Chatha Ulos: Tampil Trendy nan Casual dengan Baju Kombinasi Ulos

CHATHA ULOS, Siap Bergaya Casual dengan Baju Berbahan Kain Ulos

Kalau sudah masuk bulan berakhiran –ber (seperti: September, Oktober, November Desember), ini artinya, saya kudu mengalokasikan budget untuk berburu outfit nan kece. Maklum, ini musim banyak undangan, baik yang sifatnya formal maupun informal. Namapun perempuan yes, terkadang muncul hasrat untuk tampil “beda”, dan tetap menampilkan keindahan wastra nusantara dalam tiap acara.

Ketika scrolling IG demi mendapatkan inspirasi fashion, eh…. Mata saya tertumbuk pada akun IG  @chatha_ulos. Ulos. Ini kan kain tradisional khas Batak. HORAS!

Secara etimologi, Ulos adalah selimut. Selimut yang berguna untuk melindungi tubuh dari udara dingin serta menghangatkannya ketika udara sedang dingin. Matahari, api, dan ulos adalah sumber yang memberi panas kepada manusia menurut kepercayaan leluhur suku Batak. Dan, diantara ketiganya, Ulos menjadi sumber kehangatan yang paling akrab dan nyaman dalam keseharian manusia.

Yang menarik dari @chatha_ulos ini, banyak banget outfit kekinian yang di-create dari ulos plus kombinasi kain polos. Hasilnya? Super duper cakeeppp! Cek aja IG-nya, kakaaa. Kalian tentu setuju sama eikeh, ya kan.

Sebagai penggemar outfit serba colorful, sudah pasti saya jatuh cinta pada pandangan scrolling IG pertama. 😀 Ini desainernya brilian banget sih…. Piawai banget dalam hal memadupadankan antara bahan ulos dan warna-warni cerah ceria, sehingga tampak fresh, segar, casual, plus bisa jadi pakaian sehari-hari. Duh… mupeng deh, buat ketemu dan diskusi dengan desainer @chatha_ulos

Lagi-lagi saya scroll IG, dan ketemulah nama Martha Simanjuntak (athamarthaborujuntak) sebagai desainer sekaligus owner brand fashion berbahan ulos ini. Ibu Martha, perempuan nan cantik, lincah, elegan bin menawan, sangat passionate dalam memasyarakatkan kain ulos.

“Ulos itu wujud kasih sayang. Kalau di Batak, orang tua atau leluhur biasa memberikan ulos kepada anak keturunannya. Ada ritual yang disebut sebagai ritual mengulosi. Ritual ini memiliki beberapa aturan, diantaranya adalah bahwa seseorang hanya bisa mengulosi seorang yang secara silsilah berada di bawahnya. Jadi, anak tidak boleh mengulosi orang tua. Tapi, orang tua bisa mengulosi anak,” ucap Ibu Martha, yang juga Ketua IWITA ini.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kalau beberapa jenis kain ulos identik dengan upacara adat. Ada filosofi yang demikian kuat di dalamnya. “Kalau ibu atau nenek memberikan ulos pada saya, maka sampai kapanpun ulos itu akan saya simpan, tidak akan saya berikan ke orang lain. Tapi, tentu ada tipe-tipe ulos yang menjadi lambang persahabatan, ini biasanya yang bisa diberikan ke teman atau kolega kita,” lanjutnya.

Seiring perkembangan waktu, Ulos tidak hanya diberikan kepada orang Batak saja. Tapi juga diberikan kepada orang “Non-Batak”. Pemberian ulos kepada orang Non-Batak ini biasanya dapat berarti sebagai sebuah simbol kasih sayang atau penghormatan.

Hadirkan Bisnis yang Dibangun Penuh Cinta Selayaknya Membangun Rumah Tangga

 “Saya ingin ulos ini bisa dipakai untuk all occasions. Bisa untuk casual style buat generasi millennial juga. Karena itu, saya bekerjasama dengan para pengrajin dan penjahit untuk melahirkan bisnis @Chatha_Ulos ini. Membangun bisnis ini ibarat membangun rumah tangga. Tentu harus kita lakukan dengan cinta, dan setulus hati,” tukas Ibu Martha.

Ijuk Pangihot Ni Hodong, Ulos Pangihot Ni Holong

Jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, maka ulos adalah pengikat kasih sayang antar sesama.

Inilah kredo yang senantiasa bersemayam di kalbu Ibu Martha. Sehingga, Martha Simanjuntak (athamarthaborujuntak) mendirikan Chatha Ulos, dan menjadikan kain ulos ini sebagai hasil karya seni yang punya nilai estetika dan semangat modern, sekaligus kian memopulerkan kain ulos sebagai identitas budaya Indonesia.

Jenis Ulos untuk Brand @Chatha_Ulos

Tadi sudah saya singgung bahwa tidak semua kain ulos bisa diberikan ke semua orang, karena banyak filosofis yang terkandung di dalamnya.

Sebagai perempuan Batak tulen, Ibu Martha tentu sangat mafhum mengenai hal itu. Ia sungguh passionate mengangkat budaya Indonesia melalui keunikan kain ulos yang dipadukan dengan semangat modern melalui tangan terampil para pengrajin kain ulos yang ditenun sepenuh hati dan kreativitas, akan tetapi, ia pun harus memilah dan memilih mana saja jenis ulos yang bisa dipakai sebagai bahan baju

Ada tigas jenis ulos yang dipakai brand @Chatha_Ulos, yakni:

Kain Ulos Sadum

Di antara semua jenis ulos, ulos satu ini bisa dikatakan sebagai ulos yang memiliki warna dan corak yang paling bagus dan indah. Oleh karena itu, tidak heran apabila harga ulos satu ini mahal. Lebar ulos ini sendiri pun terbilang cukup lebar apabila dibandingkan dengan ulos lainnya.

Kain Ulos Mangiring

Ulos satu ini biasanya digunakan menggendong anak. Dulu, ulos satu ini biasanya dihadiahkan kepada pasangan muda atau sepasang kekasih. Seringkali, ulos ini diberikan kepada pasangan pengantin.

Kain Ulos Ragi Hotang

Dalam pesta adat, ulos ini sering digunakan. Sebab, memang, ulos ini akan tampak anggun ketika dipakai. Apalagi kalau motif dari ulos ini dari jenis yang bagus. Tentu akan tampak lebih anggun. Ulos Ragi Hotang termasuk salah satu Ulos yang mahal dan berkelas tinggi.

Saya terpukau dengan aneka baju yang ada di butik Chatha Ulos. O iya, tadi belum kujelasin ya, kalau Chatha Ulos ini membuka Butik Pertamanya di kota Surabaya! Wah, tentu perempuan Surabaya kian excited, karena bisa menjajal aneka kostum yang terpajang di sana. Lokasinya di mana? Tepatnya di Apartemen Taman Melati (area Business Center), Mulyorejo Utara Surabaya. Bisa langsung cek di Google Map aja ya.

Untuk yang berlokasi di luar Surabaya, no worries, tetap bisa kok menikmati indahnya perpaduan kain ulos dan kombinasi dengan cara order online.

Step by Step Order Chathaulos

1. Order baju Ulos ready to wear/custom melalui nomor official Chathaulos

2. Isi format pemesanan seperti nama, alamat lengkap, Nomor HP, Produk yang akan dibeli, dan ukuran (di Chathaulos ada M, L, XL)

3. Bayar DP 50%, produk akan dibuat setelah DP sudah ditransfer

4. Ulos pesanan akan diproses, barang selesai 3 hari kerja dan di luar durasi pengiriman. Harga yang tertera belum termasuk ongkos kirim.

—-

Alamat Gerai Chathaulos:

Area Business Center, Apartemen Taman Melati

Mulyorejo Utara – Surabaya

Naik Suroboyo Bus, Bayar Pakai Sampah Plastik, Ayo Nikmati Destinasi Wisata Seru Surabaya!

Cuma Punya waktu kurang dari 24 Jam di Surabaya, Wisata ke Mana Saja Kita?

Surabaya punya wisata Heritage, Kuliner, Shopping dan Wisata Cinta Lingkungan!

“Hei, Nurul! Minggu depan, aku ada business trip ke Surabaya. Mau extend sehari aja, pengin eksplor keliling kota. Enaknya ke mana ya?”

Continue reading

Traveling Seru nan Eksotis di Desa Penari Banyuwangi

Traveling (Bukan KKN) di Desa Penari

Halo! Teman-teman baca thread dan ngikutin KKN di Desa Penari apa enggak sih? 😀 Konon, dari hasil penelusuran beberapa narasumber, desa ini terletak di sebuah kota di Jawa Timur. Yang sekarang dipimpin Bupati nan visioner itu lho. Inisialnya B. Ya sesuai dengan judul artikel ini. Kalau mau ke kota itu, kita bisa banget naik Kereta Api dan beli Tiket Kereta Resmi KAI di Traveloka . Nah aku mau cerita-cerita nih. Tenaaaangg, kagak ada serem-seremnya kok, hihihi. 

Kapan hari itu, aku nyetatus di Facebook seputar KKN di Desa Penari yang lagi happening dan trending topic banget di kalangan netizen tercinta. Pertanyaannya adalah:

Continue reading

Keluarga Bahagia dan Sehat Finansial dengan Asuransi

Keluarga  Bahagia dan Sehat Finansial dengan Asuransi

Bahagia itu sederhana. Menyaksikan seluruh anggota keluarga selalu sehat, rasa tenang dan nyaman yang membawa kebahagiaan itu pun pasti datang.

Menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga secara umum gampang. Cukup pastikan bahwa anggota keluarga kita selalu mencukupi kebutuhan gizinya dengan makanan yang sehat, pola makan teratur, istirahat cukup, dan sesekali berolahraga di tengah kesibukan.

Tapi, ternyata itu tidak cukup. Pengertian menjaga kesehatan keluarga ini lebih luas dari yang kita bayangkan sebelumnya, lho!

Continue reading

Kutipan Imam Syafii untuk Hidup Makin Enjoy!

Kapan hari tuh, aku baca buanyaaaakk banget portal/situs/referensi seputar keislaman. Trus, nemu sejumlah quote/ kutipan dari Imam Syafi’i yang mantuuul alias mantab betul. Ya udin, ini aku jembrengin satu per satu yak. Mari kita simak dan renungkan.

(1). “Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.” (Imam Syafi’i)

(2). “Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu.” (Imam Syafi’i)

(3). “Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia” (Imam Syafi’i)

Continue reading

Kamu Hobi Traveling? Yuk Jadi Kontributor di Travelblog.id

Traveling is LYFE. Apalagi buat generasi millennial nih. Kebanyakan dari anak muda zaman now, lebih suka spending money untuk experience dan menikmati momen ketika traveling, ye kan? Slogan yang kerap diusung: YOLO, You only Live Once!

Sejumlah blogger juga menahbiskan diri sebagai travelblogger, dan kerap me-review dan meng-upload content seputar wisata. Apalagi, beruntung banget kita lahir dan tinggal di bumi Indonesia. Warga Indonesia diberkahi dengan aneka panorama alam dan destinasi yang indahnya sungguh warbiyasak! Yuhuu, makin semangat deh, kita traveling nya.

Continue reading

Memberi Makna agar Tercipta Bahagia

Follow my twitter @nurulrahma

Akhir tahun 2018 lalu, ada tiga rezeki ngetrip yang datangnya dari arah tidak disangka-sangka. Aku diundang untuk plesir ke Jogja (bareng indekostour, salah satu layanan online untuk traveller); ikut Netizen Gathering bareng MPR RI di Jakarta, dan pergi ke Banyuwangi untuk program CSR XL Axiata. Itu semua terjadi dalam satu bulan saja!  

Aku yang….. speechless, bener-bener bersyukur buangeeett, bisa ketiban sampur untuk ikutan acara-acara asyique semacam ini. Camping (menginap di tenda beneran!) di kaki gunung Merapi… lalu bikin api unggun, bakar jagung dan sosis, plus ngobrol bareng content creator sahabat kami yang tinggal di Jogja.

Lalu menuju destinasi hype bin kekinian, seperti Warung Kopi Klotok, Tebing Breksi, Hutan Pinus Mangunan, dan SEMUANYA Gratis. I am really grateful.

Kalo mau baca liputan seputar Glamping assoy geboy ini, silakan cuss ke artikel ini

Tidak berselang lama, aku diajak untuk plesir ke Jakarta, berkunjung ke Gedung MPR, lihat Museum Macan, lalu ke daerah wisata Kota Tua, dan dinner di resto Jimbaran yang ada di Ancol. What a fabulous trip! Kami juga diinapkan di Hotel Sultan, salah satu hotel nyeni/ yang masih mengangkat nilai tradisional di pusat ibukota.

Liputan seputar Deklarasi Netizen MPR RI ada di artikel ini yaaa

Next, trip yang tak kalah seru, bareng salah satu provider seluler. Kami diajak untuk menikmati panorama Banyuwangi yang luar biasa indah, ke Pantai Pulau Merah, Hutan Djawatan, makan siang di Waroeng Kemarang yang buagusss banget! (plus menunya enak-enak paraaaahhh!), dan menginap di Hotel El-Royale Banyuwangi, hotel yang baru berusia 1 tahun dan cantiiik buanget.

View this post on Instagram

What ship that will never sink? It's Friend~ship! . Super duper bersyukur, Allah pertemukan saya dan @mbak_avy dalam sebuah event gathering Kompasianer sekian tahun silam. Waktu itu, kami duduk bersebelahan. Mba Avy belum berhijab, saya juga masih obesitas banget 😅 untuk ukuran orang yang baru kali pertama ketemu, kami berdua ngobrol banyak hal. Dan ngerasa semakin "klik" manakala tahu bahwa kami sama2 pernah jadi jurnalis di imperium media yang sama. Juga sempat mengemban profesi sebagai public relations di institusi yg berbeda . Dunia blogging yang membuat "chemistry" kami kian kuat. Beberapa kali, mba Avy mengajak saya datang ke bloggers event/ trip/ gathering/ brainstorming. Sehingga, kapasitas diri saya bertambah. Tak hanya itu. Kami juga saling menguatkan, manakala "badai" tengah menerjang perahu kehidupan. Tatkala ibunda saya tersengat kanker paru, lalu berpulang ke rahmatullah, mbak Avy yang selalu ada, menjadi "tempat sampah curhat emosi jiwa" dan melepaskan diri saya dari sembilu yang bertalu-talu . Keep smiling… Keep shining…. Knowing you will always count on me, for sure That's what friends are for…. . Seiring usia yang kian beranjak senja, mungkin secara kuantitas, sahabat saya bisa dihitung jari. Tapi secara kualitas, saya merasa, insyaAllah inilah arti persahabatan dunia-akherat yang sesungguhnya. . For good times And bad times I'll be on your side Forever more That's what friends are for…. . Semoga Allah memberkahi dan merahmati jalinan persahabatan ini. Tahun 2020, yuk kita umroh bareng, Mbak!! Sama-sama bermohon pada Allah, Sang Penguasa Semesta agar Ia berkenan mengundang kita untuk sama-sama berkunjung ke Rumah-Nya . Ikutan @wardahbeauty challenge juga yuk sist @widyanti_yuliandari @adeuny @xaveria_ru @dianesayank #SelaluBersyukur #WardahCantikdariHati

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

I dunno what to say selain ALHAMDULILLAH. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

***

Pertanyaannya sekarang adalah…. Apa yang gw rasakan dari semua perjalanan ini? Apakah gue hanya having fun, ambil foto selfie di sana, selfie di sini? Hahahihi poto bareng dengan semua peserta trip? Atau apa?

Karena to be honest, lingkup pergaulan dan tuntutan buat eksis di socmed, itu yang paling banyak menyita pikiran dan atensi. Saban cuss ke suatu destinasi, yang jadi pertanyaan adalah: Ntar paling bagus foto selfie di mana yak? Ntar gw pake baju apa ya, biar kelihatan (agak) kece di foto. Ntar gimana caranya biar foto eikeh kagak “bocor” yak, alias banyak orang-orang lain yang nggak nongol di foto. (Padahal, pengunjung lain juga ogah kalo muka kita nongol di foto mereka, hahahaha).

Nah…. Akhirnya kita cuma mikirin hal-hal yang sifatnya sebatas “kulit” aja. Nyaris kita tidak sempat melakukan refleksi, atau sekedar memberikan “meaning”, pemaknaan terhadap aktivitas yang kita jalani. Kita datang ke sana ke sini, grubyak grubyuk ambil foto sebuanyaaaak mungkin (yang di-upload pokoke pose “Gue kagak kliatan gendut!”) Segitu doang! Tapi…. meaning-nya nihil.

***

Ketika acara trip berakhir, dan gw selonjoran di kamar hotel, saat itulah biasanya berondongan pertanyaan muncul.

“Sudahkah aku benar-benar bersyukur dengan semua anugerah yang Allah berikan?”

“Aku poto-poto tadi, motivasinya apa? Sekedar buat hepi hepi joy? Atau… jangan-jangan, ada modus terselubung, bahwa aku pengin pamer? Pengin dianggap lebih unggul ketimbang yang lain?”

“Apa aku juga mempelajari tentang nature dari destinasi yang aku kunjungi, gimana behind the story atau cerita di balik destinasi ini… ataukah aku hanya sibuk dengan diri sendiri?”

Dan…. Pertanyaan pamungkasnya adalah……

Dengan semua kebaikan dan rezeki yang gue terima, sempat tersirat sebuah tanya: Untuk seorang makhluk yang bergelimang dosa, jangan-jangan ini sebuah istidroj? Astaghfirullahal ‘adzim…

Baca: Berkah atau Istidroj

***

Menyematkan Meaning dalam aneka peristiwa di hidup kita, insyaAllah membuat diri ini senantiasa waspada. Tidak terjebak bangga berlebihan… Ujub…. Dan rentan memiliki pola pikir yang merendahkan manusia lain.

Menyematkan meaning, bahwa Allah telah begitu Maha Baik-nya memberikan serangkaian rezeki yang (lagi-lagi) datang dari arah yang sama sekali tidak kita sangka sebelumnya. Maka, puja-puji teralamatkan hanya kepada Sang Pemilik Segala. Kita, aku, kamu, siapapun diri ini, tak layak mengharapkan puja dari sesama makhluk.

Live humbly! Kita harus menjalani hidup dengan jujur. Nggak perlu sekuat tenaga pengin dipuji orang. Nggak perlu ribet mikirin gimana supaya socmed full dengan Like, comment, followers gue jadi segabruk!

Your worth is not measured in likes, comments, or followers. Jangan jadikan jumlah like, pengikut, dan komentar sebagai standar kebahagiaan kita. Never give the remote control to others.  

True happiness is here, lies within ourselves. We don’t need any comments or compliments from others to stay relevant and feel blessed. We just need to focus on the things that really matter: our real life, and how to live it peacefully.(*)

Diet Sehat dan Detoksifikasi Bodi bersama Sleemax

Mudah lelah dan mengantuk, padahal semangat dan nafsu makan plus ngemil tinggi bangett! Waduh. Ada yang nggak beres nih dengan tubuh saya. Sepertinya butuh DETOKSIFIKASI!

Ada banyak produk di luaran yang bisa membantu untuk mendetoks racun dalam tubuh. Setelah browsing sana sini, pilihan saya jatuh pada Sleemax. Produk apakah ini?

Continue reading

Tips Semakin Bahagia dan Menikmati Tantangan Hidup di 2019

Guys, gimana awal semester 2019 kalian? Penuh dengan aroma perjuangan? Kudu berjibaku menghadapi tantangan hidup yang seolah terus-menerus menggerojok? Beragam rintangan menghadang, dan tak kenal kata kompromi? Lalu raga dan jiwa ini terasa lelah, lantaran diberondong tugas, amanah dan kewajiban yang kualitas dan kuantitasnya super duper alaihim gambreng?

Sini, sini….. kita tossss dulu!

😀

Awal hingga pertengahan 2019 ini—bagi aku —adalah tahun yang “gado-gado” banget. Semua mua adaaa di dalamnya. Kabar bahagia, berita duka, sepenggal nelangsa, semua campur aduk, dan yeah, kita semua paham begitulah hidup.

Continue reading

Weekend Getaway ke Kebun Teh plus Masjid Cheng Hoo Pasuruan

Whoaaa, udah menjelang bulan Agustus aja nih, ya! Kok tahun 2019 ini terkesan flying so fast, ya nggak sih? Yang jelas, pertengahan tahun ini adalah masa-masa adaptasi banget buat aku dan keluarga. My not little kid anymore sekarang udah duduk di bangku SMP. Setiap hari kudu berangkat sekolah pukul 05.45. Artinya, ya aku kudu nyiapin segala perbekalan makan dia sejak pukul 04.00 pagi, every single day! Huuftt 😀 Namapun masih masa adaptasi ya sist, bodi rasanya remuk redam banget, eheheh. Kalo kayak gini, rasanya aku butuh liburaaaaann!

Continue reading