Menikmati Rujak Cingur, Kuliner Khas Surabaya yang Endeus Banget!

Hola, hola, holaaa, gaes!

Sekarang aku mau cerita kulineran seputar Jawa Timur. Salah satu yang khas Jatim/Surabaya banget adalah RUJAK CINGUR. Nih, ada kuliner rujak cingur yang maknyus, recommended, mantuull, endang bambang gulindang!

Cobalah melintas di kawasan raya Sedati Sidoarjo. Di seberang pasar wisata Juanda, kita akan menjumpai sebuah depot dengan logo “Rujak Cingur Sedati”. Tatkala melangkahkan kaki ke dalam depot, kita bakal melihat ragam pajangan foto, serta potongan kliping koran yang menunjukkan eksistensi rujak cingur ini di berbagai event kuliner. Salah satunya, acara tahunan Festival Jajanan Bango.

Berbeda dengan rujak cingur pada umumnya, “Rujak Cingur Bu Nur” tampil menggoda dalam nuansa depot yang tertata dan bersih. Anda akan disambut dengan sangat ramah oleh sang owner, Bu Nuraini yang akrab dipanggil Bu Nur.

Berdiri pada 14 Juni 1997, awalnya Bu Nur hanya berjualan rujak di emperan toko jalan Sedati Juanda. Seiring dengan percepatan usaha yang ia lakukan, Bu Nur telah memiliki depot nan elegan dengan 9 pegawai.

Ia kerap menjuarai berbagai festival kuliner tingkat nasional.

Bu Nur berkisah, “Awalnya saya ibu rumah tangga, yang kerja sampingan jualan baju keliling motoran sama suami, jadi tidak ada pengalaman sama sekali buat rujak.”

Rujak Bu Nur amat istimewa dan beda dengan rujak kebanyakan. Apa rahasianya? Rupanya, Bu Nur menggunakan resep yang ia kreasikan selama 3 tahun lebih.

Ada tujuh macam petis yang digunakan.

“Awalnya saya hanya menggunakan 1 macam petis. Coba-coba menggunakan 2, kok rasanya lain. Hingga tahun 2000, saya kreasikan terus sampai jadi seperti yang sekarang dari 7 macam petis,” ucapnya.

Jadilah bumbu rujak yang beda, tidak enek, tidak amis dan pastinya super enak. Lebih lanjut, Bu Nur menyampaikan filosofi tujuh petis, yang dalam bahasa Jawa disebut “pitu”. Artinya “pitulungan” dari Allah. Ia berharap, resep yang terkreasikan ini berasal dari petunjuk dan pitulungan dari Allah SWT.

Masih banyak rencana pengembangan bisnis yang bakal Bu Nur lakukan. Di antaranya, inovasi baru pada menu rujak. Segera hadir, menu Rujak Cingur Bakar, Rujak Cingur Tabur Mente, Rucak Cingur Bacem dan sebagainya. Selain itu, Bu Nur juga akan membuka cabang baru di pusat kota Surabaya, serta mendekor ulang tampilan serta tata ruang depot.

Inilah hasil dari semangat berwirausaha yang dilakukan Bu Nur. Harus melalui proses ulekan yang panjang, sedikit demi sedikit, proses demi proses ia lalui dan nikmati. Dengan dukungan kuat dari sang suami yang selalu mendampingi, Bu Nur telah meraih sederet prestasi. Di antaranya Juara 1 terfavorit Festival Jajanan Bango tahun 2015, Peserta tetap Festifal jajasan Bango 2007 – 2015, dan Juara Festival Rujak Cingur Surabaya 2007.

Usaha ini kian mengalami percepatan, lantaran hobi Bu Nur dalam bersedekah. Puluhan anak yatim di panti asuhan sekitar Sedati, menjadi ladang berbagi kebahagiaan atas nikmat Allah yang Bu Nur raih. Tidak hanya itu. Setiap bulan Ramadhan, Bu Nur rutin berbagi ta’jil gratis untuk pengendara yang melintas di sekitar depotnya.

“Hidup ini untuk mencari ridho Allah. Apapun usaha ataupun pekerjaan yang kita lakukan, senantiasa berharap ada keberkahan di dalamnya. Karena itu, saya berusaha istiqomah untuk bersedekah, dengan cara apapun. Semoga Allah ridho dengan apa yang saya lakukan,” ucap ibu yang ramah dan murah senyum ini.

Yang mau menjajal kuliner khas Jawa Timur, sekaligus menyesap energi positif dari sang owner, silakan agendakan untuk berkunjung ke sini ya.

“Bu Nur” Sedati : dra. Hj. Nuraini Yakin (Bu Nur)

Alamat depot: Jalan Raya sedati Gede No, 66 Sedati – Juanda Sidoarjo.

Mengenal Petis: Bumbu Utama Rujak Cingur

Apakah Anda familiar dengan petis? Petis merupakan bumbu utama yang harus ada dalam proses pembuatan rujak cingur. Bumbu rujak cingur ini merupakan produk turunan hasil olahan hidangan laut ( seperti ikan, udang, atau kerang). Air rebusan hidangan laut diolah kembali hingga menjadi saus yang berwarna gelap dan kental. Proses perebusannya membutuhkan waktu lama dan harus diberi tambahan bahan berupa gula tradisional yang dibuat di batok kelapa.

Selain memiliki rasa gurih dan aroma hidangan laut yang khas, petis juga memiliki sedikit cita rasa manis. Penggunaan petis pada aneka hidangan khas Surabaya membuat cita rasanya jadi gurih, beraroma khas, dan sangat berbeda dengan hidangan lain yang bahan dasarnya hampir sama. Jenis petis yang paling sering digunakan untuk rujak cingur adalah petis udang.

Bahan-Bahan untuk Membuat Rujak Cingur

Rujak cingur sapi khas Surabaya membutuhkan beberapa bahan sederhana yaitu:

Bahan Bumbu:

  • Petis udang secukupnya
  • Kacang tanah goreng yang sudah dihaluskan
  • Cabai rawit yang jumlahnya disesuaikan dengan selera
  • Air asam Jawa
  • Terasi goreng
  • 1 buah pisang batu yang diiris-iris (jika ada)
  • Garam, gula, dan kaldu penyedap rasa secukupnya
  • Semua bahan tersebut harus diulek hingga halus sebelum dicampurkan dengan cingur sapi, buah-buahan, sayuran, dan bahan lainnya.

Bahan Isian

  • Cingur sapi yang sudah direbus dan dipotong berbentuk dadu.
  • Rujak cingur mentahan: timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).
  • Rujak cingur matengan: aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Sayuran yang digunakan dalam rujak cingur sebaiknya tidak direbus terlalu lama supaya teksturnya tetap renyah dan kandungan gizinya tidak hilang. Jenis rujak cingur ini juga cocok ditambahkan potongan lontong supaya lebih mengenyangkan. Namun, ada pula orang yang suka menyantap rujak cingur matengan dengan nasi hangat.
  • Bahan pelengkap lainnya berupa taburan bawang goreng dan kerupuk.

Yuk kapan-kapan kita kulineran bareng!

***

Seruuu banget ya, kalo kulineran. Apalagi eksplor aneka destinasi kuliner yang khas di daerah masing-masing. Makin seru dan kita bisa mendapatkan pengalaman yang ciamik, dengan memanfaatkan paket GOKIL MAX dari Smartfren. Harganya gokil abis sekaligus dengan kuota paling besar. Paket baru ini didukung jaringan telekomunikasi Smartfren yang 100% 4G LTE. Serta kuota besar hingga 36 GB.

Kuota itu bisa digunakan internetan sepuasnya, siang atau di tengah malam. Mulai dari streaming drama korea, belajar di tengah malam, bekerja jarak jauh, membuat konten video di media sosial, apapun bisa banget kita lakukan bersama paket GOKIL MAX dari Smartfren!

Menurut Regional Head Smartfren East Java Rony Putu Wijaya, Smartfren GOKIL MAX memberikan pengalaman internet maksimal untuk generasi muda Indonesia.

“Pelanggan Smartfren bisa mendapatkan paket GOKIL MAX dalam bentuk voucher data, kartu perdana, maupun paket data yang tersedia di aplikasi MySmartfren,” ujarnya.

Adapun pilihan paket ini, terdiri dari GOKIL MAX Rp30.000 dengan total kuota 39 GB (Kuota Nasional 3 GB, Kuota Lokal 6 GB, Extra Kuota (01.00-05.00) 30 GB, dan masa berlaku 30 hari).

GOKIL MAX Rp50.000 dengan total kuota 71 GB (Kuota Nasional 7 GB, Kuota Lokal 14 GB, Extra Kuota 50 GB (01.00-05.00) dan masa berlaku 30 hari).

Serta GOKIL MAX Rp70.000 dengan total kuota 106 GB (Kuota Nasional 12 GB, Kuota Lokal 24 GB, Extra Kuota 70 GB (01.00-05.00), dan masa berlaku 30 hari).

Rony Putu Wijaya menjelaskan, Kuota Lokal Smartfren berbeda dari yang lain, karena area cakupannya sangat luas, meliputi banyak kota, kabupaten, bahkan provinsi. Seluruh area yang tercakup dalam Kuota Lokal ini telah dilakukan 100% optimasi network, serta peningkatan kapasitas hingga 20%. Dan didukung jaringan yang 100% 4G selama 24 jam penuh, di kota asal kartu perdana Smartfren GOKIL MAX. (*)

120 thoughts on “Menikmati Rujak Cingur, Kuliner Khas Surabaya yang Endeus Banget!

  1. Dian Restu Agustina says:

    Aku penggemar garis keras rujak cingur…dan salut akutu dengan perjuangan Bu Nur membangun usaha rujak petisnya. Sampai 7 macam petis digunakan. Pasti endeus dan mantap benar rasanya. Jadi penasaran. Semoga nanti satu hari ke Surabaya juga dan bisa coba. Ngiler lihat layahnya sayaa..gede segaban euy!!!

    • niaharyanto says:

      Aku malah belom pernah nyoba sekalipun nih rujak cingur. Jadi penasaran deh. Di sini kayaknya gak ada. Wuih baru tahu deh kalo bumbu petis banyak macamnya. Aku cuma baru sekali makan. Lumayan suka juga.Tapi itu juga kayaknya gak original. Orang sini yang buatnya. 😀

  2. Marfa says:

    kalau denger cerita belakangnya yang filosofis gini (pitu) dan dibuat dengan penuh cinta, rasa penasaran untuk mencoba jadi bertambah2. masuk banget wishlist makanan kalau di SBY ini, menu lain juga pasti enak2 nih kalau jagoan utamanya enak :3

  3. Nchie Hanie says:

    Aku kurang suka Rujak Cingur, tapi kalo lagi lapeer banget dan ga ada pilihan lagi, pasti dimakaan hahahaaa.
    Trus pas ke Surabaya teman mengajak Kulineran Rujak Cingur, ya menghormati ajakan kuliner khas Surabaya ini, oww.. ternyataaa enaaak.
    Pokonnya nanti kalo aku ke Sby ajakin ke Bu Nur inii yaaa, Maak!!

    • Helena says:

      Jadi ingat abis melahirkan aku tertarik dengan rujak cingur. Ingin bangeeeet saking kangen cita rasanya. Setelah makan seporsi di Gresik eh mulesss, hahaha … Udah deh kapok

  4. Mia Yunita says:

    Jadi kangen rujak cingur deh. Apalagi gak pas rasanya kalo makan rukak cingur ini kalo gak di jawa timur. Mudah²an ada kesempatan u.ke Surabaya dan Sidoarjo. Supaya bisa menikati rujak cingur lagi.

  5. Katerina says:

    Aduuuh menggoda pisaaaan euy. Ajak aku makan rujak cingur di situ mbak. Ajaaaak haha
    Terakhir makan rujak cingur waktu jalan-jalan ke Jember, bareng mbak Zulfa dan Mbak Dian. Khas banget rasanya, dan bikin nagih.

    • Nchie Hanie says:

      Langsung teriak kenceng dari sekarang..
      Ajaaaaak aku jugaaa..
      Plis ajaaaaak
      Ga mau kalah teriakannya Mba katerina hahhaaa

      Ku kangen makan rujak cingur asli aslinya, di Bandung ada juga tapi ga seenak yang di sono.

  6. Nara says:

    ada 7 macam petis yang digunakan. Jadi penasaran nih pengen nyicip. Ntar kalau ada kerjaan ke daerah sedati, mesti disempatkan mampir nih

  7. ikamayasusanti1 says:

    Weladalah, baru tahu aku Mbak kalau petis macamnya banyak. Pun rujak cingur pun ada variannya. Jan jane sebagai pecinta rujak cingur dan segala makanan mengandung petis, aku mesti nyoba ini nih kapan-kapan.

  8. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) says:

    Kalau pakai pesawat mudik bisa nih diampiri, di kawasan Sedati, catet biar tahu rujak petis endeus-nya Bu Nur…
    Suka sekali dengan jawaban Beliau ini: Hidup ini untuk mencari ridho Allah. Apapun usaha ataupun pekerjaan yang kita lakukan, senantiasa berharap ada keberkahan di dalamnya. Karena itu, saya berusaha istiqomah untuk bersedekah, dengan cara apapun. Semoga Allah ridho dengan apa yang saya lakukan,
    Inspiratif sekali ibu Nur ini

  9. Keke Naima says:

    Saya baru sekali makan rujak cingur. Dulu sih rasanya biasa aja. Maksudnya saya tetap makan. Kan’ katanya suka ada yang gak mau makan karena tau cingur itu apa. KAlau saya tetap bisa menikmati hehehe

  10. Afifah Haq says:

    aku belum pernah cobain rujak cingur..gimana ya rasanya..
    btw keren bange deh Bu Nur, selain usaha nya yang gigih, beliau ga lupa tujuan hidupnya, yaiu mencari ridho Allah.

    • T.Retno says:

      Akuuuu….belum pernah makan rujak cingur dong! Sering denger, sering baca, tapi ya udah, belum pernah nyicipin. Kalo aku ke Surabaya, temenin makan rujak cingur Bu Nur ya.

  11. JKL Diary says:

    salah satu kuliner wajib makan kalo dtg ke Sby. Terima kasih untuk infonya ttg depot ini, bikin penasaran. Apalagi petisnya sampe 7 macam, duh beneran buat kepo banget sihh.. ga sabar nunggu inovasinya rujak cingur bakar & bacem, pengen tahu kayak gimana?

  12. nurulsufitriblog says:

    Wow, Bu Nur ini hebat banget berjualan petis rujak cingur sambil banyak bersedekah. Pantas aja barokah ya dan makin lama makin laris. Aku ga doyan cingur sih tapi suamiku suka. Mau ikutin resep mbak ah kapan2 bikin sendiri 😊😁

  13. Mutia Ramadhani says:

    Kita bisa belajar, dari Rujak Cingur Bu Nur bahwa keterampilan itu bisa dipelajari. Buktinya Bu Nur yang gak ada pengalaman sama sekali buat rujak, bisa sukses gitu usahanya.

    Salah fokus saya sama cobeknya. Gede bingoooo.

  14. Wahid Priyono says:

    Wah mantap nih, kalo di Lampung namanya rujak bebek.. Hehe, ya ada bumbu2 rujaknya gitu kak. Rasanya agak-agak mirip kayak rujak cingur yang pernah saya coba.

    Btw, keren ya bu Nur sejak 1997 sudah membuka usahanya hingga bertahan sampai sekarang. Itu artinya, berbisnis itu tidak semudah yang orang lihat, ada pahit asam garam serta proses yang tak gampang di belakangnya.

    Dan yang paling oke dari sikap bu Nur itu adalah mengiringi usaha bisnisnya dengan bersedekah. Saya percaya akan kekuatan sedekah walaupun saat itu kita sedang susah dan menolong orang lain dengan sedekah, maka suatu saat ada balasan yang lebih dari sedekah yang kita lakukan. Saya mengalami keajaiban bersedah, luar biasa dahsyat !!!

  15. Shyntako says:

    dulu pernah tuh aku setahun di surabaya tapi belum ada nyali nyobain rujak cingur plus kondisi dulu lagi hamdun juga, kayanya harus dicobain deh yaa, apalagi yang direkomen kaya gini, must try banget

  16. Efi Fitriyyah says:

    Bu Nur keren, ih. Hasil emang ga menghianati usaha, ya. Kalau mau belajar terus bakal nemu juga kuncian buat sukses. Andai ga alergi seafood aku bisa lahap nih makan rujak cingurnya Bu Nur nih kalau maen ke Surabaya

  17. Maria Soemitro says:

    Mbak Nurulllll….dikau meracuniku agar ke Surabaya dan mencoba rujak cingurnya Bu Nur yang pakai 7 macam petis

    jika saya ke Surabaya saya diajak ke sini ya?

    hihihi karena saya nggak pernah tertarik rujak cingur, tapi berubah setelah baca reviewnya Mbak Nurul

  18. Ririe Khayan says:

    Duuuh Mbak Nurul yaaa, sukses bikin saya makin merindu main ke Surabaya. kayaknya 3 tahunan aku gak blusukan di Sby. Asli kepo sama rujak cingur dengan sensasi 7 jenis petis ini. Selama pernah menyatap rujak cingur, kayaknya hanya menggunakan 1 jenis petis

  19. Siti Nurjanah says:

    Sempet penasaran sama yg namanya rujak cingur, saat bertandang ke rumah kawan di salah satu kota Jatim akhirnya nyerah dan aku emang ga terlalu suka rujak cingur apalagi setelah tau artinya apa
    Tapi bumbu petisnya memang enak

  20. Anita Makarame says:

    Petis rujak cingur ini sama ga ya dengan petisnya semarang yang untuk tahu? Sudah lama pengen coba rujak cingur yang asli, kayaknya bakal beda kalau beli di daerahnya ya. Dulu ada di daerah Ambarawa yang jualan, tapi kok agak ga cocok di lidah. Jadi pengen coba di daerah asalnya, apalagi kalau habis lihat food vlogger. Hehe

  21. Nara says:

    Akan segera hadir rujak cingur tabur mente. Aduh aku bayanginnya aja udah ngiler duluan.
    Emang ya kalau mau eksis, harus pintar-pintar berinovasi

  22. Roemah AuRa says:

    Ternyata banyak juga jenis petis tuh ya mbak. kirain cuma 1 doank. Rujak cingur termasuk makanan yang bikin aku penasaran sampe sekarang. Belum ada kesempatan buat nyobainnya.

  23. Heizyi says:

    Kebetulan dari kemaren pengen banget makan rujak mbak. Tapi berhubung masih alergi, jadi ditunda dulu.

    Eh, ini malah ada resepnya. Bikin sendiri apa kali ua

  24. annienugraha says:

    Aku kok gak pernah bisa/berhasil makan rujak cingur ya Nur. Kebayang terus sama cingurnya itu hahahaha. Jadi geli (duh lebay banget). Sama petis aku juga gitu. Bisanya cuma dimakan dengan tahu. Itu juga waktu aku nyoba makan tahu petis di Semarang. Gak bisa banyak-banyak tapinya

  25. Dens Digital says:

    menggoda sekali fotonya mb, jadi pengen pesan rujak cingurnya, he. bentuknya hampir mirip dengan rujak di tempatku (blitar) selain ada sayuran, ditambahkan irisan lontong, siwiran tempe dan tahu. Dijamin, rasanya mankyus juga lho..

  26. fennibungsu says:

    Daku belum pernah coba rujak cingur. Ingin mencicipi secara langsung, apalagi ada filosofi 7 pitulungan karena 7 petis. Semoga bisa merasakannya suatu saat

  27. renayku says:

    Jadi kangen Rujak Cingur krn udh lama gak ke surabaya dan sekitarnya. Rujak Cingur Bu Nur perlu dicobanih nanti. Aih auto ngiler baca tulisan ini.

    • Uniek Kaswarganti says:

      Mantap nih Bu Nur petisnya sampai 7 jenis, pantesan ya rasanya bisa spesial gitu. Penggemar rujak cingur pasti seneng tuh ngandok di situ.

  28. Siti Mustiani says:

    Diriku termasuk pecinta kuliner Khas Surabaya, karena memang cocok sih. Tapi ya kalau diperhatikan memang banyak banget kuliner khas dari Kota di Jawa Timur ini, sampe bingung mau makan yang mana hehe. Wah rujak cingur Bu Nur sepertinya menarik nih

  29. reviewapaaja says:

    Kalau di Pontianak rujak masih dengan bumbu kacang biasa, karena sangat sulit menemukan penjual rujak petis. rasanya seperti apa kak jika rujak menggunakan petis? pasti enak nih

  30. lendyagasshi says:

    Kangeeen…
    Kesukaan aku banget makan rujak cingur Surabaya. Sengada lawan!
    Tapi aku belum pernah coba yang milik Bu Nur. Lumayan yah… Apa bisa pesan antar?
    Heheh…minta dianter ke Bandung.
    Engga diink, kalo pas aku pulkam, pengen banget euuii.. Dan aru tau kalo petisnya makdesss karena pake 7 varian petis.

    Mantuull~

  31. Rudi G. Aswan says:

    Salut sama Bu Nur yang tangguh dari ngemper bisa jadi depot yang permanen. Aku juga suka rujak cingur, cuma di Lamongan belum ada yang enak. Petisnya kali ya yang jadi rahasia, karena sampe 7 rupa kayak kembang hehe. Ingat sama warung rujak cingur di Bogor yg dulu langgananku, Mbak. Awale berbentuk tenda lama-lama punya kedai di ruko. Mantap!

  32. Dian says:

    ah, rujak cingur ini memang kuliner khas andalannya arek suroboyo ya mbak
    emang enaknya dari petis yang digunakan, apalagi klo rujak nya di kasih banyak cingur yang empuk …

  33. Utie adnu says:

    Udah pernah coba sih mba rujak cingur suami doyan terutama..jadi penasaran baca review ya, next kalo ke Surabaya mesti mampir ke pasar wisata Juanda, Dan merasakan sendiri nikmatnya “Rujak Cingur Sedati”

  34. niaharyanto says:

    Duh aku kudet. Malu deh ih, udah 42 tahun usia begini, aku belom pernah nyicip yang namanya Rujak Cingur. Atuhlah, di Bandung susah nyarinya. Harus ke Surabaya. Aamiin, semoga bisa segera ke Surabaya 😀

  35. echaimutenan says:

    pas aku ke jatim aku langsung beli rujak cingur hahaha
    kangen sama petise yang enak dan iteeeeeeem
    rasanya pas makan sedapppp banget sesuatu yang ga ada dulu kucari :”)

  36. andyhardiyanti says:

    Belum pernah menyantap menu yang satu ini. Tapi pas pertama kali dengar namanya. Saya pikir yaa ini tuh seperti halnya rujak pada umumnya. Terus suatu hari cerita sama suami, tentang rujak cingur ini, baru deh dikasih tahu gimana yang namanya Rujak Cingur. Hahahaha. Ternyata oh ternyata~

  37. Fanny_dcatqueen says:

    Haduuuuh aku laper mbaaa bacanya :D. Apalagi rujak cingur itu fav ku. Tp di JKT agak susah Nemu yg enak. Ada sih, tp ljmayan jauh dr rumahku :D. Dan hrgnya juga lumayan mahal. Ato memang segitu kali yaaa hrgnya? Kurleb 50rb seporsi kalo di langganan ku.

    Tapi memang rujak cingur itu bedaa. Cingurnya dan petisnya yg bikin rasanya unik :D.

  38. nurhilmiyah says:

    Rujak cingur Bu Nur ini ada rebusan irisan cingur sapi dipotong dadu ya wah jadi pingin deh, soalnya penasaran, dulu pernah diajak temen makannya tp saya emoh, lantaran dikira dimasukin moncong sapi gmn gitu ternyata ya tambah gurih dong ya, hehe
    Btw, bagi pelanggan Smartfren bs dapat Gokil Max ya

  39. Dian Farida Ismyama says:

    Aku pertama kali makan rujak cingur di Surabaya kurang cocok dilidahku mba. Mgkn karena biasa makanan manis khas Jawa, dan makanan penuh rempah khas Timur Tengah kali ya. Apalagi cingur itu kan mulut sapi bener kan ya? Jadi aq kaget pas tahu. Hehe. Tapi makanan jatim lainnya aq suka mba

  40. ainunisnaeni says:

    nikmat banget bisa makan di tempat makan yang terkenal kayak gini, ibuku kalau diajak kesini pasti sumringah banget mbakk
    aku baru tau kalau petis juga banyak banget macamnya ya

  41. Ucig says:

    rujak cingur enak mbaa, tapi aku belum pernah nyicipin di TKP langsung hihi
    mauuuu banget ke Jatim, bapak sama ibu mertua orang Jatim.
    Aku dulu dibawain oleh2 cingurnya juga..
    familiar rujak cingur bu nur, kereeen, bersedekah rutin ya ^^

  42. Ayi says:

    Suka sama filosofi 7 bumbu petisnya. Pitulungan Allah SWT. Memang ya kalau usaha didasarkan pada ibadah hasilnya juga luar biasa. Saya seumur hidup baru sekali nyobain Rujak Cingur. Tapi kalo makan pake petis sih sering dan suka.

  43. ameliatanti says:

    Sekali kali nya makan rujak cingur pertama kali tuh yang bawain cowo yang aku suka, tau gak siapa yang bikin? IBUNYA SENDIRI DOOONG… Dan ternyata beliau ini pembuat rujak cingur terkenal di Cilandak!

    Nah sekarang kalo maakan rujak cingur standartku ga bisa turun dari situ heheheh

    BTW yang di Sby bukannya rujak cingur mbah Niah ya yang terkenal?

  44. Bunda Yati says:

    Komentar buat Nurul Rahma:
    Bunda bacanya senyum-senyum deh RUJAK CINGUR recommended mamnyuuus mantap endang bambang gulindang, hihihii..
    unda blm pernah ke Surabaya tp tU sib yg namanya petis. Gimana gak endang rasanya karena u macam petis diramu jadi satu oleh Mbak Nur. Rujak Cingur SEDATI layak dihunting kl ke Sby.

  45. Katerina says:

    Dulu waktu belum pernah coba rujak cingur, aku agak takut-takut makan cingur haha Soalnya, kalau di tempatku di Sumsel sana, bagian kepala sapi tuh banyak dibuang, mulai dari mata, hidung, telinga, sampai cingur. Buntut sapi pun dibuang. Aku ga tahu apa alasannya. Pokoknya kalau potong sapi mau lebaran, semua dimakan kecuali bagian yang aku sebut tadi. Sama kayak ayam, bagian ceker, jeroan,dan kepala itu dibuang. Ga ada yang mau makan.

    Sejak tinggal di Jawa, ternyata yang dibuang2 itu pada dimakan, dijadikan berbagai macam olahan 😀

    Dan untuk pertama kalinya aku makan rujak cingur di Jember, tahun 2018 😀

  46. susie ncuss says:

    RUjak CIngur itu salah satu kuliner yang sampai sekarang belum saya cobain.
    Semoga someday bisa ke tempat asalnya untuk menikmati rujak cingur yang melegenda.

  47. Diah Agustina says:

    MashaAllah keren banget Bu Nur, dari berjualan di emperan sekarang sudah punya 9 karyawan, memang harus ulet bangetttt ya untuk memulai sebuah usaha.

    Nah, kalau ngomongin nrujak cingur, seumur-umur baku baru sekali makan rujak cingur beberapa bulan yang lalu di salah satu resto di Jakarta, ternyata enak banget loh, apalagi kalau bisa makan langsung di daerah asli pembuat rujak cingur

  48. ophiziadah says:

    aku jadi kangen ke Surabaya nih kalau ngobrolin rujak cingur… gurih-gurih segar dengan aroma bumbu petis yang khas dengan sayuran segar dan daging cingur yang kenyal2 gimanaa gitu…
    di daerah pondok indah ada nih jajanan suroboyoan tapi auranya beda klo makannya di sana langsung ya

  49. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) says:

    Kebayang enaknya rujak cingur akutuuu….Dan salut dengan filosofi tujuh petisnya , yang dalam bahasa Jawa disebut “pitu”. Artinya “pitulungan” dari Allah. Ia berharap, resep yang terkreasikan ini berasal dari petunjuk dan pitulungan dari Allah SWT. Masya Allah

    • @hm_zwan says:

      Masya Allah bu Nur… Keren sekali^^
      Aaa ini salah satu rujak favoritku mbk, rujak cingur plus kerupuk uyel plus es teh.. Dudududu.. Khas banget ya mbk bumbu rujak cingur ini pakai petis hitam. Duh, auto ngiler aku mbkkk

  50. Lidya says:

    Rujak cingur suamiku suka banget mbak, kalau aku cuma lihatin aja biasanya hihihi. Seru memang kalau kulineran daerah ya, nanti googlingnya pakai Gokil Max aja

  51. hidayahsulistyowati says:

    Bu Nur makin banya rejekinya karena nggak ragu bersedekah. Dan rujak cingur buatannya bikin aku mupeng. Aku pertama kali makan rujak cingur di Surabaya, jadi ketika makan di luar daerah asalnya, misal di Semarang, rasanya beda banget. Pulang jajan rujak cingur oleh mbakku dibelikan petis udang khas Sidoarjo yang terkenal juwara rasanya.

  52. liannyhendrawati says:

    Aku suka rujak cingur, tapi gak mau pakai cingurnya haha. Duh jadi pengin rujak cingur nih, udah setahun lebih gak makan rujak cingur.
    Istimewa sekali pastinya rujak cingur bu Nur ini, pakai 7 macam petis dan varian rujak cingurnya juga banyak. Penasaran 🙂

  53. Alfa Kurnia says:

    Aku suka rujak cingur tanpa cingur hehehe. Di Sidoarjo sini juga ada yang enaaak. Dan emang kalau kulineran tuh enaknya bawa gadget dengan koneksi yang lancar kaya Smartfren ini. Biar kalau mau share di medsos atau kasih review di google bisa lancar tanpa gangguan.

  54. Aprillia Ekasari says:

    Hadeuh hadeuh marai ngileeerr.
    Selama di sini aku belum nemu rujak khas Surabaya yang enak. Kayaknya nanti kalau mudik Sby gak hanya beli bumbu pecel, tp kyknya perlu juga utk petis biar bisa bikin dewe rujak yg minima bumbunya sesuai selera lidahku hehe

    • Aprillia Ekasari says:

      Ooo jd Gokil Max ini gak cuma berlaku buat perdana ya mbak? tapi bisa juga buat voucher isi ulangnya gtu?
      jd pengguna smartfren lawas bis ajuga donk menikmati bonus2nya TFS

  55. Bibi Titi Teliti says:

    KAgum banget sama Bu Nur yang kenceng banget sedekahnya, semoga sukses terus dan selalu dimudahkan yah bu

    Pengen makan rujak cingur tapi gak pake cingur boleh gak nih? *plak*
    Setelah tahu artinya cingur aku maju mundur mau makannya nih hahahaha

  56. Istiadzah Rohyati says:

    Belum pernah makan rujak cingur tapi udah seriiiinggg banget denger kuliner ini. Belum pernah ada kesempatan juga nyobainnya. Tapi rasa kepenginku hilang setelah tahu artinya “cingur”. Langsung kebayang2 aja gitu >_< Padahal mah kalo udah dicobain ga ada tuh bayangan2 cingur apaan. Gitu kali ya 😀

  57. ira duniabiza says:

    banyak juga ya mba ternyata varian petis, pantesan kadang suka beda-beda rasanya meski sama-sama petis…

    Rujak cingur ini dulu ada temen yang suka banget makan, eh akhirnya ikut nyobain ternyata mayan juga rasanya. Jadi kepengen nyoba rujak cingur bu nur ini, sekalian penasaran karena prestasinya… Salut sama Bu Nur.

  58. tiawidiastuti says:

    seumur-umur belum pernah nyobain rujak cingur. entah kenapa takut duluan kalo mau coba. ngebayangin cingur sapinya ngeri gitu mbaaa.. haha

  59. Sri Widiyastuti says:

    Tempat buat rujak cingurnya gede banget yaa, benerean aset banget itu secara ulekan sebesar itu udah jarang banget ya dari batu. btw aku juga belum pernah ngerasain rujak cingur kayaknya kalau ke sana wajib makan ini ya hihi

  60. leyla imtichanah says:

    Udah sering denger Rujak Cingur tapi belom pernah nyobain nih. Harus ke Surabaya dulu yah baru bisa nyicipin, soalnya di Depok belum nemu ada yang jual. Ah,jadi penasaran kan Mak.

  61. Aryawikan says:

    enak sekali rujak cingur… udah hampir setahun belum ngerasain jajanan ini. semoga aja ada kesempatan ke jatim ahh… tentunya langsung santap rujak cingur… makasih infonya ya mbaa

  62. Okti Li says:

    Saya sebenarnya ga ada makanan yang dipantang atau tidak suka. Tapi rujak cingur ini malah belum pernah coba. Harus ke Surabaya dulu kah? Hehehe ..
    Bikin sendiri ga yakin bakal enak dinikmati soalnya…

  63. Maria Soemitro says:

    Mbak Nurul, saya diajak ke sini ya kalo ke Surabaya?

    rujak cingur 7 petis yang tidak amis dan lezat rasanya

    huhuhu kabita, padahal selama ini saya pikir rujak cingur tuh rasanya enggak enak 😀 😀

  64. Mugniar says:

    Rujak Cingur Bakar, Rujak Cingur Tabur Mente, Rucak Cingur Bacem … wuih kreatif ya .. gak kepikiran bisa sampai ada macam2 rujak cingur begini.

  65. angtekkhun says:

    Rujak cingur? Ini kedoyanan saya! Langganan saya di dekat kampus Ubaya. Tiap pulang kuliah, kalau enggak pecel tumpang “nyambleng”, ya makan ini
    Nagih banget 💙

  66. Inspirator Sukses says:

    Yang unik tuh adanya buah di rujak cingur yang bikin segar dan sehat, plus krenyes krenyes cingur sapi, antara doyan atau ketagihan hehe. Jadi kangen ke Surabaya nih, Mbak, bisa cicipi banyak kuliner lokal yang lezat, sambil Googling pake Smartfren. Gokil bener itu 50rb dah dapet 71 GB, uwow!

  67. Riana Dewie says:

    Rujak cingur memang kesukaan saya banget ini kak. Pas ngantor dulu suka hunting rujak cingur walau harganya memang lebih mahal dikit dari lotek atau tahu kupat. Hihihi… Jadi nostalgia deh baca ini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s