Traveling Paling Mengesankan: Bertandang ke Kantor Google di Amerika!

Traveling Paling Mengesankan ala @nurulrahma

Sudah bisa ditebak lah yaaa…. Traveling paling mengesankan yang pernah aku alami, ofkorss tidak lain dan tidak bukan, manakala bisa ikutan Google Local Guides Summit di San Francisco, California, Amrik.

Seleksi (level internasional) dilakukan dengan sangat ketat. Hanya 151 peserta dari 62 negara yang bisa ikutan acara ini. I just feel honoured dan ngerasa nggak pernah kebayang aja bisa ketiban rezeki se-awesome ini. Alhamdulillah. TabarokAllah.

Saking sueneng pol, saya sampai menjadikan dua postingan terkait Google Local Guides Summit sebagai featured/sticky post di blog ini 😀 Ya gitu itu deh, kalo gagal move on. Acaranya udah 2 tahun silam, masiiiih aja terngiang-ngiang. Sama kayak cintamu  sama mantan yang paling susah dienyahkan #eh.

Tentang detail acaranya, ya aku agak-agak lupa gitu, ha wong udah 2 tahun jeh. Akhirnya, aku buka foto-foto terkait acara di SF, dan here we go, some random things about Google Local Guides Summit!

Random 1: Ogah Berangkat Sendirian

Jadi gini. Sebenernya saya, dan peserta lain itu detail flight-nya beda-beda lho. Ada yang pakai China Airlines, ada yang sempat ditawari JAL, saya sendiri sedari awal request pakai Singapore Airlines dan approved by pihak Google. Demi dengar kabar kalo temen2 beda flight, saya langsung panik.

*FYI flight saya ini rutenya: Surabaya – Singapore (transit Changi) – HongKong – Sang Francisco

“Duh, aku nggak mau berangkat dewean. Aku ini gampang ngantuk lho. Nanti kalau di Changi aku ketiduran trus nggak denger woro-woro kalo pesawatnya udah mau berangkat, pegimana?”

Akhirnya sekuat tenaga saya memohon mengiba-iba ke Kak Budiono dan Fahmi Adimara, untuk sama-sama pakai Singapore Airlines. Wis embuh piye carane, Alhamdulillah wa syukurilah… request kami dikabulkan!

Asyiiiik buanget dah traveling ama duo cowok unyu (hoeksss) bin gokil ini. Pokoke, selama traveling, saya ngerasa dijagain dua bodyguard, qiqiqiqiqi

Random 2: Balada Turis Budget Pas-pasan

Terserah ya, mau dibilang kikir/medit atau gimana, tapi yang jelas, sedari awal saya melecut diri sendiri untuk jadi turis HEMAT 😀 Ceritanya, biaya selama summit berlangsung (termasuk untuk urusan tiket pesawat, visa dan hotel di Hyatt Fisherman’s Wharf) semuanya ditanggung Google. Jadi kami nggak perlu khawatir tentang biaya selama 3 hari 2 malam.

Akan tetapi mosok jauh-jauh ke Amrik cuman dolan selama 3 hari? Ora puas kan cyyyn.

Walhasil, kami memutuskan untuk extend. Ini nih tantangannya  😀 Amrik apalagi San Francisco adalah kota yang mahal. Nasi goreng sepiring aja, harganya 200 rebu! Bujubuneennggg. Segala daya upaya dikerahkan supaya turis kelas menengah ngehe ini tidak pingsan kelaparan, tapi ya nggak boncos gitu lho.

Aku melirik Fahmi. Fahmi melirik aku. Kami saling melirik *halah*

“Mi. Kamu lagi diet kan?”

“Iya Mba.”

“Ya udah. Nasgornya kita beli 1 untuk berdua aja gimana?”

“Boleh, Mbak.”

Uhuuuk! Tante-tante berhasil mengajari ponakan untuk berhemat, iqiqiqiqi!

Random 3: Banyak Gelandangan (plus Orang Gila) yang Bikin Atuuuuuut

Jangan bayangkan Amrik itu indah-indah thok, gaes. Ternyata buanyaaak gelandangan, pengemis, tuna wisma bahkan orang gila yang beredar di sepanjang jalan. Masih mending kalo di Indonesia kan badannya kurus-kurus ya. Lah ini, GUEDEEE TINGGI BESAAARR teriak teriak gitu, huffft.

Pernah nih, pas jalan dari Union Square (semacam alun-alun) menuju USA hostel (tempat kami menginap) aku udah denger orgil lagi ngomel-ngomel. Fahmi jalan di sampingku….. si orgil masih aja ngomel-ngomel dan mak bedunduk udah berjarak sekitar 100 meter aja di DEPANKU, yo ngalaaaahhh, aku kok jadi atuuuuttt! You know what, aku BALIK KUCING alias mundur dan nyari Kak Budiono!

Itu refleks bin spontan aja. Aku soalnya ngerasa si orgil ini badannya guedeee dan Fahmi kan tidak se-ndut Kak Budiono 😀 Jadi aku melipir, nyari “bodyguard” yang lebih gempal qiqiqiqiiq

Kami bertiga ngakak setelah berhasil melampaui ranjau “orgil” tadi.

“Ya ampun Mbaaaa…. Gitu itu justru jangan tampakkan kalo sampeyan takut. Biasa aja, santaaaaii. Kalo kelihatan takut, nanti malah dikejar lho!” kata Fahmi dalam kekehnya.

Random 4: Jadi Makin Cinta Indonesia!

Seminggu berada di Amrik, membuat aku sadar kalau Indonesia itu indaaaahhh dan menyenangkan. Segalanya super murah (compared to harga-harga di Amrik qiqiqi) aneka kuliner di nusantara juga endolita tiada tara.

Kami bosan makan menu yang itu-itu saja. Udah gitu, banyak jebakan betmen, karena banyak menu dimasak dengan daging babi (pork) ataupun minyak babi (lard). Jadi, tiap jam makan, kerjaanku adalah: ngumpulin pisang cavendish 😀 atau buah-buahan lainnya yang sekiranya mengenyangkan dan bisa jadi substitusi menu makan.

Pokoke, berada di Amrik malah bikin aku kuangeeeennn dan cinta Indonesia!

“Golek sego pecel yuk. Aku arep nggawe konten YouTube ‘Makan Nasi Pecel di Amerika’ iki bakal lumayan view-nya,” ajak Kak Budiono.

Jadilah, kami berburu restoran yang menyediakan menu Indonesia, dan…. Hamdalah, ada Restoran BOROBUDUR –dari Namanya aja udah ketahuan kan?—yang bercokol PERSIS DI SEBERANG USA HOSTEL, tempat kami menginap!

Baca: Review USA Hostel, Rekomendasi di San Francisco

Whoaaaa ini sih kayak nemu oase di padang pasir! Ketemu dengan owner-nya yang super duper ramaaaahh 😀 Tapi sayang, kagak ada menu Nasi Pecel, bosquuu hihihi. Yo wis, pesen nasi uduk dan nasi rendang aja lah ya. Jangan lupa tempe goreng nyam nyam nyaaam, enyaaakkk!

Random 5: There is No Impossible!

Perjalanan saya ke Amrik ini membuktikan kalau tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ibu-ibu mediokre seperti diriku, ternyata kalau Allah mengizinkan, kun fayakun! Bisa cusss, terbang menuju benua yang begitu jauhnya.

Terus terang, ketika kumpul keluarga besar, saya kerap dijerat rasa minder, kok. Ada adik iparku yang Direktur kampus, ada yang dokter spesialis patologi anatomi, ada yang bolak balik kerja di luar negeri, dengan salary 8 digit, ada sepupuku yang asisten direktur bank sentral, intinya HAMPIR SEMUA elemen keluarga besar adalah orang-orang TOP di bidangnya. Aku pernah cerita soal iparku di postingan ini

Aku tahu, bahwa minder itu nggak bakal membawaku ke mana-mana 😀 Tapi yeah, I’m still human! Jadi ya I embrace all the feelings, perasaan lemah lunglai tak berdaya tak berguna etc etc, kemudian ya aku berusaha untuk menyeimbangkan rasa hopeless itu dengan melecut diri sendiri.

Pada dasarnya, aku bukan manusia bodoh, lah. Dua kali lulus UMPTN (Di jurusan yang favorit pulak, Teknik Informatika ITS dan Ilmu Komunikasi Unair).

Pernah berkarir di sejumlah raksasa media dan perusahaan multinasional, Tentu ini sebuah milestone, yang harusnya membuat aku yakin dengan potensi diri.

Dan yaaah, begitulah. Cara Allah menghadirkan takdir demi takdir, terkadang sulit dipercaya. Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi DIA, Sang Maha Segala.

Advertisements

3 thoughts on “Traveling Paling Mengesankan: Bertandang ke Kantor Google di Amerika!

  1. Rudi G. Aswan says:

    Pengalaman yang mengesankan banget ya Mbak N! Tak terlupakan karena ketemu banyak teman dari seluruh dunia, apalagi di markas besar Google yang sudah sangat populer. Kapan ya bisa ke sana. Mupeng tapi gimana hehe. Go go go, cari peluang lain ah!

  2. Rahma balci says:

    pengalaman seru mbak N, wah lulusan PTN favorit masa minder*apalah saya yg anak swasta:D , ngebayangin gelandangan amrik kyk di film2 or seri dokumenter sering liat di netflix aja udah serem,apalagi liat langsung ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s