Tentang Nama Blog

15 DAY BLOG INSTROPECTION CHALLENGE

Masih dalam rangkaian 15-Day Blog Instropection Challenge. Kita memasuki pertanyaan kedua, yaitu……

The significance of your blog’s name?

Pertanyaan ini aku tangkep sebagai berikut: “Apakah mutiara terpendam dan inspirasi dahsyat yang melatarbelakangi penamaan blog Anda?” Wooossshh….

Yeah. Kita bahas yang blog ini aja ya. bukanbocahbiasa 🙂

Ada yang suka Afgan nggak? Anak saya tuh, doyan banget. Pas lagi musimnya lagu “Katakan Tidak”, Sidqi sering minta streaming video-nya via SMARTPHONE, trus joget2 niruin gerakannya Afgan itu. PERSIS BANGET hihihi. Sepertinya, kecerdasan kinestetik doi meningkat beberapa strip 😛

Eh, kenapa tiba-tiba ngebahas Afgan?

Gini lo. Salah satu lagunya Afgan, ada yang berjudul “Bukan Cinta Biasa”. Ini soundtrack pilem juga ya kan? Nah, saya demen ama tuh lagu. Nadanya dibikin menyayaaaat… agak2 melas-melas piyeee gitu lo. Sempat kepikir untuk bikin judul blog “Bukan Cinta Biasa”, tapi ora usah laaah. Daku kan orangnya bukan yang tipe romantic melancolic gitu.

CIMG6618

Trus, utak-atik nama, opo dikasih nama Bukan Bunda Biasa? Wakakakak, sepertinya kok melakukan kebohongan publik secara sistematis, massif, dan komprehensif *opo tho yooo

Ubek-ubek teruss… masih dengan semangat “Bukan ………….. Biasa”, sehingga tercetuslah sebuah diksi –> BOCAH. Yep, BukanBocahBiasa!!!! *tebar confetti*

Frasa ini memang tadinya ditujukan buat Sidqi –> bukanbocahbiasa.

Harapannya, tentu saja, anakku enggak jadi bocah-bocah mediokre *hoeks. Yes, I know, I’ve been there… menjadi emak yang super-duper-ambisius dan kayaknya emoh kalah gitu lo, kalo ada yang ngebandingin Sidqi dengan bocah-bocah lain.

Ada yang bisa A, B, C, D…. dst. Saya harus bilang dengan wajah pongah dan senyum merekah bungah “Weeewww, Sidqi dong, udah bisa baca!”

Ada yang bisa baca surat Al-Ikhlas, aku bakal merepet mantap “Laaah, Sidqi malah udah HAFAL surat An-Naba, Al-Muthoffifin, dan surat2 panjang lainnya…”

Wis ta la. Ngeselin pol 😛

Hingga kemudian, saya tiba pada suatu titik, bahwa Menjadi Ambisius itu…. melelahkan. 🙂 Really. Sangat melelahkan. Kita menginginkan sesuatu yang mungkin bisa kita raih, tapi dengan melakukan segala upaya dan (sometimes) memaksa anak untuk melakukan sesuatu yang errrr… sebenarnya mereka enggak mau, tapi Ohmaigod… ambisi kita yang terus menggebrak dan menggerus kesadaran sebagai orangtua yang (semestinya) punya nurani.

Et dah. Panjang banget kalimat barusan? 😛

Ya wis. Sekarang, saya sih relatif santaaaaaaiiiii banget jadi ortunya Sidqi.

Saya masukkan dia ke SD Negeri deket rumah, yang you know laaah, masukin SD Negeri means kita kudu mengebiri ambisi bahwa anak kita akan terpilih ikutan olimpiade ini, itu dan seterusnya.

Saya emang daftarin Sidqi jadi murid ngaji (durasi sekitar 1 jam) di TPQ Masjid deket rumah. Dan dia banyakan bolosnya. Ini repot. Kadang saya mau maksa dia buat ngaji terus saban hari… Tapiii, di satu sisi, saya juga enggak pengin jadi emak yang ambisius. Don’t get me wrong ya,  saya ingin dia SUKA mengaji, karena itu sedapat mungkin saya ciptakan iklim yang kondusif, yaa semacam itu deh *jadi bingung deh, nulisnya hahaha

Lalu, beberapa ibu wali murid di sekolah ngajakin untuk ikutan les musik, dll. Saya sih lempeng aja. Kalo Sidqi minta les, ya silakeun. Kalo kagak, ya gak papa.

Di satu sisi, saya terbantu dengan sikap less ambitious ini. Tapi, di sisi lain, wait… kalo Sidqi mediokre aja, bukannya nama blog ini udah enggak valid dong? Mosok tetep mengklaim sebagai si “bukanbocahbiasa”?

Yaaaa, namanya juga self-claimed *menyeringai puas* Apalagi, sedari awal saya emang cari nama blog yang catchy dan mudah diinget. Plus, karena ya itu tadi, doyan lagunya dedek Afgan 😛

Gpp lah. Sudah kadung suka sama nama ini. Yang jelas, tagline-nya dooong, yang kudu bisa diaplikasikan setiap saat, setiap waktu.

Happiness is Made, Not Given.

Yeaaaayyy!!

PS: Teman2 yang mau ikutan challenge ini, hayuuuuk, bisa banget kunjungi: link ini ya

So far, yang saya tahu Papahnya Aaqil dan Izzawa juga ikutan 🙂

Advertisements

21 comments

  1. Iwan Tantomi · September 23, 2015

    yasalam, akhirnya rasa kepo-ku pada ‘bukan bocah biasa’ terjawab sudah. Awalnya aku pikir karena sering jadi jawara kontes de el el, mbaknya mentasbihkan diri jadi (seolah) ‘Bukan Bocah Biasa’ gitu, eh ternyata…. errrrrr… frasa untuk si dedek 😀 . Btw, mediokre itu apa toh? *rada nggak mudeng dgn istilah emak-emak*

    • bukanbocahbiasa · September 23, 2015

      aku tau istilah ‘mediokre’ dari artikelnya Pak Rhenald Kasali.
      Kurang lebih, artinya “rata-rata” gitu deh. Nothing special.
      Naaah, sbg emak kekinian, biasanya aku kerap terperangkap dalam semangat “Ogah Punya Anak Mediokre” heheheh

      • Iwan Tantomi · September 23, 2015

        uwowowo… cakep bener filosifinya mak 😀

  2. Orin · September 23, 2015

    Santai ae lah Mak, meskipun mediokre, Sidqi kan tetep bukan bocah biasa toh? *aposeh* qiqiqiqi.

    Aku pengen ikutan biar ada alesan apdet tiap hari, tapi nantilah ya dipikir2 dulu *halah*

    • bukanbocahbiasa · September 23, 2015

      Yoi, dia adalah bukanbocahbiasa di hatikyuuuuuu 😛
      Iyah mak, ikutan aja, tapi ga usah 15 haripun gpp. Wong ga ada punishmentnya *halah jugak*

  3. Emaknya Benjamin br. Silaen · September 23, 2015

    Ooohh jadi begitu toh awal mulanya nama blogmu mbak Nurul 😉 .

    • bukanbocahbiasa · September 23, 2015

      Hihihi… gak maen blassss yo mbak 🙂 Gara2 ngefans dedek Afgan 😛

  4. nyonyasepatu · September 23, 2015

    Onhh itu toh asal usulnya, karena Afghan hehe

  5. eda · September 23, 2015

    aku mau ikutaaaaaaan……
    kukira itu nama blog ke dirimu mba, bukan anakmu :))

  6. Dita · September 23, 2015

    Kirain karena ngefans sama BBB, Bukan Bintang Biasa hihihi *joget bareng Raffi Ahmad*

  7. alrisblog · September 23, 2015

    Oo…jadi dari Afgan inspirasi nama blog ini. Saya kirain dari bocahnya emang gak biasa hehe…

  8. joeyz14 · September 23, 2015

    Now I know. Dari afgan toh ya

    Btw aku jadi kepingin ikutan deh soalnya bulan ini blogku ultah *halahhh alasennya* hahahaha

  9. winnymarch · September 23, 2015

    afgan menginspirasi kakak dong

  10. Grant · September 23, 2015

    Kirain bocahnya itu adalah mbak. Hehehe.

  11. Gara · September 23, 2015

    Saya harap sih makin banyak orang tua yang paham kalau punya anak yang “selalu jadi nomor satu” dan/atau “selalu terpilih olimpiade ini dan itu” itu bukan a lasting happiness. Betulan. Saya jujur nih, saya ini produk orang tua ambisius, dan meski saya harus berterima kasih pada kedua orang tua saya, dulu saya pernah masuk ke rasa menyesal karena saya tidak melakukan hal yang saya suka, meski saya bisa jadi yang terbaik di hal yang saya suka itu :hehe :peace *malah curhat*. Being the best isn’t everything, loved what you do is everything. Ambisi bagus, tapi kebanyakan ambisi nggak bagus :)).

  12. echaimutenan · September 23, 2015

    untung bukan “bukan wanita biasa”
    nanti nyanyi KD

    iyo mbak awakmu ngelesin puolll kalo gitu 😛

  13. dani · September 23, 2015

    Percaya gak sih mbakyuuu, dulu sebelum nikah diriku juga gak kalah kompetitipnya. Anak harus ina inu ini ita itu iti tapi yaaa, semenjak udah nikah dan baca-baca soal anak ya langsung 180 derajat berubahnya. Hahahaha. Dadine yo ra sempat merasakan pengen dadi kompetitip. Etapi ngerasa juga sih pas anak lain bisa ina inu ini kok A nggak yaaa. yagitudeh hahahahaha..

    • dani · September 23, 2015

      ohiyeees… Maturnuwun linkbacknyo ya Mbakyuuuu…. 😀

  14. Lidya · September 24, 2015

    jadi tau sekarang asal muasal nama blognya

    • bukanbocahbiasa · September 25, 2015

      Karena nurulrahma(dot)com terlalu mainstream mak #Gubraaaakss

  15. Fahmi (catperku) · September 27, 2015

    jadi biar nggak terlalu mainstream ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s