blogging, kuliner, lifestyle, traveling

Jadi Tim Penggembira di Priceza Awards Bangkok Thailand

“Oh iya, sekedar catatan, nanti selama di Bangkok, jangan pakai baju yang berwarna merah, orange, pink, dan sebangsanya ya. Pakai saja yang tone-nya kalem, atau warna hitam, biru, itu lebih aman. Kenapa? Karena warga Bangkok ini masih berduka, setelah Raja Bhumibol Adulyadej meninggal dunia.”

Waduh! Pesan Fredy di Line grup blogger pemenang kontes Priceza, cukup menghadirkan efek mak deeeeghhh di kalbu. 

Saya ubek-ubek lemari.

PAKAIAN HIJAB saya hanya ada dua kategori:

(1). Berwarna merah (dan tone sejenisnya)

(2). Berwarna non-merah.

Lah ini, si Fredy dari Priceza menghimbau agar kami menghindari merah dan warna ngejreng lainnya? Alamaaak!

Mau shopping baju jelas nggak mungkin. Waktunya semakin mepet. Budget shopping juga belum di-update (alasan ini sih yang paling jujur). Ya udin, salah satu terobosan paling mutakhir abad ini adalaaaaah….. Pinjem baju ke ibu mertua, hehehehe.

FYI, ibu mertua saya badannya tinggi besar. Nggak ndut kayak menantunya yang bawel ini. Akan tetapi, baju-baju gamis beliau banyak yang model all size. Jadi, kadang, kalau saya lagi butuh gamis pinjaman, ibu mertua saya siap sedia dengan beragam koleksi yang beliau punya.

Misalnya baju bermotif flickery yang saya kenakan ini. Yeah, kalau dilihat sekilas, motifnya agak rame yak, hihi. Tapi gimana lagi, ha wong yang ada ini jeh. Mosok saya mau melanggar amanat Fredy dan tetep keukeuh pakai gamis merah?

dscf4523

Motif busana yang lumayan rame ini, tone-nya bisa dibikin lebih calm dengan pakai hijab biru polos panjang. Sementara teman-teman yang lain, pilih warna aman, yaitu black dress. Annafi pakai gamis hitam, sementara Indah pakai mini dress hitam juga, dengan aksen brokat. Kalau mbak Fika Anaira, tampil classy dan elegant dengan dress panjang bermotif polkadot hitam putih. Aaah, sukaaak!

Fredy bolak-balik juga nanyain, “Kalian pakai high heels, ya girls?” Mba Fika, Annafi dan Indah pakai sepatu yang cewek banget, either high heels, ataupun wedges. Kalau saya? Setia pakai sneakers dong, hahahah.

Ya gimana lagi…. Fredy ngajak kami naik BTS alias kereta, untuk menuju ke venue Priceza Awards, yang ada di Aksra King Power – Victory Monument. Lokasinya jauuuuh dari Ibis Sathorne Hotel, dan itu artinya kita kudu bolak/balik naik/turun tangga… lalu cepet-cepetan jalan masuk ke dalam kereta, daaaan… bagian ini yang paling parah: Kami berangkat jam 4 sore! Itu artinya, kereta lagi padet-padetnya, kudu umpel-umpelan sama para pekerja kantor dan anak sekolah yang baru pulang! Weleh deleh.

Mana si Fredy tuh jalannya kayak effortless gitu loo… CEPEEEETTT BANGET! Duh, kok nggak sadar, ada emak-emak berjiwa jompo yang ngos-ngosan ikuti gaya jalannya Fredy 😛

Sesampai di venue, walah dalah… para sosialitas se-Bangkok tumplek blek di sini! Mereka tampil maksimal sesuai dress code: Elegantly Smart. 

Lanjuttt, bagian ini  yang paling aku suka: Makan prasmanan sepuasnyaaaaa….!

Perut udah tarakdungces gegara ngejar Fredy di BTS station. Ini waktunya “balas dendam” sodara-sodaraaa…!

Etapii, tunggu. kita kan lagi di Thailand! Means, kudu berhati-hati banget dengan segala sajian yang ada. Maka, aku dekati salah satu petugas di restoran, dan mengajukan pertanyaan standar, “I can’t eat pork. Which food that does not contain pork or lard?”

Si pelayan menggaruk kepalanya bentar dan bilang, “Sorry, all the food contains pork.”

Mamiiiiiihhh…. pengin garuk-garuk ubin deh, rasanya. Dari segambreng menu yang potensial menerbitkan iler ini, kenapa semuanya pake babi? Huhuhu. 

Syukurlah, tak lama kemudian, ada petugas yang menghampiri Bai Ruindra, blogger Aceh yang fenomenal cethar membahana ulala itu.

“Are you muslim? You can eat seafood overthere.”

Bai pun digiring menuju ke luar resto. Ada mbak-mbak kece yang lagi manggang aneka seafood, dan kata dia sih, ini beneran seafood dengan bumbu sederhana aja, TANPA terkontaminasi babi ataupun produk turunannya. 

Tadaaaaaa….!

kepiting
courtesy: diarysivika.com

 

KEPITINGNYAAAAA……!

Duh, langsung kami sorak-sorak bergembiraaa…! Huehehehe, nemu kepiting ini bagaikan nemu secuil kepingan firdaus di muka bumi…! *lebayatun akut* 

Dalam kondisi lapar akut, kami siap melumat daging kepiting sampai tandas, yuhuu! Nggak pakai garpu, pisau, ataupun cuttlery lainnya, langsun hajar bleeeh, pakai tangan, hahaha… Yum yum yuuuum… 

Di tengah asyiknya mengerokoti ((MENGEROKOTI)) daging kepiting, tiba-tiba…. datanglah salah satu founder Priceza, ooopss! That’s awkward moment banget. Tangan udah amis kena daging kepiting dan kroni-kroninya, ehhh… ini ada Bapak pejabat Priceza waduuuh! Muka saya udah nggak ada bedanya dari si kepiting rebus dah. Kepiting kok makan kepiting 🙂

Untunglaaah, si bapak bisa memahami emak-emak yang jarang makan enak ini, hihi. Doi langsung senyum tulus banget, sambil bilang, “It’s okay, just be yourself.”

JUST BE YOURSELF huahahahaha 🙂

Makasih lo, Paak… atas pengertiannya.

Kelar makan seafood, kami masuk ke dalam arena Priceza Awards. Sepanjang acara, kami kudu tenang. Nuansa berkabung pasca berpulangnya Raja Thailand masih sangat terasa. Karena itu, nggak ada ceritanya hiburan berupa live music di event Priceza Awards ini. Run down-nya hanya sambutan CEO Priceza, dilanjutkan dengan talk show seputar dunia e-commerce. (*)

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Jadi Tim Penggembira di Priceza Awards Bangkok Thailand”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s