Butuh Staycation…. di Ultah Perdana zonder Ibunda

Tanggal 25 September kemarin saya ultah (trus kenapa, Maaak?)

Iyaaa, iyaaa, saya tahu… usia udah nggak muda lagi, segala macam keriput, selulit, gelambir udah kompak menunjukkan eksistensinya di sekujur bodi. Trus, trus… emang ultah masih mau dirayakan gitu? Hihihi.

Well, eniwei, sebenarnya, dari tahun ke tahun saya nggak pernah celebrate my birthday. Selain karena alasan financial planning (alias medhit) saya juga enggak merasa bahwa “horray, lagi ultah niih!” adalah sebuah achievement alias pencapaian dalam hidup.

Semua orang akan ultah pada waktunya, ya kan? Apanya yang mau dirayakan? Wong, ultah itu semata0mata hanya karena kalender menunjukkan tanggal lahir kita. Sama sekali enggak butuh perasan keringat, darah dan air mata untuk menandai ultah kita. Jadii… Nothing special about anniversary whatsoever.

Continue reading

Advertisements

Ingin Anak Sehat dan Supel? Lengkapi Nutrisinya!

Sejak uti Fat dirawat di Rumah Sakit karena kanker paru, praktis aku jaraaang (bahkan nggak pernah) ngajak Sidqi jalan-jalan. Kasihan nih bocah, agak kurang piknik jadinya. Jangankan bocah, orang tua dewasa aja kalo kurang piknik kan gampang meledaaak alias sumbu pendek dong ya, hihihi. #MaapSemiCurcol

Alhamdulillah wa syukurilah, Sabtu (2/10) saya dan sejumlah emak2 blogger dapat rezeki mak nyus buat ikutan acara SGM Eksplor di Royal Plaza Surabaya. KITA DOLAN KE MALL, NAAAK! KE MAAALLL! #TimHeri #TimHebohSendiri

Continue reading

Mengelola Ekspektasi

Sekian tahun lalu, saban ketemu teman-teman, atau wali murid, atau terjebak dalam obrolan dengan mahmud abas (mamah muda anak baru satu) atau macan ternak (mamah cantik anter anak) atau iis dahlia (ibu ibu segar dandanan ala belia), saya selaluuuuuu berkisah dengan penuh semangat tentang betapa hebatnya anak saya.

Yang pinter ngomong lah, yang jago ngaji lah, yang hafalan Qur’annya banyak laah. Macem-macem! Dan herannya, itu stok pamer kok yaaa full tank melulu! Adaaa aja yang diomongin.

Continue reading

ASMA NADIA: Kenapa Saya Berdakwah Lewat Film

ASMA NADIA

Film adalah Media Dakwah dengan Jangkauan Lebih Luas

Sepuluh tahun lalu, ketika mendengar nama “Asma Nadia”, barangkali kita langsung teringat pada puluhan novel Islami yang telah dia lahirkan. Yah, Asma Nadia adalah novelis yang sangat produktif. Lebih dari 40 buku karyanya terpajang cantik di berbagai toko buku se-Indonesia. Ibu berputra dua ini juga kerap didapuk sebagai narasumber dalam berbagai seminar maupun pelatihan kepenulisan. Passion-nya akan dunia literasi, membuat Asma Nadia mendirikan “Rumah Baca Asma Nadia”, sebuah gerakan sosial untuk mengajak anak-anak di pelosok negeri agar gemar membaca dan menulis.

Belakangan ini, kiprah Asma Nadia melebar hingga ke ranah media film, maupun sinetron di layar kaca. Beberapa novelnya dijadikan inspirasi untuk pembuatan aneka tayangan. Banyak yang mengapresiasi, tidak sedikit pula yang mencibir. Asma Nadia dianggap terlampau komersil, dan gampang diajak bekerjasama dengan produser program picisan. Toh, Asma Nadia tetap tegak berdiri, ia yakin dengan langkah dakwah yang tengah ia emban.

Continue reading