Yang Sering Ditanyakan tentang Kanker Paru

Berulang-ulang saya sampaikan ke para pelayat, bahwa kami sekeluarga ikhlas dengan takdir berpulangnya ibunda saya. Toh, rasa sakit yang dirasakan beliau, semoga bisa menjadi penggugur dosa, dan meningkatkan derajat beliau.

Hanya saja, yang namanya tamu/pentakziah itu, kadang yaaaa… “unik” juga ya. Detik pertama kehadiran, mereka bilang, “Yang sabar ya Mbak Nurul….” trus saya manggut-manggut…

Eh, beberapa detik kemudian, ibu-ibu pentakziah itu bilang, “Yo ngalaaah bu Faaat… kok iso koyok ngene thoo… Kok Bu Fat yang sehat bisa sampe meninggal gara-gara kanker tho…..” Kalimat ini disampaikan dengan tangis yang berderai.

Continue reading