kuliner, lifestyle, Review

From Tokyo Bowl to Tokyo Tower, Yuk Ngetrip Gratis ke Jepang bareng HokBen!

“Ada aja alasan ke Hoka Hoka Bentoooo….!”

Kamu bisa menirukan jingle itu dan nyanyi dengan nada yang pas? Selamaaaat, itu artinya, kamu generasi ’90-an yang seumuran dengan diriku, hihihi. Udaaah, nggak usah denial deh, secara usia biologis, mungkin kita emang udah ‘beranjak dewasa’. Tapi, secara casing dan jiwa harus tetep muda belia tralala kan?

Continue reading “From Tokyo Bowl to Tokyo Tower, Yuk Ngetrip Gratis ke Jepang bareng HokBen!”

lifestyle, medis, parenting, Review, sehat, traveling

Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?

 

 

Di Surabaya ada banyaaaaak banget tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Sebutin deh, pantai kenjeran, kebun binatang, wisata religi di Ampel ataupun ke Masjid Al-Akbar, segambreeeng, ada semua! Apalagi wisata ngabis-ngabisin duit alias shopping to the max. Wohooo, dont worry, mall itu tumplek blek di kota ini. 

Tapi, terkadang, saya pengin mengajak Sidqi untuk menjelajah Surabaya di destinasi yang more than just leisure and pleasure place belaka gitu. Duluuu, pernah ngajak ke Kaza Simulator Centre di mana kita bisa jadi pilot sehari gitu deh, ada simulator pesawat plus ada pemandunya juga… dengan ongkos yang muraaaaah banget, start from 15K aja cobaaak! 

 

Baca: Jadi Pilot Sehari di Kaza Simulator Center

Tapi eh ladalaaah, ternyata wahananya tutup dong dong dong 😦 #mewekKejer 

Padahal, menurut saya nih, Surabaya HARUSNYA lebih memperbanyak wahana semacam ini! Yang bisa jadi sarana edutainment! Karena kalau melihat progress mall dan aneka destinasi wisata “perongrong dompet”, bisa-bisa anak Surabaya malah terjangkit hedon akut doang. 

Ish issshhh, serius amat makmu, duhai Sidqi??

***

Continue reading “Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?”

lifestyle, Review, traveling

Ngapain Aja di Surabaya? Ke Tugu Pahlawan yuk!

Bersama beberapa blogger #KOPI #KabarIndo #KabarBaikIndonesia, kita mem-posting artikel yang bisa kasih info, ngapain aja sih, ketika mudik di kota tertentu? Well, karena saya stay di Surabaya, otomatis woro-woronya ya seputar lokasi-lokasi di kota pahlawan ini.

Continue reading “Ngapain Aja di Surabaya? Ke Tugu Pahlawan yuk!”

lifestyle, traveling, Uncategorized

TRAVELING GRETONG GEGARA SILATURAHIM

Bisa traveling, GRETONG alias GRATIS, dapat uang saku pulak, gegara silaturahim?

Bidih, siapa yang nolak, cobaaaa?

Alhamdulillah banget, aku pernah mencicipi masa-masa itu. Flashback ke tahun 2005-an ya cyin. Saat itu, aku masih langsing jadi reporter di SCTV.

Karena stuck gak nemu bahan liputan yang oke, muter2lah daku, cameraperson plus driver di seputaran Surabaya.

Ada aturan tak tertulis buat para reporter. Selama di mobil, HARAM hukumnya kalo enggak nyetel 100 FM Suara Surabaya. Kenapa? Ya, gitu deh, radio ini kan sumber info yang top markotop.

Salah satu info yang aku dapetin, ada Hotel bintang 4 (sebut aja hotel SPH) lagi mau bikin outing buat para pelanggannya. Destinasinya? Singapura plus Malaysia. Luar negeri, neik!

TING! Sebuah bohlam menyala di kepala. Sebagai anak muda penuh imajinasi plus mental oportunistis sejati *blah!*, aku menyusun ide, modus dan strategi supaya bisa ngikut di rombongan outing ini.

Padahal, aku bukan pelanggan di hotel ntuh.

Dan, sebagai reporter yang masih piyik bin junior banget, nominal tabungan belum menunjukkan angka yang menggembirakan.

Tapi… tapi… aku kan re por ter. Tu kang ca ri be ri ta. Dan, hotel itu kan bu-tuh-ba-nget-bu-at-di-be-ri-ta-in.

Gotcha…!

Berbekal ke-pede-an level akut, plus semangat membara (plus doa, tentu saja) aku bulatkan tekad untuk SILATURAHIM ke pihak hotel. Please note, bahwa aku SAMA SEKALI ENGGAK KENAL dengan mereka ya. Tapi ya itu tadi. Modalku adalah kekuatan postive thinking, plus, ke-pede-an yang membumbung tinggi. (yang ini beda tipis ama enggak tahu diri sih yaa, heheheh…)

Eh, Allah Maha Baik.

Walhasil kami ngobrol bas-bis-bus, yang intinya aku siap meliput dan memberitakan semua kegiatan hura-hura-syalala yang dilakukan pihak hotel. Plus, kita tampilin interview dengan GM Hotel. Pokoke dijamin syiiip!

Si manager hotel sempat jawab gini, ”Sebenarnya kita alokasikan buat anak koran J*wa P*s sih mbak. Tapi nanti kita lihat lagi ya. Kalau anak JP itu nggak respon, ya mungkin buat mbak gapapa lah.”

*Berdoa dimulai*

Fa idza azzamta fatawakkal alAllah… Ketika engkau sudah membulatkan tekad, sudah bersilaturahim, sudah mengupayakan negosiasi, maka serahkan hasilnya pada Allah… Tawakkal sejak awal.

Lalu, hasilnya?

Taraaaaaa….. Ini dia…. foto-foto selama kami dipersilakan outing bareng dengan hotel.

Hasil silaturahim --> traveling gretooong
Hasil silaturahim –> traveling gretooong

Asyik ya, “hanya” dengan modal silaturahim, ternyata impian kita bisa mewujud jadi nyata. Gara-gara silaturahim, untuk kali pertama saya punya paspor, sodara-sodara…!

Dan, rasanya semakin”heroik” gitu lo, karena kami sendiri yang nge-lobi ke pihak hotel. Bukan karena campur tangan atau intervensi dari pihak bos-bos SCTV di Jakarta. Ihiks!

sing lagi

Jadi, kalau ditanya, apakah saya jadi adiksi ber-silaturahim?

Weits. Lihat-lihat dulu. Kalau ada undangan untuk silaturahim dengan teman-teman SMP, SMA, dll-nya, jujur niiih, jujur… aku bakal memilih untuk say no.

Kenapa? Well, gimanapun juga, aku sering diterpa badai ‘enggak pede’ dan ‘enggak bisa menerima kenyataan’ demi mendengar ‘bully’ mereka, sebangsa….

“Ya ampuuuun, kamu LEBAR banget ya Rul, sekarang?” *diucapkan sembari mata melotot zoom in zoom out*

“Wiiiksss, ini ada adik bayinya atau emang isinya full LEMAK semua siiih?” *diucapkan sembari mijit-mijit my tummy TANPA SEIZIN SAYA*

Atau… kalimat-kalimat sarkas yang menujes-nujes hatiku, dan rasanya sepahit puyer obat sakit kepala.

“Oh. Jadi, kamu sekarang cuma kerja di yayasan sosial gitu? Nggak nyangka ya, si ranking 1 itu cuma jadi penulis untuk majalah yayasan?” *diucapkan dengan nada sengak bin nyinyir.

“Ya elaaah… ngapain kerja di yayasan gitu? Berapa sih gajinya?” *diucapkan sembari nglirik-nglirik sadis*

Baiklaaaah… cukup sekian dan terima kasih lho, atas hina-dinanya *kalem*

Kalau momen silaturahim (yang biasanya dibungkus REUNI, TEMU KANGEN, dll) hanya jadi ajang untuk PAMER karir yang moncer, atau MENGHINA nasib rekan, yaaa… mohon maap….

I will say BIG NO for attending this and that.

Tapiii… kalau silaturahim dengan member KEB alias Kumpulan Emak Blogger?

 

Pantang buat ditolak!