Pukau Dunia Lewat Alat Pakan Ikan Berbasis Teknologi

Gibran Huzaifah Amsi El Farizy

Founder eFishery

Anak muda Indonesia kian menunjukkan taringnya dalam kancah wirausaha. Kali ini, saya bersua dengan Gibran Huzaifah. Alumnus ITB (Institut Teknologi Bandung) ini adalah pengusaha start-up (pemula) yang memukau dunia, lewat teknologi alat pakan ikan berbasis teknologi. eFishery, begitu nama merek inovasi Gibran.

eFishery merupakan alat pemberi pakan ikan yang dapat dikontrol dari jarak jauh dan berbasis internet. Alat yang dilengkapi sensor untuk melihat nafsu makan ikan ini dapat secara efektif mengontrol jumlah pakan ikan. Berdasarkan hasil survey, eFishery dapat menekan biaya pakan ikan sampai 21% dibandingkan menggunakan metode konvensional.

Gibran berkisah, ia terinspirasi dari ucapan dosen mata kuliah Akuakultur di kampus. Dosen tersebut berkata, 5-10 tahun lagi, ikan lele akan jadi menu di restoran-restoran besar. Gibran mulai mencari kolam yang bisa digunakannya untuk beternak lele. Kolam pertama yang disewanya hanya butuh biaya Rp 400.000 per tahun. Gibran berhasil memanen 130 kg lele di panen pertamanya.

gibran-3

Walaupun awalnya mulus, Gibran ternyata kesulitan menjual hasil panen lele ini, karena tempat-tempat makan lele sudah punya langganan tetap di tengkulak. Gibran pun menjual ke tengkulak dengan harga rendah dan hanya mendapatkan keuntungan Rp 65.000 per bulannya.

“Nggak heran, harga sewa kolam cuma Rp 400.000 setahun. Ternyata keuntungan beternak lele tidak banyak,” ujar Gibran. Ya, sebuah fakta yang tak bisa dielakkan. Bahwa lantaran sulitnya mencari pasar untuk ikan hasil panennya, kebanyakan peternak akhirnya menjual ke tengkulak dengan harga rendah.

Tapi, bukan Gibran kalau langsung putus asa dengan kondisi ini. Ia berinisiatif merambah dunia kuliner, sebagai solusi untuk menciptakan pasar sendiri bagi ikan lele yang ia produksi. Gibran membuat produk kuliner Dorry. Ia melakukan rebranding lele menjadi jenis makanan modern seperti katsu, nugget, dan sebagainya. Gibran menjajakan kuliner lele dari kampus ke kampus.

Terus Mengepakkan Sayap di Kancah Bisnis Lele

Gibran ogah berpuas diri dengan bisnis yang ia tekuni. Anak muda satu ini begitu semangat memburu ilmu seputar lele dan akuakultur. Waktu itu, Gibran bertemu seseorang yang dipanggil Pak Haji Ben. Konon, Pak Haji ini menguasai ribuan kolam di berbagai kota dan kabupaten di Jawa. Dari Pak Haji Ben, ia mendapati fakta bahwa ternyata masalah utama dalam budidaya ikan adalah feeding cost (biaya pakan) yang besarnya mencapai 70% dari biaya total. Gibran sadar bahwa belum ada teknologi yang menyelesakan masalah over-feeding pakan ikan yang tidak teratur atau pakan yang diselewengkan.

“Saya akhirnya bekerjasama dengan teman-teman anak ITB juga, untuk menawarkan teknologi pemberi pakan ikan otomatis, yang dikontrol dengan teknologi. Melalui perangkat eFishery, proses kontrol otomatis dapat dilakukan mulai dari penjadwalan pemberian pakan, pengaturan kuantitas pakan yang diberikan, hingga sistem keamanannya. Bahkan, eFishery memiliki fitur real-time monitoring yang dapat memberikan laporan pemberian pakan secara langsung yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun melalui gadget,” ungkap Gibran.

Tidak mudah bagi Gibran untuk melakukan proses riset, manufaktur, dan pengenalan teknologi baru ke masyarakat.

Ia terus menerus melakukan penyempurnaan kualitas produknya dan memperkenalkan eFishery pada peternak ikan di Indonesia. Jalan yang dirintis Gibran masih panjang namun ia membuktikan bahwa ikan lele pun bisa menjadi kesempatan penciptaan sebuah inovasi.

“Sebenarnya anak muda Indonesia ini punya ide kreatif yang luar biasa. Yang jelas, kita harus berani berinovasi serta terus-menerus mencoba memberikan solusi untuk menjawab berbagai masalah riil yang ada di masyarakat,” lanjutnya.

gibran-2

Pengakuan Masyarakat Global

eFishery bahkan dilirik dunia internasional dengan memenangkan ajang penghargaan Get in the Ring dan Seedstars World.

Presentasi Gibran tentang inovasinya ini memukau seluruh hadirin dalam pertemuan wirausaha dunia ke-6 (Global Entrepreneurship Summit) di Nairobi pada 25-26 Juli 2015 lalu. Gibran, yang juga satu-satunya peserta dari Indonesia dalam event tersebut mendapatkan penghargaan “Spark the Fire Champion”.

“Saya mengajak anak-anak muda Indonesia untuk terus berpikir global, lebih luas dan open minded. InsyaAllah, kita sanggup bersaing di kancah internasional,” ujarnya.(*)

Informasi seputar produk ini:

http://www.efishery.com/

Alamat: Cikutra Baru V, No 5 Bandung

Telepon: +62 (22) 720 9215

Handphone : +62 896 7534 7939

Email: contact@cybreed.co.id

 

 

Advertisements

6 comments

  1. rita asmaraningsih · October 12, 2016

    Aku selalu kagum dengan anak2 muda yang berprestasi seperti ini.. Mudah2an makin banyak di negei ini anak2 muda seperti ini ya Mba..

  2. Meriskapw · October 12, 2016

    Keren idenya bikin lele katsu.. soalnya gak semua orang suka lele yg diolah gitu aja.. jadi penasaran pengen nyicip olahan lelenya 😀

  3. Monda · October 13, 2016

    karena benar2 terjun di dunia lele, dia jadi bisa terinspirasi buat alat yang memudahkan usahanya ya
    keren banget deh

  4. Timothy W Pawiro · October 13, 2016

    Wah keren banget nih. Jadi inget dulu kl ksh makan ikan di kolam suka kadang banyak2, trus waktunya ga tentu huehe. Kl udah ada app yg ngatur gini, jd lbh teratur deh.

  5. Pingback: Yang Muda, Yang Mengguncang Dunia! – bukan bocah biasa
  6. Pingback: Jadilah Pengusaha Wahai Generasi Muda Indonesia! | bukan bocah biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s