Random Thought Seputar Lebaran

Duh, kok hawanya masih Lebaran banget yeee? Agak susah buat mulai bikin postingan. Apalagi, saya kan lagi rajin-rajinnya update konten di kompasiana.

Tapii, ketimbang ntar blog BukanBocahBiasa ini kosong melompong kayak hati para jomblo ya udin, lah mari cerita yang retjeh-retjeh aja 😀

Ada beberapa pikiran random yang seliweran di benak saya pasca Lebaran 2021.

(1). Nikmatnya Bisa Plesir dan Kulineran bareng Keluarga.

Yang saya bold dan underlined adalah: Bareng Keluarga.

Sekarang saya makin paham dengan lirik OST Keluarga Cemara “Harta yang paling berharga adalah harta benda keluarga….”

Karena memang, segimanapun makmurnya kondisi finansial kita, sungguh cobaan yang mahadahsyat ketika satu aja elemen keluarga kita tengah bermasalah. 

😀

Nah, maka dari itu, saya anjurkan diri sendiri dan teman-teman semua untuk count your blessings!

Never take it for granted untuk semua hal-hal baik yang kita dapatkan dalam hidup, especially bila itu menyangkut KELUARGA.

Serius!!

Oh iya, tahun ini, mayoritas ipar dan saudara saya nggak bisa pulang ke Surabaya. Ya udah, mau ngulik memori Lebaran sekitar tiga tahun lalu aja deh.

Dua kali saya ke Babeh Street Cafe dalam kondisi yang kurang prima. Bukaaaan, ini bukan masalah kantong 😛

Melainkan, salah bunda mengandung timing. Setiap ke Babeh Street selalu kekenyangan.

Yang pertama, saya ke sana dalam kondisi perut kekenyangan habis acara mantenan di Makodam.

Masuk ke kafe ini, wikssss… yang terbayang adalah keunyuan dekor Babeh Street. Selfie-selfie-selfie everywhereeee…!

Lihat deeeeh, di sekujur penjuru kafe lengkap kap dengan dekor yang unyu. Gemessshhh banget dengan warna pastel yang beneran ciamik.

Ada ayunan yang jadi pencuri perhatian para dedek ABG.

How was the food? Hmm, lumayan lah. Dibilang enak buangeeettt ya engga, tapi yaaa mayan rasanya.

(2). Lebaran itu momentum yang (seharusnya) sakral

Tapiii, kadang beberapa oknum suka merusak ke-sakral-an itu. Contoh kecil, mengasosiasikan Lebaran dengan kegiatan makan-makan enak belaka.

Pokoke yang ada di pikiran tuh, cuma masakan apa yang bisa eikeh santap di momen lebaran. dah, gitu doang.

Padahal, kalo mau ditelaah lebih dalam, asyik banget lho, kita bisa bersua/dipertemukan dengan Lebaran. Ada atau nggak ada pandemi, yuk mari lah kita bersyukur bisa menikmati rentetan peristiwa di momen Lebaran.

……..termasuk, bersyukur masih punya saudara, dan tidak menjalani hidup sebatang kara

AIR MANCUR PEMKOT

(3). Terus semangat ibadah!

Kita ini hamba ALLAH.

Kita bukan hamba Ramadan

Jadi, sudah sepantasnya lah ketaatan dan rangkaian perbuatan baik harus kita persembahkan sebagai wujud penghambaan pada Allah ta’ala.

One thought on “Random Thought Seputar Lebaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s