JIS dan Harga Diri Bangsa

Ada perspektif luar biasa yang disajikan teman saja, Amak Yaqoub. Sebagai dosen Unair, tentu ia punya pola pikir dan sudut pandang tajam terhadap kasus pelecehan seksual di JIS, yang belakangan ini menjadi trending topic.

Saya capture opini Amak yang ada di FB-nya.

ImageImage

amak-3-ok

Saya pribadi AMAT-SANGAT-SETUJU dengan apa yang disampaikan Amak.

Kalau kita mau menggali lebih dalam, akan kita temukan segabruk penyimpangan di banyak sekolah se-Indonesia Raya ini. Bayangkan saja, sekolah yang mematok biaya hingga ratusan juta saja, ternyata quality control-nya amat memprihatinkan. Kepsek yang “cuci tangan”, ogah terjerembab dalam drama “predator bocah cilik”, dan malah menunjukkan sikap arogansi sebagai ekspatriat.

Ooooh…. kemon….

Bangsa ini mestinya sudah cukup muak dengan perlakuan semena-mena yang ditunjukkan para punggawa JIS.

Bangsa ini mestinya sudah cukup belajar banyak, dengan aneka ragam pelanggaran yang terjadi, entah di sekolah, di kampus (nyawa siswa STIP melayang gara-gara Ospek)….

Harus ada terobosan baru, pola pikir baru, semangat baru, kita musti move on dan bisa menunjukkan bahwa inilah INDONESIA-KU! Bukannya ho-oh ho-oh saja, meskipun jelas terpampang nyata bahwa kita tengah “dikentuti” bule-bule sialan itu.

Advertisements

10 comments

  1. latree · April 29, 2014

    kita tunggu, apakah keadilan atau uang yang bicara.
    kedengarannya pesimis. tapi mau bagaimana?

    • bukanbocahbiasa · April 29, 2014

      Yap. Dan, apakah para bapak2 yang mewakili kita, either di Diknas atau DPR punya nyali dan bertaji untuk memberikan solusi terbaik pada masalah ini?

  2. Iwan Yuliyanto · April 29, 2014

    Geregetan juga saya mengikuti proses penanganan kasus ini. Lamban banget, penuh keanehan-keanehan.
    Betul, ini adalah persoalan kedaulatan bangsa Indonesia.

    • bukanbocahbiasa · April 29, 2014

      Atau, JIS ini sekedar pengalihan isu Pak Iwan?

      • Iwan Yuliyanto · April 29, 2014

        Ini sistematis kok, berjangka panjang. Sedangkan pengalihan isu itu bila membangun kasusnya dengan jangka pendek.
        Bentar saya lagi susun benang merahnya ..

      • bukanbocahbiasa · April 29, 2014

        *Siap-siap baca analisa tajam mendalam khas Pak Iwan*

      • Iwan Yuliyanto · April 29, 2014

        Monggo, mbak Nurul Rahma, sila baca analisa saya di sini:
        http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2014/04/29/menjalin-benang-merah-fakta-fakta-kasus-tk-jis/

        Mari kawal proses hukum kasus ini dengan menjadi pembaca media yang kritis dan kemudian menyuarakan kebenaran.
        Mohon masukannya juga ya, siapa tahu ada poin-poin pengamatan saya yang terlewat.

      • bukanbocahbiasa · April 30, 2014

        Well said, Pak Iwan. Analisa Bapak sangat mendalam. Data2nya lengkap dan komprehensif. Semoga pendidikan di Indonesia tidak kian acakadut, gara-gara ekspat yang cuma mau ngeruk keuntungan, plus menebarkan virus-virus penyakit jiwa-raga pada generasi penerus kita. Selalu bermohon, agar Allah melindungi anak-anak kita. Maturnuwun Pak.

  3. Mia · April 29, 2014

    kita lihat aja mak, apakah segelintir ekspatriat itu lebih berkuasa dari bangsa Indonesia atau tidak. krn mereka tentu akan melakukan apa saja agar terlepas dr jerat hukum yg mengintai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s