Food Stylist: Berkarir dari Rumah, Honor Ratusan Juta Rupiah

Ketika syaraf-syaraf di otak lagi tak bekerja optimal, saya langsung cusss menuju blog kuliner. Hmm, aneka foto-foto penggugah selera makan dipajang dengan “sangat tidak sopan”. Bener-bener bikin ngiler to the max. Terbayang kelezatan rasa dipadu aroma masakan yang muaaaak nyuuussss… endang bambang gulindang… top markotop…. good marsogud…

Oh, baiklah. Blog kuliner adalah tersangka utama yang membuat perut dan lidah saya bergejolak secara sistematis.

Nyebelin kan? Tahukah Anda, apa konspirasi profesi yang membuat tampilan makanan dan minuman itu begitu lezaaaat dilihat dan mengundang selera?

Yap. Profesi itu adalah food stylist dan food fotographer.

nunung

Nunung AW adalah salah satu food stylist yang job desk-nya menggoda iman para penikmat kuliner. Dengan berbagai cara, Nunung akan mengkreasikan beragam menu, dengan sentuhan artistik sehingga memberikan presentasi makanan yang menarik.

Purple Ombre Cake yang mouth-watering bangeet...
Purple Ombre Cake yang mouth-watering bangeet…
sate makassar- menu citarasa nusantara
Sate Makassar, anyone?

Yang lebih dahsyat lagi, “partner in crime” Nunung adalah suaminya dewe. Yup, sementara Nunung bertugas “mendandani” sajian makanan, sang suami berada di balik kamera, meng-capture beragam food and beverage yang sudah ditata sang belahan jiwa. Dibidik dari angle yang cantik bin presisi, aneka pose makanan-minuman itu seolah memanggil-manggil, minta untuk segera dicolek! Blah.

Bebek Kremesnya ngundaaanggg.....
Bebek Kremesnya ngundaaanggg…..
lontong balap - jajanan surabaya
Lontong Balap jadi cantik begindang yak?
churos kentang- snack dari umbi
Churoooosss

Profesi ini

yang ditangani adalah beragam jenis makanan, bukan baju, sepatu dan bolo-kurowonya. Food stylist adalah sebuah profesi yang amat unik. No wonder, industri kuliner yang sedang booming banget ini berani membayar jasa food stylist dengan harga tinggi. Kontrak dari perusahaan besar misalnya, bisa mencapai angka RATUSAN JUTA Rupiah!! Wow. **mata ijo detected**

Meskipun begitu, Nunung bilang, ia tidak mungkin menggeneralisasi harga jasa sama rata.

“Tentu harga sangat relatif dari kepentingan klien. Misalnya, kalau untuk kepentingan membuat daftar menu makanan, tidak sebesar untuk keperluan foto periklanan,” kata Nunung, yang juga rutin jadi dosen tamu di Universitas Ciputra Surabaya.

Kalau mau jadi food stylist, gimana caranya? Apa kudu sekolah tata boga? Oh, ternyata tidak. Karena Nunung—yang sangat grapyak (ramah)—ini ternyata lulusan teknik elektro. ”Dalam industri kreatif, gelar dan pengalaman akademis bukan satu-satunya kunci sukses. Justru kalau ingin survive dalam dunia ini, yang kita butuhkan adalah ketekunan untuk belajar, sikap ulet untuk tidak mudah menyerah dan terus-menerus perdalam ilmu, jangan cepat puas,” ucapnya.

Ehem. Gimana nih? sepertinya bisa coba jadi food stylist? (*)

Advertisements

83 comments

  1. Sekarang apappun pendidikan ga penting , yang penting punya skill, ide kreatif, niat dan semangat pasti bisa jadi apapun dan bisa bikin apapun …. bangga deh ama mak2 kreatif gini. ga harus kerja diluar tapi bisa bantu penghasilan suami.

  2. Huwaaaaaaa mata ijo detected juga di sini hihihi…mak kupas lebih lanjut piye carane jd food stylish ini *pemalas, ga mau cari sendiri* hehehe…
    tp meski msh tahap uplod instagram kayaknya memang menarik yaa mak..poto2 makanan n bikin orang ngiler utk mencoba 🙂

    • Challenging banget ya mak?

      Step awalnya mungkin “berguru” ke para food stylist handal. Atau, kepoin aja foto2 para food blogger yang beredar di dunia maya. Trus, kontak2 brand makanan/minuman dan produk yang berbau kuliner

      Good luck, mak.

  3. Mbak kenal Ippho Right sang motivator 7 keajaiban rezeki, nah salah satu nya sepasang bidadari, jadi kalo usaha dikerjain bareng suami dan istri, jadinya gak karu2an mbak, yang positiv lho, termasuk spti kami ini, saya n hubby kolaborasi dalam usaha kami, Alhamdulillah lancar jaya..#OOTgakya?

  4. industri kreatif, ekonomi kreatif…..tumpuannya adalah mari kayakan khayalan tingkat tinggi dan ditermahkan dalam bentuk nyata. Dan nyatanya, food stylish ini mmebuatku berkhayal, kalau mau makan jadi eman-eman lho mbak. #Plak

  5. Apapun pekerjaannya, syarat : ulet,tekun,tahan banting, tak mudah puas, mau belajar, dan tak jemu-jemu mencoba.
    Terima kasih atas infonya yang menarik
    Salam hangat dari Surabaya

  6. Iya mbak, food stylist ini memang lahan yang sangat prospektif saat ini.
    Adek ipar ku kebeneran bisnis di bidang fotografi dan sekarang ini lagi mempelajari banget trik-trik untuk men-style makanan supaya terlihat menggoda iman 🙂

    Aku mah cukup menikmati hasil karya mereka sambil ngiler aja deh mbak…hihihi…

  7. Mungkin pekerjaan ini mirip-mirip fashion stylist ya mbak, yang mana membutuhkan kejelian dan ketelatenan. Eeee…sama kayak penulis ding kalo gitu, xixxiiiii

    • Bener banget mak.
      Kayaknya setiap pekerjaan butuh jeli & telaten juga yak. Gak boleh minta langsung instan.
      Mbak Nunung juga gak langsung bertarif WOW gitu sih. Doi dulunya Pimred Tabloid kuliner gitu. Bikin jejaring dll. Ehhh… jadi cethar deh 🙂

  8. pekerjaan kolaborasi suami istri memang top markotop ya Makkk… aduuuh ngilerrr #tess

    Wahhh Bu Nunung juga dosen tamu di Ciputra yaaa?Di situ juga katanya para mahasiswa kudu bisa bikin usaha dewe. Kreatif! Etapiii Bu Nunung alumni elektro? Kok bisaaaaa? MEmang jiwa seni gak peduli lulusan mana yaaa

  9. Wahhh bu nunung ini dosen fav. Saya di kampuss. Saya interest bgt memang dunia fotografi makanan dan food stylish. Bagi temen” yg tertarik d bidang ini, siapa aja yaaa.. dan apa ada komunitas khusus untuk mengembangkan ketertarikan saya di dunia food stylish / foodphotography??
    Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s