Gelato Herbal, Terobosan Brilian agar Jamu Go International!

Marina Bay Sands, Singapura, Maret 2015

Raut bahagia tergambar di wajah Andre Soejoto. Pria kelahiran Surabaya, 18 Maret 1977 ini tak henti-hentinya mengumbar senyum. Salah satu kreasinya mendapat apresiasi di ajang “World’s Best Gelato”. Ia mengusung gelato kebanggaannya di depan hadirin yang demikian antusias, menantikan performa 16 gelato terbaik se-Asia Pasifik. Seleksi dilakukan dengan begitu ketat. Karena panel juri diisi oleh nama-nama besar di industri kuliner. Mereka adalah Pang Kok Keong, Chef sekaligus Founder Sugar Daddy group, Yeoh Wee Teck, kolumnis The New Paper dan Luciana Polliotti, jurnalis sekaligus kurator Gelato Museum Carpigiani.

Andre Soejoto pantas merasa bangga. Karena gelatonya bukan gelato biasa. Ia membawa gelato, dengan rasa temulawak (curcuma)! Sebuah terobosan yang amat brilian. Menyajikan pengalaman kuliner yang tiada duanya. Mengusung transformasi jamu dalam sebentuk mahakarya kuliner dalam wujud gelato. Ini artinya, Andre siap membuat jamu go international!

Aksi Andre di ajang Gelato World Tour, SIngapura.  Foto courtesy: http://www.jakpost.travel/news/promoting-indonesia-through-jamu-gelato

Aksi Andre di ajang Gelato World Tour, Singapura.
sumber foto: http://www.jakpost.travel/news/promoting-indonesia-through-jamu-gelato

Bagaimana komentar Luciano Ferrari, master trainer dari Gelato University Carpigiani, terkait curcuma gelato yang diusung Andre?

“Selain punya rasa yang kuat, akar/rimpang temulawak juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Butuh skill yang luar biasa untuk bisa mengolah temulawak, utamanya untuk bisa mengeliminir rasa pahit yang muncul. Andre bisa menginterpretasikan rasa temulawak, dan saya bangga bisa punya peluang untuk memperkenalkan rasa ini ke publik,” ucap Ferrari.

Rupanya, bukan hanya temulawak yang dilirik Andre. Owner de Boliva Ice Cream Surabaya ini juga menghadirkan gelato herbal lainnya. Masing-masing dengan rasa aloe vera (lidah buaya), mangosteen (manggis), ginger (jahe wangi), roselle (rosela), tamarind (asam jawa) dan cogongrass root (alang-alang). Rasanya sudah tentu memikat lidah. Sekaligus rendah lemak dan menawarkan banyak benefit untuk kesehatan kita.

Penasaran dengan rasa gelato herbal, saya meluncur ke de Boliva Ice Cream & Restaurant, yang berlokasi di Raya Gubeng 66 Surabaya.

Gelato berjejer, menggugah selera :)

Gelato berjejer, menggugah selera 🙂

IMG_0033

Temulawak dan jahe wangi, anyone?

Es krim herbal yang saya pesan. Kombinasi rasa temulawak dan jahe wangi. Sedaaaap sekaligus menyehatkan

Es krim herbal yang saya pesan. Kombinasi rasa temulawak dan jahe wangi. Sedaaaap sekaligus menyehatkan

NH__3345

Satu scoop gelato herbal dibanderol dengan harga 17K (plus tax 10%)

Satu scoop ice cream dibanderol dengan harga yang tak bikin kantong bolong. Hanya 17 ribu rupiah. Butiran ice cream melebur lembut dalam mulut. Ada sensasi ‘temulawak flavor’ sekaligus jahe wangi yang membuai lidah. Perpaduan herbal plus susu dalam ice cream, menghadirkan kolaborasi rasa yang unik, sekaligus menyehatkan.

Innovate or Die!

Inovasi tiada henti adalah kata kunci yang harus disematkan dalam strategi pelestarian jamu. Tentu kita paham, bahwa melubernya lifestyle dari mancanegara, mau tidak mau, kerap mengenyahkan kebanggaan kita pada tradisi kuliner lokal. Anak muda, misalnya, terasa lebih ngehits, dan “gaul banget” kalau nongkrong di kedai kopi asal Amerika yang (menurut saya) over-price dan over-rated. Kalau diajak minum jamu? Nanti dulu. Pasti mereka siap menyajikan segerbong alasan, kurang lebih semacam “Haduuuh, kuno deh!” “Hare gene minum jamu? Pliss dweeeh!”

Karena itu, para innovator seperti Andre adalah aset berharga untuk bangsa ini. Tentu banyak para praktisi kuliner yang bisa diajak melakukan terobosan sekaligus inovasi mutakhir, terkait bagaimana caranya menghadirkan jamu yang kian nge-pop dan bisa diterima seluruh khalayak, termasuk dunia internasional.

Tunjukkan Manfaat Jamu (Herbal) dengan Beragam Edukasi

Ada masanya beberapa orang merasa gengsi pada produk lokal. Malu, kalau ketahuan lagi nongkrong di depot jamu. Padahal, kita bisa memberikan peluang, agar masyarakat tercerahkan. Bahwa beragam kekayaan herbal nusantara mengusung manfaat tiada tara.

Ambil satu contoh: Temulawak. Coba kita telusuri apa saja manfaat temulawak ini. Ternyata, herbal yang sudah dimanfaatkan bertahun-tahun lalu oleh nenek moyang kita ini, sangat bermanfaat untuk hati, jantung dan ginjal. Untuk hati (organ hati loh yaa… bukan hati yang perih karena menjomblo #eaaa) temulawak mengandung katagoga, yang membantu hati memproduksi empedu, sekaligus berikan rangsangan untuk mengosongkan empedu.

Kapan hari, ibu mertua saya opname karena sakit liver. Oleh dokter yang merawat, beliau disarankan untuk mengonsumsi wedang temulawak. Alhamdulillah, ibu mertua saya semakin sehat dan bugar.

Yang sakit radang sendi juga sumonggo konsumsi temulawak. Mengandung curcumin, bagus banget untuk mengurangi radang sendi. Anda bermasalah dengan kolesterol? Yuks, temulawak bisa jadi sahabat yang amat berjasa untuk menurunkan lemak darah sekaligus kadar kolesterol.

Yang langganan sakit maag, ataupun punya masalah pencernaan seperti perut kembung, jangan jauh-jauh dari temulawak. Jantung juga semakin sehat. Gangguan ginjal juga bisa diterapi dengan temulawak. Begitu pula dengan kanker prostat.

Ini baru satu herbal. Manfaat herbal lainnya bisa Anda simak di berbagai referensi. Atau, Anda bisa mengandalkan literatur dari Biopharmaka IPB ini.

Siapapun tentu angkat topi pada sosok Andre Soejoto. Awalnya, ia tidak punya niatan untuk membuat es krim herbal. Gagasan ini muncul, tatkala ia mengisi stand pameran Trade Expo Indonesia di Jakarta, yang digelar Kementerian Perdagangan Indonesia. Ia diberikan challenge untuk memproduksi es krim dengan citarasa khas Indonesia.

“Saya ingin ada produk Indonesia yang orisinil tapi bisa populer di semua kalangan. Nah, kenapa tidak dicoba bikin es krim jamu,” jelasnya.

Untuk membuat es krim herbal, Andre tidak mau setengah-setengah. Ia menempuh pendidikan khusus membuat es krim di Bologna, Italia selama 2 minggu. Bukan hanya itu. Andre juga menempuh pendidikan sarjana manajemen di Amerika Serikat.

Nah, di ajang pameran Trade Expo Indonesia itulah, Andre melakukan survei terhadap 140 orang pengunjung. Sebanyak 85 persen menyukai es krim herbal yang dibuat Andre. Ia meyakini, bahwa es krim herbal ini akan mudah diterima banyak orang. Ya, karena kita bisa mengonsumsi jamu dengan cara yang instagrammable banget! Jamu hadir dalam tampilan yang soo elegan, yummy dan menyehatkan.

Tahun ini, Andre mengekspor es krim herbal buatannya dalam bentuk powder ke negara-negara timur tengah yakni Yaman dan Bahrain. Luar biasa… sudah waktunya produk herbal kita goes international!

IMG_0082

we can’t buy happiness but we can buy ice cream And that’s kind of the same thing 🙂

IMG_0041

Gelato herbal dan saya di de Boliva

Daftar Pustaka:

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection

http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal,

http://www.jakpost.travel/news/promoting-indonesia-through-jamu-gelato-5F80LngRzcJWlPuQ.html#sthash.nOCnmDIl.dpuf

Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan Tubuh, Hati, Jantung, Ginjal

http://www.deboliva.com/index.php

Advertisements

“Sakitnya Tuh di Sini, Di Dalam Gigiku…. “

Sakitnya tuh di sini… di dalam gigikuu….

Setengah meringis, Sidqi, anak saya, megangin pipinya. Tampang doi aneh banget deh. Antara pengin nangis, tapi… sekaligus sambil nyanyi dangdut “Sakitnya tuh di sini.” Sebagai emaknya, saya bingung gimana mau bersikap. Galau level dewa dong. Antara ngerasa kasihan, tapi juga pengin ikut ketawa membahana, bwahahaha… *ups*

Maap ya Nak. Abisss… kamu lucu banget deh, lagi sakit kok ya sempat-sempatnya nyanyik, hihi.

Eniwei, sakit gigi tuh sama sekali enggak bisa dianggap enteng loh. Manaaa, manaaa itu Bang Meggy Z yang nyanyiin tembang “Daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini??” Olala Bang… Seriusss lo lebih milih sakit gigi??

Duh, duuuh, kalo aku sih ogaaah.. Ya ogah sakit hati, ya ogah sakit gigi. Rugi amiiiirr 😛

Makanya, saya rajin nyap-nyap  ke Sidqi, soal pentingnya menjaga kebersihan mulut. Salah satu cara mengedukasi bocil adalah dengan menayangkan lagu “Gosok Gigi” ala Upin & Ipin. Yuk, cuzzz ke youtube :))

Tahu gak, bahwa ternyata jumlah pasien anak dengan kasus sakit gigi dan rongga mulut cenderung meningkat. Padahal, kata Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Zaura Rini Anggraeni, upaya pencegahan penyakit ini sudah digalakkan sejak 1951 lewat program di sekolah. Nah lo… sudah 60 tahun, neik!

”Meski sudah 60 tahun program itu dijalankan, nyatanya persoalan kesehatan gigi pada anak masih menjadi masalah besar. Padahal, gigi dan mulut adalah gerbang kesehatan tubuh. Gangguan gigi menjadi faktor risiko penyakit kronis seperti gagal ginjal, diabetes, dan gangguan jantung,” kata Zaura Rini, sebagaimana dikutip kompas.com.

Iya loo… Ternyata, di gigi kita ini ada syaraf-syaraf yang berkaitan dengan organ tubuh lain. Kalau gigi nggak dirawat dengan baik, komplikasinya bisa dahsyaaat bingitss, bisa mengakibatkan berbagai penyakit kronis, termasuk kanker mulut! Whoaaa…!

Kalau dilihat dari kelompok usia, bocil-bocil alias bocah cilik yang berusia di bawah 12 tahun paling rentan terkena penyakit gigi mulut. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 76,5 persen anak-anak menderita penyakit gigi dan mulut. Itu artinya, 24 juta anak pernah mengalami sakit gigi dan mulut, 90 persen di antaranya berupa karies.

Bbeeeughh, sudah waktunya para emak menggalang kekuatan! Untuk apa? Ya, kita kudu banget mengedukasi siapapun—utamanya anak kita sendiri—bahwa kudu ada revolusi mental dalam merawat gigi! Kalau kita cuekin begitu saja, bakal berdampak amat sangat berat! Maklumlah, layanan kesehatan gigi kan mahal amir ya booo…

”Dengan asumsi ada 16 juta kasus gigi berlubang dan biaya tambal Rp 100.000 per gigi, biaya untuk tambal dua gigi Rp 3,2 triliun,” kata Zaura Rini. Walah daalaaah, gilingaan… Yuk, ah.. ketimbang bikin anggaran kesehatan jebol, mending kita lakukan beberapa hal berikut ini.

  1. Atur gaya hidup dengan baik

Lihat deh, gaya hidup kita masa kini. Ngajak bocil nongkrong di fast food. Minumnya? Kalau nggak soft drink yang manis dan mengandung soda asam, maka bocil-bocil bakal menjilati es krim. Lagi-lagi manis dan rentan bikin gigi jadi nyut-nyutan. Camilannya? Wohooo… banyaaak yang demen makanan penuh dengan bahan pengawet, pemanis buatan, produk pabrikan yang sama sekali nggak kasih benefit dalam hal nutrisi dan justru bikin gigi makin menderita!

Lalu.. lihatlah fenomena para ABG masa kini. Pada doyan pakai behel, cuma untuk gegayaan doang. Tsailaaah… plis dweeeh…

Karena itulah, saya ngajak diri sendiri untuk kembali ke bahan pangan yang alami dan menyehatkan. Kalau emang belum ada budget untuk beli yang organik-organik, yeah minimal kita beli bahan pangan “beneran”, yang belum diolah pabrik. Yang beli di pasar gitu loh. Dimasak sendiri, jadi insyaAllah kita bisa tahu takaran yang pas. Gulanya, zat-zat gizi di dalamnya bisa kita kontrol dengan baik. Gaya hidup yang lain juga kudu diperbaiki. Kalau memang enggak perlu pakai behel, ya gak usah pakai dong. Jangan sampai kita kasih behel ke anak sekedar untuk aksesori. Kenapa? Soalnya, pemakaian yang tidak tepat justru bisa memicu kerusakan email gigi dan rahang.

  1. Selalu minum air mineral setelah mengonsumsi makanan

Rongga mulut kita rentan diserbu pasukan kuman apabila berada dalam kondisi yang nggak oke. Sebaiknya, kita selalu menyikat gigi setiap 20 menit setelah makan. Supaya kondisi rongga mulut jadi bersih. Naaah, the problem is, nggak setiap saat kita bisa sikat gigi tho? Karena itulah, drg Taufan Bramantoro (pakar gigi dari Unair Surabaya) menyarankan kita untuk minum air mineral setelah makan APAPUN. Air mineral ini lumayan bisa membantu proses “bersih-bersih mulut”. Lumayan laaah….

  1. Perbaiki Kebiasaan Menyikat Gigi

Did you know, bahwa 1 dari 4 penduduk Indonesia punya masalah pada giginya. Sebanyak lebih dari 90% masyarakat Indonesia sudah punya kebiasaan menyikat gigi. Tapiii, sayang banget, hanya 2% yang caranya benar! Waduh. Untunglah, drg Taufan kasih tips bagaimana menyikat gigi yang baik dan benar.

Yang harus banget kita ingat, kebiasaan menyikat gigi kudu dilakukan setelah makan pagi dan sesaat sebelum tidur malam. Hayooo… siapa yang males sikat gigi pas mau bobok malam? Hahaha… Sidqi banget tuuuh… No wonder, gigi doi pada acakadut, karena diserang bakteri akibat sisa makanan yang menumpuk, lalu membusuk. Yaikss!

Trus, kalau lagi gosok gigi, usahakan banget untuk selalu memandang ke arah cermin. Mau narsis, cyiin?? Bukaan.. Cermin ini fungsinya supaya kita bisa mendeteksi bagian gigi yang masih kotor atau masih adakah sisa makanan yang tertinggal? Biar maksimal gitu loh.

Lalu, lalu, ketika gosok gigi kudu satu arah ya. Supaya tidak merusak gusi. Eh iya, kalau mau pakai mouthwash, ada tekniknya lho. Kita kudu berkumur dengan bibir mengatup dan gigi tertutup rapat. Yang nggak kalah penting nih, wajib pilih produk kesehatan gigi yang oye!

Biar lebih gampang diingat, drg Taufan merangkup tips gigi sehat dalam “3 S”

Yang pertama : Sikat gigi 2x setelah makan pagi dan sebelum tidur

Yang kedua: Sabar dan menikmati proses menyikat gigi. Jangan terburu-buru, justru proses menyikat gigi yang benar, apabila kita sekaligus ‘memijat gusi’. Dan ini dilakukan kurang lebih dalam waktu 2 (dua) menit

Yang ketiga : Suka minum air putih setelah makan

3s

Bersyukur banget, beberapa waktu lalu, saya ikutan acara Sweet Tooth, Treat Tooth! yang digelar Systema di Surabaya. Ternyata, pasta gigi Systema dari Systema Advanced Oral Care System adalah pilihan terbaik. Produk buatan Lion Japan ini dibuat dengan teknologi kalsium nano. Apa sih kehebatannya? Oh, Teknologi ini bisa menutup lubang super kecil pada gigi dalam waktu 14 hari. Pasta gigi Systema Nano punya kepadatan yang lebih rendah. Fast action system membuat pasta gigi ini lebih cepat menyebar ke seluruh permukaan gigi dibanding pasta gigi pada umumnya.

Wah, waaah… keren kan? Kita bisa punya gigi yang sehat ala Neng Maudy Koesnaedi itu!

Eh, masih ada lagi nih keunggulannya. Kandungan erythritol dapat mengurangi plak secara efektif. So, hayuk deh, ucapkan bye byeee pada sakit gigi akibat gigi berlubang, atau rasa nyut-nyut gak jelas di gigi dan gusi kita.

Selain pasta gigi, Systema Nano juga siap memberikan perlindungan gigi secara menyeluruh lewat rangkaian produk sikat gigi dan mouthwash.

Kalau kita sudah menjalankan berbagai tips di atas dan pakai produk yang tepat, dijamin deh, nggak akan ada lagi theme song ala Sidqi “Sakitnya tuh di sini… Di dalam gigikuuu…..”

banner

Bojonegoro Pancen Matoh!

“Ayo ke Bojonegoro, yuk!”

Suatu ketika, sahabat saya mengajak mbolang ke Bojonegoro. Alasannya? Mertua doi berasal dari sono. Tepatnya di kecamatan Balen, Bojonegoro.

Humpfft. Sebagai anak kota *tsaaah* saya rada-rada underestimate sama Bojonegoro. “Emang, ada apaan sih, di sana? Kagak ada mal kan?”

Temen saya ngikik. “Ya ampuuun mbak, kalo cuman mall, di Surabaya kan udah banyak. Kita cari sesuatu yang lain dong, di Bojonegoro. Oke?”

Hmmm, to be honest, saya sama sekali enggak pasang ekspektasi terlalu tinggi. Palingan, Bojongoro ini gak lebih dari sekedar kota para pensiunan. Tenang. Sepi. Nyaris tak ada detak kehidupan di atas jam 12 malam.

“Weittsss! Jangan ngeremehin Bojonegoro loh! Sekarang, Bojonegoro rame banget! Apalagi, sekarang di sono ada hotel Aston loh! Level internasional!”

Et dah. Gilingan! Kalau hotel sekelas Aston aja rela nangkring di Bojonegoro, berarti… kota ini “sesuatuuuu”…!

***
Kami berangkat bertiga dengan mobil dari Surabaya. Lewat tol Surabaya–Gresik–Tuban, kami menempuh perjalanan sekitar 3 jam. Perut udah meronta minta diisi. Dan, karena saya masih kesambet gengsi, “Eikeh kan anak kota”, saya minta ditunjukin resto yang paling happening dan representatif di Bojonegoro.

“Ada! Namanya Warung Apung Rahmawati…”

“Wah. Persis namaku tuh. Namaku kan Nurul Rahmawati. Ayok, cuzz ke sana…!”

Tadinya saya mikir, nih warung ya ala-ala warung tegal gitu. Sederhana dan ala kadarnya. Ternyataaaaa….

Slrrrrpppp…!! *buru-buru lap iler**

Hehehe… mapp yaa, poto-potonya emang ‘”menggoda iman” banget. Pada intinya, kota Bojonegoro ini sama sekali enggak layak diremehkan. Restoran yang cozy, dengan view yang subhanallah banget aja, mereka punya loh. Daaan, harganya enggak bisa dibilang murce, sodara-sodara. Silakan cek langsung di twitter-nya yaaa…

Apalagi kalau kita lihat akselerasi pembangunan di kota Angling Dharmo  ini. Widih. Bakal terkiwir-kiwir! Daaaan, saya makin terpukau dengan adanya Batik Bojonegoro. Hohoho. Salah satu pemain yang lumayan eksis di batik Bojonegoro ini adalah, adik kelas saya di Unair. Namanya, Arifin Nachnudin.

Naluri bisnis doi kian terasah setelah ia hijrah ke Bojonegoro awal tahun 2010. Bapak berputra 3 ini mulai mengendus potensi usaha yang amat gurih dalam industri batik. ”Waktu itu, masih belum banyak yang bermain di bisnis batik Bojonegoro. Bismillah, saya memberanikan diri untuk terjun di dunia usaha batik ini,” ucap Arifin.

Dengan segenap hati, Arifin menjalankan roda bisnis ini. Ia mulai dengan memperluas wawasan seputar filosofi beragam motif batik. Rupanya, tiap motif menyimpan histori dan filosofi yang amat menarik. Penuh semangat, Arifin berkisah seputar motif batik yang diproduksi di workshop sekaligus gerai tempat ia berjualan.

Ada 9 (sembilan) Motif Batik Jonegoroan. Di antaranya, Sata Ganda Wangi. Soal filosofi motif batik, Arifin siap menjelaskan pada para pengunjung gerainya. ”Dalam Bahasa Jawa, Sata artinya tembakau, Ganda adalah aroma, Wangi bermakna harum. Sejak dahulu, tembakau menjadi komoditas utama para petani Bojonegoro. Jenis tanahnya yang cocok untuk tanaman ini mengasilkan aroma khas/ harum yang berbeda dari daerah lain. Diharapkan, nama Bojonegoro menjadi harum dan terkenal lewat tembakau sebagai salah satu potensinya,” ucap Arifin.

BATIK

Motif lain, seperti Pari Sumilak, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti, Gatra Rinonce, Rancak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat dan Sekar Jati juga punya cerita masing-masing. Supaya pengunjung kian terpikat dengan batik khas Bojonegoro, Arifin rajin mengedukasi lewat pemaparan makna tiap motif. Setiap ada event pameran kerjasama dengan Dewan Kerajinan DaDekranasda, Arifin tak lupa ikut serta. Termasuk saat ada exhibition “Canting Indonesia” di Singapura. Arifin bersama produk batiknya ikut berpameran di sana. ”Tujuannya supaya kita lebih memperkenalkan produk kebanggaan Indonesia di mata dunia. Saya ambil banyak pelajaran dari event tersebut. Tentu, kami harus lebih banyak melakukan improvement di bidang packaging (kemasan) dan kualitas produk,” lanjutnya.

ARIFIN

Konsumen Arifin tersebar di Bojonegoro, Surabaya, Jakarta plus sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Untuk bisa menyasar berbagai kalangan, Arifin memproduksi batik dengan harga bervariasi. ”Ada batik yang harganya mulai Rp. 50- 60 ribu per potong. Bahkan, ada yang sampai 500 ribu. Biasanya tergantung bahan kain yang dipakai dan motifnya,” imbuh alumnus Unair Surabaya ini.

Dalam mengembangkan usahanya, Arifin didukung karyawan tetap sebanyak 10 orang. Mereka ada yang menggambar, membatik, mencuci hingga penjualan. Ia juga kerap memberikan pelatihan membatik pada warga setempat. Arifin percaya, bahwa istiqomah berbagi ilmu dan berbagi rezeki adalah kunci untuk meraih kemudahan dan keberkahan dalam roda bisnisnya.

Kalau ingin tahu lebih banyak, bisa mampir ke: Griya Batik Jonegoroan, alamatnya di Jl  Teuku Umar 12 Bojonegoro.

Pokoke, Bojonegoro pancen matooohh!

Sepucuk Surat Cinta untuk Mas Sidqi

allianz winner

Alhamdulillah, tulisan ini jadi Juara 2 di Allianz Writing Competition 2014

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, 

Halo, Nak.

Lagi ngapain kamu? Lagi belajar ya? Pinterr… Anak sholih ya harus gitu. Rajin dan semangat belajar. Mainan game sih boleh. Bergaul sama teman juga harus. Tapi, semua itu kudu ada aturan dan batasannya loh ya. Ibuk paling ga seneng kalau kamu maiiiiiin terusss, sampai lupa waktu. Hayoo, kapan hari kamu sampe bolong sholat Asharnya kan, gara-gara keasikan main sama temen-temen di lapangan?

((Upss... ketahuan ibuk))

((Upss… ketahuan ibuk))

Jangan diulangi lagi ya Nak. Tahu sendiri kan, dalam hidup itu kita harus berusaha sekuat mungkin untuk jadi orang yang baik dan bermanfaat. Kudu mandiri. Karena ibuk dan bapak kan nggak selamanya bisa berada terus di samping kamu. Bisa aja tiba-tiba salah satu dari kami harus “pamit” duluan. Dipanggil ke alam kubur.

TANGKUBAN PERAHU

Eh, jangan nangiiis! Ini kejadian loh, sama ibuk. Dulu, tahun 1991, pas ibuk masih kelas 4 SD, bapaknya ibuk (kakekmu) sudah meninggal. Padahal, beliau masih muda. Kelahiran tahun 1947. Hayo, coba dihitung, berapa umur kakekmu pas meninggal? 1991 dikurangi 1947. Ketemunya berapa? 44 kan? Naah, masih muda banget kan?

Itu dia. Belajar dari pengalaman ibuk, kita nggak boleh malas-malasan mempersiapkan masa depan. Harus rajin belajar, berdoa, dan bekerja! Itu saja nggak cukup loh. Ibuk juga kudu mempersiapkan bekal. Supaya kalau terjadi apa-apa pada ibuk, hidup kamu insyaAllah akan baik-baik saja dan terus berjalan.

Maksudnya gimana?

Gini. Tahu kan, kalau ada produk bernama asuransi? Nah. Ibuk udah daftarin kita ikut program asuransi.

Wah, berarti ibuk nggak yakin sama perlindungan dari Allah??

Jangan salah. Justru, perintah soal ini sejalan dengan firman Allah di ayat ke 9 Surat an-Nisa. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”

Jadi, Asuransi itu penting dong?

Penting pake banget! Kita nggak pernah tahu kan, apa yang akan menimpa kita tahun depan, bulan depan, besok, bahkan sepuluh menit sejak ibu bikin surat ini, kita sama sekali have no idea soal apa yang terjadi dan menimpa diri kita.

Tahu nggak, Nak. Ada satu kutipan yang mau ibuk sampaikan buat kamu. Your choices today creates you tomorrow. Pilihan-pilihan yang kita ambil akan menentukan bagaimana jalan hidup kita kelak di masa depan.

Mau masa bodoh dengan kondisi keuangan? Ya siap-siap aja bangkrut. Hidup merana. Menderita. Soalnya, gaji mau segede gaban, mau segede dosa, ya bakal abis gak bersisa kalau kita nggak bijaksana dalam membelanjakannya.

Ibuk sekarang mau cerita soal asuransi ya. Bidiih, kalau kamu lihat iklan asuransi bakal pusing dewe. Soalnya, merek-mereknya banyak banget, Nak. Dan semuanya mengklaim kalau asuransi itu paling oye. Setelah ibuk browsing sana-sini, nanya ke beberapa teman, ketemulah satu asuransi yang cihuy. Yap, asuransi Allianz!

Yay! Kartu Allianz ibuk dan Mas Sidqi

Yay! Kartu Allianz ibuk dan Mas Sidqi

Kamu masih bingung tentang macam-macam asuransi? Oke, ibuk jelasin ya. Santai aja. Sambil dimakan camilannya. Duduk yang anteng, hehehe…

Gini lho. Asuransi itu macam-macam. Pertama, asuransi jiwa. Ini harus dipunyai setiap orang, apalagi kalau masih usia produktif dan punya tanggungan. “You need life insurance if somebody will suffer financially when you die” gitu deh kata om David Woods.

Ayah dan ibuk kamu harus banget punya asuransi jiwa. Kenapa? Ya karena kami kan bertanggungjawab untuk menafkahi, mengasuh dan membesarkan kamu. Jadi, andaikata kami berpulang, insyaAllah akan ada “backbone” alias dana yang tetap bisa kamu manfaatkan.

Mewek saban denger kata "sekolah"

**Mewek** Boys don’t cry, Nak….

Don’t cry, boy. Please don’t cry. Ngomongin kematian memang rentan menimbulkan sedih. Tapi, bukankah pada dasarnya hidup kita adalah serangkaian episode “numpang minum” sembari menunggu saatnya dijemput malaikat maut? Be realistic and optimistic, okay? Toss dulu dong.

Masih nyimak penjelasan ibuk kan? Bagus. Sekarang, ibuk jelasin soal jenis yang kedua ya, asuransi kesehatan. Siapa sih, manusia di muka bumi ini yang nggak pernah sakit? Widih, kalau ada, coba sini, ajak kenalan sama ibuk. Sakti bener dia. Hehehe. Semua orang itu PASTI pernah sakit. Ada yang sakitnya “enteng”, macam flu, pilek, batuk.

Tapi ada juga sakit yang cukup menguras energi, air mata, terutama dompet. Dan, zaman sekarang, yang namanya penyakit itu macam-macam, Nak. Ingat Kakung Ruslan dan Uti Tetty? Adiknya nenek kamu, yang tinggal di Kediri itu loh. Nah, Kakung Ruslan itu sakit jantung, Uti Tetty sakit tumor payudara. Dua penyakit BERAT menimpa sepasang suami istri!

Tidak ada yang minta. Tapi, sekali lagi, ibuk harus jelasin, kalau kita tidak pernah tahu apa yang akan menimpa diri kita, sejam, semenit, bahkan sedetik lagi kan?

Sekarang kita bahas asuransi yang ketiga nih. Asuransi Umum. 

Ini mencakup asuransi perjalanan travelpro buat yang sering traveling.

Juga ada Kartu ProteksiKu yaitu asuransi kecelakaan diri yang memberikan santunan untuk Meninggal Dunia dan Cacat Tetap yang diakibatkan Kecelakaan, 24 Jam sehari, selama 1 tahun, dan berlaku di seluruh dunia! Hebat kan?

Ada juga asuransi Rumahku Plus. Kalau kita punya properti, baik itu berupa rumah, hotel, kos-kosan, apartemen, kita butuh proteksi alias perlindungan kalau terjadi sesuatu kan? Ingat, banyak kejadian kebakaran. Wuih, kalau nggak pakai asuransi, terbayanglah kerugian yang benar-benar bisa bikin nangis darah

Sudah mulai paham kan? Ternyata asuransi itu penting banget kan? Sayangnya, tidak semua orang sudah “melek asuransi”.

Gini lho, Nak. Ibuk pernah membaca sebuah riset yang dilakukan OJK alias Otoritas Jasa Keuangan. Ternyata, di antara 240 juta jiwa penduduk Indonesia, baru 18% saja yang sudah punya asuransi! Widih. Dikit banget kan? Berarti ada 196,3 juta jiwa penduduk Indonesia yang belum berasuransi. Wah..wah… padahal 196,3 juta jiwa itu kan bisa terserang sakit sewaktu-waktu kan? Bisa meninggal kapan saja kan? Bisa terkena musibah yang tidak terduga-duga kan?

Hmmm, ya ya ya. Memang sih, kebanyakan orang Indonesia itu lebih suka mikir pendek.

Eh, malam ini gue mau ke mal ah… Beli baju ah… Nonton bioskop ah… Tapi, kalau diajak buat berasuransi? Langsung males dot com.

Penyebabnya, bisa jadi karena merasa masih muda dan (seringnya) sehat wal afiat. Padahaaall… tahu sendiri kan, sekarang penyakit-penyakit degeneratif banyak menyerang anak muda juga lho. Beberapa sahabat ibuk malah sudah “pamit” duluan. Ada yang sakit hepatitis, jantung, stroke, diabetes, macam-macam. Umurnya masih kepala 3 loh.

Karena itu, no excuse! Jangan banyak alasan! Justru kalau semakin muda kita berasuransi, maka premi asuransi yang kita bayar bakal lebih enteng.

Trus, apa lagi ya alasan klasik yang bikin orang males asuransi?

Coba, kamu bisa tebak nggak, Nak? Hihihi. Gini lho. Yang namanya asuransi itu kan perlu bayar uang premi. Ini semacam uang “iuran” yang nanti bisa dikelola oleh pihak asuransi supaya kita saling membantu meringankan beban satu sama lain. Nah, premi ini menurut orang-orang dianggap acara “buang duit” aja! Kalau seseorang lebih sering sehat daripada sakit, mestinya dia bersyukur dong. Ini malah merasa “rugi” karena preminya udah “terbuang” dan dia enggak bisa klaim. Ya elaaah… aneh banget kan? Dikasih sehat malah minta sakit. Duh.

Sekali lagi, ibuk kudu jelasin, TIDAK ADA jaminan, kalau kita akan selalu sehat SELAMANYA.

Pernah dengar istilah “Sadikin”? Yap, sadikin itu “sakit mendadak miskin”. Tadinya sih, baik-baik saja pas sehat. Tapi ketika diserang sakit, duit tabungan harus terkuras habis, lalu hutang sana-sini, aduuuh… terbayang betapa beratnya kan?

Contoh aja nih, seorang pasien penyakit jantung harus menyiapkan uang 75 sampai 300 juta untuk pengobatan. Kalau stroke? Bisa sampai 250 juta. Kanker itu bisa merogoh anggaran sampai 150 juta. Ngeri kan, lihat angka-angkanya? Maka dari itu, nggak ada ceritanya, kita ogah-ogahan berasuransi.

Waduh. Ternyata surat cinta ibu puanjaaaang banget ya. Hehehe. Jangan bosan untuk menyimpan, membaca dan mengamalkan isi surat ini ya.

Percayalah. Tidak ada seorang ibu yang menyusun rencana buruk untuk putranya. I’m not a perfect mom, but I always try hard to be a good and better mom. Surat ini adalah wujud cinta ibuk untuk mas Sidqi. Karena Mas Sidqi adalah #1yangterpenting dalam hidup ibuk.

Semoga Allah selalu melindungi kita, menyatukan hati dan cinta kita sampai kapanpun. Jangan lupa berasuransi ya Nak…!

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, 

Love,

Ibuk

Sepucuk surat yang dipersembahkan dengan tinta cinta ini diikutkan dalam Allianz Writing Competition 2014

Hadiah Allianz Writing Competition 2014

Cintaku Berlabuh di Produk Kreatif Indonesia

Alhamdulillah, tulisan ini jadi The Best Three dalam lomba blog "Karya Kreatif Anak Bangsa" dalam rangka memeriahkan Pameran Produksi Indonesia 2014.

“Konsumen mancanegara sekarang sudah semakin cerdas. Mereka tidak lagi tergila-gila beli barang branded yang harganya selangit. Justru, konsumen dari luar negeri malah suka dengan produk kami, karena ada story-nya di balik pembuatan produk-produk handicraft ini.”

Tak habis rasa hormat, respek dan salut saya pada perempuan tangguh satu ini. Dengan modal semangat dan ikhlas yang merubungi sekujur sukma, ia terus berupaya. Memberikan diferensiasi pada aneka produk handicraft, yang ia bidani, bersama sejumlah karyawan. Workshop-nya terbilang sederhana. Namun, aura humanisme, saling setia kawan, kehangatan, senantiasa meruap dari lokasi workshop sekaligus merangkap tempat tinggal/ mess para karyawannya.

Image

Namanya Titik Winarti. Pendiri, penggagas, sekaligus komandan bagi puluhan karyawan di Tiara Handicraft, Surabaya.

Betul, yang ia produksi adalah barang-barang khas handicraft, semacam tas, dompet, dan lainnya.

Betul, kalau kita lihat sekilas, barang produksi Bu Titik, tak jauh beda dengan handicraft lainnya.

Image

Tapi, lihatlah.

Produk-produk ini dikerjakan dengan penuh cinta, oleh para penyandang tuna daksa, tuna grahita dan tuna rungu. Ya, karena semua karyawan Bu Titik adalah saudara kita para difabel alias penyandang disabilitas.

Image

Jangan pandang sebelah mata terhadap karya yang mereka hasilkan. Justru, saudara-saudara kita para difabel ini bekerja dengan hati-hati, sekaligus “dengan hati”. Hasil karya mereka sama sekali tak asal-asalan. Justru, dilahirkan dengan rahim cinta. Sebuah syukur, yang teralamatkan pada Yang Maha Kuasa, karena telah memberikan semangat tak kunjung padam, kendati fisik mereka boleh dibilang “istimewa”.

Image

Sedari awal, saya berupaya mencari jalan untuk bisa mengakses pasar luar negeri. Kami terus membidik beberapa negara sebagai target market untuk produk-produk Tiara Handycraft. Alhamdulillah, sejumlah Negara memberikan respons positif. Produk kami diterima oleh konsumen di Brazil, Spanyol, Belanda, Amerika Serikat serta Singapura. Saat ini, tren yang berkembang adalah, para konsumen akan membeli suatu produk berdasarkan ‘personal story’ yang melekat di produk tersebut. Jadi, misalnya, dia beli tas produk Tiara. Nah, di label harga, kami jelaskan bahwa produk ini digarap oleh penyandang tuna daksa. Maka, ia akan dengan senang hati bercerita ke rekan-rekannya bahwa “Hei, ini lho, saya pakai tas yang dibikin oleh penyandang difabel.”

Jadi, saya bikin produk itu handmade, eksklusif, ada pencantuman identifikasi pembuat produk. Karena kalau lihat orang beli tas mahal bermerek, sudah banyak kan? Nah, kami lebih menyasar para peminat barang yang esklusif dan dibuat dengan sentuhan personal.

Brilian!! Sungguh strategi social marketing yang super-duper brilian! Produk Indonesia bisa kian mengglobal, tentu harus dibekali marketing yang handal, diferensiasi produk yang mantap!

Image

Jaringan pemasaran yang mengglobal ini merupakan buah dari prestasi yang diraih Titik di tahun 2005.

Saat itu, Titik meraih penghargaan Microcredit Award dari pemerintah. Dia lalu berpidato di depan sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), saat mengikuti pencanangan Tahun Internasional Kredit Mikro di markas PBB di New York, Amerika Serikat. 

Image

Tak ayal, cintaku berlabuh di produk dalam negeri : Tiara Handicraft. Kugamit satu tas dengan motif menyerupai baju wanita. Aku bayangkan, betapa cinta masing-masing perajin itu, tertuang dalam satu karya indah luar biasa, sebuah tas yang cukup dibandrol dengan angka 100 ribu saja!

Image

Karya ini lebih dari sekedar tas. Ia adalah masterpiece. Sebuah masterpiece produk kreatif Indonesia.

Karya ini adalah bukti sebuah inspirasi, bahwa anak negeri ini, mampu melakukan apa saja, tak peduli bahwa ada aral yang terpampang di depan mata. Seperti kata-kata Bu Titik, “Anak-anak ini nggak butuh dikasihani. Mereka hanya butuh diberi tempat, diberi kesempatan, wadah untuk berkarya….”

Ahhh…. produk Indonesia…. Bukti kecintaan pada bangsa…. Sekaligus bukti bahwa anak-anak bangsa sungguh mampu melahirkan asa dan semangat menyala-nyala. Sangat layak apabila Tiara Handicraft lebih gencar dikenalkan pada khalayak

Maka, rasa nasionalisme kita akan membuncah, hingga tumpah ruah.

Maka, dengan bangga yang meletup-letup, kita akan berujar lantang, “Produk Indonesia Mantabbbbb!!”

 

 

Tujuh Tahun

Assalamualaikum mas Sidqi yang ganteng, sholih dan baik hati,

Hari ini, Ibu pengin nulis apa yang Ibu rasakan selama 7 tahun jadi orang tua mas Sidqi.

Wah, waktu berjalan ngebut banget! Rasanya baru kemarin loh, Ibu mengalami kontraksi yang luar biasa, di detik-detik jelang kelahiran mas Sidqi.

Rasanya baru kemarin, Ibu bersihkan ompol, gumoh, plus bangun tengah malam karena dengar jerit tangis si bayi imut bin ganteng.

Sekarang, mas Sidqi sudah makin gede aja. Udah bisa melakukan banyak hal. Temen gaul mas Sidqi juga banyaaak banget! Mereka suka main-main ke rumah kita, karena mas Sidqi memang baik hati dan selalu menyambut dengan riang gembira.

Sidqi bareng bolo pleknya

Sidqi bareng bolo pleknya

Tapiii, Ibu tahu persis, biarpun punya teman banyak, mas Sidqi paling suka mainnya sama Ibu kan?

Hayooo… ngaku deh… Kalo nggak ngaku, ntar Ibu nggak bawain es krim loh, hehehe…

Kalau dianalisa lebih dalam *eciyeeee*, Mas Sidqi memang punya banyaaak kemiripan dengan Ibu.

Sama-sama suka berpetualang. Hobi santai di pantai. Trus, menginap di rumah pohon. Demen berenang….

Santai di pantai Papuma, Jember

Santai di pantai Papuma, Jember

CIMG4674

Asiknya di Rumah Pohon, Taman Dayu, Pasuruan

CIMG5332

Renang di Vila Jambuluwuk, Batu, Malang

Kita berdua juga doyan berargumentasi. Bahasa simpelnya sih, “hobi ngeyel”. Hehehee… Tiap kali ada nasehat yang terlontar dari mulut Ibu, mas Sidqi selalu mendebat, “Loh, kenapa gitu? Mestinya kan bisa begini.”

Ibu kudu pontang-panting kasih penjelasan secara ilmiah dan mudah dicerna oleh bocah berusia 7 tahun, yang punya daya kritis dan analitis luar biasa *prok, prok, proook*

Kita berdua juga punya kegemaran yang sama. Bergumul dengan LAPTOP! Kalau Ibu lagi duduk anteng di depan laptop, sepersekian detik kemudian, mas Sidqi PASTI mau ikut-ikutan. “Ibuuu… aku bantu ngetik yaa….”

Inilah momen quality time kita berdua.

Kita bermain-main bareng laptop. Browsing banyak hal. Belajar ngetik. Belajar matematika. Belajar paint.

Nge-game? So pasti dong ah. Hihihi.

Asik Ngegame bareng laptop ramping

Asik Ngegame bareng laptop ramping

TEMA W-3-GAME LAPTOP-2

Wuih, josss banget dah, ngegame pakai nih notebook!

Emang cakep banget dah, kalau main-main dengan laptop yang enteng ya. Niiih, ada Acer Aspire E1 Slim Series, yang didukung oleh  prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.

Notebook ramping, fitur asik dan menawan

Notebook ramping, fitur asik dan menawan

ASpire-E1-432-Silver-1 ASpire-E1-432-Silver-3 E1-432

Ibu harus akui. Eksistensi laptop itu membantu banget dalam “karir” Ibu sebagai orang tua. Ibu bisa tahu banyak hal, setelah menjelajah dan bercengkrama dengan dunia online. Termasuk, pas cari nama kamu! Ibu browsing, sampai ketemulah nama “Adkhilni Mudkhola Sidqi”. Artinya: masukkanlah ke dalam golongan dan dengan cara yang baik.

Ibu berharap, kamu akan menjadi sosok muslim yang hebat dan bisa menghebatkan banyak orang! Aamiiin…

Eh, mas Sidqi. Laptop seri terbaru dari Aspire Acer ini juga handal banget buat dipakai kerja loh. Seperti yang udah Ibu bilang, Acer Aspire E1 Slim Series didukung performa Intel® Processor di dalamnya. Jadi, karena ibu setiap hari bergulat dengan dunia tulis-menulis, nih notebook super-duper-hero banget!

Apalagi, Ibu bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya. Yah, maklum, selama ini Ibu kan harus mobile, buat ketemu banyak narasumber, interview, dan kudu nulis on the spot! Jadi, kemana-mana, Ibu bawa tas ransel yang bawa laptop segede gaban! Beraaaat!

Ngobrol sama Fadly-PADI sambil ngusung ransel isi laptop gede *uhuk-uhuk*

Ngobrol sama Fadly-PADI sambil ngusung lemak plus gelambir ransel isi laptop gede *uhuk-uhuk*

Ah, untunglah, ada solusi brilian buat kita berdua ya.

Ibu tetap bisa kerja dengan optimal karena lahirnya inovasi mutakhir dan spektakuler dari Acer Aspire. Kalau ditemani notebook yang ramping, ide-ide bakal mengalir deras… Jari-jemari Ibu (yang semuanya segede jahe ini) bisa menari lincah di atas tuts keyboards notebook.

Biarpun bodinya 30% slimmer, notebook Acer Aspire E1 Slim Series tetap mengusung fitur yang cihuy.

Laptop tipis Aspire E1-422, misalnya.  Nih laptop ciamik banget, dilengkapi dengan optical drive DVD Super Multi. Jadi kita tidak perlu lagi bawa DVD-RW external. Kan, fitur ini sudah terpampang nyata plus terintegrasi pada Aspire E1-422.

Kelengkapan input/output Aspire E1-422 antara lain tiga buah port USB, yang satu diantaranya sudah menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat lebih kencang dibandingkan USB 2.0. Ada juga sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC.

Nah. Ibu kan doyan presentasi. Kalau pakai Aspire E1-422, gimana? Oh,  Tenaaang…. Laptop yang slim, langsing dan aduhai ini menyediakan port VGA/D-Sub yang umum digunakan pada proyektor yang ada di pasaran.

Buat multimedia, fiturnya okekah? Tenaaaang…. Aspire E1-422 ini juga menyediakan sebuah port HDMI yang bisa digunakan untuk menghubungkan notebook dengan layar LCD/LED berukuran besar. Jadi, selain bisa nge-games bareng, kita sekeluarga juga bisa nonton film Full HD ataupun main game favorit lewat layar berukuran besar!

Acer juga punya sebuah Webcam HD buat kita-kita yang eman doyan banget foto-foto dan video chatting.

Untuk konektivitas, Acer Aspire E1-422 menyertakan satu buah port LAN (RJ-45), dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n. Ini memudahkan banget kalau kita mau internetan lewat jaringan hotspot.

Keren banget kan, laptop ini, Mas Sidqi?

Sekeren akhlak kamu.

Jump, Sidqi, Jump! Reach Your Dream!

Jump, Sidqi, Jump! Reach Your Dream!

Ibu juga bakal mengoptimalkan pemakaian notebook untuk membimbing kamu jadi anak yang kian sholih dari hari ke hari. Kita bisa belajar ajaran wudhu, sholat, haji… Macam-macam! Ibu juga bakal setelkan murottal (bacaan Al-Qur’an) dari para syaikh. Supaya hafalan Qur’an kita bertambah. Ibu juga akan meng-encourage mas Sidqi, untuk tahu jalur apa yang akan diambil mas Sidqi, sebagai sarana untuk berbagi kemanfaatan buat sesama.

Bisa jadi penulis. Ulama. Atau, syeikh di Masjidil Haram.

Go ahead! Reach your dreams!

Sidqi (plus emaknya) ngefans sama Ust. Yusuf Mansur.

Mas Sidqi mau jadi Ustadz, penulis plus entrepreneur ala  Yusuf Mansur? Go ahead, kid!

IMG_4899

Semoga Mas Sidqi bisa se-brilian cendekiawan muslim, Syafii Antonio *aamiiin…*

Mas Sidqi, inilah yang bisa Ibu sampaikan di surat hari ini. InsyaAllah, Ibu akan selalu meningkatkan kapasitas untuk jadi orangtua yang lebih baik.

Ya, bekerja menjadi orangtua, artinya Ibu sudah “melamar” ke pekerjaan tanpa cuti dan nggak boleh resign. Pada akhirnya, Ibu akan diminta untuk menyetorkan “laporan pertanggungjawaban” seputar amanah yang Allah berikan pada Ibu.

Makanya, Ibu bersyukur banget, ada Kumpulan Emak Blogger. InsyaAllah, bisa jadi bekal berharga bagi Ibu, untuk jadi “coach” dalam hidup mas Sidqi.

Semangaaaaat, mas Sidqi yang ganteng, sholih, taqwa dan pemberani!

Ibu always love mas Sidqi.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

@nurulrahma 

*Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

StarkLED, Superhero-Superhemat-Superasik!

Suatu hari, di sebuah kelas SD.

“Anak-anak, tahukah kalian, siapa penemu lampu pijar?”

“Thomas Alva Edison, Bu guru!!!!”

“Yak, bagus.”

Bu guru kita manggut-manggut puas. Tak sia-sia dia mengajar di depan kelas, men-jlentreh-kan segala hal seputar dunia lampu dan riwayat Engkong Thomas.

Tak dinyana, satu bocah mengacungkan jari telunjuknya. “Bu guru, saya mau tanya. Penemu lampu pijar kan Thomas Alfa Edison, lha kalau penemu lampu LED siapa ya?”

Glek.

Plassss… Paras bu guru kita mendadak jadi pucat pasi. Eng… ing… enggghhh… mau bilang “nggak tahu”, kok ya takut wibawanya bakal anjlok di hadapan murid. Keringat dingin membasahi baju dinasnya. Malu-malu, bu guru mengambil android yang tergeletak di meja.

“Sebentar ya Nak. Bu guru tanya om google dulu.” #krik-krik…

***

Hehehehe… cerita di atas mah imajinasi gue aja. Tapi, bukan mustahil lho bakal kejadian di alam nyata. Anak-anak SD zaman sekarang kan makin cihuy tuh. Mereka enggak puas dicekokin materi so yesterday, yang cuma berkutat generasi Thomas Alva Edison. Mereka juga pengin tahu dong, siapa aja innovator produk-produk keren, yang lagi nge-hits banget.

Setelah gue obrak-abrik markasnya om google, terjawablah sudah ke-kepo-an si bocah SD tadi. Lampu LED, alias light emitting diode memang sebuah inovasi yang luar biasa jenius. Penemunya,  Nick Holonyak Jr pada tahun 1962. Tadinya, lampu LED ini banyak dipakai di beragam piranti elektronik. Tapi, mengingat kecilnya konsumsi listrik, lampu LED juga sudah jadi lampu penerangan yang sangat-sangat bersahabat.

Eh, sekedar info nih ya. Biarpun Holonyak sudah bikin inovasi yang super-duper-cethar-membahana, ternyata ia nggak dapat award apapun lho! Rekan Holonyak berpendapat ia layak meraih hadiah Nobel untuk penemuannya. Tetapi, Holonyak emang rendah hati, rajin menabung dan tidak sombong ya. Doi cuma menjawab sederhana: “Ini konyol untuk berpikir bahwa seseorang berutang sesuatu (kepada saya). Saya beruntung masih hidup ketika datang ke sana.”

Pakai StarkLED, Lampu LED murah berkualitas hematnya dari hari pertama

Gerakan hemat energi memang sudah bergaung dimana-mana. Pastinya, kita pengin dong, pakai lampu yang hemat energi sekaligus hemat listrik dan ini artinya hemat duit?

Lampu StarkLED bisa jadi jawaban cespleng atas kegalauan kita akan kebutuhan lampu yang sip-markosip. Kok bisa? Iya dong, lampu StarkLED ini tidak mengandung mercury. Sementara lampu pijar dan neon nggak go green banget, karena mengandung mercury.

Apalagi jenis lampu CFL (Compact Fluorescent Lights). Wuah, ini mah biang keroknya global warming dah. Lampu CFL itu mengandung merkuri, logam beracun, dan harus didaur ulang secara benar ketika terbakar habis. Trus, yang lebih gawat lagi, apabila lampu CFL ini jatuh dan pecah di rumah kita, bujubuneng, bakal panjang deh, tindakan bersih-bersih yang kudu dijabanin. Kita juga wajib menutup lubang alias ventilasi udara biar racun kagak nyebar! Rempoooong abiiisss…

Selain ramah lingkungan, StarkLED ini cucok banget buat kondisi kantong kita. Murah bin irit banget. Para emak pun tidak perlu menjerit histeris, biarpun tarif PLN bakal naik.

Ga perlu pusing mikirin tarif listrik yang ogah turun!

Ga perlu pusing mikirin tarif listrik yang ogah turun!

Image

Kenapa Kudu Pake StarkLED? Ya iyalaaahhh, wong KEREN BANGETS!

Nyantai aja, bu ibu…. Udah ada StarkLED, Lampu LED murah berkualitas hematnya dari hari pertama

Emang apa aja sih, keunggulan nih StarkLED?

Segambreng, cyiiin… Ini gue jabanin yak.

1. Lensa dengan bahan PC yang mengeluarkan 95 % pancaran cahaya dan warna uniform

2. Dilengkapi struktur plat yang dapat mendistribusikan udara panas dengan lebih cepat

3. Menggunakan chip SMD yang berkualitas dengan lumen dan CRI yang tinggi

4. Bodi lampu menggunakan bahan plastik ringan yang tahan tegangan listrik

5. Lubang ergonomis sebagai saluran udara panas yang dapat menjaga kestabilan suhu lampu.

 

Dan, buat para emak-emak alias menteri keuangan keluarga, nih StarkLED bener-bener membantu banget mensukseskan program financial planning kita. Noh, dibaca baik-baik dah, penghematan besar-besaran yang bisa kita dapetin kalo istiqomah dan konsisten pakai StarkLED.

Giliiiingg... jauh banget kan bedanya?

Giliiiingg… jauh banget kan bedanya?

Eh, masih ada kabar gembira lainnya loh. StarkLED juga menggandeng seluruh warga negara yang tinggal di bumi Indonesia, buat gabung jadi reseller mereka! Tugasnya jualan produk yang cihuy, bisa ajak orang lain buat ikut hemat energi, ehh… kitanya dapat duit! Wuih, siapa yang nolak???

Yuk mariiii, yang mau daftar jadi reseller StarkLED

Yuk mariiii, yang mau daftar jadi reseller StarkLED

Ternyata, udah banyak yang jadi user setia StarkLED. No wonder-lah, soalnya StarkLED diproduksi PT. Sumber Harapan Abadi. Nih korporasi udah kondang bangets, jadi produsen tinta suntik original dan kertas foto Dataprint. Duh, siapa sih yang nggak kenal merek Dataprint? Produknya top markotop banget lah. Terbukti dengan raihan 5 tahun berturut-turut gelar Top Brand 2009-2013.

 Selain Dataprint, PT.Sumber Harapan Abadi berinovasi terus dan menciptakan produk  kelistrikan. Merk dagangnya? Klik-iT, Ini adalah kabel ekstension fleksibel yang praktis. Cukup satu kabel, colokannya bisa dipasang dimana saja tanpa alat bantu.

Nah, inovasi nggak boleh berhenti dong ya. Sekarang PT.Sumber Harapan Abadi mengembangkan dan mengenalkan STARK LED, pokoknya lampu LED ini bukan hanya hemat energi, tetapi juga hemat biaya sejak pembelian pertama. Jadi solusi tepat pencahayaan di rumah kita dah.

Testimoni pelanggan yang jatuh cinta sama StarkLED

Testimoni pelanggan yang jatuh cinta sama StarkLED

Di website StarkLED, dijelaskan nih, kalau kita dapat garansi, bisa hemat (energi maupun dompet), plus ramah lingkungan.

garansi hemat ramah lingkungan

Jangan ngaku cinta bumi, kalau nggak segera move-on pakai lampu StarkLED.

Ya iyalah, buktiin cinta lo dengan pakai lampu keren yang hemat energi.Lampu yang lensanya berbahan PC, yang bisa mengeluarkan 95% pancaran cahaya. Lebih kece lagi, lampu StarkLED jauuuuuh lebih jagoan dan tahan lama kalau dibandingkan lampu tabung biasa! Sejak hari pertama pakai lho.

Hufftt, warga dunia udah mulai pakai StarkLED, karena benefit yang begitu menggiurkan. Ramah energi, ramah pula di kantong. Kalau semua lampu tradisional di dunia diganti dengan lampu StarkLED, wuiiih kebayang deh, betapa gilang-gemilang hidup kita! Lebih joss lagi, karena konsumsi listrik bisa ditekan sampai sebesar 40 persen!

Yuk ah, buru-buru cari lampu StarkLED! Mau beli online? Bisa banget lho!

StarkLED juga dijual online!

StarkLED juga dijual online!

Referensi: http://www.stark-indonesia.com/company-profile

http://sains.kompas.com/read/2013/07/05/0247283/Temuan-temuan.yang.Tak.Menghasilkan.Uang.untuk.Penemunya

http://listrikindonesia.com/irit_energi_dengan__mencatut__waktu_penerangan_144.htm

http://techno.okezone.com/read/2013/09/05/56/861119/redirect

Disclamer : tulisan ini di luar tanggungjawab PT. Sumber Harapan Abadi

Akhirnyaaa…. Ketemu Soulmate yang 30% Slimmer!

Ahhhaaaiii, sudah jam 10 nih! Waktunya posting untuk emak-emak blogger. SEMANGAATT, ALLAHU AKBAR!! *kepalkan tangan ala Bung Tomo*

Sudah lama gue jadi ‘silent admirer’ grup tercethar membahana ini. Yep, apalagi kalau bukan  Kumpulan Emak Blogger (KEB). Jenius banget gitu lho, ada grup yang bisa meng-encourage kita, para emak ini, buat menuangkan ide dan mengabadikannya dalam tulisan.

Lewat tulisan-tulisan yang dipahat, kita bisa nunjukin ke dunia, apa, siapa dan bagaimana kita. Persis kata Om Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Buat gue, menulis itu bukan sekedar memindahkan ide, kritik, analisa dan endebre-endebre lainnya dalam bentuk tulisan. Nulis juga bukan sekedar ajang narsis-narsisan. Nulis itu selain sarana aktualisasi diri, juga sebentuk katarsis yang positif loh! Baik buat stay at home mom (SAHM) ataupun working mom (WM).

Image

Kalo ini poto jadul, zaman gue masih ngantor di Sampoerna

Sehari-hari gue emang kerja jadi penulis. Ada 3 majalah yang butuh kasih sayang dan sentuhan jari-jemari gue. Majalah itu adalah: Nurul Hayat, NH News dan Majalah anak-anak ANAS.

Selama ini, dalam mendarmabaktikan kewajiban buat nulis, ada laptop Acer Aspire 4530. Doi udah jadi semacam “partner in crime” gitu lah. Kalau mood gue lagi membara, *ting!* langsung deh, jari jemari menari di atas keyboard.

_MG_9683

Ceritanya lagi rapat redaksi

 

The problem is…. Nggak jarang gue kudu traveling buat liputan atau wawancara narasumber di luar kantor. Kalau hasil wawancara itu nggak segera ditulis, “feel”-nya udah beda. Jadi, gue ambisi banget, abis wawancara, langsung nulis artikelnya SAAT ITU JUGA.

Kenapa? Analoginya kayak begini nih, roti yang fresh from the oven itu lebih mak nyus ketimbang roti yang udah dipajang di etalase toko kan? Nah, tulisan yang dibuat “fresh from the just-now-interview” juga gitu.

Image

Abis ngobrol bareng Kang Maher Zain, kudu ditulis langsung dooong hasil interviewnya….

Tapii, apa kabar bodi gue yang udah semakin sering keserang encok-pegel-linu inih? Apa kabar kalau gue musti gotong-gotong laptop, demi memuaskan hasrat “anti-delayed writing”? Mana bawaan gue kalau lagi traveling segabruk aja nih..

Pengin deh, punya laptop yang punya fitur seasik laptop sekarang… dengan layar yang lumayan lebar, biar gak nyiksa mata yang semakin menua ini….

Tapi, gue kagak bisa move on dari dinasti Acer nih… Pegimana dong?

Image

Subhanallah…. come to mama, darlingg…

 

Ladies and Gentlemen, please welcome….. *drum roll*…. Acer Aspire E1-432 !!

Jreng-jreeenggg….

Subhanallah, Acer emang “sesuatu” ya booo…. Kayaknya udah tau aja jeritan hati emak-emak. Dari website Acer, gue dapat info yang super-duper mencerahkan. Acer udah melansir notebook yang makin tipis banget! 30% lebih slim! Yayyy! Makin cinta deh, sama Acer!

Image

Emang cakep bener yak, nih notebook!

Laptop tipis Acer ini Berbasis Intel Haswell. Hemat Daya pulak. Layarnya monitor LED berukuran 14”. Jadi, dijamin mata emak-emak kagak bakalan jereng dah. Resolusinya 1366×768 px. Ini mah udah cakep banget buat daily needs gue. Mau office basic hayok. Browsing, blogwalking,multimedia,bahkan yang game-addict, yuk mariii…

Yang paling sip-markosip adalah, ketebalan nih notebook cuma 25,3 mm saja dong cyiiin. Kalau dibandingkan dengan notebook zaman baheula, Acer Aspire E1-432 punya dimensi 30% lebih tipis.

Buat emak-emak hiperaktif semacam gue, notebook Acer Aspire E1-432 juara banget dah. Segala kelebihannya seolah bisa menjawab kegalauan kalau gue kudu traveling dan nulis saat itu juga. Biar tipis kayak begindang, eh, ternyata seabrek fitur penting tetap nangkring di notebook Acer Aspire E1-432 loh.

Ngomongin cakepnya Acer Aspire E1-432 kagak ada habisnya dah. Udah sempat gue singgung di atas, kalau nih notebook prosesornya Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Acer mempersenjatai *duileee….* notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang punya dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz.

Emang napa kalau pakai Haswell, jeung?

Karena Aspire E1-432 berjodoh dengan Haswell, jadi bisa bekerja sangat efisien dengan TDP hanya 15 Watt saja. Baterai 4-cell (2500mAh) yang digunakan, bikin daya tahan baterai notebook jauh lebih maksimal!

Bukan cuma itu. Prosesor Intel Celeron 2955U ini sudah terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru, dan ini bisa bikin kinerja notebook meningkat signifikan dibanding Intel HD graphics sebelumnya. Buat yang game-freak, throw your hands up at me……Tos dulu ahhh!

Aspire E1-432 dilengkapi RAM DDR3 sebesar 2GB yang dapat di-upgrade hingga 8GB, ini buat emak-emak yang multitasking macam gue. Mau nyimpen artikel, foto, film, lagu-lagu, murottal Al-Qur’an, semuanya bisa muat. Karena ada media penyimpanan harddisk SATA berukuran 500GB.

Mantab banget yak?

By the way, dengan segala keelokan akhlak dan budi pekerti si notebook Acer Aspire E1-432, harganya berapa yak? *pertanyaan standar khas emak-emak*

Oh, don’t worry, darling… Harganya murah banget di kantong, cuma Rp.4.749.000,- saja. Gak sampe 5 juta, cyiiin!

Buruan gih, cari Aspire E1-432. Sudah tersedia di  semua jaringan penjualan Acer di seluruh Indonesia tercinta. Info sedapnya nih, kalau beli Aspire E1-432 sampai 31 Oktober 2013, bakal dapat garansi FULL 3 tahun (termasuk service dan spareparts). Whoopsss! Kece badaiii…

Oke, gue udah tahu, notebook apa yang bakal jadi my next soulmate. Segala hal superior yang ada di Acer Aspire E1-432 jelas nggak bisa diabaikan. Gue optimis, dengan hadirnya Acer Aspire E1-432, hidup gue bakal lebih cerah dan penuh gairah! *apa sih

Eh, tunggu-tunggu…… gue denger ada yang bisik-bisik tuh di pojokan…

Notebook-nya udah lebih langsing 30% nih, lebih asyik lagi kalau yang punya blog juga 30% slimmer dong….(*)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Mulutmu, Wahai Ibu, adalah Doa Mujarab Bagi Anakmu

 

Tak intung-intang-intung-a’o…

Intung a’o… Ayangku yang sholeh…

Ayang sholeh, ayangku yang taqwa…

Ayang taqwa, ganteng bijaksana…

Everybody is loving ganteng Sidqi

Coz mas Sidqi ganteng sholeh taqwa niki…

Tak intung-intang-intung-a’o…

Intung a’o… Ayangku yang sholeh…

ImageImage

Konon kabarnya, suara Ibunda adalah vokal paling merdu bagi bayinya. Dasar doyan karaoke, sayapun “uji nyali” dengan mengolah-vokal di hadapan bayi saya. Ya, sejak dia berusia beberapa hari, saya selalu menembangkan kalimat di atas dengan nada lagu Jawa “Tak lelo lelo ledhung.” Nada yang begitu easy-listening, dipadu suara yang lembut nan syahdu (haha, ngaku-ngaku!) Bayi saya pun bisa tertidur dengan sukses. Pulas. Alhamdulillah.

Lagu itu bukan hanya berperan sebagai lullaby. Lagu itu sudah menjadi (semacam) lagu kebangsaan alias Original Sound Track (OST) dalam kehidupan Sidqi. Saya menyematkan sejumlah doa dalam lagu itu. Anak sholeh. Yang taqwa. Ganteng. Bijaksana. Dan, disayang oleh semua orang.

Suatu dogma menghunjam dalam dada: bahwa ucapan Ibu adalah doa. Entah ucapan itu disampaikan secara iseng, sengaja, ataupun sungguh-sungguh, apalagi serius. Maka, janganlah sesekali lontarkan kalimat buruk, pada anak. Semarah apapun kita. Sejengkel atau se-emosi level berapapun. Jangan. Sekali lagi, jangan.

Karena bisa jadi, ketika kita tengah menyumpahi anak, tiba-tiba malaikat berkerumun di sekitar kita, dan ucapan ngawur kita tadi menjelma jadi nyata. Masya Allah… nyeselnya luar biasa!

Pernah suatu ketika, saya dibuat jengkel oleh kebiasaan anak saya yang suka ngempet (menahan) buang air kecil. Maklum, anak-anak. Saking asyiknya bermain, ia tetap fokus dengan acara mainnya dan ogah ke toilet. Seketika itu juga, saya langsung berkoar, ”Sidqi, kamu harus pipis sekarang! Kalau suka nahan pipis kayak gitu, nanti ‘burung’-mu bisa sakit dan harus disunat loh!!”

Maksud hati hanya me-warning Sidqi. Apa daya, Tuhan berkehendak lain. Beberapa hari kemudian, Sidqi mengeluh sulit buang air kecil. Badannya panas. Segera saya bawa ke dokter. Dan, apa kata dokter, “Ibu, putra Ibu ini ada infeksi saluran kencing. Jalan keluarnya, harus dikhitan.”

Blaaarrrr…. Rasanya bagai tersambar petir! Wahai ibunda, mulutmu benar-benar harimaumu!

Sejak kejadian itu, saya berusaha keras untuk sangaaaat berhati-hati dalam menggunakan organ wicara. Selama ini, ceplas-ceplos sudah jadi trademark saya. Tapi, tentu, saya nggak ingin kejadian buruk lain terulang. Toh, dalam kondisi diliputi amarah-pun, mestinya saya tetap bisa berkata baik. Karena, apapun yang saya ucapkan sejatinya adalah doa buat anak.

“Sidqi…. Ayo, matikan TV sekarang! Kamu itu kan calon pemimpin dunia! Mosok pemimpin kerjaannya nonton TV melulu?” à marah sambil doakan anak

“Sidqi, berapa kali Ibu bilang, makan harus dihabiskan ya Nak. Kalau nasinya nggak habis, namanya mubadzir. Temennya setan. Kamu kan nantinya bakal jadi ulama besar. Jangan mau temenan sama setan!” à sebel, tapi tetap harus omong baik.

“Sidqi, kok main terus sih? Kapan belajarnya? Memang, sebagai calon pemimpin dunia, kamu harus banyak berteman. Ibu juga senang karena temanmu banyak. Tapi, tetep, kamu harus rajin belajar supaya bisa lebih pintar. Kan nanti tantangan bakal makin besar!” à mengingatkan anak, sambil tersenyum dan bicara yang bijak.

Pelan tapi pasti, saya bermetamorfosa. Bukan lagi ibu labil yang gemar meledak-ledak. Ibu sumbu pendek yang mudah tersulut amarah dan membabi-buta meluapkan kebencian. Bismillah. Saya yakin, dengan belajar dan bermohon terus menerus, Tuhan akan selalu membimbing hamba-Nya, dalam meniti sebuah perjalanan bernama “parentinghood” ini.

Apa sih, tujuan kita mencurahkan tenaga, waktu, kasih sayang dan harta buat “malaikat kecil” kita? Tentu, kita ingin ia tumbuh menjadi anak yang baik, mandiri, calon pemimpin yang hebat dan menghebatkan. Ketika anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat-berkarakter dan membanggakan, maka itulah “surga dunia” kita. Indah rasanya melihat seluruh pergulatan dan sepak terjang kita berbuah manis. Ini baru di dunia. Coba bayangkan, ketika kita memiliki anak yang sholeh, bijaksana dan taqwa. Anak yang selalu menyelipkan doa untuk kita dalam tiap sholat dan ibadah-ibadahnya. Anak yang selalu ikhlas menyebut nama kita dalam setiap munajat pada Sang Pencipta. Subhanallah, itulah hidup yang “sempurna”. Dan, insyaAllah, pada akhirnya, kita bisa kembali bergandengan tangan dengan anak kita, plus keluarga kita, dalam surga abadi. Amin….. (*)