Mengelola Ekspektasi

Sekian tahun lalu, saban ketemu teman-teman, atau wali murid, atau terjebak dalam obrolan dengan mahmud abas (mamah muda anak baru satu) atau macan ternak (mamah cantik anter anak) atau iis dahlia (ibu ibu segar dandanan ala belia), saya selaluuuuuu berkisah dengan penuh semangat tentang betapa hebatnya anak saya.

Yang pinter ngomong lah, yang jago ngaji lah, yang hafalan Qur’annya banyak laah. Macem-macem! Dan herannya, itu stok pamer kok yaaa full tank melulu! Adaaa aja yang diomongin.

Continue reading