Surprise Visit by Neno Warisman untuk Ibuku

Tidak banyak aktris berkarakter kuat yang dimiliki Republik ini. Bisa akting, piawai nyanyi, jago ceramah, dan punya stamina luar biasa. Satu dari yang sedikit itu, menurut saya, adalah Bunda Neno Warisman.

Buat generasi wong lawas (termasuk saya, tentu saja) pasti nggak asing dengan nama ini. Lebih hebring lagi, pas kita menyaksikan penampilan dia di tayangan (semacam sinetron gitulah) “Sayekti & Hanafi”.

Bahkan dalam diam-pun, Neno tetap berakting. Dan dia merampas atensi kita, untuk menyaksikan “drama” yang tengah ia mainkan.

Makanya, sekitar 5 tahun lalu, pas beliau jadi pengisi acara Halal bi Halal di kantor, saya antusias banget menawarkan diri jadi liaison officer/pendamping Bu Neno.

Well, barangkali nama dia udah nggak se-cethaaarrr tempo doeloe, paling tidak, Bu Neno sudah meninggalkan jejak, berupa nama & kepiawaian besar di kancah seni.

Bareng Pak Edi, driver kantor, saya jemput Bu Neno, Sabtu siang. Ini kejadiannya udah agak lama ya…. jadi saat itu kondisi Bu Neno adalah seorang single parent.  Agak kaget juga, karena si aktris multitalenta itu berangkat ke Surabaya SENDIRIAN. Dia bawa 2 tas super-gede, TANPA asisten sebiji pun. Bbeugghh!

“Abis gini, bisa nggak ya, anter ke rumah ayah angkat saya di Perak?” request Bu Neno, pelan.

Ya sudah, meluncurlah kita ke Perak.

Alhamdulillah, tol-nya lancaaarrr jaya… Kita bisa mampir sebentar ke sebuah RM Padang di Perak, yang rasanya ngalor-ngidul-nggak-jelas dan nggak bakal deh, mampir lagi ke resto ntuh. Trus, ngobrol ke rumah Ayah angkat Bunda Neno… dan aku sempat bobok sebentar di sofa depan hahahahaha

neno-lunch
Biarpun kurang endeus, tapi habis banyaaak 😛

***

Setelah puas ngobrol sama ayah angkatnya, Bunda Neno dan kami cuss ke Rungkut.

O iya, kantor Nurul Hayat ada di Rungkut ya, tepatnya di Perum IKIP Gunung Anyar Surabaya telp 031-878 3344. In case teman-teman penasaran, ini kantor apa sih? Di sini, ada aqiqoh, ada layanan umroh dan KBIH, juga ada layanan pembayaran zakat, infaq, wakaf dan amal lainnya. Cuss ke website www.nurulhayat.org aja untuk tahu lebih lanjut ya.

Balik lagi ke cerita Bunda Neno. Pas di jalan… aku tuh yang keinget ibuku. Yeap, ibuku adalah tipikal Neli (nenek lincah) yang juga aktivis masjid, pengajian, pokoke energi untuk beramal tuh kayak meluap-luap gitu lho. Ibuku juga suka banget dengan profil Bunda Neno.

Begitu tahu kalau Bunda Neno mau jadi pemateri di Halal bi Halal Nurul Hayat, ibuku antusias buat datang! Hanya saja… sayang banget timing-nya nggak pas. Ibu udah kadung janjian ama temannya buat memimpin acara pengajian ibu-ibu di kawasan Surabaya timur.

Baca : Surat untuk Ibu 

“Bunda Neno… kita mampir sebentar ke rumah Ibu saya ya. Bentar aja paling 10 menit….”

“O iya, gapapa. Rumahnya di mana?”

“Ini… deket banget, kita nglewatin kok. Sama-sama daerah Rungkut juga.”

“Iya, gapapa.”

Aku langsung menelepon rumah, Alhamdulillah…. Ibu yang angkat teleponnya.

”Ibu ada di rumah tho? Jangan ke mana-mana ya. Aku habis gini mau ke rumah sebentar,” kataku dengan nada sewajarnya. Sama sekali tak kuinformasikan bahwa aku sedang membawa special mysterious guest (halah!) buat bertamu ke rumah kita.

“Ono opo tho Dek?”

“Gapapa. Ada yang mau kuambil. Sebentar aja. Ibu jangan ke mana-mana, soale aku nggak bawa kunci rumah.”

“Oke.”

Nggak pakai lama…. Sampailah kami di depan rumah. Kuajak Bunda Neno untuk memasuki teras rumah yang demikian bersahaja.

“Assalamualaikuuuuum…..”

Ibuku membuka pintu ruang tamu, dan…..

“Masya Allah….. Allahu Akbaaaar! Ini mbak Neno Warisman…! Yo ngalaaahhh, dek, kok nggak ngomong-ngomong yen bakal  ngajak Mbak Neno….! Waduh, Ibu Cuma pake baju kayak gini…. Bu Soniiiiii…… Bu Tataaaang….. Mba Sitiiiii…… Ini ada Mbak Neno Warisman di sini….!”

emak gue

Ibuku bertransformasi laksana  anak TK yang menemukan toko mainan super-lengkap, plus ketemu mbak-mbak SPG yang sigap membagi-bagikan tester aneka ice cream, cokelat, dan permen. Beliau se-HAPPY itu! Se-GIRANG dan se-HISTERIS itu! Memanggil para tetangga kami, buat diajak foto bareng. Tapi sayangnya kami datang  jam 3 sore, di mana para tetangga biasanya ribet dengan urusan dapur dan kamar mandi.

Ibu masih tidak percaya ada sosok Neno Warisman yang berkunjung ke rumahnya nan sederhana.

“Ini belum disiapin apa-apa. Haduuuh, piye iki ya?”

“Nggak apa-apa Ibu…. Tadi mba Nurul ajak saya ke sini, sebagai surprise visit untuk Ibu… Kan Ibu selama ini udah jadi koordinator donator zakat infaq wakaf di Nurul Hayat. Nah, ini saya juga dalam rangka mengapresiasi apa yang Ibu lakukan… Besok jangan lupa ikutan Halal bi Halal ya…. Saya tunggu lho di NH….”

Ibuku masih berkubang dalam riang. Ia tidak segera menjawab request Bunda Neno, karena yah…. itu tadi. Ibu udah terlanjur bikin janji dengan squad pengajiannya.

“Makasih udah datang ke sini ya Mba Neno…. Makasiiih……”

Ibu memberi isyarat “You’re such a ‘crazy’ girl!” ke arahku. Yeah. Ibu selalu tahu, kalo anak perempuannya ini super aneh. Kadang penuh dengan ledakan kejutan. Di satu sisi nyebelin, tapi… kalo lama-lama aku tinggal ngetrip, Ibu kangen juga lah sama aku.

Sekarang, aku yang kangen banget sama Ibu. Sudah nggak bisa aku dengar tausiyah Ibu. Sudah nggak bisa merasakan antusiasme Ibu ketika mengumpulkan Ibu-ibu di kompleks kami untuk belajar ngaji. Sudah nggak bisa mendengar keinginan Ibu untuk umroh. Terlambat. Semua sudah terlambat. Rupiah yang aku kumpulkan dengan susah payah, belum berjodoh dengan rindu Ibu untuk kembali ke tanah suci.

Baca :  Umroh bareng Ibu

Maaf, Ibu.

Cuman gini doang surprise yang bisa aku kasih buat Ibu. Hingga Ibu berpulang, aku belum bisa kasih kebanggaan apapun. Sidqi belum menjelma jadi hafidz, seperti yang Ibu impikan. Aku? Hafalan surat pendek juz 30 juga belum komplet. Tapi, aku berusaha, Ibu…. aku berusaha. Setidaknya, ketika malaikat maut menunaikan tugasnya, semoga aku tercatat dalam golongan “yang berusaha mengakrabi, menghafal, mentadabburi dan melaksanakan isi Al-Qur’an.”

Ibu istirahat tenang ya. InsyaAllah, sooner or later, I will join the club!

Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada
Bertemu akan berpisah

Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut
Bertemu akan berpisah

Heii Sampai jumpa dilain hari
Untuk kita Bertemu lagi
Ku relakan dirimu pergi

Meskipun Ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap Tanpa dirimu
Ku harap terbaik untukmu 

(“Sampai Jumpa” by Endank Soekamti)

 

 

Advertisements

12 comments

  1. Mba Nurul, seandainya aku yang dikasih kejutan seperti itu pasti senang tak terkira juga seperti ibunda Mba Nurul.
    Terharu banget baca ini Mba.
    Alfatihan untuk alm.

  2. Smoga ibunda mendapat tempat terbaik di sisi NYA Amiin.

    Maaf oot
    Btw, Bu Neno single parent?
    Sayang bgt ya, padahal putra putrinya sudah kuliah semua.
    Tapi sudahlah, 🙏🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s