Akankah Ramadhan dan Lebaran 2021 Berjalan Seperti Tahun Lalu?

Coba deh, kalian main-main ke minimarket/supermarket. Yang namanya kurma, kaleng biskuit, sirup, susu penambah energi udah terpampang pasrah di sekujur toko. Artinya apa? Yuup, artinya…. bulan depan kita bakal memasuki bulan suci Ramadhan!

Oh, ya ampun… 2021 ini kok serasa terbaaang! Sumringah sekali, karena bulan suci sudah menanti di ujung pintu. Tapiii, tentu saja, ada sesuatu yang mengganjal di lubuk hati. Update kasus corona di Indonesia belum menunjukkan grafik yang menggembirakan. Jumlah pasien positif covid-19 masih banyak. Vaksinasi juga belum sepenuhnya merata, karena ya jumlah WNI segini banyak. Dan memang ada SOP (Standard Operational Procedure) serta kebijakan yang ditetapkan pemangku kepentingan.

So, pertanyaannya…. Akankah Ramadhan dan Lebaran 2021 berjalan begitu senyap, seperti Tahun Lalu?

Hal-hal yang Dirindukan Selama Ramadhan

Wah…padahal, aku sudah membayangkan akan menikmati sejumlah kegiatan yang bikin Ramadhan makin assoy geboy, nih. Rindu banget dengan tradisi Ngabuburit, alias beraktivitas jelang Buka Puasa. Biasanya, ada bazaar yang jual aneka ta’jil, serta menu makanan minuman di pelataran Masjid Al-Wahyu dekat rumahku. Harganya mursida bambang alias murah bangeet! Porsinya juga lumayan untuk elemen keluarga kami. Intinya, Ngabuburit sambil belanja di Bazaar Ramadhan adalah jalan ninja untuk ga perlu rempong-rempong masak nyiapkan buka puasa *wkwk.

Nah, kalau perut udah kenyang pasca berbuka, yuk kita langsung siap-siap untuk tarawih. Tentu saja di Masjid Al-Wahyu kecintaan kami. Sidqi bisa kongkow bareng sohib-sohibnya. Aku bisa tarawih dengan enjoy, dan duduk senderan menikmati hembusan AC tatkala menyimak Ustadz berceramah. (kadang ketiduran, wkwk. Ojo ditiru ya gaes!) Aaakk, damaaaii banget rasanya.

Trus ketemu dengan tetangga-tetangga satu kompleks. Yep, manusia urban jaman now kan emang agak jarang bersua tetangga. Ketemunya ya pas momen kayak gini. Tarawih, atau Tadarus bareng, meresapi kandungan Kitab Suci.

Duh, kangeeeennnn T_T

Tingkatkan Iman dan Imun Jelang Bulan Suci

Kerinduan akan tradisi dan aneka ibadah di bulan Ramadhan, semoga bisa menjadi realita tahun ini. Hushh, husshhh, covid, please udahan ya mainnya di planet Bumi!

Kami, para makhluk berjudul manusia ini, pengin banget menikmati Ramadhan yang syahdu dengan mindfull, gembira, tawadhu sekaligus totalitas!

Eh iya manteman, selain meningkatkan semangat buat ibadah, jangan lupa ya… ada dua hal yang harus selalu kita akselerasi di Ramadhan kali ini. Apakah itu? IMAN dan IMUN. Mulai sekarang, coba kita biasakan ibadah sholat wajib tepat pada waktunya. Jangan nunda-nunda, deh. Apalagi gegara sinetron Ikatan Cinta, eh, Isya’nya malas-malasan *ekwkkwkw

Sekarang udah bulan Maret, dan bulan depan insyaAllah (kalau ada umur) kita dipertemukan dengan Bukan Suci.

Kontemplasi Jelang Memasuki Bulan Suci

Di Ramadhan, kita merasakan lapar. Satu terapi syariat yang himahnya membuat kita merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh kaum dhuafa. Lalu, ditambah lagi adanya pandemi virus.

Kalau puasa adalah terapi yang datang dari syariat, maka musibah virus ini adalah terapi yang datangnya dari takdir kehidupan. Hikmahnya, tentu saja, membuat kita merasa lemah, fakir, hina, dan selalu merasa butuh kepada Dzat Yang Maha Agung.

Maka, boleh jadi, Ramadhan tahun ini (sebagaimana tahun 2020) membuat ibadah kian khusyuk. Ramadhan bertabur banyak hikmah. Di tahun 2021 ini, seakan-akan lailatul qodar terjadi setiap malam. Kita benar-benar bermohon agar Allah memberikan takdir terbaik untuk kita semua.

So, ini nasehat buat diriku. Berhentilah melihat dunia dengan segala kompleksitas urusan-urusannya. Berhentilah menganggap dunia hanya sebagai tempat bersenang-senang; juga jangan pula menganggap dunia sebagai tempat susah belaka.

Kenali. Sadari. Ikuti dan kembalilah pada satu-satunya tujuan kita diciptakan d muka bumi ini. Yaitu menetapi sifat penghambaan. Konsisten merasa lemah dan butuh kepada Allah ta’ala.

Maka, penghambaan terhadap ALLAH tak melulu ditemui pada hal yang selalu enak dan menyenangkan (dari kacamata manusia). Ia ada pada susah payahnya perjuangan. Pada sakitnya ujian. Pada nikmat-nikmat yang berkelindan antara SYUKUR dan TAKUT akan beratnya hisab di negeri akherat kelak. Lalu, kesemuanya membawa hati pada kesadaran. Pada ketidakberdayaan.

Ramadhan adalah momentum menguatkan iman. Konsekuensinya, kita kudu tingkatkan ibadah siang dan malam. Setelah memastikan kita ikuti prosedur pola sehat yang dianjurkan ahli, yuk tetap berada dalam misi meningkatkan keimanan. Tingkatkan iman dan imun. Ibadah jangan kasih kendor!

Mudah-mudahan dengan keimanan itu, akan menambah rasa tenang dalam hati. Yang dengan ketenangan hati, akan menyehatkan jiwa raga kita.

So, hadirnya wabah menular di bulan Ramadhan ini, harus jadi JALAN UNTUK PERBANYAK TAFAKKUR, bukan untuk banyak tidur.

Semoga ALLAH jadikan Ramadhan kita penuh berkah dan hikmah.

Semoga ALLAH beri kesehatan dan keselamatan untuk kita semua, dan mengangkat segala wabah dan musibah.

Bismillah. Yuk sambut Ramadhan dan LEBARAN 2021 dengan riang gembira syalala!

49 thoughts on “Akankah Ramadhan dan Lebaran 2021 Berjalan Seperti Tahun Lalu?

  1. Uchi says:

    Sepertinya prokes udh agak longgar, nih… thn lalu aku taraih full di rumah. Tahun ini kayaknya agak brani sesekali klo pingin ke mesjid

  2. hendrasuhendra176 says:

    Semua udah kangen dengan bulan suci Ramadan. Meski di tengah pandemi, tapi kita kudu semangat ya. Yang penting selalu berdoa semoga kita semua diberikan umur dan kesehatan biar bisa ikutan berpuasa di Ramadan tahun ini, aaaamiiiin…

    Di minimarket dekat rumah udah banyak biskuit kaleng, sirop dan kurma.

    Masjid dekat rumah juga sedang renovasi sedikit untuk menyambut sholat tarowih.

    Pokoknya kita semua udah kangen deeeh…. hehehe

  3. Wahid Priyono says:

    Jadi sedih tahun lalu saya gak mudik ke Jawa Tengah tempat saudara2 kumpul di sana… tahun ini lagi makin diperketat kayaknya mau mudik. Ada test swab dll tentu semakin menambah ongkos hehe…seperti kayak terbelengguh ya kak hidup di zaman corona yang belum ada ujungnya… oya..saya juga udah lihat ke supermarket sudah mulai ada kue2 lebaran yang di jual termasuk kurma sudah bermunculan….semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan dan Idul fitri tahun ini….aamiin..

  4. Nur Asiyah says:

    Semoga Ramadan dan Lebran tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Kangen sama suasana Ramadan yang biasanya. Juga kangen mudik pas lebaran, tahun lalu enggak bisa soalnya.

  5. Iim Rohimah says:

    Tak terasa Ramadhan sudah dekat. Tahun ini saya juga berharap semoga lebih baik dari tahun lalu. Di mana puasa lebih tenang, lancar, bebas rasa takut dan kekhawatiran akibat adanya wabah virus dan ekonomi.
    Bismillah, optimis dan sambut dengan gembira.

    • Sovi Nur Wakhidah says:

      Seneng bangeett bentar lagi ketemu dengan bulan suci. Udah kangen liat orang-orang pada berburu takjil. Dulu pas masih kuliah suka sengaja ke masjid dekat kosan sebelum buka puasa karena ada takjil gratis wkwk

      Semoga ramadan tahun ini bisa lebih baik dan selalu diberikan kesehatan. Aamiin.

      • hikmah.nisa says:

        Sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan tahun kemarin ya mba. Yang jelas memang harus tingkatkan keimanan dan khusus ibadah tanpa bukber2 diluar ya.. hihi

  6. Reyne Raea / Rey says:

    Masha Allah, semoga masih dicukupkan usia untuk sampai ke bulan penuh berkah ini, aamiin ya Allah.
    Insha Allah ramadan kali ini lebih baik ya Mba, kalau kami mungkin ga ada yang berubah, memang jarang ada acara beda sih saat ramadan dan lebaran.

    Palingan bertekat mau menjalani ramadan dengan penuh kebaikan, lebih sabar dan menyambut lebaran dengan penu kemenangan, aamiin 🙂

  7. Susi says:

    Kemungkinan Ramadan dan Lebaran tahun ini lebih ramai daripada tahun lalu. Tapi memang belum pulih sepenuhnya. Banyak yang kehilangan, banyak yang belum siap dengan perubahan

  8. ilmair says:

    Semoga Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin, dilimpahi kita semua dengan kebaikkan ya Mba, bisa khusuk kita menggapai ridho-Nya. Ah corona segeralah berakhir, umat muslim sudah sebegitu rindunya dengan suasana Ramadhan yang penuh kebaikkan berukhuwah, masjid-masjid penuh di malam hari, sahabat dan saudara bisa saling silaturahmi.

  9. waode1453 says:

    Ah, rasanya cepat banget ya waktu berlalu… Lepas Ramadan tahun lalu banyak target yang ingin di capai sebelum Ramdan tahun ini. Sayangnya kebiasaan nunda-nunda bkin bnyak yg tidak terlaksana dan Ramadan sudah akan datang kembali. HIkzzz… Semoga kita semua masih bisa melangkahkan kaki memasuki gerbang Ramadan dalam kondisi terbaik.

  10. enny says:

    Nggak terasa ya kita akan menyambut Ramadhan lagi ^^. Semoga diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya dalam keadaan sehat walafiat.

  11. fadlihafiz says:

    Saya juga terpikir, apakah Ramadhan tahun ini akan sama seperti tahun lalu. Tapi bagaimanapun itu, sebagai seorang muslim yang baik, kita harus menyiapkan diri untuk menjalani Ramadhan dengan sebaik mungkin, meski pandemi belum juga usai

  12. nurhilmiyah says:

    Terharu membaca artikel Mbak Nurul ini, gak terasa ya Mbak, sudah mau kedatangan tamu agung nih kita, kudu mempersiapkan segala sesuatu nih dan perlu juga melakukan kontemplasi seperti yg mbak tuliskan ya.

  13. Munasyaroh Fadhilah says:

    Gak kerasa Ramadhan sudah mulai dekat, masih kerasa kesedihan yang muncul kala Ramadhan tahun lalu,bukan hanya karena pandemi tapi karena harus bolak balik ke Rumah sakit.

    Semoga Ramadhan tahun ini berjalan dengan damai, semua sehat dalam menjalankan ibadahnya

  14. S E N J A says:

    Seneng banget bisa bertemu dengan ramadan lagi tahun ini, insya Allah. Taun kemaren seperti ngga maksimal banget. Smeoga tahun ini bisa berbenah menjadi lebih baik lagi insya Allah. Semoga pandemi juga segera berlalu, kangen banget bisa ngabubrit dan salat teraweh bareng-bareng tiap hari.

  15. Putu Sukartini says:

    Sedih bacanya
    Sudah setahun kita harus menepi dari keramaian hari raya
    Kami juga begitu, sudah dua kali Nyepi benar-benar sepi. Tak ada rangkaian kegiatan yang dulu terasa seru dan sangat menyenangkan

    Semoga pandemi segera berlalu
    Semoga ibadah kita semua juga semakin baik

  16. astin astanti says:

    Suka sekali tulisannya. Berdoa bahwa Ramadhan dan Idul Fitri ini pasti akan berbeda dari tahun 2020 dan semoga Ramadhan tahun ini lebih banyak hal hal yang bermanfaat dibandingkan hal-hal yang mubazir

    Sehat sehat ya Mbak, untuk kita semua menjelang Ramadhan ini

  17. ida's journeys says:

    Sebenarnya lebaran di masa pandemi lebih bagus sih karena tidak usah memaksakan diri mudik karena ini jadi budaya yang kurang bagus…. bermacet-maet ria di jelang akhir ramadhan, sayang kan seharusnya meningkatkan ibadah di akhir ramadan itu hehe….

  18. Rahmah Chemist says:

    Akhirnya jelang Ramadan juga
    Aku hanya ingin semua salahku dimaafkan
    Tidak ada benci antara aku dan manusia lainnya

  19. Yuniari Nukti says:

    Semoga kita bisa menjalani Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, Mbak. Bagiku Ramadhan adalah dimulainya awal kehidupan dan menjaganya untuk selalu putih. Bulan yang memicu rasa makin mencintai Allah dan Rasulnya

    Oya omong-omong Supermarket lokal dan minimarket2 deket rumahku belum ada pajangan-pajangan sirup dan roti kaleng mbak. Aku baru sadar setelah baca postingan ini, padahal sebelum2nya, belum puasa aja toko sudah meriah😁

    Dan sekalian, sebelum Ramadhan aku mau minta maaf sebesar-besarnya ya Mbak, semoga kita bisa menjalani Ramadhan sscara fitrah, Aamin

  20. Rach alida says:

    Berharap banget lebaran dan ramadan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sesuatu yang tak pernah kita duga sebelumnya ya mba. Apapun, semoga Allah ijinkan kita ya

  21. Mugniar says:

    Gak terasa sudah mau Ramadhan lagi ya Mbak Nurul. Sepertinya mirip tahun lalu tapi kayaknya lebih banyak mobilitas di tahun ini deh karena orang2 sudah pada terbiasa.

  22. Andiyani Achmad says:

    sepertinya aku pasrah dengan keadaan ramadan tahun ini, bila sama dengan tahun lalu, alhamdulillah artinya bisa fokus bersama keluarga inti untuk urusan ibadah, jika mungkin agak longgar artinya masih bisa silaturahmi

  23. @mirasahid says:

    Masih degdegan menuju ramadhan ini, apakah masih dicukupkan usia untuk berjumpa lagi? Semoga saja, iya. Dan mungkin juga, ramadan ini masih sama seperti tahun lalu, meski sedikit lebih longgar untuk beraktivitas ya. Tapi ini juga jadi kesempatan yang bagus banget untuk menjalankannya dengan kekhuyusuk-annya. Aamiin

  24. Dedew says:

    Ya Allah, ini Ramadan kedua kita dalam suasana pandemi ya..semoga keadaan membaik..harus lebih baik lagi kualitas ibadahnya ini..huhu…malu aku…

  25. Hani S. says:

    Amiiin Ya Rabb, Bismillah yang terbaik untuk kita semua ya.
    Masih ingat tahun kemarin Sholat Ied di Rumah, untuk pertama kalinya gak mudik dan bener-bener gak kemana-mana saat Lebaran. Syukurlah terbantu oleh kecanggihan teknologi yang memungkinkan tatap muka dengan Keluarga walau secara online. Salam sehaaaat

  26. ophiziadah says:

    masyaAllah rindu dengan serindu2nya pada ramadhan…bagaimanapun kondisinya…ramadhan tetap bikin kangen…dan anak2 juga happy banget menghitung hari menuju ramadan…semoga kita semua bs sampai pada ramadan tahun ini amiin

  27. Rachmanita Adindarara says:

    Kalau aku sendiri ngalamin sebagai anak rantauan untuk Ramadan kemarin nggak terlalu bagaimana tapi biasanya yang lebih kelihatan ya itu yang lebaran biasanya kan bisa mudik tapi saat ini kayaknya nggak bisa mudik

  28. Utie adnu says:

    Berharap sih pandemi berakhir pas mau puasa gitu y mba biar Kita gk khawatir ke masjid tahun2, Lau biasanya Aku tarling/ taraweh keliling sama anak2 ku jadi Kangen bangt

    Semoga aja ya beneran berakhir pandemi

  29. ameliatanti says:

    Ramadhan 3 Minggu lagi loohhhh
    Hiks hiks … Teringat yang tiada dan teringat betapa Allah masih berkenan memberi nikmat sehat dan usia

    Makasih ya self remindernya

  30. Aprillia Ekasari says:

    Semoga kita semua sampai ke bulan Ramadan ya mbak Nurul. Yg jelas sih ramada/ lebaran kali ini jg msh sama kek kmrn kami gak mudik. Wes dinikmati aja dulu kondisi gini, ambil hikmahnya, kelak jg bisa dijadikan bahan cerita buat cucu ya hehe

  31. Meykke Santoso says:

    Baruuu saja baca berita tentang pemerintah melarang mudik tahun 2021, sama seperti tahun lalu. Dan pasti juga nggak boleh ada keramaian juga ya. Sedih pastinya, tapi harus sabar ya. Semoga pandemi segera berlalu

  32. dianjayacom says:

    Thanks mbak … Baca ini tercerahkan banget… Yes tujuan kita take melulu bersenang-senang di dunia ya… Back to Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s