Tujuan Kamu Ngeblog Apa?

Saya ini aslinya cerewet, bawel, comel, pokoke adaaaa aja yang pengin saya omongkan. Tapiii, belakangan ini ga tau kenapa, energi rasanya sering drained gitu. Udah ngga ada selera buat ngobrol 🙂 Akan tetapi, namapun cewek ya, konon…. tetep ada stok 20 ribu kata per hari yang kudu dimuntahkan. Sooo, ketimbang bingung, ya udin ngeblog aja lah kitaaahhh.

Well, boleh jadi itu alasan saya terjun ke dunia blogging. Pengin menyalurkan (potensi) ngoceh 20 ribu kata per hari. Ya kali saya beneran ngomong diksi segitu di dunia nyata wkwkwk.

Continue reading “Tujuan Kamu Ngeblog Apa?”

Ngeblog Suka-suka, Apa Adanya, No Ribet Ribet Club

Tip blogging apa yang ingin dicoba?

Itulah tema yang bakal diusung dalam blogging challenge bareng Blogger Perempuan di 12 April ini. Jawaban saya? Udah terpampang nyata di judul artikel ini: Ngeblog Suka-suka, Apa Adanya, No Ribet Ribet Club

Throwback ke awal-awal saya mulai ngeblog. Waktu itu saya masih kerja di sebuah institusi Islami, sebagai tim redaksi majalah komunitas. Setiap hari pastiya saya bertugas mengontak ustadz, baca aneka literatur Islami, memroduksi artikel Islami juga.

Continue reading “Ngeblog Suka-suka, Apa Adanya, No Ribet Ribet Club”

Pensiun Ngeblog (?)

Seseblogger paporit + panutan + pujaanku (dan sejuta umat) mendadak pamit dari WA grup kami 🙁 Alasannya, doi udah jarang ngeblog lagi. Kulihat blognya, apdet trakhir memang udah pertengahan tahun lalu. Tapiii, jujur (tanpa -ly) aku ngerasaaaa…. apa yaaa? Eman? Hampa? Suwung? Ga tau, rasanya ada yang ilang…..

Ketika daku mencoba menelaah (haishhh) mengapa doi memutuskan buat hiatus blogging, eh… beberapa menit kemudian sohibku berkirim WA. “Mbaaa, Alhamdulillah…. aku dapat job pertama blogging!” Whoaaa….. moodku auto berubah 😃 Yg tadinya mellow gellow, sekarang jadi bungah membuncah 🙂Hidup memang se-paradoks itu ya. Some people decide to leave, dan yang lain super hepiii dgn kesempatan perdana.

Continue reading “Pensiun Ngeblog (?)”

Distraksi

Duh, dari tadi udah nyalain laptop, tapi binguung dah mau nulis apa. Ceki-ceki WA group dulu, ahh, kali aja dapat inspirasi… wkwkwk, ternyataaa rame beuds WA Group ogut pagi ini. Ada yg ngebahas wisata ngopi-ngopi naik crane/semacam gondola (?) di Jogja; ada yg bahas soal kuliner endeus di kota masing-masing; ada yg bahas info job; dan (as usual) bahasan seputar LayanganPutus zzzz

Diih, ikutan komen juga aaahhh, selalu seru dah kalo nangkring di WA group yang enih. isinya temen-temen blogger satu server siikk. Boleh posting apaaaa aja, kuncinya: Kagak boleh gampang baperan, yes.

Continue reading “Distraksi”

A to Z Mengapa Saya Masih Ngeblog (dan Sebaiknya Kamu Juga)

Selamat Hari Blogger Nasional!

Senang bangeett, hobi sekaligus profesi yang saya geluti selama lebih dari 10 tahun, punya Hari Spesial di Negara tercinta. Yap, spesifik Hari Blogger Nasional, lho. Bukan Hari Youtuber, Hari TikToker, atau Hari Kreator Konten.

Demi apaaaa, Bahagia bangett kan?

Bahagia saya makin meluap-luap, manakala menggoreskan random things yang langsung  berseliweran di batok kepala, mengapa saya BANGGA dan tetap menggeluti blogging things ini.

Cekidot ya Teman-teman 😀

Continue reading “A to Z Mengapa Saya Masih Ngeblog (dan Sebaiknya Kamu Juga)”

Creameno is Back!

Jumat yang super sumringah dan penuh berkah!

Sore ini, daku dapat paket LEGO dari Creameno. Yep, blogger paporit sejuta umat yang sempat hiatus itu, sekarang udah online lagi gaes. Senangnyaaaaa! Beberapa waktu lalu, doi posting bakal bagiin lego preloved ke teman-teman bloger yang berminat. Aku auto komen dong, ga lama kemudian dibales kalo Creameno bakal kirim lego ke rumah akyuu. Wohoo, super hepii!

Yang terima hadiah lego preloved ini ada beberapa bloger. Ndilalah, bloger lain ternyata sahabat-sahabat aku juga 😀 Kami tergabung di satu WA grup gitu, dan sering melakoni ghibah syariah focus group discussion secara paripurna. Termasuk, berbagi bahagia seputar hadiah lego yang bakal kami terima.

Uniknya, teman-temanku tuh udah pada terima lego. Bahkan, masing-masing putra/i mereka udah pada nyusun sampai jadi bentuk bangunan/ mobil, dst gitu. Lhaaa, kok punyaku belum nyampe yhaaa.

Continue reading “Creameno is Back!”

Random Talk bareng Mom Blogger Favoritku: Diah DekaMuslim

Heyhooo!!

Teman-teman pastinya punya blog(er) favorit, kan? Nah, salah satu mom bloger kesukaan aku adalah Mba Diah yang biasa blogging di http://www.DekaMuslim.com

Mba Diah ini kalo ngeblog tuh alurnya menariiikk banget, story-telling-nya mantab jiwa! Makanya aku seriing banget mampir ke blog dese. Udah gitu, kami kan gabung di salah satu WA grup yang sering ngebahas hal-hal random. To be honest, aku sering ngikik parah, kalo mba Diah ikutan chat di sono. Yep, don’t judge a book by its cover… Karena walopun secara penampilan kalem dan feminin, ternyata mba Diah srimulat wannabe juga lho wkwkwkw.

Adakah hal-hal lain yang mengezutkaaan dari seorang Diah DekaMuslim? Ada doong! Penasaran kan? Kan? Kan? Cuss, ikuti random talk bareng mba Diah! 😀

Continue reading “Random Talk bareng Mom Blogger Favoritku: Diah DekaMuslim”

Kamu Blogger? Masih Rutin Ngeblog?

Kamu Blogger? Masih Rutin Ngeblog?

Ngapain sih, ngeblog?

Sampai detik ini, ternyata masih ada aja yang nanya seputar blogging. Ada yang sekedar kepo binti penasaran, tapi tidak sedikit yang beneran pengin tahu serba/i blogger.

Baiklah. Saya tulis artikel ini untuk ikutan ODOP (One Day One Posting) di komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) sekalian menjawab pertanyaan Kak Anna Rosana di Liebster Award 2020

Continue reading “Kamu Blogger? Masih Rutin Ngeblog?”

Bersyukur itu Butuh Skill, lho!

Getting older is a fact of life.

Don’t stress out about it, because it’s beyond our power to control anyway.

But, there are things that we CAN control. Like our lifestyle

Take care of what we have, physically and mentally.

Learn new things

Don’t procrastine,

Love hard

Work hard

Surround yourself with positivity

(the older I get the more hesitant I am to deal with negativity, because it drains my energy and I simply don’t have time or patience for it)

Be kind with your wrds

Give compliment and encouragement

Stay away from people that bring you down

Don’t define yourself by the number of your age

So just do whatever it is you’ve always wanted to do

Don’t let your age hold you back!

We’re only as old as we think

Age is just a number!

Cihuy yaaaa kalimat pembukanya? 😀 Iya dong, aku screen capture dari IG story beauty-influencer favortitku, Teh @HenyHarun. Coba deh, scroll ke Instagram-nya, dijamin bakal ternganga lihat kulitnya yang soooo hinyai, kinclong memesona, padahal umurnya udah hampir 50 tahun aja, sodara!

Jadi cantik (aja) kayaknya semua orang juga bisa lah ya. (Asal ada duitnya qiqiqiq dan memang kudu rajin perawatan). Tapi, menjadi cantik, berkarakter, punya kharisma, dan inspiring (in her own way) itu belum tentu bisa dilakukan setiap orang. Ini butuh SKILL Kheusus, ceunah! (Ini gaya nulis-nya agak-agak ter-influence Teh Heny yang asli Sunda qiqiqiqi).

Karena itulah, di umurku yang kian senja ini (uhuks), ada beberapa SKILL yang pengin bangettt aku dalami. Apa sajakah?

(1). Skill Bersyukur

Seperti judul postingan ini, (sekedar) bersyukur itu butuh skill. BANGET. Udah deh, ngaku aja, saban lihat postingan orang di socmed (baik yang kita kenal maupun tidak), rasanya clekit-clekit gimanaaaaa gitu kan ya?

Lihat si A lagi traveling ke Maldives….. “Duh, enak banget ya hidupnya? Cantik, suaminya tajir, bisa pose-pose gemaaasss di spot yang instagrammable”

Lihat si B lagi pamer cerita kalo anaknya lulus sekolah negeri (favorit pulak!)… “Ih, si B kok bisa sih punya anak pinter macam gitu? Padahal, otaknya B kayaknya pas-pasan aja deh. Oh, atau jangan-jangan anaknya beruntung gegara sistem zonasi doang nih?”

Lihat si C bolak/balik ngetrip ke luar negeri gratisan (bahkan dibayar!)….”Dia kenapa se-beruntung itu sih? Aku kapan yhaaa?”

Dan seterusnya

Dan seterusnya.

Seolah-olah orang lain tuh hepi hepi syalala, dan hidup kita jalan di tempat. Huft!

Di sinilah, aku pengin banget menggarisbawahi kalo kudu banget ningkatin skill bersyukur. Allah Maha Tahu takaran rezeki yang PAS buat kita. Tenaaaanggg, rezeki kita sudah tertakar, tidak akan tertukar. 😀

(2). Skill Mengapresiasi Orang Lain

Mengakui kehebatan/keunggulan/prestasi orang lain, terkadang bukan hal yang mudah lho. Ada kalanya ego kita mengemuka dan rasa “tidak mau kalah” menjelma pada sebuah sikap “Ogah kasih selamat kalo dia yang menang, ah!”

Haha. Jadi orang tua dewasa emang banyak drama rempongwati nya ya?

Lagi-lagi, ini emang perlu ketulusan hati dan kebesaran jiwa. Jangan sampai, ego dan pongah membungkam nurani kita, sehingga tak mau mengapresiasi bakat/ kinerja/ kontribusi pihak lain.

(3). Skill Jujur pada Diri Sendiri.

Just be yourself! Mantra ini terus kita dengung-dengungkan, tapi heiii…. di era kekinian, tidak sedikit dari kita yang justru sibuk dengan “topeng” dan “polesan”

Kalau teman-teman yang budiman, saat ini sedang memperdalam skill apa? Boleh sharing di komentar yaaa

Yeay, Aku Bangga Jadi Blogger di Era Digital!

Hai, Nodi.

Salam kenal! Aku Nurul Rahma, lifestyle blogger, domisili di Surabaya Jawa Timur. Bolak-balik aku lihat prestasi Nodi yang demikian cethar menggelegar di kancah blogging. Setelah baca artikel-artikel kamu, ya wajar lah, kalo para juri terpukau, ha wong dibikin dengan ide, kreativitas, dan eksekusi yang mantab djiwa!  

Terus terang, aku udah lamaaaa mau ikutan kontes yang kamu gelar ini, Nod. Tapiii, gimana ya, ada sesuatu yang mengganjal. Aku takut kalo malaikat Roqib Atid justru mengkategorikan postingan ini sebagai “Ujub” article. Duh… tulis, engga… tulis apa engga yaaa…

Setelah melakukan monolog dengan diri sendiri, akhirnya kuputuskan buat MENULIS! Moga-moga aja, goresan diksi yang ada di postingan ini, memberikan berkah dan manfaat buat yang baca. Moga-moga Allah senantiasa membimbing otak dan jemariku, agar memproduksi kalimat yang baik-baik saja.

Bismillah. Here we go.

***

Di suatu siang yang biasa-biasa saja, ada notifikasi dari WA-ku.

Artikel yang aku tulis di Kompasiana, tentang Ibu Sumirah
(tukang pijat yang punya panti asuhan)

“Ibu iki wes dpt umroh tak Rul?”

Nomor pengirim belum ada di database ponselku. Ini siapa ya? Trus, aku lihat prof pic nya…. Ya ampuuun… ini kan Kemchi! *bukan nama sebenernya*.  Kemchi temenku kuliah di ITS dulu!

“ini kemchi ya?”

“Sopo maneeeeh. Temenmu TC”

     “Ampun dijeeee… Where have you been?”

Wkwkwkwkwk…. Topo.

“Kagak ada kabar, mak bedunduk nanyain emak-emak pijet. Kenapa? Mau pijit juga? :P”

“HEH!!”

“Ini kamu dapat link artikelku dari siapa? Jadi, gini lho Kem. Aku kan sekarang jadi blogger. Ini lagi nulis sosok inspiratif. tentang Ibu Sum, beliau salah satu kandidat umroh (dari salah satu perusahaan asuransi), KALO MENANG :D. Tapi kapan hari udah ada pengumuman finalis, nama bu Sum kagak ada.”

“Wes nomor orangnya berapa? Tak minta orangku aturin ae dia umroh.”

“Serius Keeem?”

“InsyaAllah serius. Nomor telponnya piro? #Mumpung tangi turu. #Siangan dikit laen lagi

JREEENGGG!! Dan, bulan November 2018 lalu, Ibu Sumirah—tukang pijat yang punya panti asuhan sederhana di Rungkut, Surabaya—berangkat umroh.

Tukang Pijat Naik Umroh 😀

Memenuhi panggilan Sang Pemilik Semesta, dengan difasilitasi kemurahan hati Kemchi, temen kuliahku yang lamaaaaaa banget nggak pernah interaksi.

Siapa yang menggerakkan hati Kemchi? Tentulah ALLAH Sang Maha Besar.

Apa yang membuat Kemchi tertarik untuk mengumrohkan Ibu Sum? Karena ALLAH menggiring Kemchi untuk membaca artikel yang aku tulis dengan sepenuh jiwa.

Baca artikel tentang Ibu Sumirah di sini ya

***

Kalau mood ngeblog lagi ndelosor, aku buka lagi chat yang dikirimkan oleh Ibu Sum:

Assalamualaikum, semoga berkah dan rahmat senantiasa terlimpahkan kepada Ibu Nurul sekeluarga. Terima kasih banyak atas semua kebaikan dan jariyah Bapak Kemchi, yang sudah membiayai pemberangkatan umroh saya. Semoga Allah melipatgandakan berkah dan pahala.

Kagem Bapak Kemchi sekeluarga, semoga senantiasa dikaruniai kesehatan dan keselamatan. Semoga usahanya bertambah lancar dan barokah. Selamat dunia akherat. Aamiiin. Sumirah – Panti Asuhan Amanah.

Masih merinding banget… masih nggak percaya, kalau ternyata takdir Allah demikian indahnya.

Aku selalu percaya, ALLAH punya skenario dan maksud extraordinary tatkala menugasi kita sebagai khalifah fil ardl alias pemimpin di muka bumi.

Menjadi blogger, misalnya. Apabila kita maknai dengan sepenuh jiwa, maka kita pun bisa menjelma menjadi blogger “di atas rata-rata”. Aneka pencapaian duniawi bisa kita gapai… begitu pula dengan target akherat! Heiii, bukankah “menjadi jalan narasumber berangkat ke tanah suci” bisa dibilang salah satu achievement yang (insyaAllah) berkontribusi untuk kampung akheratku?

***

Jadi, Nodi… aku sepakat banget dengan apa yang kamu sampaikan di blog. Apa gunanya bahagia jikalau hanya dirasakan seorang diri saja? Apa pentingnya kilauan materi jika tak pernah berbagi? Nah, sekaranglah saatnya aku ingin berbagi kebahagiaan kepada kalian semua.

Berbagi kebahagiaan, sharing and spread the happiness! Itulah sesungguhnya yang menjadi tagline, nyawa, jiwa, dan nafas tiap blogger. Berbagi apapun, asal sesuatu yang positif dan kontributif.

Jangan terpaku pada hitung-hitungan matematika ala manusia, ”Emangnya kalau aku begini, apa untungnya?” Wah… justru menjadi blogger adalah sebuah kesempatan intan berlian (bukan sekedar emas) supaya kita bisa menggapai salah satu sedekah jariyah! Yes, sedekah lewat ilmu. Ilmu yang bermanfaat dan terus ditularkan. InsyaAllah, pahalanya akan mengalir terus, kendati kita telah berpulang.

Maka dari itu, “semangat berbagi” adalah bahan bakar yang mengisi hari-hariku sebagai blogger.

Aku mengisi workshop seputar menulis dan social media untuk para penerima Beasiswa BI. Bersama Siberkreasi dan Kemenkominfo, aku juga jadi pemateri terkait menulis di kancah digital. Aku juga diamanahi Tim HRD Terminal Teluk Lamong untuk mengisi workshop “How to Manage Social Media” bagi karyawan millennials di sana.

Menjadi pemateri di SMA Wachid Hasyim Surabaya.
Bareng tim Siberkreasi.id (Kemenkominfo)

Wow…. It’s amazing!!

Tentu buanyaaak banget momen indah selama aku menjadi blogger. Yang paling cethar menggelegar, tentu saja, ketika aku terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam Google Local Guides Summit yang berlangsung di San Francisco California, Amerika Serikat!

Aku (dua dari kiri) bersama delegasi Indonesia di ajang
Google Local Guides Summit yang berlangsung di San Francisco California,
Amerika Serikat

***

Tahun 2019, Mau Apa?

Yang pasti, tiga hal yang bakal kujadikan mantra dalam ngeblog di tahun ini.

(1). Always Share and Spread Happiness!

(2). Jangan Selalu Terbelenggu dengan Angka

(3). Blogging is Marathon

***

(1). Always Share and Spread Happiness!

Tahu sih, bahwa manusia itu terdiri dari dua rasa sekaligus: positif dan negatif. Film “Inside Out” sudah menjelaskan dengan sangat apik mengenai hal ini. Aku juga embrace all positive and negative feelings dalam diri. Ada saatnya aku marah, kecewa, dengki, sirik, dll. Tapiiii, nggak perlu ditulis di socmed ataupun blog dong yaaaa.

Aku berusaha keras untuk melakukan kurasi sekuat tenaga, agar artikel yang tersaji hanya menguarkan aura positif. Berbagi sesuatu yang kontributif. Yaaa, sesekali curcol boleh lah, tapi balik lagi, semuanya kudu disampaikan secara positif.

Kenapa?

Karena aku percaya, tulisan itu punya daya magis tersendiri. Kita tidak pernah tahu, apa efek yang menimpa orang lain setelah baca tulisan. Nah, ketimbang ‘menjejali’ pembaca dengan pengalaman yang menyesakkan, ada baiknya semangat always share and spread happiness yang kita kedepankan!

Tapi, Kak…. Kadang netizen malah sirik lho, kalau kita posting happy-happy melulu? Kesannya hidup kita kok bahagiaaaaaa terus, dan netizen penuh ujian dalam hidup.

Kalau tentang ini, ada prinsip yang aku pegang kuat: Kita bertanggung jawab atas konten yang kita tulis, tapi kita tidak bertanggung jawab atas persepsi/interpretasi orang lain terhadap tulisan kita.

Tips lainnya adalah, kita tuliskan hal-hal bahagia, tapi tidak dengan semangat pamer. Melainkan, semangat untuk mengajak orang lain untuk merasakan hal serupa. Misalnya nih, tatkala aku berkesempatan ikut Google Local Guides Summit di Amerika Serikat, postingan yang muncul adalah seputar TIPS supaya teman-teman juga bisa lolos seleksi dan merasakan keseruan yang sama.

Baca: Jadi Local Guides dan ke Amerika GRATIS, Bagaimana Caranya?

Yaaaa, walaupun bisa jadi satu dua orang merasa aku lagi pamer, ya sutralaaahh. Balik lagi ke prinsip yang aku share barusan: Kita bertanggung jawab atas konten yang kita tulis, tapi kita tidak bertanggung jawab atas persepsi/interpretasi orang lain terhadap tulisan kita.

(2). Jangan Selalu Terbelenggu dengan Angka

Berapa DA/PA (Domain/Page Authority) blog?

Berapa traffic-nya?

Berapa yang comment?

Berapa yang nge-share?

Kalau di-googling ada di page berapa?

Sponsored job sebulan dapat berapa?

Wah… kayaknya fee kamu nggak segede blogger yang onoh ya?

Uhuuuk!! *batuk* Familiar dengan kalimat di atas? Tahu dan paham banget kok, kalau sebagai blogger, mau tidak mau kita kudu kerja keras sekuat tenaga untuk bisa menghasilkan performa score blog yang oke. Saya pun berjuang setiap hari, agar scale up! Pasti ada sejumlah blogger panutan, yang ngehits, yang DA/PA tinggi, yang nominal job review-nya bisa untuk DP rumah di pusat Surabaya.

Akan tetapi……. Kalau SEMUA HAL harus terus-menerus diukur dengan angka, statistik, dan sebangsanya, tidakkah lelah yang justru mendera? Lelah batin banget, lho, sist and bro.

Saking “ambisi”-nya meraup angka statistik, terkadang aku menulis dengan “hampa rasa”. Tidak ada “ruh” yang bergumul dalam gumpalan diksi dalam blog. Kalau ini terjadi sesekali, mungkin tidak mengapa. Tapiiii, heiii…. deraan deadline yang begitu ketat, tuntutan angka demi angka yang menjerat, sepertinyaaa……. Harus ada yang saya ubah!

TIDAK SEMUA HAL kudu diukur dengan angka. Yap, saya tentu masih berjibaku dengan statistik blog dan aneka turunannya itu. Akan tetapi, ayolah…. Tulisan yang digoreskan dari hati, niscaya akan sampai ke hati pembaca. Saya sudah lamaaaaaa banget tidak memproduksi artikel penyejuk jiwa. Sungguh rindu bisa menghadirkan postingan semacam ini.

Baca: Rumus Jitu Hadapi Persoalan Hidup

Bismillah. Semoga di tahun 2019, aku lebih banyak cerita tentang human interest, hal-hal “sepele” di sekitar, tapi bisa memberikan insight mendalam. Jangan melulu berkutat dengan angka!

(3). Blogging adalah Maraton

Pernah ikut lari marathon? Saya sih, belum 😀 Tapi, beberapa sahabat saya kerap ikut lari marathon, bahkan sampai ke Jepang segala.

Kata mereka, marathon itu bedaaaaaa jauh dengan sprint *ya iyalah*. Untuk bisa sukses finish strong di marathon, dibutuhkan pengendalian diri, emosi, fisik, dan semuanya harus stabil. Tidak boleh gampang salah fokus. “Bahkan banyak yang meragukan kemampuanku untuk marathon. Suara-suara sumbang itu jangan didengerin! Kita harus fokus untuk  lari dengan senang dan sehat selamat bahagia sampai garis finish,” begitu kata sahabat saya.  Intinya, harus konsisten.

Yep, saya menganalogikan blogging adalah marathon. Butuh “nafas yang kuat dan panjang”. Butuh semangat dan kemauan untuk latihan, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan sikap “ndableg” agar kita tidak terpengaruh dengan omongan orang lain. Jangan dengarkan suara sumbang. Terus focus dan be happy ketika berkecimpung di dunia blogging!

***

To sum up, begitulah dunia blogger dan segala dinamika yang ada di dalamnya. Terima kasih Nodi sudah menghelat ajang ini. Tentu banyak PR yang harus terus kita hadapi, manakala ingin menjadi a better version of me di kancah blog. Aku akan menjalaninya dengan sepenuh jiwa. Menghindari energi negatif, berupaya sekuat tenaga untuk menebarkan positive vibe lewat konten blog.

Happy Blogging, semuanyaaaaa! (*)