Uncategorized

TGIM: (Jangan) Memulai Hari dengan Marah

Heyho. Udah hari Senin lagi nih. Waktunya TGIM… alias Thanks God It’s Monday!

Hari ini saya mulai dengan uring-uringan kelas berat. Ga tahu, adaaaaa aja hal-hal yang (mungkin) tampak remeh, tapi sukses bikin mulut saya nyap-nyap. Terutama, pas Sidqi susah banget dibangunin.

Dengan nada yang (berusaha) menekan emosi, saya bilang, “Sidqi, bangun. Subuh itu waktunya pendek banget. Ayo sekarang, bangun, pipis, wudhu, sholat.”

Sidqi masih mulet. Ogah-ogahan. Sumbu pendek saya langsung bereaksi. “Sidqi…!!” nada naik beberapa oktaf.

“Tunggu Bu, beberapa menit lagi…”

“Mau berapa menit? Ini subuhnya udah mau habis! Jangan sampai kepandaian yang Allah titipkan untuk kamu,  malah kamu gunakan untuk membantah perintah Allah, dan bikin orangtua kamu marah-marah!”

*glek*

Kenapa gue musti se-nyap-nyap itu ya? Tidakkah aku ingat peristiwa kualat gara-gara omongan emak yang menjelma jadi kenyataan?

Astaghfirullah…. saya langsung istighfar, dan Sidqi –matanya gak berani (atau ogah??) natap ke arah saya–langsung melakukan instruksi di pagi hari: pipis, wudhu, sholat.

Blah. Kenapa saya gampang banget ‘meledak’? Sepertinya, energi yang terkumpul belum tersalurkan dengan baik. Yap, weekend kemarin, adalah cheating day, saya makan banyaaaaak banget. (lupa kalo lagi diet madu pahit, hahaa?)

Akibatnya, lemak-lemak ‘arisan’ di dalam perut, dan belum melakukan aktivitas membakar kalori.

Ya wis. Daripada memulai hari dengan marah gak jelas, mendingan saya ‘buang’ kalori dengan senam.

SENAM

Fisik butuh gerak, ruhani butuh penyegaran. Abis senam, saya puterin MP3 murottal. Dengerin tilawah Al-Qur’an, rasanya adeeeemmmm banget. Semacam self-ruqyah kali ya?

MUROTTAL

Dan, sekarang?

Saya bisa tersenyum bahagia. Badan seger buger, hati juga enggak hampa, insyaAllah…

“Sidqi, maaf ya, ibu tadi pagi-pagi sudah ngomel. Sekarang Ibu berangkat yaaa…Assalamualaikum….”

“Waalaikumsalam, hati-hati ya Bu… Pulangnya jangan malam-malam yaaa….”

*melting*

Advertisements

25 thoughts on “TGIM: (Jangan) Memulai Hari dengan Marah”

  1. ini sarapanku tiap hari mbk…dari bangunin anak2, mandiin, gantiin baju, nyiapin sarapan 3 bocah sendirian..gimana ga heboh..heboh sama mulutnya juga… semoga masih under control, jgn sampe ada ucapan buruk yg kluar..hanya suara yg sedikit meninggi saja.. 😦

    1. Waw, mak Ira TIGA bocil yak?
      Duh, aku diamanahi (baru) satu bocah aja udah nyap-nyap gak keruan 😦

      Iya mak, haruuusss banget ngontrol ucapan yang keluar dari mulut kita. Karena, ucapan ibu itu “doa banget”

      1. iya alhamdulillah…ada 3 bocah di rumah, 6th, 4th dan 1th..:D
        biasanya kalo ada ayahnya, aq bisa lbh sabar dan mulutku bisa istirahat…karena ada yg ditakuti sama anak2..dan emaknya ini dpt peran malaikatnya..sekarang terpaksa harus bisa berperan ganda sementara ayahnya jauh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s