 belajar di rumah nih, biar ga mager

  44. Okti Li says:

    Pada akhirnya kita memang harus terima kenyataan ya hehehe
    Semoga semua ini segera berakhir dan kembali normal dengan senormalnya

    Kepoin kelas pintar juga deh ah. Penasaran

  45. Linimasaade says:

    Seru banget ya mbak masa pandemi ini hahha. Aku ngakak pas mbak bilang lagi kena prank. Iya banyak kejutan di covid-19 nih. Intinya orangtua harus menjadi sobat sang anak agak tidak ngebosenin saat belajar ya mbak.

  46. Arda Sitepu says:

    Setuju untuk menerima sesuatu yang terjadi saat ini dengan ikhlas dengan mengajarkan anak. Di samping itu, kelas pintar juga memberikan kemudahan bagi orang tua untuk menjadi mitra yang baik.

    • Arina Mabruroh says:

      Samaan Mbak Andy… Drama banget…
      Apalagi anakku masih proses belajar baca. Emaknya ikut stres, padahal sebelumnya aku nyantai dia belum bisa baca 😁 banyak yang nyaranin les aja, tapi masih pandemi gini, kalau anak kas 1 SD keknya blm cocok les online ya

  47. Reyne Raea says:

    Kalau suasana belajar yang nyaman ala si kakak itu, saat adiknya bobok, kalau adiknya bangun pagi dan nggak mau bobok lagi, udah deh dia stres, karena adiknya suka banget gangguin dia, kepo mau liat kakak ama temen-temennya belajar 🙂

  48. Uniek Kaswarganti says:

    Aku kok malah tertekan bukan gara-gara masalah pelajaran anak dan kudu ngajarin ini itu yaa.. Lebih stres ngeliat anakku screen timenya jadi tinggi banget. Setelah selesai mengerjakan tugas, pasti terus lanjut ngegame. Ga selesai selesaaaiii….

    • ummunawazim says:

      Wah ada kelas pintar ya. Penasaran pingin lihat programnya. Btw, emang jadi PR banget ini bagi saya, belajar daring anak-anak bener-bener menguras tenaga dan pikiran. Bismillah moga dimampukan

  49. lianny73 says:

    Wah asyik nih ada Kelas Pintar dengan Metode pembelajaran Pintar, pastinya sangat membantu anak-anak belajar di rumah ya.
    Aku gak terlalu pusing sih mendampingi anak belajar, karena sudah SMA. Mereka belajar sendiri, jangan suruh emaknya ini ngajari, udah angkat tangan nyerah hahaha. Tugas emaknya cuma bikin camilan tiap hari dan merelakan laptop dipakai buat sekolah online hehe.

  50. Bibi Titi Teliti says:

    Memang para ibu-ibu pendamping PJJ ini harus punya batas kesabaran tingkat tinggi yah mbaaak haha
    Aku juga kalo udah mulai rada kesel, langsung melipir sebentar ke twiter atau instagram buat nyari yang seger-seger nih mbaak hahaha
    Untung ada Kelas Pintar yang bisa membantu kita yaaah.

  51. Nurul Fitri Fatkhani says:

    PJJ bagi saya memang ada untungnya, Mbak. Gak perlu ngeluarin ongkos untuk ke sekolah, soalnya sekolahnya jauh. Jadi dinikmati aja proses belajar sekarang ini hehehe

  52. Aprillia Ekasari says:

    Aku belum les in anakku k situs belajar online, krn pelajaran sekolah msh bia kuhandle, cuma pengen nyari web belajar seperti belajar bahasa Inggris dan ngaji online gtu krn emaknya blm pede ngajarin dua itu huhu

  53. Arda Sitepu says:

    Suasana belajar yang menyenangkan membuat anak-anak juga betah belajar di rumah. Semoga kita selalu semangat bisa mengajarkan yang terbaik untuk anak selama di rumah saja ya mbak.

  54. Rudi G. Aswan says:

    Kalau urusan bete, ga cuma anak sebenernya, ortu juga hihi. Tapi gimana lagi ya mesti ditahan dan dibetah-betahin. Banyak berdoa biar wabah segera pergi. Memang ikhlas nerimo itu pijakan awalnya, Mbak. Yang paling kerasa ya anak-anak hobinya ngemil mulu hehe. Kalau untuk belajar daring, aku ga banyak referensi sih coz anak suka gambar. Makasih ya infonya, cus meluncur ke Kelas Pintar. MOga cocok ma mereka.

  55. Anggraeni Septi says:

    mba Nurul, akupun sama sedia cemilan banyak di kulkas. Salah satunya stok frozen food, karena gampang tinggal goreng dan mengenyangkan. Perut terisi bikin pikiran fokus lagi. Eh aku baru tahu ada Kelas Pintar nih, jadi kepo nih. Meluncur deh 🙂

  56. Prita Hw says:

    InsyaaAllah mamak2 kalo lelah karena lillah, banyak mendulang pahala nih di musim pandemi ya mbak, masyaaAllah. Dgn adanya kelas pintar, lumayan terbantu nih, TFS mbak.

  57. KIM says:

    Hanya bisa berdoa, wabah ini cepat berlalu. Apalagi saya sedikit suka.bosan dalam mngajar kan sesuatu yang kurang dipahami. Kalau untuk materi kelas 1-4, oke2 aja. Stlh baca tulisa ini, stidknya saya sdh punya tips. Tq ya Kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s