Tips Hemat Pergi ke Event Blogger

Tips Hemat Pergi ke Event Blogger

Dulu, ketika awal-awal resign kerja sebagai wartawan, ada satu hal yang bakal bikin saya baper, “Kira-kira, aku bakal bisa ikutan event seminar, workshop, parenting class, blablabla yadda yaddaaa (dengan gratis) gak ya?”

Hihihi. Yang di-highlight tentu bagian DENGAN GRATIS. karena ya tahu sendiri kan, kalo journalist itu dapet keistimewaan bisa nongkrong di acara apapun for free! 

Alhamdulillah, sekarang, setelah jadi blogger, hasrat buat hadir (plus ngeksis, ihihiiii) di sejumlah event bisa terfasilitasi. Tentu saja, saya kudu ngucapin trimikisiiii  buat temen2 yang rajin bagi2 info event. Plus, temen2 agensi yang baiiik banget, sering kirim email langsung ke saya. Makasiii makasiii *sungkem* 

Sekarang ini, buanyaaak banget undangan event buat para blogger. Nggak cuman di Jakarta, kami di Surabaya ini juga sering kebanjiran undangan! Dalam sehari, bisa lo, sampe 2-3 event yang berbeda, nah lo nah lo.

Trus, gimana caranya memilah dan memilih event yang akan didatangi? Well, kalo saya sih, kata kuncinya ada dua: Event Parenting dan event mana yang sekiranya membaikkan akherat dan dunia saya *whoooosssh, daleeeem

Eh, ini mau bahas tips hemat pergi ke acara blogger ya? Baiklah. HEMAT ini bukan melulu tentang “uang” yah. Memilih event yang pas untuk kita, juga membuat “hemat energi”, enggak perlu ngerasa “tidak nyaman” kalau ternyata konten acara tidak sesuai dengan ekspektasi kita. 

Berikut tips hemat datang ke event blogger ala saya:

  1. CARI TEBENGAN. Sebelum cuss ke lokasi, browsing dulu lokasi event. Sekiranya memungkinkan, cari TEBENGAN, atau blogger yang bisa diajak patungan buat menuju lokasi acara. Kalopun nggak ada, ya bisa naik angkot atau gojek. Kalo saya pribadi sih, lebih suka naik angkot. Karena di Surabaya, angkotnya banyaaak, eh, penumpangnya sedikit. Ciyan, yah?
  2. Bawa air mineral. Karena perjalanan menuju lokasi (terkadang) kudu ditempuh dalam jarak yang lumayan jauh, ada baiknya kita siap sedia air mineral dalam botol. Ya kali, tiba-tiba haus. Kan engga asik kalo kudu mampir dulu di warung. 
  3. Untuk event luar kota, perhatikan betul budget transportasi. Biasanya, panitia event memberikan alokasi budget transport untuk blogger luar kota. Kita kudu cermat, dan boleh nanya-nanya, berapa limit anggaran buat blogger. Jangan sampe melebihi limit. Dan, jangan lupa koordinasi dengan peserta lain, siapa tahu ada yang bisa diajak barengan naik taxi dari stasiun/bandara ke venue. Kan mayan tuh, bisa ngirit juga, qiqiqiqi.
  4. Biar “hemat energi” dalam mengelaborasi isu plus melahirkan artikel yang cethar, maka pilihlah event yang benar-benar sesuai dengan minat kita dan “niche” blog kita. Se-“gado-gado”-nya blog, pasti ada “benang merah” dong, di antara tiap postingan yang kita goreskan. Kayak blog bukanbocahbiasa(dot)com ini, sering membahas seputar daily life Sidqi (dan bersinggungan dengan isu parenting) juga tentang beberapa hal seputar Surabaya. Jadiii, ya saya bakal pilih event yang “klik” dan bisa banget dijadiin bahan postingan. 
  5. Apa lagi ya? Udah gitu aja sih, hehehehe.Mungkin teman-teman bisa kasih tips Hemat tambahan? Silakan berbagi di kolom komentar, ya. 
Advertisements

Rangga Umara, Geliat UKM dan Masyarakat Ekonomi Asean

Pernah dengar Rangga Ada Apa dengan Cinta Umara kan?

Kalo pecel Lele Lela?

Hmmm, haqqul yaqin deh, brand Pecel Lele Lela ini sering nancep di benak kita. Ear catching, gampang dikenali, dan siap menyajikan lele yang dikemas ala resto. Lelenya ini di-fillet, dibaluri dengan tepung nan crispy, pokoke yum-yum-yum. Enggak kelihatan kepala berkumis plus bodi item yang biasanya jadi ciri khasnya si lele.

Rangga Umara berhasil mendobrak stereotipe lele dan bikin lele “naik kelas” jadi makanan yang instagrammable bingits. Kudos to Lele Lela! 🙂

Nah, kapan hari, si Rangga ada di Surabaya dalam rangkaian workshop bisnis buat para pengusaha UKM.

Asiknya ikut acara ini, kita bisa incip-incip aneka cemilan errrr…. kekinian (?) duh, bosen dah, pake terminologi kekinian muluuk 😛

Sebelum cerita soal materinya Rangga Umara, nih, saya mau jembrengin beberapa jajan cemilan ketjeh yang kemarin sempat bagi-bagi tester buat para peserta dan mengendap di lambung eikeh.

 

 

Yang ini, PUKIS. Gimana rasanya pukis, anak-anak? Manis bin lezaaaaaat! Ya, sebagaimana pukis pada umumnya sih, tapiiii… ada tambahan ornamen yang unyu-unyu. dan pukisnya ini sooo… colorful! Once again, instagrammable!

Ada juga beverages yang siap menghalau dahaga, gundah dan gulana *tsaaah*.

Intinya,  ikut acara ini, kenyaaaaaangggg dah *elus-elus perut nduts*

***

Nah, tadi saya mau nyinggung soal Rangga Umara kan?

Oke. Gini. Bayangan saya, seorang enterpreneur muda seperti Rangga Umara pasti yang “penuh semangat, antusias, optimis, ambisius, dan ya pokoke yang passionate alias penuh gairah terhadap dunia bisnis” gitu kan?

Jadi, aku sudah memasang ekspektasi bahwa seorang Rangga bakalan presentasi di depan publik dengan gaya yang meledak-ledaaaaak ala mercon bantingan.

Ternyata?

Rangga ini tipikal cowok yang kalem. Kaleeeeem banget. Dia menyampaikan pengalaman di blantika bisnis dengan style yang… apa ya? Santun, dan jauuuh dari kata ‘meledak-ledak’ itu tadi 🙂

Justru, Rangga Umara malah mengajak kita untuk banyak-banyak instropeksi, meluangkan waktu untuk merenung/ kontemplasi, banyak bersyukur, dan hal-hal spiritual gitu deh. Sungguh di luar bayangan akoh.

***

Begitulah… Setelah ikutan acara ini, ada satu yang bikin batin saya agak mencelos 🙂 Apa memang Rangga sengaja “menggembosi” ambisi hadirin untuk enggak terlampau bernafsu pada dunia? Atau, biar ‘ngurangi saingan’ getoh? Entahlah, hanya Tuhan dan Rangga yang tahu 🙂

Tapi yang jelas, ketika sebuah entitas bernama “Masyarakat Ekonomi ASEAN” sudah kita jalani, mau nggak mau, ya kita kudu survive dengan metode yang kita yakini. Yang sudah berada di jalur yang sesuai passion, teruskanlah! Terus melaju, enggak usah khawatir dengan serbuan kompetitor dari segala penjuru.

“Lihat deh, di Al-Qur’an, Allah menyandingkan kata ‘kaya’ BUKAN dengan kata ‘miskin’. Lawan kata ‘kaya’ itu bukan ‘miskin’… tapi ‘cukup’. Yakin selalu, kalau Allah pasti memberikan rezeki yang cukup untuk kita,” tukas Rangga Umara.

Makaaaa… walaupun MEA sudah menggempur *tsah*, saya sih tetep ngerasa Optimis. Bahwa rezeki tidak akan tertukar. Bahwa Allah sudah menakar rezeki kita dengan sempurna. Gak perlu kuatir dengan persaingan. Yang kita upayakan adalah berupaya semaksimal mungkin, demi memberikan performa terbaik dari aktivitas apapun yang kita jalani.

Sebagai blogger, ya silakan terus berupaya agar “naik kelas”. Tingkatkan interaksi (baik kualitas maupun kuantitas) di komunitas yang memang “pas” dan “cocok” dengan kita. Kagak perlu jadi kaum al-nyinyirun ataupun al-baper-iyah 😛 Semua yang ada itu wajib buat disyukuri.

“Karena Allah berfirman, bahwa bila engkau bersyukur, maka nikmatKu akan Aku tambah kepadamu. Namun, bila engkau kufur, maka azab-Ku amatlah pedih. Ayat ini yang harus jadi pegangan buat kita semua,” tambah Rangga Umara.

Sepakaaaat ama Rangga 🙂 Ya, gitu sih. Intinya, ada MEA ataupun tidak, resepnya tetap sama: Kudu banyak bergelimang syukur, optimis, positive-vibe, silaturahim dikembangkan, jalin persahabatan dengan ikhlas. Say NO to negative-thinking dan aneka turunannya 🙂

Selamat pagi, have a GREAT day!

 

Blogger Masa Minder?

Ini dibacanya dengan nada “Tetangga Masa Gitu?” #Eaaa.

Sore-sore gini, saya mau ngobrol enteng-enteng ajah. Masih berkutat seputar dunia blogger yang kian sip-markosip. Banyaaaak terminologi bertebaran di sana-sini. Yang paling sering dijumpai, tentu saja #BerkahNgeblog.  Tempo hari, sempat trending banget tuh, istilah FoMO *ooopss* yang konon kabarnya sih, hits postingan tentang FoMO itu menembus traffic 15 ribu lebiihh! Uwowo banget kan?

Ngobrolin soal #BerkahNgeblog pastinya menghadirkan banyak reaksi. Ada yang ikut senang, ada yang pura-pura ikut senang *ahaiii*, bahkan ada yang resah gelisah, gundah gulana… eits, ada juga yang minder.

Minder?
Yups. Ketika melihat beragam ‘achievement‘ prestasi, pencapaian dan sebagainya, ternyata ada loh, yang bereaksi minder. Ngerasa nelangsa, tak bisa menggapai gemintang ala seleblogger yang seolah ada di kolong langit sana.

Well, to be honest, saya juga pernah berada di fase yang sama 🙂  Saya pernah didera minder, karena…..

……SELALU MEMBANDING-BANDINGKAN dengan blogger lain yang ngeheits tiada terkira.

Kenapa sih, tulisan blogger anu cethaaar banget? Dia bisa nulis dengan gaya yang nyantaaai, tapi ‘mak dessshhh’ gitu loh?

Kenapa sih, blogger ini kok kayaknya rejekinya adaaa terus. Diundang piknik gretongan ke sono… Makan-makan di resto mewah… Trus bisa nginep di hotel berbintang! Iiih, aku kapan yaaa?

Membanding-bandingkan DIRI SENDIRI dengan ORANG LAIN memang rentan bikin STRES atau DEPRESI, kawan.

Santai, saja. You Only Live Once! Do what you wanna do… Love what you do 🙂

Well, mungkin ini klise, tapi yakinlah bahwa ya emang momentum rezeki untuk dia telah hadir. Sementara kita, masih harus menabung energi positif, agar kelak cair dalam bentuk aneka rezeki, either dari kancah blogging, maupun dari sumber lain. 

Ngebloglah dengan sukacita. Dengan hal-hal  yang memang something we love

Apapun keputusan kita,  apakah mau jadi blogger lifestyle, travel blogger, beauty blogger, endebrai, endebrai… PRINSIP AWAL yang kudu dipegang teguh adalah: LOVE YOUR CHOICE!  Selalu  benamkan mantra I love my own blog… I love the way I blog…. Semacam itu. 

Siapapun tentu tidak suka dibanding-bandingkan dengan ORANG LAIN. Anak kita aja deh, pasti eneg kan, kalo sang emak bilang, “Iiih, kamu kok nggak  jago matematika kayak temen kamu itu sih? Kamu mestinya bisa pinter dong! Kan mama udah daftarin  kamu  les matematika?

DIH. Emak kayak gini nih, yang jadi sumber  acakadutnya percaya diri sang buah hati. 

Lalu, lalu, harusnya  gimana dong? 

BANDINGKAN DIRI KITA MASA KINI DENGAN DIRI KITA MASA LALU. 

Yap. Sebagaimana dalam hidup, kita kan pengin HARI INI  lebih baik dari KEMARIN. Begitu pula dalam kancah blogging. Gimana caranya, kita nge-boost mood, wawasan, pergaulan dll-nya LEBIH BAIK daripada tahun 2015 misalnya. 

Ya tapi aku kan blogger ala-ala… enggak penting… laksana remah-remah apalah apa deh gitu… 

NAH. NAH. INI DIA. 

Kalimat ini bersayap yak. Boleh jadi, si blogger beneran minder. Atau, sebenernya dia sedang merendahkan diri meninggikan mutu, hihihi.  *sungkem aaah*

Oke, saya ambil opsi pertama aja. Si blogger betul-betul minder. Dan butuh injeksi percaya diri. Maka, wahai kawan, perlu kita camkan bersama-sama, bahwa sama seperti hal-hal duniawi lainnya, dalam kancah blogging, kita hanya perlu DO OUR BEST, LET GOD DO THE REST 🙂

Tak perlu memasung diri dalam ketakutan/ khawatir berlebihan. Takut mati gaya, takut enggak dianggep, dan seterusnya. Intinya, perluas pergaulan dan jejaring itu amatlah penting.

Kalopun ternyata kita memang enggak bisa ke mana-mana (karena harus ngerawat anak, misalnya) ya sudah, kita masih tetep bisa “bergaul” lewat dunia maya. 

HARE GENE…. bahkan mayoritas job review bisa didelegasikan secara online, TANPA perlu bertatap muka sama sekali!

Silakan say hi, beramah-tamah  dengan blogger yang kita anggap guru. Mereka yang lebih senior (dan ber-akhlaqul karimah alias punya attitude yang baik), tentu  tak akan pelit ilmu. Mereka dengan senang hati sharing kebaikan, menambah ladang pahala dengan berbagi wawasan  dan saran seputar blogging.

Tapi ingat, NGGAK PERLU MINDER. Blogger… Seleblog… apapun sebutannya itu, mereka juga manusia biasa kan? Dalam beberapa hal, mungkin, mereka dapat kesempatan lebih  dulu ketimbang kita.  

But heii,  bukankah bumi Allah ini sedemikian luasnya? Terhampar beragam peluang di jagat raya. Tuhan hanya perintahkan kita untuk usaha, doa dan tawakkal. 

BLOGGER TAK BOLEH MINDER. 

Kita adalah manusia-manusia terpilih, yang diperjalankan Tuhan untuk berbagi konten positif. Tidak semua orang berminat, mau ataupun sanggup menjadi blogger. Hanya orang-orang tertentu, yang mau meluangkan  waktu,  membiarkan jemari mereka berdansa dengan aneka ragam kata. Diksi-diksi yang berpadu  dengan  logika serta aneka bentuk wacana, bisa mengemuka dalam sebuah postingan yang berseliweran di dunia maya. 

BLOGGER  ADALAH MEREKA YANG MENABUR BENIH DI LADANG AMAL JARIYAH

Selama menggoreskan konten positif, “se-sepele” apapun itu, “se-remeh” apapun itu , niscaya  kita sudah berkiprah dalam menghadirkan jejak berharga. Berikan semangat! Tunjukkan bahwa menulis adalah sebuah upaya  PENGEMBANGAN DIRI   agar kita bisa menapaki  hari menjadi a better person. 

CIMG4447

Ingat-ingatlah selalu, apa yang pernah diutarakan Bunda Helvy Tiana Rosa: 

“Buku (apa) yang kau tulis adalah semacam jejak yang terus menyala di dunia, dan bisa menjadi cahaya akhiratmu.”

CAHAYA AKHERAT!

It is more than just having fun with blog … Eksis melalui blog… Ini LEBIH  LEBIH LEBIH dari ITU SEMUA! 

So? 

Apalagi yang membuat engkau gundah? 

Sudah saatnya, BLOGGER TAK BOLEH MINDER.  Jangan beri kesempatan kepada siapapun untuk meniupkan rasa tak percaya diri. 

Tatkala memutuskan untuk nyemplung di kancah blogging, sudah saatnya kita tekankan bahwa “My  Blog is  The Best Version of Me!” (*)

 

 

Just Be You! I mean… Just Be The Best Version of You!

Just Be You! I mean… Just Be The Best Version of You!

Hellaaaw, udah tanggal 12 January aja nih. Wiks, gimana kabar resolusi? Katanya mau ngirim naskah ke media mainstream? Katanya pengin nerbitin buku? Katanya pengin nambah hafalan Qur’an? Hahahaha. Masih jalan di tempat ya sist?

Yo wis, balik ngeblog maning #eaaa Dunia blogging makin ke sini makin riuh-ramai-pecaaaaah banget yak? Kalau ada tim lembaga survey yang mendata BERAPA JUMLAH blogger se-Indonesia, haqqul yaqin, jawabannya pasti bikin kita tertuing-tuing *opo maneh iki*. Mungkin jumlahnya menembus angka puluhan, atau bahkan ratusan ribu?

Dunia blogging memang lagi sedep-sedepnya nih. Udah buanyaaaak yang memutuskan buat terjun total jadi blogger. Kalo ditanya, “Kerja di mana sekarang?” Para blogger tulen itu akan menjawab, “I am proud to be a blogger.”

Ahhh, kalo dedek Felix Siauw kasih terminologi part time mother vs full time mother, maka blogger juga gak mau kalah, yes. Ada yang full time blogger, ada juga yang part time blogger.

KOK BISA KANCAH BLOGGING SEDEMIKIAN PESATNYA YAK?

Ya bisa dong. Blogger kan penyumbang konten buat dunia internet. Udah gitu, influence (pengaruh) blogger sama sekali enggak bisa dipandang remeh. Contoh nih, ketika mbaksis mau beli make up paling gres, apa yang mbaksis lakukan? Melototin iklan di TV?

Pasrah bongkokan alias nurut aja daaaah sama serba/i rayuan manis nan aduhai yang dilancarkan mbak2 beauty advisor, yang dandanannya terkadang sante terkadang menor? Atau nanya nyokap?

Oh, helooo… it was just sooo… yesterday. Hare gene, kalo mau shopping make up, udah pasti GOOGLING dulu. Cari beauty blogger Indonesia yang bisa kasih rekomendasi cihuy. Atau, cari review brand make up tertentu yang kita pengen. Atau lihat testimoni yang beredar di beauty forum. Bandingin harganya, kualitasnya, di mana belinya, endebrai endebrai. Betul apa betuuul? :)))

Blogging-1

Samaaaa dong ama eikeh. Dunia internet menawarkan semacam ‘manual book’ baru. Walopun kita enggak kenal (secara personal) plus ga pernah tatap muka ama si blogger, kok bisa-bisanya ya kita “teracuni” dan hooh-hooh aja, manakala si blogger menghadirkan review versi dia. Walhasil, kita pun bisa melakukan pembelian, setelah menyimak dengan seksama, rekomendasi yang dihadirkan para bloggers!

No wonder, sejumlah blogger level dewa alias A-list, isi postingan-nya penuh sesak dengan review brand ini dan brand itu. Tapi, aku suka-suka aja tuh, bacanya. Soale, mereka mengemas dengan gaya penceritaan yang ngalirrr banget, dipadu foto yang alakazam, plusss tampang mereka yang bagaikan porselen tanpa cela. Bening banget bok. Makanya, dari hosip-hosip yang beredar nih, para premium blogger(s) itu konon katanya bisa mengeruk sampe 50 jeti per bulan! Widiiiiwww, hasil ngeblog bisa buat DP rumah!

Nah, kita juga bisa ambil bagian di sono. Caranya, caranya? Kalo menurut aku, langkah pertama banget yang kudu kita lakukan adalah…. START YOUR BLOG :))) Trus, yaaa, banyak-banyak belajar dari para blogger yang udah kondang bambang gulindang itu. Pelajari aja, gimana mereka bisa merangkul pembaca, mendatangkan banyak traffic, plus membuat brand/agensi iklan memberikan amanah pada mereka.

Trus, jangan lupa, tren 2016 adalah: pembaca makin demen visual. Jadi, penting banget sist, belajar fotografi, infografis, plusss… vlogging alias bikin video untuk tayang di blog! Ish, ish… PR-nya banyak nian. Ya iyalah. Kan kita pengin eksis nih, di lautan ratusan ribu blogger. Kalo blog kita digarap apa adanya, yaaa… gimana bisa mengundang atensi, ya kan?

Sampai sini, mungkin ada satu dua orang yang mulai ngerasa sensi.

“Iiih, blogger kan ngeblog aja lah. Ngapain pake ambisi nyari duit segala?

“Pusing gue ah, kalo disuruh mikirin klout score, DA (Domain Authority), traffic dllnya itu. Males, malessss… mending ngeblog aja buat mencurahkan isi hati.”

Well, that’s a matter of choice. Hidup itu kan PILIHAN yak. Siapapun berhak untuk memutuskan mau jadi full time vs part time blogger; blogger dengan job review vs blogger yang ogah dapet job; blogger niche vs blogger lifestyle alias campur aduk… Itu mah TERSERAH  ajah. Empunya blog yang menentukan.

Jadi, JANGAN KEPANCING dengan omongan orang. Kita hidup di dunia, di mana hampir semua orang doyan dan gemar banget untuk berkomentar. Ya sudah, cuekin aja. Kita yang berhak menentukan mau dibawa ke mana blog ini? Singkat kata nih, JUST BE YOU. Atau, JUST BE THE BEST VERSION OF YOU.

“Tapi kan eneg yak, kalo tiap buka timeline, eh, isinya blog iklaaaan semua. Yang promosi produk inilah, itulah… apalagi kapan hari itu ada bank yang mengundang 100-an blogger buat kampanye serentak. Itu kan mbencekno banget!”

Oke. Kalau masalah itu, berarti balik lagi, bahwa blog harus menunjukkan THE BEST VERSION OF YOU. Saban bikin postingan, mau itu job review atau bukan, silakan dituliskan dengan GAYA BAHASA, ALUR PENCERITAAN yang menggambarkan ciri khas ente. Boleh kita melakukan benchmarking dengan jalan-jalan ke blog orang lain. Tapi, kita tetep harus punya identitas sendiri. Sebuah ‘keunikan’ yang mungkin jarang/sulit ditemukan di blog orang lain.

“Kayak gimana sih?”

Nah… itu silakan dicari sendiri sambil ngeblog. Kalo kamu orangnya kocak dan seneng ngebanyol, isi blog kamu dengan segala hal postingan yang UUL alias Ujung-Ujungnya Lucu. Kalo kamu puitis dan piawai berdansa dengan kata, ayok bikin blog yang nyastra. Kalimat-kalimatnya terpahat dengan begitu indah. InsyaAllah ini yang jadi ciri khas, yang bikin orang selalu addicted baca tulisan kamu.

Pada intinya, ketika orang/brand/agensi menaruh trust kepada para blogger, ayolah kita sama-sama jaga reputasi blogger Indonesia. Nggak perlu juga bikin tulisan yang kelewat kontroversial, kaerena bisa mencederai hati ribuan blogger, ya kan? Bukan mustahil, agensi juga akan pikir seribu kali, tatkala akan mengajak kerjasama si blogger yang doyan nyinyir ala nenek sihir ini.

Okay, Happy January, semuanya… Hayuk deh, kita injeksi semangat kepada para blogger untuk terus menebar konten dan tulisan positif.

Jika Kau Bukan Anak Raja atau Ulama Besar, maka Menulislah (Imam Ghazali)

Ditulis untuk #LigaBloggerIndonesia2016 untuk tema :  Tren Blogger Indonesia Tahun 2016

Pekan 1

Yuk, Bersikap Bijak dan Dewasa dalam Arungi Dunia Maya!

Siapa jumlah pengguna internet paling banyak?

Ternyataaaa… kalangan perempuan loh 🙂 Sayangnyaaaaa, meski menjadi user aktif, para cewek (including emak-emak, ofkoorss) belum memanfaatkan internet secara optimal.

Yang lebih ‘idih’ lagi, banyak kasus-kasus hukum yang justru menjerat para pemakai internet. Kenapa? Ya karena masih buanyaaaak yang asal-asalan ketika berinternet, plus kagak (mau) tahu etika alias Do’s and Dont’s di internet.

Karena itulah, penting banget dong ya, melakukan edukasi plus sosialisasi terkait penggunaan internet. Ibarat kata nih, sebelum nyetir di jalanan, kita kudu paham banget rambu-rambunya, ya kan?

Syukur Alhamdulillah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menggelar acara edukatif yang penting banget buat netizen masa kini.

Judul acaranya: Workshop Kegiatan Uji Coba Draft Model Pendampingan Pendayagunaan TIK bagi Perempuan 

Yang dateng dari beragam kalangan. Ada ibu-ibu pengusaha UKM termasuk usaha KULINER MAK NYUS , ibu-ibu aktivis PKK, plus  sejumlah murid  SMA Negeri juga  datang di acara yang dihelat di Hotel Garden Palace Surabaya ini.

Luar biasa ya, semangat tim  KPPPA  🙂 Sebelumnya, workshop serupa  juga digelar  di beberapa kota, antara lain: Kendal, Ambon dan Bogor.

Perlu Bekal Optimal untuk Bergaul di Dunia Maya

Kasus-kasus mengerikan kerap muncul dari internet. Ada pelecehan seksual lah, cyber bullying lah, bahkan marketing prostitusi juga bertaburan di dunia maya! Hadeeeh, makin acakadut bin amburadul :(((

Pak Sucipto. S.Kom, dari Dinas Kominfo Jatim menyuguhkan aneka fakta yang bikin kita merinding disko ngeri. Kasus-kasus anak yang diculik oleh teman FB-nya, ada yang dilecehkan secara seksual, ada yang disakiti, sampe bahkan berujung pelaku yang depresi akut. Duh, duh…

Ini beneran “lampu kuning” buat para ortu, agar lebih meningkatkan kepekaan plus ke-kepo-an terhadap anak masing-masing. Iya loh, ortu masa kini kudu dekat dengan anak… Supaya anak terbuka dan mau bercerita dengan kita. Kalau ortu menempatkan diri sebagai sosok yang harus dihormati, disegani sedemikian rupa, jangan salahkan kalau anak kita justru lebih percaya dengan “orang-baru-entah-siapa” yang ia “kenal” dari media sosial.

Aaaaah, ini self reminder banget buat saya nih. Kudu menempatkan diri jadi ortu yang “egaliter” dengan bocil. Jadi inget postingan FB Bu Naftalia yang sempat viral banget beberapa waktu lalu. Ceritanya, putri beliau sempat “dikompori” teman satu sekolah, agar mengirimkan foto bugil, via aplikasi HP! Huhuhuuuu, ngeri ya, “teror” anak muda masa kini!

Screenshot_2015-11-27-08-45-16

Screenshot_2015-11-27-08-45-23

Syukurlah, Bu Naf dan putrinya amatlah dekat. Si cewek kece ini bercerita secara terbuka dengan sang mama. Dan, Alhamdulillah, Bu Naf (yang juga seorang psikolog) tidak men-judge si putri, dan mencari solusi yang bisa jadi pelajaran para ortu seantero jagat FB.

Ini pelajaran banget nget nget!

“Intinya, kita harus melakukan pendampingan dan antisipasi supaya anak tidak terjerumus pornografi. Workshop ini bagian dari upaya kita membangun budaya internet sehat dan aman menuju masyarakat cerdas,” ungkap Pak Sucipto.

Ketimbang Galau Gak Jelas, Ayo Berkontribusi!

Di sesi berikutnya, ada teteh Ani Berta yang jadi narasumber. Yeppp, blogger level internasional yang hebat, rendah hati dan selalu semangat bagi-bagi ilmu ini, mengajak audiens untuk berkontribusi di ranah internet.

IMG_20151126_135849

Murid SMAN 6 tanya seputar blogging ke Teh Ani Berta

Teh Ani bercerita, bahwa seabrek manfaat bisa kita dapatkan, apabila kita mengoptimalkan aneka media sosial yang kita punya. Ngeblog, FB, twitter, instagram dan sebagainya bisa jadi ladang kebaikan sekaligus ladang uang buat kita semua *uhuks*

Tak heran, para peserta (terutama ibu-ibu pengusaha UKM nih…) semangat banget nanya-nanya tentang how to optimize marketing through blogging heheheh. Mayan kaaan, bisa eksis sebagai pedagang, sekaligus eksis sebagai blogger!

“Medsos jangan dipakai hanya untuk iseng-iseng yah… Optimalkan dengan baik. Karena dari situ, bisa jadi sumber rezeki untuk kita,” tutur teh Ani Berta.

Jika jeli dalam memilah dan memilih konten di internet, kita bisa menggapai segabruk manfaat. Banyak edukasi juga lho, khususon ortu dengan anak usia TK dan SD, silakan ubek-ubek internet. Beragam konten (yang positif, tentu saja) bisa menjadi bahan pembelajaran untuk anak-anak.

Utamanya, agar mereka mampu bereksplorasi dengan untaian kata yang tersaji di beragam blog dan media pembelajaran di internet.

Eh, ternyata niiiih, teh Ani udah punya success story-nya loh. Putri doi, bahkan sudah punya blog, dan konsisten menulis sejak usia 7 tahun! WOW…. boleh ceki-ceki blognya di sekartaji.blogdetik.com

Sekarang doi udah kelas 1 SMP sih, berarti putrinya teh Ani udah istiqomah ngeblog selama 5 tahun! Zuperrrr zekaliiii  :)))

Aaaak, aku jadi terinspirasi buat ngajak Sidqi blogging juga. Kalau teh Ani Berta bilang, ketika anak sudah semangat dan passionate banget untuk ngeblog, maka ia akan terbiasa berpikir sistematis serta nge-boost percaya diri juga.

Sippp! (*)

 

Postingan yang Paling Sulit untuk Dituliskan

Postingan yang Paling Sulit untuk Dituliskan. Judulnya formil pisan, euy?

Yuk mareee kita lanjutin 15 day instropection challenge. Walopun dikerjakan sambil terengah-engah (oh plis, pagi-pagi udah lebayatun) tapiii… gapapa lah 🙂 Ngeblog itu makin asik kalo dilakukan sembari nyante, enggak ada deadline ataupun pressure dari diri sendiri supaya menang ini dan menang itu (eaaaa… curcol mbak?)

Wikikikiiii… iya nih. Belakangan ini, lagi enggak terlalu mood ikutan kontes blog. Abisss, kalah muluu, hahahah. Bloggers nowadays kian cethar menggelegar yak. Bisa kasih postingan yang ulala kece abisss, ditambah infografis, ada yang nambahin video dll-dll-nya… Belum lagi sudut pandang penulisan plus aneka pilihan kata yang sungguh bikin hati terpana. Bener-bener joss gandos kothos-kothos!

Makanya, saya semangat banget mau ikutan fun blogging bareng mbak Shintaries, mbak Haya, mbak Ani Berta. Semoga semangat blogging saya bisa kian MENGGELEGAAAAAR enggak kembang kempis ataupun layu sebelum berkembang.

Oke. Kita masuk pertanyaan #8 Which post has the most difficult to write?

Jika difficult artinya adalah “sulit in terms of kudu banyak browsing, cari referensi, mengandalkan google, dan wawancara narasumber yadda yadda blabla blabla… maka postingan tentang AQUA ini yang lumayan bikin kemringet . Kenapa? Ya karena selama ini saya nyaris tidak pernah memberi atensi berlebih pada masalah air, lingkungan hidup dan sebagainya. Hidup saya rasanya enggak jauh-jauh dari nak-kanak, trus urusan kantor, browsing-browsing, ngafe, ngeresto, ngewarung (kalangan hedon kw super detected). Pokoke gitu-gitu deh. Makanya, TAKJUB banget pas nyimak presentasi pak Prigi Arisandi, salah satu aktivis lingkungan hidup yang membuka mata saya, bahwa heeiiiii… LINGKUNGAN HIDUP ITU PENTING BANGET. Yah, begitulah. O iya, karena saya lumayan serius (tapi mepet deadline) pas garap postingan ini, Alhamdulillah, diganjar satu HANDPHONE ALIAS SMARTPHONE kece oleh tim AQUA dan Blogdetik. HP Lenovo ini setia menemani hingga detik ini 🙂 Say whaaaat? Alhamdulillah….

Nah. Postingan Difficult berikutnya, menyangkut tentang…. BAGAIMANA EMOSI dan KONDISI PSIKIS saya ketika menuliskan postingan. Yep, ini semacam postingan yang….. err, buka aib? Kind of it lah.

Jadi, salah satu member emak blogger, sebut saja mak Rina Susanti, menggelar GA di blognya. Temanya “Every Mom Has A Story #StopMomWar. Sebagai banci GA sejati (haghaghag) saya pun ikutan. Bikin tulisan yang puanjaaaaaaaang amiirr. Well, somehow saya juga heran loh, kok ya bisa curcol sepanjang ituh, hihihi.

CIMG0832

ini di Jatim Park 2. Sidqi masih TK. Saya masih imut (siapin kresek wadah muntah) 😛

Kenapa saya bilang ini difficult? karena ini menceritakan soal patah hatinya seorang ibunda, ketika anaknya tengah menjadi “sosok yang berbezaaa” akibat (boleh jadi) bullying yang diderita tatkala berada di sekolah.

Ibunda itu adalah saya.

Anak itu adalah Sidqi.

Saya curcol securcol-curcolnya. Udahlah, ini curcol yang paling curcol deh, hahahaha. Daaan, ajaibnya meski buka aib terang-terangan di postingan itu, saya justru mengaitkan dengan rezeki yang Allah gariskan pada saya, yakni menjadi juara 2 kompetisi Bunda Dancow Parenting Center tingkat nasional.

TIM EMAK KREATIF

bareng ibu2 hore di Dancow Parenting Center workshop. Kita kasih label “Tim Emak Kreatif” dan dinobatkan jadi grup terbaik loh *bangga*

Uuuuhh, masih gemeteran saya kalo inget momen itu. Skenario Tuhan memang maha-ajaib yah. Di saat terpuruk, ngelangut, fakir pede, justru….. JREEENGG! Allah menyematkan predikat “JUARA” dari arah yang sama sekali tak berani saya bayangkan. Sama sekali 🙂

Eh, eh, kalo mau baca curcol emaknya Sidqi, bisa klik di mana?

Curcol itu bisa banget teman-teman baca di sini 

Well, somehow, itulah gunanya ngeblog ya. Bisa jadi ajang untuk menuliskan isi hati yang terkadang enggak tahu, mau diungkapkan pada siapa 🙂 Walaupun, yaaaa… kita kudu berani tanggungjawab dan ambil segala konsekuensi dari setiap guratan kata yang kita bagi.

Ketika postingan dituliskan dari hati, rasanya…. LEGAAA 🙂 Apalagi, kalau dapat bonus HP, ataupun hadiah-hadiah lainnya. Makin legaaaa hahhahahaha 🙂

Udah aaah, yuk Watermeloooon!

pantai taman pacitan

yang artinya: Semangat, kakaaaaak…!

Postingan yang Paling Rame Dikunjungi

Postingan yang Paling Rame Dikunjungi. Itu pertanyaan #5 dari Blog Instropection Challenge. Ya ampun, ternyata saya baru ngejawab pertanyaan #1 sampe #4 aja dong. Hihihi.

Oke. Mau ubek-ubek postingan lama nih. Dan, ternyata, rekor untuk hits tertinggi di blog ini, masih dipegang oleh postingan Susi dan Tuhan Sembilan Senti. Hitsnya sampe nembus angka sekitar 7.032 views.

Tulisan itu saya produksi Oktober 2014. YA AMPUN, UDAH SETAHUN AJAH!

Yep, saya tulis secara impulsif banget, tepat beberapa saat setelah Jokowi mengumumkan jajaran kabinetnya.

Widiw, sekarang udah Oktober 2015, nih. Selama 365 hari ke belakang, saya ngapain aja ya? Hahahaha… Kok ya ternyata saya belum bisa bikin tulisan berdaya ledak ala mercon bantingan macem gitu *self puk puk*

Ini pentingnya instropeksi. 

Ada beberapa hal yang boleh jadi membuat kemampuan (atau kemauan?) saya turun drastis… Yap, dulu niiih, awal-awal blogging, saya sering  (sok-sokan) menanggapi isu politik, parenting issues dan sebagainya dengan kacamata yang “serious mode on”. Artinya, ketika bikin tulisan, saya beneran mencoba riset (via google, tentu saja), berpadu dengan diksi yang nggak alay, berusaha keras untuk sistematis, dan punya TARGET untuk bisa menembus media massa mainstream.

Sekarang?

Ummmm, mungkin…. ini mungkin loh yaaa.. karena saya udah mulai jarang baca buku dan lebih doyan majalah lifestyle, maka terjadilah pergeseran minat dan bakat. Isu-isu politik, somehow bikin saya “mati rasa”. Nggak ada greget, ataupun rasa kepo yang terpantik, ketika ada isu-isu yang (seharusnya) menarik untuk digali, dianalisis, kemudian dijadikan artikel opini yang (sebisa mungkin) menggelegar.

Saya dilanda malas 🙂 Akut.

Saya lebih suka mantengin review lipstik (Ouch!) review restoran, hotel, cafe, baju, dan hal-hal yang sifatnya…. nggak terlalu berat. Iya dong, lebih enteng bahas lipstik, ketimbang politik! *siap-siap dipentung biuti bloher heheheheh*

Sepertinya, saya harus mulai mengakrabi buku-buku serius lagi nih 🙂 Supaya daya nalar bertumbuh. Dan, at least, sekali dalam setahun saya bisa menulis opini lagi, yang “lebih menggigit” dan menyuarakan isi hati perempuan yang sependapat dengan saya.

Lanjut pertanyaan #6 ya. Which post continues to give? 

Errr, kamsudnya apa, diriku pun tak paham. Tapi, baiklah, ini mungkin maksudnya post yang “memberi lebih” kali ya?

Kalau “memberi lebih duit dan hadiah-hadiah” sudah pasti postingan untuk lomba dan job review, ya kakaaak 🙂 Lumayan laaah, bisa untuk nambah beliin SUSU buat sidqi, hihi… Nih bocah dalam sebulan bisa abis 4 dus yang 800 gram itu loh. Welehdeleh. Emaknya kudu lebih rajin lagi nih, mantengin kontes-kontes hahahaha 🙂

Tapii… kalau “memberi lebih” dalam artian “memberi ketenangan lebih pada jiwa saya sendiri” mungkin, postingan tentang Skizofrenia adalah jawabannya. Nggak tahu kenapa. Saya suka ‘ngilu’ baca tulisan ini. Berkisah tentang Wiwid, sahabat saya yang beribunda pengidap skizofrenia, tapi… keluarga mereka sungguh luar biasa!

Nyaris tak pernah berkubang keluh. Justru kian semangat menapaki hidup. O iya, salah satu ipar Wiwid adalah pengidap cerebral palsy. Dengan senyum lebar, plus paras yang begitu ceria dan bangga, Wiwid mengenalkan si ipar ke kami semua.

Dari Wiwid, saya belajar banyak.

Dia tak pernah mengajarkan saya arti bersyukur dan bersabar… Tapi, saya sudah dapat itu semua, setelah melihat langsung interaksi antara Wiwid — ibundanya yang skizofren — iparnya yang cerebral palsy.

Tak perlu malu. Tak perlu sedih. Tak perlu ngelangut. Syukuri saja. Nikmati. Sabarkan jiwa. Itu sudah cukup 🙂

Postingan tentang Wiwid ini berbuah 70 komentar. Tapi, ada postingan dengan komentar yang lebih banyak. Yes, apalagi kalau bukan tentang Bu Susi ituh 🙂 Saya panen 158 komentar, dan di-share lebih dari 1000 di akun FB. Thanks much… thanks much... Ini sekaligus menjawab pertanyaan #7 which post has the most comments. 

Sekarang, saya mau ubek-ubek buku lagi nih. Sekalian belajar banyak dari teman-teman bloggers yang sudah memproduksi banyak banget artikel brilian. Belajarnya disambi nyemil yak, biar nggak ngantuk, hihihi…. (oalaah mak, ngunu kok njaluk kuru 😛 )

HAPPY SATURDAY!

Nyaaaam :)

Nyaaaam 🙂

15 Day Blog Instropection Challenge

Barusan blogwalking ke blognya ibu dokter yang hobi nulis dan siaran ini. Yep, dokter Meta Hanindita, spesialis anak yang udah nerbitin beberapa judul buku.

Doi nih dalam rangka menyemangati diri sendiri buat update blog, ikutan challenge ini

Screen Shot 2015-09-17 at 8.46.30 PM

Seru juga ya, kita bisa melakoni instropeksi seputar apa dan bagaimana blogging things yang kita lalui selama ini.

Errrr, okeh, tanpa berpanjang lebar sodara-sodara, marilah kita mulai menjawab pertanyaan nomor 1.

What made you start blogging?

Apa ya? *lupa*

Kalo enggak salah, waktu itu saya beneran iseng minta dibikinin blog ama salah satu rekan di kantor lama. Tahun 2008-an gitu deh. Pas saya request, doi bilang, “Ya ampuuun, orang udah lupa ama blognya, kok Mbak baru minta dibikinin siiih?”

Intinya, saya dianggap TELAT BANGET 😛

Karena saya orangnya enggak gampang makan ati  *haiyaaah* akhirnya, saya terusan menodong doi biar bikinin blog. Ada beberapa yang doi bikinin. Di antaranya bundasidqi.blogspot.com… trus, apa lagi ya? Umisidqi blogspot kalo ndak salah, trus ada juga naekhajiyuk blogspot… macem-macem (dan hampir semuanya terabaikan begitu saja. hehehe)

Yang paling update, cencu saja si bukanbocahbiasa ini. Awalnya bikin di gratisan wordpress. Dan di awal-awal ngeblog, saya beneran bertekad mendokumentasikan semua daily life-nya Sidqi. Sidqi ke kafe… sidqi sekolah, sidqi ke taman… sidqi ke mall… pokoke APAPUN deh! Bahkan, Sidqi bisa cebok sendiri aja, rencananya juga mau saya dokumentasiin di blog ini. Itu kan prestasi ya buibuu hehhehe 🙂

Nah, ternyata rencana tinggal rencana.

Justru seiring berjalannya waktu, blog ini malah jadi sarana ekspresikan diri emaknya Sidqi. Termasuk, ikutan kontes hihi. Bolak/i ikutan kontes blog, kalah melulu euy, hiks… Beneran masih clueless, kayak gimana sih blog yang jadi selera juri saban kontes. Stalking-stalking… mulai benerin tulisan agar (agak sedikit) lebih sistematis dan easy-reading… Lalu… Alhamdulillah, postingan di blog saya diapresiasi jadi jawara dan mendapatkan sepaket KOSMETIK yipppiiii…!

caring-1

caring-2

Yang namanya “Menang” itu selalu bikin kecanduan, ya kan? Hahahaha. Ya wis, sejak saat itulah, saya makin semangat ngeblog, karena kontes-kontes blog bertaburan di semua arah mata angin, kakaaaak.

Motivasi awalnya, emang tergiur dengan hadiah-hadiah yang bikin ngiler ntuh (jujur amat sih mak) ya iyalah, mana ada orang yg ikutan lomba tapi ngarep kalah 😛

Tapi, belakangan ini karena saya jarang menang (curcol) ya wis, akhirnya manage my feelings.

Yang penting ikutan lomba karena tertarik ama temanya, sekalian update blog, dan mengasah skills menulis aja lah ya. Karena, kalo ambisi menang terus, yang ada ngeblog malah gak asik dan banyakan stresnya.

Pfff, yak demikianlah instropeksi perbloggingan untuk hari ini.

Gimana dengan teman-teman semua? Mau ikutan challenge ini tak? *hihi, berasa ikutan apaaaa dulu itu, yang nimpuk-nimpukin challenge itu loo*

Segabruk Tips Kontes Blog

GR banget dah, di-mention ama Makpuh Teridola pada suatu siang yang puanasssnya jossss

Beberapa kali, memang Allah mengizinkan saya untuk mencicipi kemenangan di kontes blog. Manusiawi lah, kalau rasa bahagia itu menyelinap begitu saja. Begitu pula kalau tulisan bisa menembus media besar. Rasanya? Superrrr sekali, pemirsa :))

Kalau mau tahu tips ngontes blog, bisa banget cuzz ke postingan tiga blogger teridolaku ini

1. Postingan emak tjantik berkharisma yang namanya seriiiing banget jadi Jawara di berbagai kontes blog

2. Postingan emak bankir nan kece ini

3. Postingan koko-koko lutju bin medhok yang Suroboyo banget. 

Aku belajar banyak dari postingan-postingan plus tips yang mereka bagikan.

Begitu juga dengan resep tulisan tembus media. Oh, ternyata sudah pernah dibahas tuntas tas tas oleh mak Arin. Mak Arin juga pernah bikin tips tentang lomba blog, tapi aku lupa dimana link-nya 🙂

Lah, terusss tujuan postingan ini apa??

Enggak ada. Hehehe.

Sampai detik ini, aku belum punya formulasi yang mak nyuzzz tentang JURUS MANTAP dan MANJUR memenangi berbagai kontes blog.

Kalaupun menang, yaaa… anggap aja rejeki ibunya anak sholih. **uhuks, Sidqi langsung keselek nih**

Kalau belum menang? Ya gpp. Anggap aja sedekah review gratisss untuk para pemilik brand. Plus, itung-itung apdetin blog.

Bukankah kalau tidak pernah kalah, maka kita tidak akan pernah merasakan manis dan indahnya kemenangan?

#haseeeek

Yuk, ah. Segini dulu apdetannya. Saya masih dikejar-kejar editor buku BIP. InsyaAllah, saya akan menyusul jejak mak Leyla Hana untuk jadi penulis buku Islami.

Di-amin-kan aja yaa.. :))

Anothe Liebster Award

Huehehehe…. ceritanya lagi semangat ber-Liebster Award neeehh… Baca postingan mak cantik ini, kok ya, aku ngerasa mupeng pengin ngejawab rentetan tanya yang ada di blog doi. 

Image

So, here we go… 11 jawaban buat Mak Salma. 

  1. Sejak kapan Anda nge-blog dan di mana?

Apakah notes facebook masuk kategori nge-blog? Jika iya, maka itu artinya saya ngeblog kali pertama (seingat saya) ya di notes FB itu. Saya juga bikin beberapa blog yang mati suri. 

Yang lumayan ada update-an adalah Kompasiana dan Blogdetik.

 

  1. Apa manfaat nge-blog menurut Anda?

Buanyak lah ya. Sudah pernah saya bahas di sini

 

  1. Pernahkah Anda mendapatkan kebahagiaan atau kesedihan karena nge-blog? Tentang apa itu?

Bahagia? So pasti. Kalau komen segabruk dan kalau menang lomba. Hahaha.

Sedih? Hmmm, maybe. Kalau komen dikit bingit. Dan, kalau kalah lomba, hihihi. *self-puk-puk

 

  1. Apa pekerjaan impian Anda?

Duta (berbadan) Besar. Saya ikut tes Deplu. Dan…. Hanya lolos di saringan pertama yaitu tes tulis. Saya gagal di tes TOEFL. Hiks.

 

  1. Apa makanan favorit Anda?

Naahh, ini nih, pertanyaan sulit. HAMPIR SEMUA makanan sangat-sangat stomach-friendly buat saya. Hehehe, tapiii yang paling sulit buat ditolak adalah: empek-empek Palembang. Perpaduan kenyal dan gurihnya pempek, yang diguyur dengan cuko asam nan segar, plus dipadu ketimun diiris kecil-kecil… subhanallah…. Dooh, udah kemecer aja nih eikeh!

 

  1. Apakah tempat yang paling sering Anda kunjungi untuk refreshing?

Kalau jawabnya mushola, ntar dikira sok religius, hehehe… Padahal, aslinya saya paling doyan ngunjungi mushola kantor buaatt…. Tidur J Tidur = refreshing kan? Huehehe.

 

  1. Apa judul buku atau film yang paling berkesan bagi Anda?

Buku? Ughhh, banyak sih… Tapi, saya lumayan appreciate dengan “Udah, Putusin Aja!” plus “Yuk, Berhijab” yang dibikin @benefiko dan @felixsiauw. Kenapa @benefiko saya sebutin duluan? Yo’i, karena saya respek ama kartun doi. Hihi.

Kalau film? Ummm… Devil Wears Prada, maybe? Karena, saya ngerasa pernah senasib ama Anne Hathaway. I used to have a ‘devil-wears-prada-wannabe’ boss.

 

  1. Kapan momen terindah dalam hidup Anda?

Pas melahirkan Sidqi, kayaknya. Surprise saja, manusia se-labil saya diamanahi bayi ginuk-ginuk-ganteng-lucu-taqwa-bijaksana

 

  1. Kapan momen terburuk dalam hidup Anda?

Worst moment yak? Ummm, mungkin waktu saya dinyatakan gagal tes Deplu? #belum bisa move on #hahahaha.

10. Tuliskan satu hal yang ingin anda wujudkan di tahun ini?

Menang lomba blog/nulis/apapun itu yang hadiahnya keliling dunia!

 11. Apa hal-hal yang meningkatkan semangat dan motivasi anda?

Honestly, saya bukan orang yang relijius banget lah. Tapi, saya yakin akan ke-Maha Besar-dan Maha Benar-an Allah. Karena itu, saya yakin banget Al-Qur’an adalah sumber tenangnya hati, sumber semangat, sumber ‘jiwa’ saya. Kalau lagi mellow, ngerasa tersuruk, maka saya buka mushaf Al-Qur’an. Random aja. Daaan, believe it or not, masalah saya langsung kejawab dengan baca terjemahan/tafsir Al-Qur’an di sana! I do believe, insyaAllah, ini adalah petunjuk langsung dari Allah. Pas lagi mangkel, atau sumbu sabarnya lagi pendeeeeekkk banget, maka saya buka Al-Qur’an, baca plus denger murottal.

Trust me, it works! It DO works!