One of the best lessons life

One of the best lesson life is…. 

…….. about death 😦

Iya lah. Kematian itu… ibarat kita lagi asik-asiknya makan pizza, burger, spagheti, kebab, hot dog, dan sebagainya, trus tiba-tibaa…. kita disodorin fakta pahit kalo kolesterol dan asam urat kita melonjak gila-gilaan. Trus, mulai kita ngerasa ngos2an pake banget. Dan, dokter mengeluarkan ultimatum, kalau kita tidak segera menyudahi petuangan kuliner yang ugal2an ini, maka…. seumur hidup kita kudu bersahabat dengan obat plus hidup menderita sepanjang sisa usia. Bllrrpp. Langsung mak klakep. 

Ya. Mau sekaya apapun, mau sepinter apapun, mau sesholih apapun, kematian itu bakal datang. Menjemput. Malaikat Izrail sama sekali enggak bisa diajak tawar-menawar. 

Mau kita dalam kondisi super-prima. Atau, kita sudah letoy parah. Kalau waktunya mati, ya mati. 

Teringat kisah salah satu sahabat saya, yang dituliskan dengan amat tidak sopan oleh salah satu koran kondang di Jatim. Sahabat saya ini, Kabiro Trans TV Surabaya. Usianya masih 39 tahun. Laki-laki, baik banget, bodinya juga gagah tegap gitu. Suatu ketika, ia liputan ke daerah sekitar Malang. Dan, pas perjalanan pulang balik ke Surabaya, entah kenapa, dia merasa sangat lelah. Trus, sahabat saya ini memutuskan untuk istirahat di sebuah hotel kawasan Pasuruan. 

Rupanya, ia bukan hanya check in di hotel. 

Tapi, ia sekaligus check in ke alam kubur.  

Kaget banget! Karena ia meninggal dalam kondisi baru-aja-pulang-dari-liputan. Plus, rasanya suliiiit banget dipercaya, sahabat saya yang kelihatan gagah perkasa itu, harus berpulang gara-gara serangan jantung! Allah…. Ketika DIA sudah berkehendak, ketika DIA telah mencukupkan usia kita…. Ketika DIA mengambil nyawa kita… Apa mau dikata…. Tak bisa kita menawarnya barang sedetiiiik saja….

Kematian itu membawa ngelangut. 

Semua bersedih. Sejatinya, kematian seolah garis finish. Kita boleh berlari, berpacu mengerahkan energi sebanyak2nya untuk hidup di alam fana ini. Tapi, kita kudu ingat, bahwa FINISH kita adalah akherat. 

So, buat apa lari sekencang2nya, nabrak segala norma, menghalalkan semua cara, melegalkan semua ambisi dunia, kalau pada akhirnya bakal bikin kita sengsara? 

Allah…….

Kembali-lah pada Allah….

Jangan hanya ingat Allah ketika di sholatmu saja…

Atau di pengajian semata….

 

Tapi, selalu letakkan “Allah……” dalam kalbumu…..

Advertisements

2 comments

  1. eda · March 18, 2014

    hiks… sedih, sekaligus takut ya mba kalo membayangkan peristiwa itu. kira2 kapan kita dijemput sama yang Maha BerHak.. semua yg berasal dariNya, akan kembali padaNya… bismillah, smoga kita2 masuk dalam golongan yg khusnul khotima..aamiin

  2. bukanbocahbiasa · March 18, 2014

    Amiiiin…. amiiin…. Ngeri banget deh mbak, belakangan ini aku tuh ngerasa lagi ngeri banget karena sering denger berita kematian, bener2 takut kalo ga bisa khusnul khotimah, huhuhuhu… btw, mbak insyaAllah aku ikutan GA kamyuuu yaaa… *mendadak ceria*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s