Yang Sering Ditanyakan tentang Kanker Paru

Berulang-ulang saya sampaikan ke para pelayat, bahwa kami sekeluarga ikhlas dengan takdir berpulangnya ibunda saya. Toh, rasa sakit yang dirasakan beliau, semoga bisa menjadi penggugur dosa, dan meningkatkan derajat beliau.

Hanya saja, yang namanya tamu/pentakziah itu, kadang yaaaa… “unik” juga ya. Detik pertama kehadiran, mereka bilang, “Yang sabar ya Mbak Nurul….” trus saya manggut-manggut…

Eh, beberapa detik kemudian, ibu-ibu pentakziah itu bilang, “Yo ngalaaah bu Faaat… kok iso koyok ngene thoo… Kok Bu Fat yang sehat bisa sampe meninggal gara-gara kanker tho…..” Kalimat ini disampaikan dengan tangis yang berderai.

Continue reading

Surat untuk Ibu: Tentang Aku Mencintaimu karena Allah

Follow me on twitter: @nurulrahma

Ibu,

Pagi ini Surabaya hujan dereeess banget! Suegeer rasanya. Semoga hawa sejuk dan angin semilir yang berhembus bersama tetesan hujan, bisa Ibu rasakan di alam sana ya. Gimana, Ibu? Adem kan? Aku yakin banget, amal-amal yang udah Ibu goreskan di muka bumi, bisa menjadi penyejuk, membuat rumah abadi Ibu terasa luas, walaupun hanya berukuran yaaah, sekitar 2 x 3 meter aja ya.

Continue reading

Surat untuk Ibu

Ibu,

Gimana kabar Ibu di alam sana? Semoga malaikat Munkar Nakir nanyanya nggak susah-susah ya, Ibu. Dan insyaAllah, aku yakin banget, Ibu bakal bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik, benar dan komprehensif. Semasa menjalani peran sebagai khalifah di muka bumi, Ibu sudah menunaikan serangkaian kebaikan dalam kuantitas dan kualitas yang begitu mumpuni. Ibu hobi mengajarkan Al-Qur’an kepada siapapun… Ibu hobi menghafalkan firman Allah (ingetkan, kita bertiga—ibu, sidqi dan aku balapan hafal Al-Muthoffifin?)… Ibu hobi sedekah, ibu hobi mengordinir sahabat untuk jadi donatur di lembaga sosial, ibu hobi infaq ke panti asuhan… Jadi, aku yakin banget. Makam Ibu terang benderang, seterang binar amal shalihaat yang udah ibu tebarkan selama ini.

cimg5611

Ibu Bersama Ustadz Aam Amiruddin

Continue reading