Remaja Nonton Bioskop

Kali terakhir nonton bioskop tuh “Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini”. Januari 2020, pandemic corona belum officially launching di bumi pertiwi. Saya nonton SENDIRIAN 😊 di bioskop Transmart Rungkut dekat rumah. Unik aja sih kalo dipikir-pikir, karena selama ini saya lebih demen nonton di streaming aja, soale enak bisa sambil gegoleran di Kasur, ngga perlu pakai jilbab pulak. Kalau mau pipis, atau mau comot sesuatu di meja makan, kan bisa di-pause bentar. Kalo masih bingung jalan ceritanya, bisa di-rewind. Kalau di bioskop, mana bisa? 😀

Tapi entahlah, waktu itu saya juga heran, trigger apa yang membikin saya memutuskan buat nonton tuh pilem di bioskop, SENDIRIAN pulak. Part sendirian ini makin Ajaib, makanya saya ulang-ulang mulu hehehe.

Dan hari ini, Senin 9 Mei 2022, setelah sekian tahun lamanya, saya balik lagi ke cinema. Tapi bukan buat nonton, melainkan buat antar bocah nonton 😊 Yap, Sidqi, anak saya janjian ama bolo plek-nya untuk nonton dr strange. Karena lokasi bioskop-nya rada jauh dari rumah (dan saya lagi pengin ngelayap) kubilang kalo Ibu bisa antar kamu, Le…

Berdua kami naik Grabcar dari rumah. Ketemu temannya Sidqi di atrium mall, lalu mereka naik ke studio bioskop dan saya nunggu di resto AW, sambil ngetik ini artikel 😊

Wah wah… anakku sudah gede…. Sudah mulai janjian ama bolonya, untuk melakoni aktivitas leisure and pleasure. Rasanya? Mixed feelings banget, sodara! Di satu sisi saya hepi karena Sidqi bisa berinteraksi, janjian, bikin keputusan untuk having fun dengan temannya…. Tapi di sisi lain, sebagai emak, rasanya gimanaaaa gitu ya 😊 Sudah mulai ada beberapa hal yang nggak perlu melibatkan ibunda secara intens.

Well, saya musti belajar menerima fase bertumbuh-nya cah lanang. Sidqi bukan bayi lagi. Udah gede, siap mengemban amanah dan tugas-tugas yang lebih komprehensif.

Sebagai ibunya, tentu saja sudah jadi kewajiban saya untuk senantiasa melangitkan doa. Terus memohon agar Allah menjaga, melindungi, meridhoi dan membimbing Sidqi agar selalu istiqomah di jalan kebaikan. Melakukan hal-hal baik dan bermanfaat bagi sesama. Ada banyak hal yang kerap membuat benak saya terjerembab, terkedjoet dengan aneka surprises di momen fase teenager ini. Apapun itu, saya harus bersyukur, banyak belajar, selalu menerapkan khusnudzon dan penuh harap hanya kepada Sang Maha.

Bismillah.

Author: @nurulrahma

aku bukan bocah biasa. aku luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: