Cara Berhemat dan Mengatur Keuangan Keluarga Selama Pandemi

Hai, hai, hai. Kali ini saya akan ngobrol soal Cara Berhemat dan Mengatur Keuangan Keluarga Selama Pandemi. Well, artikel ini ditujukan untuk keluarga menengah, ya. Kalau yang level Nia Ramadhani, Nagita Slavina, atau Momo ex Geisha sih, kagak perlu baca 😀

Yeah, kondisi jaman now bener-bener beraaattt untuk mayoritas masyarakat. Pendapatan berkurang drastis. Bahkan tidak sedikit yang mengalami PHK. Berita PHK massal terdengar di mana-mana. Akan tetapi, kebutuhan kok ya, kayaknya makin membengkak 😀 Terutama kebutuhan pangan buat nak-kanak yang sampe detik ini masih ber-PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Baru masak 5 menit, sudah terdengar keluhan, “Lapaaaarrr….” Minta makan lagi. Baru dikasi main course 10 menit silam; Kemudian…”Makan apa lagi kitaaaa?” Gitu terus. Makan – lapar – minta makan lagi – sampe covid kelar entah kapan.

Ya udah lah, mau gimana lagi. Nggak ada yang menyangka kalau pandemi bakal berlangsung dalam durasi yang LAMA BANGET, gais. Plus menimbulkan multiplier effect se-dahsyat ini. Mari kita fokus aja, melakukan apa yang kita bisa. Misalnya: Tips Berhemat Saat Pandemi. Ini hal-hal yang (mungkin tampak) sederhana yang bisa kita lakoni, supaya budget kehidupan dan cashflow aman jaya terkendali.

Begini Tips Hemat  Saat Pandemi tak Kunjung Berakhir

Yang pertama dan utama adalah tancapkan NIAT dalam dada, bahwa kita memang HARUS dan BUTUH untuk melakukan penghematan. NIAT itu insyaALLAH bakal mengusung setengah hasil nan paripurna. Kalau niat terpancang tegak, maka kita tidak akan mudah terdistraksi dengan godaan yang melambai-lambai di sana sini.

Sudaaah ya, tancapkan niat untuk berhemat? Nah, sekarang mari kita beranjak ke tips berikutnya

(1). BIKIN ANGGARAN UNTUK DIJALANKAN

Yup, anggaran ini ibarat PETA JALAN yang akan memandu kita untuk spending budget secara bijak, rasional dan terukur. Lebih baik lagi, kalau bikin anggaran keuangan diskusi bareng pasangan. Jadi bisa memproyeksikan pos-pos mana yang butuh duit cukup besar, dan pos-pos lain yang sebenarnya bisa banget dihemat.

Tantangannya adalah, mayoritas dari kita sering bersikap terlampau fleksibel terhadap anggaran ini. Akibatnya bisa ditebak. Banyak duit yang ‘terbuang’ untuk hal-hal yang sifatnya nggak signifikan.

(2). BIJAK MEMBEDAKAN KEBUTUHAN VS KEINGINAN

Ini PR abadi ya Bund? 😀 Memang, diferensiasi antara kebutuhan dan keinginan tuh tipisss banget, setipis jembatan shirotol mustaqim. Tapi, karena ini lagi pandemic, pendapatan berkurang, kondisi keuangan rentan tidak stabil plus krisis di mana-mana, yuk marilah kita pancangkan sikap Hemat, Stop Belanja yang Tidak Perlu

Menyiapkan menu masakan bergizi untuk keluarga, itu kebutuhan. Makan-makan di resto yang sekali datang habis 200 ribuan, itu keinginan.

Memberikan cemilan bergizi untuk PJJ anak-anak di rumah, itu kebutuhan.

Bolak-balik order jajan via ojek online, yang kalo ditotal jendral setahun ekuivalen dengan harga 1 sepeda motor, nah itu keinginan 😀

Cobaa ditahan dulu deh, keinginannya.

Kira-kira, adakah pos pengeluaran yang bisa dikurangi atau bahkan dihindari sama sekali? Yuk yuk, senantiasa bijak untuk urusan keuangan keluarga, ya.

(3). Cari Tambahan Penghasilan

Berhemat, sudah. Patuh pada anggaran yang dibikin, sudah. Lah kok, kondisi keuangan masih bikin garuk-garuk aspal gini?

Ada baiknya, pertimbangkan untuk mencari tambahan penghasilan. Memang di kondisi pagebluk, banyak pekerjaan yang kena imbas, PHK di mana-mana, pengurangan gaji/remunerasi dan banyak hal menyedihkan lainnya. Akan tetapi, kans berburu cuan tetap ada di mana-mana kok! Yang penting, bisa menangkap peluang, gigih, dan konsisten! Karena ini zaman serba digital, kita bisa banget mengoptimalkan aneka socmed untuk mempromosikan usaha/skills plus membina networking/ jejaring dengan calon client/ konsumen.

Etapii, kalau mau dagang (biarpun skala kecil-kecilan), kan tetap butuh modal yak? Kalau modalnya kagak ada, trus gimana?

No need to worry! Ada alternatif kece dari Tunaiku, nih

Apa itu Tunaiku?

Tunaiku adalah FinTech atau teknologi finansial pertama di Indonesia yang bergerak menyediakan pinjam uang online tanpa agunan. Didukung dengan teknologi dan data analytics canggih, Tunaiku mampu melayani dengan sangat cepat (24 jam) dan dengan persyaratan yang mudah.

Mulai beroperasi pada 2014, Tunaiku merupakan produk digital pinjaman tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia Tbk yang dimiiki oleh perusahaan multinasional bernama TOLARAM.

TOLARAM merupakan perusahaan multinasional yang telah berdiri lebih dari 60 tahun. TOLARAM bergerak di berbagai bidang bisnis antara lain barang kebutuhan sehari-hari, pelayanan digital, energi, dan infrastruktur yang tersebar di Afrika, Eropa, dan Asia, dengan kantor pusat yang terletak di Singapura.

We provide financial services not only to those who ‘want’ but also to those who ‘need’. Inilah slogan yang diusung oleh Tunaiku. Syarat untuk bergabung simple banget, keunggulan Tunaiku adalah

  • Tanpa agunan dan tanpa kartu kredit
  • Isi formulir pengajuan online hanya 10 menit
  • Pinjaman cair cepat sesuai nominal yang diajukan setelah tanda tangan kontrak
  • Bayar cicilan lebih cepat tanpa kena bunga
  • Ajukan pinjaman lewat aplikasi atau website

Nah, begitulah cara untuk bisa Berhemat dan Mengatur Keuangan Keluarga Selama Pandemi. Semoga kita tetap sehat, semangat dan selalu Bahagia ya! (*)

52 thoughts on “Cara Berhemat dan Mengatur Keuangan Keluarga Selama Pandemi

  1. ranirtyas86 says:

    Semua orang lagi pontang-panting emang cari penghasilan. Semoga pandemi segera berlalu ya, ngeri sedap emang kalau pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan, huhu

  2. Ivonie says:

    Biasanya yang udah punya ide usaha tapi bingung modal, bisa mencoba dengan pinjaman online ini ya dengan catatan usaha benar-benar jalan dan berkembang sehingga cicilan biar lancar

  3. Nurul Sufitri says:

    Wah, cepat seklai ya isi form 10 menit aja kalau butuh dana pinjaman online. Solusi bagi yang memang cocok deh buat menjalankan usaha/ bisnis terutama saat pandemi gini. Membuat anggaran belanja sehari2 harus itu, apalagi urusan dapur kan pasti setiap hari ya mbak.

  4. mariatanjungmenulis says:

    setuju banget nih dengan tulisan mba, kalau keinginan kadang suka mengalah kebutuhan ya mbal. Tapi di masa pandemi ini kalau gak pintar atur uang ya hancur lebur deh. Beberapa teman kerjaku laki tuh yang masih gaya hidup agak hedon sepertinya

  5. Ery Udya says:

    Dan aku nih, yang suka terlalu fleksibel sama anggaran. Ujung-ujungnya duit kebuang untuk hal yang gak penting.

    Cari tambahan penghasilan perlu banget, tapi aku ya bingung mau ngapain. Mau jualan aja bingung mau jualan apa dan jual ke mana. Wkwkwkwk mental jualanku ini emang down banget.

  6. Maria Soemitro says:

    padahal mbak Nurul cuma punya Shidiq ya?
    Apa kabar yang anaknya 6 atau lebih, saat pandemi ini
    Pasti akan butuh Tunaiku untuk biaya sekolah dll yang pastinya ngga bisa ditunda

  7. HM Zwan says:

    Iya bener mbk, kerasa banget ya sejak pandemi kok urusan dapur terus jalan wkwkwk. Padahal anakku baru satu xixi. Ini solutif sekali Tunaiku, praktis banget caranya nggak belibet, cepet cair dan tanpa bunga pula..

  8. julia pasca says:

    Assalamu’alaikum mbak nurul *sambil ketok pintu…
    Jiah.. cem kaya lagi didepan pintu rumah mbak nurul aja kalau gini.
    Asli! kangen sama mbak nurul, SKSD ni aku….haha. Kangen dengan tulisan mbak nurul karena lama gak bersilaturahmi ni. Kesan pertama kali dulu baca tulisan mbak nurul itu selain informatif pasti menghibur. Emang ada tulisan mbak nurul yang gak menghibur? mungkin rata-rata pembaca jawabanya “NOPE”

    Anyway, bener sekali mbak nurul pandemi gini, saatnya manajer rumah tangga menggali ilmu hematnya, ilmu titennya dalam pengelolaan keuangan. Aku aja sampai beranak 3 gini urusan keuangan kadang gak rapih, ya setidaknya ada pembukuan lebih baik.

    Pengeluaran adalah hal wajar, ya kalau mau pengin beli ini itu ya kudu ada pemasukan ini itu dunk ya, Jasa TUNAIKU bisa dipakai ni untuk yang butuh modal

  9. Sani says:

    Kmai pun penghematan besar-besaran nih. Terutama masalah makan. Nyaris gak jajan n makan selalu ditemani tempe hehe.
    Mau coba2 usaha tapi blm tau apa haha

    • Nanik Nara says:

      Kalau saya tempe selalu ada, sebelum pandemi. Setelah pandemi menyiasati daging ayam. Biasanya di goreng utuh, sekarang di suwir-suwir di masak soto, atau kasih bumbu kecap.

  10. nurhilmiyah says:

    Mencari tambahan penghasilan ini sangat membantu keuangan keluarga ya Mbak, apalagi di zaman pandemi kayak gini, bisa punya side job itu disyukuri sekali. Btw, Tunaiku menyediakan pinjaman tanpa agunan ya, noted.

  11. Lisdha says:

    Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan itu tipis dan…….relatif 🙂
    Ngajarin relatifitas kebutuhan dan keinginan ini sama anak. Beuuuuh…sampai belipet2 nyari contoh yang gampang dicerna anak usia SD heheheh

  12. Reyne Raea / Rey says:

    Penting banget ya Mba berhemat di masa sekarang, dan semoga jadi habbit meski udah lewat pandemi nya.

    Saya juga lagi belajarmindfullness sama duit, biar dia betah di rekening saya 😂

    Btw sering banget deh dengar Ammar Bank ini 🙂

  13. annienugraha says:

    Mau setinggi apapun penghasilannya, sebuah rumah tangga WAJIB punya perencanaan ekonomi yang matang. Kalau gak gitu ya tetap aja bisa defisit setiap bulan. Semua terasa kurang karena mengikuti keinginan daripada kebutuhan. Jadi tulisan ini masuk juga kok ke mereka yang hitungan ekonominya mapan.

  14. Ade UFi says:

    Semoga tunaiku ini bisa dipercaya ya, Mba. Karena skrg kan ngeri-ngeri sedep sama fintech tuh. Dan kalau tidak mau terjerat hutang besr kudu bener anggarannya ya, Mba. Biar nggak salah perhitungan,

  15. Keke Naima says:

    Selama pandemi, pos-pos keuangan ada yang berubah. Untuk makan memang bertambah. Sedangkan biaya transport berkurang. Tetapi, memang tetap perlu lebih rapi lagi. Paling tidka bisa membedakan dulu kebutuhan dan keinginan

  16. Mia Yunita says:

    Saat pandemi gini, meski di rumah aja, meski nggak sering cuci mata ke mall, dept store or pasar, tapi jelas yang namanya belanja harus tetep ya. Biasanya kebutuha pokok sehari-hari kayak makanan. Memang kita harus pandai memanage uang belanja nih. Karena meski banyak berdiam di rumah justru ada keinginan masak macem-macem deh.

  17. Mirna Kei Rahardjo says:

    beneran itu mba jajan online ampe habis 1 motor wkwkwk ngeri juga ya,,, pas pandemi ini kan penghasilan dipotong kantor 25% karena full wfh tapi jadinya nge pas ga kurang ga juga lebih emang kudu smart ngaturnya sih,,,

  18. Maria Soemitro says:

    tunaiku sangat membantu UMKM yang butuh dana cepat ketika dapat order gede

    saya pernah, tiba-tiba harus memasok snack sekolah internasional di Bandung

    karena waktu itu belum kenal Tunaiku, terpaksa ditolak deh, hiks

  19. mariatanjungmenulis says:

    Kalau untuk anak meskipun harus mengeluarkan budget berlebih tetaap harus kita prioritaskan ya mbak. Kalau pandemi gini mgkin stok cemilan dan kuota yg harus full. Disini analisa ibu rumah tangga harus cermat dalam mengatur pengeluaran

  20. Katerina says:

    Mantap surantap tips berhemat dan mengatur keuangan selama pandeminyaaa!! Jitu pisan, tinggal dipraktekkin aja ya, gais 😀
    Ada pilihan meminjam uang yang aman dan mudah pula bila butuh modal buat usaha. Tinggal dimanfaatkan dengan tepat dan sebaik-baiknya.

  21. Aprillia Ekasari says:

    Aku kyknya lbh milih cari tambahan penghasilan hehe.
    Eh tapi bener kalau ttg keuangan kudu bener2 dicatat2 sedetail2nya walau ngluarin recehan sekalipun utk parkir, soalnya kalau dah ada catatan biasnaya lbh gampang mendeteksi boncos2nya di mana

  22. Dedew says:

    Betul banget, setelah berhemat, waktunya menambah penghasilan biar kebutuhan tercukupi ya..Tunaiku bisa jadi alternatif pembiayaan untuk modal usaha ya..

    • Jiah says:

      Aku kalau gak kepepet ya gak usah ambil pinjaman. Menghemat saat pandemi itu wajib. Nah pas memang lagi butuh, ya pilih yang terpercaya apalagi buat main usaha

      • rina susanti says:

        Masalahnya selama pandemi bawaan pengen ngemil melulu, liatin sosmed lewat resep baru pengen praktik hahaha. Tapi memang kudu nahan diri ya secara ga tahu sampai kapan ini ekonomi terpuruk krn pandemi

  23. Dian says:

    benar banget mbak nurul, biar hemat itu emang harus bisa membedakan mana itu keinginan mana yg kebutuhan
    klo nurutin keinginan mah g ada habisnya,

  24. herva yulyanti says:

    Bener bangey mba entah kenapa yah jadi demen jajan online gitu mayan juga kalau dihitung2 makanya kudu dibedain ya keinginan dan kebutuhan soalna di rumaj gitu selama pjj ini persis baru aja ngemil laper akhirnya jajan

  25. niaharyanto says:

    Huhu iya nih, selama pandemi ini, keuangan kok kembang kempis. Lebih banyak kempisnya malah. Kudu banyak hemat dan banyak nyari tambahan.

  26. lendyagasshi says:

    Akutu suka KZL sama diriku sendiri.
    kalau tahu “ada uang” terutama di awal bulan, pasti langsung deeh…foya-foya.
    Padahal masih ada 29 hari ke depan.
    Heuheuu~

    Kudu banget pintar mengatur keuangan dan mencari tambahan.

    • lendyagasshi says:

      “Bolak-balik order jajan via ojek online, yang kalo ditotal jendral setahun ekuivalen dengan harga 1 sepeda motor, nah itu keinginan.”

      Ini w anet.
      Huhuu…kadang gak ada angin, gak ada hujan, pengen beli kopi kekinian.
      Padahal di rumah, kopi gak kurang-kurang, tinggal seduh sendiri pan beres nyaa..

      Heuheuu~
      Help.

  27. Rania Fardyani says:

    Karena pandemi, kita jadi aware ya sama keuangan
    Hidup hemat harus dilakukan biar keuangan terus terjaga dengan baik, biar ga boncoss
    Jangan lupa prepare dana darurat kalau penghasilan mulai balik lagi seperti semula 🙂

  28. Ruli retno says:

    Bener banget mbak, harus bisa bener2 misahin mana keinginan mana kebutuhan. Karena kita gatau kan pandemi ini akan berlangsung sampe kapan. Bijak2 banget deh ngaturnya

  29. rafahlevi says:

    Cakep bener nih tipsnya mbak kuh…
    Cuss praktekan haha..
    Aku juga lagi rintis usaha kecil dari rumah moga jadi kran baru penghasilan yaa

  30. Rahmah Chemist says:

    Akupun ikat kenceng nih tali pinggang hahaha
    Soalnya pandemi pemasukan dari suami off di awal awal hingga menjelang akhir

  31. Fandhy Achmad Romadhon says:

    Di tengah pandemi seperti ini banyak sekali pengeluaran tak terduga, belum lagi ditambah dengan kondisi saat ini yang sedang tidak lagi bekerja, pengeluaran harus diatur sedemikian rupa. Selain pengeluaran yang harus diatur dan dihemat, harus juga perlu untuk menambah penghasilan lainnya. Perlu usaha ekstra memang, namun setidaknya jika sudah diatur sedemikian rupa, keuangan keluarga bisa terjaga setidaknya sampai bulan berikutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s