Memanfaatkan Ilmu Kehutanan Demi Menjaga Kelestarian Hutan Gambut

Sejumlah daerah di Indonesia memiliki area yang unik. Seperti area hutan jenis lahan gambut yang luasnya, diperkirakan oleh Wetlands.org, mencapai 20,6 juta hektare atau hampir 10,8 persen dari total luas daratan Indonesia.

Lahan hutan gambut memiliki karakter spesial. Maka dari itu, untuk menjaga kelestarian hutan gambut di Indonesia, mengembangkan ilmu kehutanan juga sangat diperlukan.

Tahukah Anda? Lahan gambut memiliki peran penting dalam menyerap karbon di dunia! Sayangnya, jika lahannya menjadi kering, gambut mudah terbakar. Inilah yang kerap memicu terjadinya kebakaran hutan.

Tentu fungsi dari hutan gambut berubah drastis saat terjadi kebakaran. Dari semula menyimpan karbon, area ini akan ganti melepaskannya ke permukaan bumi. Akibatnya emisi gas rumah kaca meningkat pesat.

Kondisi tersebut disadari oleh salah satu pengusaha sukses Indonesia, Sukanto Tanoto. Pendiri grup Royal Golden Eagle ini mendorong pemanfaatan ilmu kehutanan demi menjaga kelestarian hutan gambut di Indonesia. Sebab, ilmuwan kehutanan yang bisa memberi solusi pengelolaan hutan gambut.

Perusahaan Sukanto Tanoto sudah melakukan praktik nyata. Mereka menggandeng sejumlah ilmuwan kehutanan untuk ikut menjaga kelestarian hutan gambut. Beberapa ilmuwan nasional dan internasional diajak bekerjasama untuk mengembangkan praktik terbaik pengelolaan gambut untuk mengurangi serta menghindari emisi gas rumah kaca.

Seperti yang telah dilakukan pada tahun 2013, yaitu membuka area hutan tanaman industrinya di Riau sebagai kawasan penelitian. Sebanyak 21 ilmuwan dari 15 negara datang ke sana untuk meneliti lahan gambut yang terbentang luas. Para peneliti yang tergabung dalam The East and Southeast Asia Federation of Soil Science Societies (ESAFS) meneliti tentang plus minus lahan gambut bagi industri kehutanan.

Hasil penelitian menemukan bahwa pembukaan hutan tanaman industri di lahan gambut tidak merugikan. Asal ada manajemen yang baik, maka keamanannya dari kebakaran dan kerugian lain bisa dijaga. “Jadi intinya hutan tanaman industri bisa berada di lahan gambut asal manajemen air dikelola dengan baik,” kata salah seorang peneliti, Prof. Ryusuke Hatano dari Hokkaido University, Jepang.

Penemuan bermanfaat semacam ini merupakan salah satu contoh kegunaan ilmu kehutanan dalam menjaga kelestarian hutan. Maka, sudah seharusnya ilmuwan kehutanan diajak untuk membantu perlindungan hutan di Indonesia.

Pemanfaatan ilmu kehutanan untuk menjaga kelestarian hutan di Indonesia juga didorong Sukanto Tanoto melalui pendirian Tanoto Forestry Information Center. Berada di kawasan kampus Insititut Pertanian Bogor, fasilitas ini diharapkan menjadi pusat ilmuwan kehutanan dalam mengembangkan jejaring dan ilmunya.

Segala fasilitas untuk pengembangan ilmu kehutanan dimiliki Tanoto Forestry Information Center. Di sana ada panel, video, dan jurnal kehutanan dari nasional maupun internasional. Selain itu, ada pula ruangan serbaguna yang bisa dimanfaatkan kegiatan lain seperti diskusi dan seminar. Semua diharapkan mempermudah ilmuwan kehutanan dalam mengembangkan ilmunya demi merawat hutan Indonesia.

Advertisements

One comment

  1. winnymarlina · December 26

    gambut ini yang sering terbakar pas musim kemarau kak 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s