Uncategorized

PEMBURU BEASISWA, PEMBURU PAHALA (part one)

Salah satu guilty feeling terbesar saya adalah: enggak punya persistensi dan gairah yang meletup-letup untuk berburu beasiswa. Dulu pas mau gawe di SCTV, aku sempat apply Beasiswa Chevening Awards yang cethar itu. Alumnusnya sebangsa Arief Suditomo, Ira Kusno, dll. Pokoke yang sempat berjaya di layar kaca dah. 

Tapiii… karena satu dan lain hal, aku sama sekali enggak ikutan tes. Padahal, udah ditelponin, diminta tes di Surabaya dan Jakarta. Hiks. 

Dan, sekarang keinginan berburu Beasiswa itu lenyaaap begitu saja. Otak-bodi-jiwa ini rasanya ogah, gitu, kalo diajak buat kuliah lagi. Udah keenakan jadi emak-emak kali ya? 

Eniwei, tapi ambisi berburu beasiswa itu sekarang ku-forward ke anak lanangku yang ganteng-bagus-bijaksana-intang-intung-disayang-semua-orang. (dipuji-puji teruuussss aja maaak, anak dewe ini, hehehhe…..)

Image
Sidqi (kiri) di depan calon kampus S-1nya *aaamiiiiin….*

Impian (harapan dan doa) buat Sidqi adalah: dia kuliah di S-1. Trus, lanjut ke luar negeri. Bisa ke Inggris/negara Eropa, atau Jepang, atau Australia. Pokoknya, pengiiiin banget, Sidqi bisa meneruskan jejak om Wawan, seorang dosen ITB jurusan teknik mesin.

Image
Om Wawan (paling kiri) di depan rumah megahnya

Kalo ditanya apa motivasinya?

Hmmm…. secara manusiawi (dan duniawi, tentu saja) jelas-lah sebagai ortu normal, kita pengin punya anak yang bertaraf kehidupan di atas ortunya. Sederhana ajalah, pasti kita ingin, anak kita lebih tajir melintir ketimbang ortunya tho? Rasanya enggak ada deh, emak2 yang berharap sebaliknya. Yakin!

Itu ambisi duniawi.

Kalo secara ukhrowi, aku sangat berharap Sidqi bisa menjadi dosen, atau pengajar, atau trainer, sebangsa itu lah. Ingat kan, Sabda Rasul bahwa “Ilmu yang bermanfaat” adalah salah satu amal yang akan tetap menyertai kita? Di sinilah letak krusial peran seorang pendidik. InsyaAllah. Semoga Allah membuka dan memudahkan jalan buat Sidqi. 

Jadi, sekarang, yang harus aku lakukan sekarang adalah: 

1. BERDOA –> tentu dong. karena ini senjatanya orang beriman. Blog posting kali ini juga dalam rangka berdoa. Ibaratnya, aku menorehkan sebingkai proposal pada Allah…. InsyaAllah, doa baik seorang ibu tidak akan tertolak. (aamiiin…)

2. CARI ROLE MODEL –> Udah dapet satu, ya si om Wawan itu. Semoga Sidqi tetap terpacu walau emak-bapaknya bukan tipikal manusia yang seperti om Wawan, hihi. 

3. CARI KISAH INSPIRATIF SOAL PEMBURU BEASISWA –> kalo cerita om Wawan udah aku ulang2 ke Sidqi, takutnya dia bosen kan? Walhasil, aku berburu cerita via online. Ada seniorku di ITS yang sekarang lagi ambil doktoral di Aussie. Subhanallah, banyaaak banget yang bisa dipetik dari petualangan hunting beasiswa yang dia lakoni. Semoga ini sangat bisa menyuntikkan inspirasi untuk Sidqi (dan semua bocah yang juga sama-sama dibebani ambisi ortu masing-masing untuk dapat Beasiswa, hehehhe….)

Oke. Kisah lengkap soal seniorku ini, insyaAllah aku tulis di posting berikutnya yak. Keep reading!

Advertisements

4 thoughts on “PEMBURU BEASISWA, PEMBURU PAHALA (part one)”

  1. Ish kok sama sih Mba Nurul. Semangat berburu beasiswa agak menurun dan pengen nanti anak aja yang dapet beasiswa biar gak bingung siapin dana pendidikan. Hahahaha. *cemilin buku tabungan*
    Tapi masih minat buat kuliah lagi sih saya meskipun agak susah mencari beasiswa lagih. Hahaha.

    1. Hihihi… motivasinya karena ogah nyiapin dana pendidikan, dana darurat, financial planning endebre-endebre itu ya Mas? Hahahha…. *disambit ama Jeung Ligwina Hananto*
      Aku tuh ngerasa setelah berkeluarga, otak jadi mbambet pooooolll gitu mas *semacam excuse*. Makanya, udahlah sekarang aku nyiapin anak aja deh buat yang pinter dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Aamiiiin….
      Emang dirimu mau kuliah lagi tah Mas? Seriussss?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s