Deklarasi Netizen MPR RI, Komitmen untuk Sebar Konten Positif di Ranah Digital

Kalau membaca komentar julid bin nyinyir netizen zaman now, apa yang kalian rasakan? Kezel banget ye kaaaan.

Kalimat sarkas, pedes bin judging itu dengan entengnya terlontar begitu saja. Seolah-olah, netizen lupa kalau ada Malaikat pencatat amal. Dus, lupa kalau pemilik akun socmed yang mendapatkan komentar pedes, adalah manusia juga. Yap! M a n u s i a yang punya perasaan. Sama seperti kita. Bisa sedih, baper, dan ngerasa nelangsa gegara baca komen-komen dari jempol dan jari-jemari yang “asal nyablak” itu.

Pedih banget, emang. Di negara kita tercinta, kebebasan berekspresi ini emang kadang suka kebablasan. Terus menerus aja tuh, digembar-gemborkan ini kan era demokrasi, bebas berpendapat.

Well… Bebas beropini boleh, tapi jangan lupa, kalau ada rambu-rambu yang tak boleh kita tabrak. Kudu bebas, sekaligus bertanggungjawab.

Saya bersyukur, MPR sebagai Lembaga negara ambil bagian untuk meng-encourage penduduk dunia maya, agar “eling” dan sama-sama berkontribusi untuk mewujudkan iklim digital world yang lebih baik. Sekarang memang eranya digital. Aneka profesi terkait content creator ada di dunia ini, you name it…. YouTuber, blogger, selebgram, intinya content creator yang memang bertugas menciptakan karya untuk di-upload di internet.

Supaya kian tercipta situasi yang kondusif dalam berkarya dan mengekspresikan diri, MPR RI tak henti-hentinya mengajak kita untuk menghayati nilai-nilai ke-Indonesia-an, yang harusnya sudah eksis, tumbuh, dan terinternalisasidalam diri kita.  

Untuk tahu apa dan gimana 4 Pilar MPR, silakan baca postingan ini ya 😀

***

Berhenti Berseteru, Mulailah Bersatu

Berhenti Takabur, Mulailah Bersyukur

Berhenti Curiga, Mulailah Menyapa

Stop Diskriminasi, Mulailah Toleransi

Banner dengan kalimat yang begitu menggugah, menyambut kami di Gedung MPR Senayan Jakarta. Sebanyak 44 netizen dari 11 propinsi diIndonesia berkumpul dalam momen “Deklarasi Netizen MPR RI”.

Aura positif begitu terasa di ruangan ini. Kami menantikan momen kehadiran Bapak Sejen MPR Maruf Cahyono yang siap menerima “Deklarasi Netizen” yang telah sama-sama kami rumuskan sejak Jumat (7/12) malam, di hotel Sultan.

Yap! Sejak Jumat (7/12) hingga Ahad (9/12) kami berkumpul di Jakarta. Seluruh peserta dibagi menjadi 5 kelompok, untuk masing-masing berdiskusi tentang poin apa saja yang harus kami tuliskan dalam Deklarasi Netizen.

Saya satu grup dengan Bang Aswi, travel blogger kondang bambang gulindang yang tinggal di Bandung. Selain jago motret dus ngeblog, Bang Aswi juga jago banget me-lead diskusi. Masing-masing kelompok menyetorkan hasil brainstorming, daaaan….. Here it is….

Deklarasi Netizen Indonesia:

  1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA
  2. Bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila
  3. Menerapkan Empat Pilar MPR RI dalam literasi digital
  4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif

Deklarasi Netizen inilah yang kami dengungkan sepanjang acara. Pada hakikatnya, sebagai warganet, kita memang punya hak sekaligus kewajiban untuk menyajikan konten positif dan kontributif.

Siapa kita? INDONESIA!

Apa ideologi Bangsa kita? Pancasila!

Sudahkah kita terapkan dalam hidup keseharian?

Nah. Pertanyaan itu yang harus kita jawab dengan langkah nyata. Masing-masing dari kita mengemban amanah untuk saling mengingatkan rekan, saudara atau siapapun, untuk meng-upload hanya yang baik dan membaikkan.

Terlebih, menurut SekJen MPR RI, “Ada harapan dari kita, bahwa para aktivis di kancah internet bisa memberikan suasana yang berbeda. Teduh dan nyaman. Deklarasi Netizen ini bisa menjadi komitmen warganet yang menyejukkan, di tengah fenomena yang amat dinamis. Bahwa ada 4 Pilar Kebangsaan yang bisa kita jadikan pegangan untuk meminimalisir persoalan dalam hidup. Blogger punya kecerdasan untuk mempublikasikan mengenai hal ini, entah dari sudut pandang ekonomi, budaya,keilmuan, lingkungan, apapun!”

Yap!! Pancasila adalah ideologi yang sungguh mulia, dan digali dari akar budaya bangsa kita. Pancasila juga menjadi penopang peradaban. Bapak Maruf mengingatkan bahwa, visi Indonesia masa depan, adalah Indonesia yang maju, mandiri dan sejahtera.

Semua itu bisa kita capai, apabila kita memiliki ketahanan dan daya saing. Karena perubahan adalah hal yang tidak terelakkan dalam hidup. Namun, satu hal yang harus kita garisbawahi, Jangan keluar dari jati diri bangsa! Berketuhanan, menjadi manusiawi, dan nilai-nilai yang termaktubdalam Pancasila….. Inilah karakter bangsa kita, sejak dulu kala, dan sampai kapanpun juga.

Terima kasih, tim MPR RI. Semoga kit selalu komit dan berkolaborasi untuk menghadirkan konten positif, kreatif dan kontributif, demi Bangsa Indonesia…! 

Advertisements

Tentang Empat Pilar Kebangsaan MPR

“Serius kamu mau ke Amerika? Serius mau ikut acaranya Google? Kamu kan berjilbab! Di sana tuh kalo party pasti hidangannya aneka babi! Terus itu bir, wine, minuman beralkohol ada di mana-mana! Kamu perempuan loh! Nggak malu sama jilbabmu?”

Aku menelan ludah. Tenggorokanku rasanya tercekat. Bombardir yang dilayangkan salah satu sahabat, cukup dahsyat untuk membuat lidahku kelu….. tak mampu mengeluarkan kata-kata, walaupun hanya satu suku.

Bolak-balik dia mengernyitkan kening. Membelalakkan mata. Pertanda tak habis pikir dengan keputusan yang sudah aku ambil.

“Tapi ini kesempatan langka…. Aku diundang Google… Semuanya diongkosin….”

Continue reading

Semakin Bangga Jadi Orang Indonesia di Gathering Netizen bareng MPR

“Sebenarnya saya ada jadwal acara lain. Tapi begitu tahu bahwa di Jogja sedang berkumpul 150 blogger dan netizen, maka saya batal datang di acara tersebut dan memilih untuk bergabung dengan para netizen di sini!”

Applause kontan menggema di Ballroom Hotel Eastparc, Jogja. Wewww, itu pidatonya Pak Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI loh! Iyesss, Alhamdulillah… peran blogger dan netizen sebagai key opinion leader dan atau influencer udah semakin diakui nih, gaes. Bahkan, Pak Ketua MPR aja sampe bela-belain datang ke acara para netizen. Jadi, jadi, hare gene masih demen nulis konten menggalau bin nyinyir? Jangan dong, plis :)))

Yap. Tim MPR RI memang tengah menjalin sinergi dengan para blogger dan netizen. Intinya, tim MPR melihat bahwa netizen ini punya POWER dalam menggerakkan opini publik. Kalo yang di-share konten positif, insyaAllah bakal kasih multiplier effect yang cihuy. 

That’s why, MPR melakukan pendekatan sosialisasi  4 Pilar MPR RI, dengan mengundang para netizen.

Wait, wait… 4 Pilar MPR RI itu apaaaa hayooo?

Oke, saya jelasin sekilas yah. Empat Pilar MPR RI adalah:

  1. Pancasila sebagai Dasar Negara
  2. UUD ’45 sebagai Konstitusi
  3. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara
  4. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) 

Jangan mengerutkan jidat dulu yak, kalo baca postingan seputar MPR, Undang-undang dan bolo-bolonya ini.

Kenapa? Karena sekarang, semangat kebangsaan bangsa Indonesia kian menurun drastis! Udaaah, ga usah jauh-jauh cari contohnya. Masih inget kan, jawaban asal njeplak si Zaskia Gotik? Euuughhh, plis deh… Walopun mungkin doi konteksnya bercanda (dan yakin banget, itu kan tuntutan/skenario dari produser acara TV ntuh), tapi jokes-nya sama sekali enggak lucu. Zaskia bilang kalo simbol sila ke-5 Pancasila adalah… bebek nungging. Oh. My. God.

“Saat ini, orang sudah enggan bicara tentang Pancasila, malah dijadikan bahan olok-olokan. Ini tentu sangat menyedihkan,” kata Pak Zulkifli. Memang, salah satu tugas MPR adalah melakukan sosialisasi 4 Pilar. Tapi, tentu saja, tugas ini nggak bisa dong, dibebankan hanya ke MPR saja. Karena itu, MPR mengajak netizen untuk jadi “penyambung lidah rakyat” supaya nilai-nilai positif dalam Empat Pilar MPR bisa tersampaikan secara masif.

”Bahkan, nantinya sosialisasi 4 Pilar ini bisa jadi sebuah GERAKAN. Supaya masyarakat bisa terlibat dan ini bisa menjadi sarana untuk membangun karakter bangsa,” ungkap Pak Zul.

Blogger dan Kerangka Sistem MPR

Jumat malam, para netizen beramah-tamah dengan Sekretaris Jenderal MPR RI Bapak Ma’ruf Cahyono, SH MH. FYI, guys, beliau ini adalah Sekjen termuda dalam sejarah MPR! Udah gitu, wawasannya luas banget. Pak Ma’ruf sampe dapat julukan “perpustakaan berjalan” saking piawainya beliau dalam berdiskusi seputar konstitusi. Wheew!

Acara dikemas dengan gayeng. Apalagi Mbak Rharas Yaz (Humas MPR RI) sibuk menggojlok Atanasia “Berbi” Rian, dedengkot Komunitas Blogger Jogja (KBJ) yang sukses menghelat event ini. Ada juga 2 mahasiswa asing yang jadi “special guest” untuk diskusi yang berlangsung hangat. 

Pak Ma’ruf sangat mengapresiasi antusiasme netizen dalam men-support sosialisasi Empat Pilar.

“Selama ini, MPR melakukan sosialisasi lewat berbagai media, cetak, TV, online dan sebagainya. Kali ini, kami menggandeng blogger sebagai sesuatu hal yang baru. Kita sama-sama melakukan simbiosis mutualisme. Para blogger bisa membagikan konten positif untuk membangun karakter bangsa, sehingga blogger masuk dalam kerangka sistem di MPR,” ungkap Pak Ma’ruf.

 

Masih Indonesiakah Kita?

Karena dikemas dengan konten acara yang menarik dus interaktif, Netizen Gathering ini beneran sukses menginjeksikan semangat kebangsaan pada hadirin. Apalagi, Pak Ma’ruf juga menyampaikan Manifesto Gerakan Ini Baru Indonesia yang sungguh membuat naluri kebangsaan kita terhentak.

Masih Indonesiakah Kita?

Setelah Sekian Banyak jatuh bangun

Setelah Sekian Banyak Tertimpa dan tertempa

Setelah Sekian Banyak Terbentur dan terbentuk

Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan

Persatuan di atas Perselisihan

Musyawarah di atas Amarah

Kejujuran di atas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar

Dan hanya tinggal slogan dan gambar?

TIDAK!

Karena mulai kini nilai-nilai itu

Kita lahirkan kembali

Kita bunyikan dan kita bumikan

Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke

Kita akan melihat lebih banyak lagi

senyum ramah dan tegur sapa

Gotong royong dan tolong menolong

Kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan

Kepedulian menjadi dorongan

Dari terbit hingga terbenamnya matahari

Kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh

Berkeringat karena semangat

Kerja keras menjadi ibadah

Ketaatan menjadi kesadaran

Kejujuran menjadi bagian harga diri dan kehormatan

Wajah mereka adalah wajah Indonesia

Yang sebenarnya

Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati

Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia

Yang sesungguhnya

HARI INI KITA GEMAKAN, INI BARU INDONESIA!

 

Tentang Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara

Waktu masih imut kinyis-kinyis di jaman jebot dahulu kala, saya tuh masuk golongan murid SMA yang aktif bingits!  Ikutan lomba karya tulis ilmiah lah, lomba penyuluhan lah, debate contest lah, macem-macem deh. Pokoke, haus eksistensi banget deh, eikeh di masa lalu ntuh hihihi.

Salah satu lomba yang saya ikuti dengan SEMANGAT adalah lomba serba-serbi P-4. Mungkin anak zaman sekarang kagak tau yak, P-4 itu apaan. Baiklah, sini sini tante kasih tau. P-4 itu kepanjangannya adalah Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Isinya adalah butir-butir alias rincian dari setiap Sila yang  ada di Pancasila.

Naaaah, lomba yang saya ikuti itu… adalah lomba Cerdas Cermat P-4 (ketika duduk di bangku SMP) dan lomba Pidato P-4 (tatkala duduk di bangku SMA).

Bahkan, pas lomba pidato P-4 SMA itu, aku jadi JUARA 1 (kudu di-capslock neeeh) tingkat Jatim, dan berhak MAJU KE LEVEL NASIONAL mewakili Jawa Timur sodara-sodaraaa….!

Jadilaaaah, si bocah SMA yang imut kinyis-kinyis itu pergi ke Yakartaaaa dan mendengar pidato idolanya (kala itu) tidak lain dan tidak bukan… Eyang Soeharto, hihihi…

Mana fotonya? Mana fotonya?

Errrrr. Kalo yang sama eyang Soeharto kagak ada *cry* Ya harap maklum lah cyyyn, namapun anak-anak SMA zaman baheula, kan belum ada KAMERA YANG CANGGIH BIN MUMPUNI gitu ya kaaan?

***

Itu sepenggal memori masa silam.

Dan, kini… saya seolah mengalami de javu ketika mengikuti MPR RI Netizen Gathering  di kota Solo, Jawa Tengah.

Seperti menyaksikan sekuel film dari episode perjalanan hidup di masa silam. Bahwa, PANCASILA itu adalah sebuah identitas bangsa yang membanggakan.

Bahwa, UUD ’45 adalah nafas bangsa, yang membuat kita tetap bertahan dalam situasi dunia yang terkadang membuat hati kebas.

Bahwa, NKRI –Negara Kesatuan Republik Indonesia– adalah sebuah jiwa, yang  mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Bahwa, Bhinneka Tunggal Ika, adalah visi hidup, yang mampu menyelamatkan kapal “rakyat Indonesia” dari keterombang-ambingan, dari aneka riak, gejolak dan sebagainya, yang kerap membombardir bangsa kita.

Itulah…..

Aku melihat sepercik nyala semangat, sebuah letupan kebanggaan bahwa Heiiiii… Bangsa ini adalah entitas yang begitu indah! Begitu lengkap! Bahwa hanya dibutuhkan sejumput syukur dan kebijakan untuk tahu, bahwa betapa  beruntungnya kita, lahir, besar dan menjalani kehidupan di bumi bernama INDONESIA!

Bahwa ada nilai-nilai luhur yang kemudian dirumuskan sebagai Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.  Ya, empat pilar itu adalah: Pancasila, UUD ’45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kesemuanya bisa kita jadikan pijakan sekaligus identitas yang khas, dalam mengarungi samudera kehidupan.

***

Kalau zaman saya SMP/SMA, (beberapa dari) kita mengenal butir-butir P-4, maka kali ini, MPR menghadirkan cara yang lebih kekinian.

Dengan hashtag #IniBaruIndonesia, tim MPR mengajak kita semua agar kembali kepada nilai-nilai luhur, yang menjadi ciri khas bangsa kita.

Sayangnya, belakangan ini, kita kerap tercederai dengan sikap  beberapa oknum yang justru menunjukkan sikap kontraproduktif.

Silakan simak beberapa value yang di-share oleh tim MPR.

“BERHENTI Saling Menyakiti, MULAILAH Saling Menghargai”

“BERHENTI Saling Merendahkan, MULAILAH Menghormati Perbedaan”

“BERHENTI Takabur, MULAILAH Bersyukur”

“STOP Marah-marah, MULAILAH Bersikap Ramah”

IMG-20151123-WA0001

“BERHENTI Memaki, MULAILAH Memakai Hati”

“BERHENTI Curiga, MULAILAH Menyapa “

“BERHENTI Berseteru, MULAILAH Bersatu”

“BERHENTI Memaksakan, MULAILAH Berkorban”

 

“BERHENTI Mencari Perbedaan, MULAILAH Bergandeng Tangan”

“BERHENTI Silang Pendapat, MULAILAH Mencari Mufakat”

“BERHENTI Besar Kepala, MULAILAH Berlapang Dada”

“BERHENTI Bersilat Lidah, MULAILAH  Bermusyawarah”

***

Acara  Netizen  Gathering ini diisi dengan rangkaian materi oleh Bapak  Ma’ruf Cahyono, pakar Hukum Tata Negara sekaligus  Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal MPR RI.

pak maruf

Banyak hal-hal baru yang membuat kita “melek Negara”. Para bloggers juga diajak untuk melakukan brainstorming, berdiskusi secara intens seputar strategi dan eksekusi untuk menjadikan masyarakat semakin BANGGA dengan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejatinya, nilai-nilai luhur bangsa itu sebuah “HARTA” yang sungguh luar biasa. Intangible, tapi kita  bisa merasakan manfaatnya dalam hidup dan kehidupan.

Tentu saja, setiap insan Indonesia harus  berkontribusi aktif, agar  circle di sekitar kita bisa menghayati dan mengamalkan tiap-tiap value yang ada di dalamya.(*)

 

Foto-foto: dari grup Whats App Netizen Gathering MPR RI

Sumber lain: http://www.mpr.go.id/posts/semangat-blogger-ikut-mensosialisasilan-4-pilar