Manajemen Stres

Bosan…. aku dengan penat…….

Sampai detik ini, saya masih #DiRumahAja dan kalopun ngider ya deket-deket di sini doang. Surabaya zonanya merah pekat (kapan hari malah dbilang zona hitam) Banyak kasus corona yang berakhir dengan kematian. Termasuk sejumlah dokter dan praktisi kesehatan yang disinyalir kelelahan banget, overwhelmed dengan kejadian luar biasa di kota kami tercinta. Al-Fatihah untuk semua. Semoga ALLAH terima semua amal baik mereka.

Sebagai tipikal manusia yang gampang gatel kakinya (alias doyan ngebolang), wajar aja kalo daku bosen parah, dan mengarah ke stres 😀 Bosen ampun-ampunan aselik. Tapi, aku kudu bisa menahan hasrat untuk ngeluyur, baik itu sekedar cari angin di taman, atau meet up hore di mall. Kenapa? Karena aku tinggal sama ibu mertua yang sudah sepuh, cuy! Beliau kelahiran 1946, dan sebagaimana lansia pada umumnya, buMer PANIK BANGET dengan beragam berita seputar corona ini. Wajar lah yaaaaa 😀

Rasa Bosan selama swa-karantina, yang melahirkan stres, ini kudu diatasi sih. MANAJEMEN STRES harus diterapkan dengan se-bijaksana mungkin.

STRES adalah perasaan tertekan dan terancam, sehingga membangkitkan response atas kejadian atau peristiwa negatif yang dialami.

Beberapa cara Mengelola Stres:

Prinsipnya: The Four A’s: Avoid, Alter, Adapt, Accept

AVOID:

Berani mengatakan “Tidak”

Hindari orang (lingkungan) yang membuat stres

Kendalikan lingkungan. Jika nonton berita soal corona bikin stres, ya udah jangan nonton TV

ALTER:

Kalo ga bisa menghindari situasi yang bikin stres, cobalah untuk mengubahnya

Ekspresikan perasaan

Buat jadwal kehidupan yang seimbang

ADAPT:

Seluruh makhluk dibekali kemampuan untuk menyesuaikan diri. Beradaptasi-lah!

Reframing, membingkai ulang masalah

Berterima kasihlah. Ketika kejadian apapun bikin stres, galau, dll, luangkan waktu sejenak untuk MERENUNGKAN semua hal yang kita hargai dalam hidup. Termasuk kualitas dan karunia positif diri. Strategi sederhana ini dapat membantu kita menjaga kewarasan dan manajemen stres.

ACCEPT

Jangan mencoba mengendalikan hal-hal yang memang tidak terkendali. Banyak hal dalam hidup yang berada di luar kendali kita.

Bagikan/sharing/ ungkapkan perasaan

***

Well, Manajemen Stres yang saya ulas di artikel ini, mostly bersumber dari ajaran Islam, ya. Sebagian saya cuplik dari majalah Nurul Hayat.

(1). NIAT IKHLAS

(2). SABAR DAN SHOLAT

(3). BERSYUKUR DAN BERSERAH DIRI

(4). DOA DAN DZIKIR

25 thoughts on “Manajemen Stres

    • HappyDyah says:

      Iya nih kelamaan di rumah kalo gak pinter pinter ngakali pasti ngebosenin sih dan berlanjut stres. Akhirnya ya pasrah, anteng di rumah. Kalo keluar ada si coronce #eaa

  1. Evi says:

    Al Fatiha untuk semua yang gugur karena Covid-10. Semoga mereka yang pergi diampuni dosa-dosanya, terutama para dokter yang sudah rela mempertaruhkan nyawa mereka.

    Kondisi saat ini emang gampang banget bikin stress. Banyak penyebabnya. Tapi stress bukan jalan terbaik dalam melanjutkan hidup. Ia harus kita kelola agar stress berubah jadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita

  2. lianny hendrawati says:

    Kalau aku memang biasanya lebih banyak di rumah aja, meskipun tidak ada pandemi. Cuma yang bikin gak nyaman itu sekarang harus lebih hati-hati, lebih waspada terhadap kesehatan. Pakai masker dll meski cuma keluar depan rumah, beli sayur. Tapi gak boleh sampai stres deh menghadapi corona. Makasih tipsnya mbak.

  3. Nurul Sufitri says:

    Sepertinya penerimaan yang ikhlas adalah salah satu kunci manajemen stres diri kita deh mbak. Susah juga ya karena tiap orang ga sama kadar kepenatan dan kekuatan hatinya eeeaaa hihihihih. Yang penting ada bahagia dalam keluarga yang selalu mementingakan kebersamaan. Udah plong banget itu, aplaagi di saat corona ini anak2u dapat sekolah yg bagus2 udah bersyukur sekali.

  4. Dzulkhulaifah says:

    Samaaaa. Aku pun belum berani pergi jauh. Paling jauh beli sayuran di kampung sebelah karena di situ lengkap dagangannya haha. Kalau stress bikin acara karaokean aja di rumah bareng suami dan anak.

  5. Alfa Kurnia says:

    Terima kasih tipsnya, Nurul. Aku sendiri udah nggak tahu stres atau enggak. Antara mungkin stresnya sudah numpuk sampai nggak terasa lagi atau ya nggak dirasain. Pokoknya diterima aja keadaan ini, dijalani. Sama menerima apapun perasaan yang sedang dialami dan dilampiaskan pada tempat yang tepat.

  6. Ruli Retno Mawarni says:

    Penting banget manajemen stres di tengah pandemic sekarang ini. Situasi kaya kacau balau banget, adaptasi buat aku yg terpenting sih. Harus bisa survive

  7. Siti Nurjanah says:

    Pandemi ini betul2 membuat kehidupan berubah drastis. Ho’ohh..bagi yg doyan ngebolang tuh kayanya jenuh banget pingin bisa menjelajahi ke berbagai tempat lain
    Dan saya setuju nih sama poin2nya. Kita tentu ga putus berdoa berharap Pandemi kan lekas berakhir

  8. hidayahsulistyowati says:

    Aku yang aslinya kerasan di rumah aja mulai bosen Mba. Karena biasanya seminggu sekali suami ngajakin dolan yang Deket rumah misal cuma punya waktu sedikit buat jalan-jalan. Tapi memang harus sabar dulu ya menghadapi kondisi sekarang, Semarang pun zona merah akhirnya, sedih banget

  9. naniknara says:

    Alfatihah untuk para dokter dan perawat yang meninggal karena corona.
    Semoga Surabaya segera jadi zona hijau ya mbak, bisa mbolang lagi.

    Mbolang ke pasar

  10. Elly Nurul says:

    Intinya manajeman stress tuh balik lagi ke pada iman ya.. bagaimana kita mengimani bahwa segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendaknya dan pasti ada kebaikan setelah itu.. tinggal kitanya aja mau atau tidak mengambil hikmah dari setiap kejadian ya mbak

  11. Dedew says:

    Iyaa aku berasa lumutan banget di rumah sudah empat bulan Mbak tapi berusaha menikmati, belum berani keluar rumah juga kecuali belanja, ATM, dan ada keperluan mendesak…mengurangi baca perdebatan di medsos juga bisa mengurangi stres hihi…

  12. Travlingku says:

    Pas kemarin pasca melahirkan, dan memang harus stay at home terus selama 3 bulan, saya hampir stress. Gara-gara itu, saya hampir kena baby blues, untung saja sekarang sudah berakhir cutinya. Jadi saya bisa keluar rumah ke kantor dan bisa mefresh otak biar enggak terlalu stres.

    Stres memang perlu banget diobati dan kita mesti memanagenya dengan baik biar enggak jadi boomerang. Postingan yang bagus nih, terlebih buat kita-kita yang terkena lock down di rumah saja.

  13. Aprillia Ekasari says:

    Alhamdulillah aku betah di rumah mbak, gak kepengen ke mana2 dulu krn dasarnya mager. Inet ada, makanan ada, aman. Cuma aku nih khawatir sama anak2ku krn mereka kubatasin gtu, gk main sama teman. Sering ngeluh bosen, akhirnya kuarahkan ke makanan huhu. Ini PR ortu yg anake msh butuh bermain sama temen2nya ya… mau ajak ke taman jg takut kan ketemu org gak bermasker huhu #curcol
    Mungkin mau staycation bulan depan, yaa ganti suasana, tapi sik golek hotel yg tepat hehe

  14. indah nuria says:

    aku tuh so far menikmati aja mba karena memang banyak kegiatan malah selalam di rumah. Adaaa aja yang diekrjain tau – tau udah maleem hehee. But surely we miss traveling so much. Aku kangen terbang ke NYC or mampir di Istanbul or menyusuri Geneve and kerap masu itinerary perjalanan tahunanku

  15. lendyagasshi says:

    Alhamdulillah, kak Nurul.
    Sehat selalu untuk keluarga dan ibu mertua.

    Kemarin Ibukku di Surabaya sama mas kompakan sakit. Beliau satu rumah.
    Dan langsung sama masku yang beda rumah, dateng dan mengadakan rapid test.
    Seram sekali sakit di masa pandemi.

  16. Lisdha says:

    Accept ini memang beneran salah satu koentji penting deh, Bukan cuma untuk masalah Covid, tapi juga untuk segala sesuatu. Dan yg saya syukuri menjelang kepala empat ini adalah sudah relatif bisa menerima hidup dengan segala naik turunnya. Meski masih pakai relatif, tapi sudah kemajuan drpd sebelum2nya.
    Semoga kita semua sehat secara fisik maupun mental ya Mbak 🙂

  17. Rahmah Chemist says:

    Singkat padat dan bikin was-was terus kalau keluar rumah karena memang masih belum aman mau kemana mana ini bawa bayi
    Semoga masih bisa kelola stress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s