Diagnosa Hati saat Puasa Hari Pertama di Bulan Suci

All Start is Hard!

Yup, yang Namanya “mengawali sesuatu kebaikan” itu biasanya berat banget bossku

Sama juga dengan puasa hari pertama. Seperti bulan Ramadan di tahun-tahun sebelumnya, bisa dipastikan puasa hari pertama ini penuh dengan tantangan yak.

Yang tak kalah challenging adalah: menghadirkan keikhlasan Hati tatkala memasuki bulan suci. Yap, memperbaiki hati ini adalah hal paling mendasar saat hendak menata diri jelang Ramadan. Tentu saja, perbaikan hati tidak bisa maksimal dilakukan, sebelum kita jujur dan siap mendiagnosa keadaan hati kita saat ini.

Hati yang sehat… bakal mencintai amal yang mungkin bagi orang pada umumnya tampak demikian berat dan tidak menyenangkan.

Ya iyalahhh, kalo mau jujur, pastinya kita lebih suka boleh makan minum yang endeus-endeus kapanpun di manapun ye kan? Tapiiii, perintah puasa dan aneka ibadah ini datang, untuk orang-orang yang beriman.

Rasul bersabda, “Akan merasakan lezatnya iman, mereka yang ridha bahwa Allah sebagai Tuhannya dan Islam sebagai agamanya, dan Rasul Muhammad sebagai Nabi-Nya.” (HR Muslim)

Rasul juga bersabda, “Tidak akan dikatakan (sempurna) iman kalian, hingga menjadikan aku sebagai orang yang dicintai melebihi dirinya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR Bukhari)

Hati yang sehat…. Akan meletakkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya.

Jangan sampai hati kita sakit, ya. Naudzubillahi min dzalik.

Tanda hati sakit: Merasa nyaman dengan kehidupan dunia dan senang dengannya, sehingga tidak punya kerinduan pada negeri akherat. Manakala rindu akherat itu tidak ada, maka mereka tidak bersungguh-sungguh memikirkan dan mengupayakan keselamatan akheratnya.

Adapun hati yang sehat, hatinya akan terpaut dengan akherat… mereka dalam perasaan sedang melakukan perjalanan menuju negeri akherat…. Sehingga berhati-hati agar tidak tersesat.

Secara dhahir, hampir tidak ada beda mereka dengan orang pada umumnya. Bergaul, bekerja, mencari penghidupan di dunia.

Akan tetapi batin mereka terpatri dengan akherat. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah, “Jadilah kalian di dunia seperti orang asing atau pengembara.” (HR Bukhari).

Insting keterasingan adalah kewaspadaan dan berhati-hati. Ketika kita berada di sebuah lingkungan yang tak biasa, otomatis kita langsung memasang alarm waspada. Kita akan berbicara lebih hati-hati. Bersikap penuh pertimbangan. Begitulah pesan Nabi untuk kita dalam mejalani hidup ini.

Dunia bukan tujuan. Sebagus-bagusnya tempat bersinggah dalam perjalanan, tetaplah kita harus meninggalkannya. Karena ada tempat lain yang menjadi tujuan perjalanan kita, yakni kampung akherat.

Selamat menjalankan ibadah Ramadan. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita. Mengampuni dosa-dosa kita. Menjadikan kita sebaik-baik insan yang bertaqwa.

Author: @nurulrahma

aku bukan bocah biasa. aku luar biasa

14 thoughts on “Diagnosa Hati saat Puasa Hari Pertama di Bulan Suci”

  1. MashaAllah kalimatnya bikin adem. Sungguh diri ini masih jauh dari sempurna, yang kadang susah menghadirkan kata ikhlas….bulan Ramadhan ini adalah cara kita untuk belajar ikhlas, semoga kita semua mendapat hidayah dan berkah di bulan suci ini ya mbak…dan ibadah pun makin khusyu’…aamiin

  2. Makasih karena sudah diingatkan yah mbaaak
    Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan sebaik2nya
    Sekalian mohon maap lahir batin, besok udah mulai puasa niiiih

  3. Berasa disejukkan dengan postingan ini mba. Betul sekali, sebagus-bagusnya dunia fana ini hanyalah tempat persinggahan. SEmoga kita semua dimudahkan untuk selalu berbuat kebaikan kepada sesama dan beribadah dengan maksimal.

  4. Hati ini ya, kecil bentuknya, di dalam pula, tapi menguasai seluruh tubuh dan pikiran. ‘Kesehatannya’ harus senantiasa dijaga. Supaya hidup tenang dan bahagia. Semoga bulan puasa ini kita bisa lebih menjaga hati.

  5. mohon maaf lahir batin yaa mba.. selamat berpuasa dan beribadah di bulan ramadan. memang betul bangeet, kita kudu punya kemampuan untuk “diagnosa hati” ini yaa mba biar bersih dari penyakit hati

  6. Semoga Ramadhan kali ini menjadi ajang instropeksi diri dan menjadikan kita semua orang yang lebih baik. Insyallah kalau kita mengejar akhirat, dunia akan mengikuti. Jagn sampai deh kita jadi orang yang lalai akan akhirat dan terlena dengan duniawi.

  7. Bulan Ramadan ini jadi momen yg pas untuk kita berbenah diri dan menjaga hati dari hal-hal yg mudarat ya mbak

  8. Mohon maaf lahir dan batin yaa, kak Nurul.
    Semoga Allah senantiasa memberikan hati yang bersih untuk kita semua sehingga bisa hidup bahagia dan damai tanpa ada prasangka buruk kepada siapapun yang bisa mengotori niat baik dalam menjalankan ibadah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: