lifestyle, medis, Review, sehat, traveling

Serunya Traveling Tanpa Anyang-Anyangan dengan Prive Uri-Cran

Musim Haji Oktober 2010

“Ibuuu… kayaknya hari ini aku nggak bisa ikut ke Masjidil Haram. Ini bolak-balik pipis terus. Duuuh, ini kebelet lagiii…”

Setengah berlari, saya  menuju toilet. Sekilas, kudengar ibu mendesah perlahan.

Piye tho Dek… mbok diobati Anyang-anyangan-mu kuwi…” (Gimana sih Dek? Ya diobati dong anyang-anyangannya)

“Fiuuuhh, lega! Iyaaaa… ini udah pipis, tapi ntar kuatir kalo kebelet lagi di jalan. Jarak Syisya (lokasi penginapan kami) ke Masjidil Haram kan jauh Bu… Belum lagi nanti kalo kebelet pipis di atas bus, repot juga kaaan? Gapapa, aku sholat di sini aja, Ibu kan bisa…. waduuuh, kebelet pipis lagiiii….”

Begitu terus. Pipis lagi, bebersih, eh.. kebelet lagi. Sekitar 3 menit sekali, aku terus menerus bolak-balik ke toilet, demi menuntaskan hasrat anyang-anyangan yang tak kunjung sirna. Huufft…. dosa apa yang hamba perbuat, sehingga di lokasi yang demikian sakral, kandung kemih terus-menerus melakukan aktivitas yang tak kenal jeda.

“Ya sudah, gapapa. Ibu juga sholat di sini saja. Nemenin kamu. Istighfar ya Dek, istighfar banyak-banyak.”

***

Anyang-anyangan, Prive Uri-cran, Obat Anyang-anyangan
Seharian gagal ke Masjidil Haram karena Anyang-Anyangan

Pastinya saya tidak pernah melupakan momen itu. Anyang-anyangan yang berujung pada akibat sedemikian fatal. Hari itu, seluruh jamaah haji yang tinggal satu apartemen dengan kami, menuju ke Masjidil Haram, untuk lakukan ibadah sholat berjamaah, thowaf, sai… mereka semua berangkat dengan gegas.

Sementara aku? Terpekur dengan hati yang hancur, sembari stand by di depan toilet yang berjarak 1 meter dari pintu ruang tidur kami.

Bagaimana tidak hancur? Saya merasa, sia-sia waktu, usaha, niat, dan duit yang kami gelontorkan untuk berangkat ke kota suci Mekkah, kalau pada akhirnya saya menyerah kalah oleh anyang-anyangan! “Cuma” anyang-anyangan, sodara-sodara!

Lebih hancur lagi, manakala saya harus menghambat semangat sosok Ibunda tercinta, yang justru memilih untuk menemani putrinya di dalam kamar. Padahal saya tahu, Ibu amat rindu dengan rumah Allah. Ibu amat menikmati setiap derap langkah ketika thowaf, lari-lari kecil saat sa’i… dan ia menggadaikan semua rindu itu, gara-gara putri bawelnya ini yang sakit buang air kecil.

Hari itu, saya berdoa lebih ekstra dari biasanya. Kalau memang, penyakit ini bisa menjadi penggugur dosa, maka saya ikhlas. Sungguh, saya ikhlas. Saya beristighfar, sholat taubat…

Yeah, walaupun harus bolak-balik ambil wudhu, karena terinterupsi oleh anyang-anyangan yang kian mengganggu. Tapi, satu hal yang pasti: Saya harus cari jawaban atas pertanyaan tersulit abad ini: Bagaimana cara mengatasi anyang-anyangan? Apa penyebab anyang-anyangan? Kenapa saya terjangkit penyakit ini? Jangan-jangan… apakah ini gejala dari Infeksi Saluran Kemih?

***

Selama ini, saya menganggap remeh rasa “nggak lega” alias “belum tuntas” yang saya alami manakala buang air kecil. Boleh jadi, nyaris semua perempuan di kolong langit mengalaminya. Kenapa? Karena memang, sudah guratan takdir bahwa jarak antara saluran kemih (uretra) ke saluran pembuangan air besar (BAB) lebih dekat, sehingga rentan terkena masalah alias infeksi saluran kemih (ISK).

Apalagi, banyaaaaaak banget hal-hal pemicu anyang-anyangan yang saya lakukan setiap saat setiap waktu. Contoh sederhana saja, menahan pipis. Ealah… ini udah kayak guilty pleasure remeh temeh yang konsisten saya lakukan sejak kecil. Sedari SD, kalau lagi asyik main gobaksodor, lompat tali ama temen-temen, lalu hasrat ingin pipis itu mak bedunduk muncul… maka yang sering saya lakukan adalah…. ngempet saja. 

Ngempet (menahan) pipis juga menjadi opsi ketika saya ikut Jambore di bumi perkemahan salah satu kabupaten Jawa Timur. Tahu sendiri lah, namanya tempat kemah, kayak gimana sih toiletnya? Yaaa.. semi permanen dan rada-rada jijay bajay gitu kan? Nurul kecil (kadang sampai sekarang sih….) adalah orang yang gampang jijik kalau lihat toilet tidak layak pakai. Dan, lagi-lagi ngempet pipis jadi pilihan.

Apalagi sekarang. Berkutat dengan deadline…. ngempet pipis. Naik bus 9 jam ke Pacitan…. ngempet pipis. Lagi senam zumba, banyak adegan loncat-loncat…. ngempet pipis lagi. 

Selain itu, bakteri jahat E.coli kerap menyerbu saluran kemih (uretra) kita. Kok bisa? Iyalaaah, lagi-lagi karena jarak uretra dan saluran pembuangan air besar yang terlampau dekat. Selain itu, kalau lagi berkemih, kadang saya lupa bahwa arah yang benar itu dari depan ke belakang. Yak, ini dia nih… yang jadi Penyebab sakit saat buang air kecil. Karena si bakteri E.coli itu brilian dan lincah banget. Dia sangat bisa pindah secepat kilat dan membuat saluran kencing kita jadi bermasalah. 

Dari data yang saya baca di sini, “Gejala anyang-anyangan merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah  dalam penyimpanan air seni di kandung kencing.” Itu kata dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U.

Hmmm, baiklah. Coba cek sekali lagi. Apakah tanda-tanda berikut ini pernah Anda alami?

  • Muncul rasa sakit, perih atau nyeri ketika buang air kecil
  • Rasa kebelet pipis itu selalu muncul, dan susah sekali untuk ditahan
  • Kalau Anda berusaha menahan (ngempet) rasa ingin berkemih, yang terjadi adalah, celana dalam Anda terkena noda pipis alias ngompol sedikit-sedikit
  • Muncul rasa nyeri di perut bagian bawah dan ada tekanan/ rasa tidak nyaman pada panggul
  • Bau urin amat menyengat, warnanya keruh
  • Kalau sudah buang air kecil, rasanya tidak tuntas, seperti masih ada urin yang belum keluar dengan sempurna

***

Ketika tanda-tanda di atas sudah mulai muncul, itu artinya Anda bergabung dalam “Komunitas Perempuan Waspada ISK”. Welcome to the club! Saya juga ada di sana. ISK ini kalau dibiarkan begitu saja, bakal mendegradasi kualitas hidup. Aktivitas tersendat, rencana apapun menjadi kacau-balau. Apalagi, ajakan untuk traveling kerap harus dijawab dengan gelengan kepala, lantaran takut merepotkan teman seperjalanan, apabila sedikit-sedikit harus cari SPBU buat numpang pipis. Krisis percaya diri juga rentan mendera. Karena hei, siapa yang nggak malu kalau ada noktah ompol yang merembes di celana dalam?

Ketimbang resah gelisah gundah merana, alangkah eloknya bila kita sama-sama saling menguatkan. Sekiranya, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi susah buang air kecil?

Ada banyak sugesti, mitos dan kiat-kiat ‘katanya sih manjur’ yang beredar di luar sana. Salah satunya, dengan mengikat jempol kaki pakai karet gelang! Terus terang, walaupun sulit dinalar akal sehat, saya termasuk salah satu korban tips ini. Saat anyang-anyangan mendera, saya lilitkan karet gelang ke jempol. Sembuhkah? Tentu tidak! 

Kiat lain yang saya terapkan adalah… usai pipis, dan masih ada rasa “belum tuntas tas tas”, saya berpegangan di bak mandi, lalu loncat loncat! Ini memang butuh kewaspadaan tingkat tinggi. Alih-alih, saya malah terpeleset dan babras bundas alias luka-luka penuh derita. Adegan loncat ini saya lakukan, supaya urin bisa “turun” dan tersalurkan semuanya.

 Anda boleh tertawa melihat upaya saya yang ‘oh plis deh’ itu. Dan lagi-lagi, kiat yang saya terapkan tidak membawa hasil yang maksimal.

***

Saya harus sembuh! Saya nggak mau kena Infeksi Saluran Kemih! Jiwa petarung muncul dalam diri. Apa iya, saya rela terbelenggu oleh kenyataan bahwa kualitas hidup kian menurun gara-gara anyang-anyangan?

Hingga kemudian, sahabat saya, mbak Lala mengajak traveling ke Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Awalnya, saya ogah-ogahan, karena hei… kalau saya bolak/balik cari toilet, tentu merepotkan geng traveling kami kan?

Tapi, Mbak Lala bilang, ada toilet di stasiun… ada toilet di KA… ada toilet di homestay dan lodge tempat kami menginap. No need to worry. Dan yang paling penting… ia mengenalkan sebuah amunisi baru yang siap mengeliminasi semua kegalauan yang bersumber dari anyang-anyangan

Here’s the video:

Yak. Amunisi itu bernama Prive Uri-Cran 

 

Prive Uri-Cran Mengatasi Anyang-anyangan
Siap Basmi Anyang-Anyangan bersama Prive Uri-Cran

 

Saya amati kemasannya. Tertera kalimat, bahwa Prive Uri-cran ini merupakan cranberry extract alias ekstrak dari buah cranberry.

CRANBERRY? Buah apa sih ini? 

Saya coba googling dan terdampar pada sebuah artikel di sini 

Infographic

Ternyata… banyak fakta menarik yang terkuak seputar manfaat buah Cranberry.

Yap, kalau kita merasa asing dan susah ketemu sama buah satu ini, memang si cranberry hanya ditemukan di bagian utara Amerika dan Kanada. Ohhh, pantesan!

Bentuknya kecil. Warnanya merah tua. Si cranberry ini punya efek luar biasa dahsyat, yang sudah diteliti oleh Prof. Itzhak Ofek dan para ilmuwan di Tel Aviv University Sackler Faculty of Medicine

Ternyata, molekul non-dialyzable material (NDM) yang ada di cranberry bisa menyembuhkan infeksi saluran kemih pada perempuan! Waaah, sip sip sippp. Ini nih metode yang siap diterapkan sebagai cara mengatasi anyang-anyangan. 

Pertanyaan berikutnya…..  Apakah cranberry hanya bermanfaat buat menghempas manja anyang-anyangan dan meredakan Infeksi Saluran Kemih? 

Bukan hanya itu, saudara-saudara!

Si cranberry ini beneran mungil tapi ‘sakti mandraguna’. Dia bisa banget dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, cranberry juga tinggi antioksidan sehingga mencegah penyakit mematikan seperti kanker maupun jantung! Wah wah… beneran kudu konsumsi Prive Uri-Cran tiap hari nih. 

NHCM1042
No worries, no galau… Anyang-anyangan terhempas manja karena minum Prive Uri-Cran

Sekali lagi, saya amati kemasan Prive Uri-Cran.

Kegunaan: Membantu memelihara kesehatan saluran kemih. 

Komposisi per kapsul: Vacciniun Macrocarpan (Ekstrak Cranberry) 250 mg 

Bahan Tambahan: Lakstosa, Magnesium stearat, silikon dioksida

Aturan Pakai: 1-2 kapsul per hari 

Soooo…. simple!

NH__0526

Perburuan saya berakhir sudah. Prive Uri-Cran menjadi the best soulmate sekaligus superhero yang membuat hari-hari saya kian berkualitas. Saya sudah coba… ketika traveling ke Banyuwangi dan Baluran Situbondo, Prive Uri-Cran memang bermanfaat banget mengatasi susah buang air kecil. 

Tak lagi terbelenggu oleh anyang-anyangan yang kerap mengganggu.

Tak perlu risau dengan sakit ketika rasa sakit buang air kecil yang bikin galau. 

Tak perlu menyerah oleh infeksi saluran kemih yang membuat jiwa terasa goyah. 

Karena ada Prive Uri-Cran yang siap menemani, sehingga kita bisa mengatakan:

Buah Cranberries Aduhai Rasanya Segar Nian

Cari di pasar tak jua aku kutemukan

Sampai di sini aja ya, wahai anyang-anyangan

Karena aku, maunya cuma sayang-sayangan

#eaaaaaaa

header

Advertisements

84 thoughts on “Serunya Traveling Tanpa Anyang-Anyangan dengan Prive Uri-Cran”

    1. Iyah, betul banget mas… Alhamdulillah, sekarang biarpun di rumah, aku juga minum nih Prive Uri-Cran. Untuk terapi kesehatan juga sih.
      Semoga kita semua sehat wal’afiat aamiiin

  1. Lupa terakhir kali ngalamin anyang2an, tapi pas lagi kena itu lho, rasanya gak enak sekali. Cocok ini buat jaga-jaga kalo serangan melanda. Buahnya cranberry ya kaya nama band hehe.

  2. Anyang-anyangen itu emang ga enak, apalagi kalo pas perjalanan dan ibadah bisa mengganggu. Makasih sharingnya tentang uricran Mbak.

  3. Ohhh aku baru sadar yg namanya anyang-anyangan. Hahaha. Aku pikir ga pernah mengalami ini. Bbp minggu lalu aku sempat mengalami ini, pas pipis sakit dan ga bisa tuntas. Emang aku suka nahan pipis juga sih. Baca ini baru sadar, jadi pengen nyoba ahh kalau besok2 ngalamin lagi. Thanks for share yaa

  4. hikkk gak nyaman banget ya mbak lagi ibadah di tanah suci bawaannya mau pipis mulu 😦 setelah lahiran, aku jadi sering gak tuntas klo pipis, sampe kudu pake pembalut klo beraktifitas seharian dan tiap mau sholat ganti pembalut … aman gak ya klo buat ibu hamil ato habis lahiran ?

  5. yang kena anyang-anyangan itu mama ku, ngeliatnya kasihan menggigil gitu mbak sambil pegang perut, jangan sampai kena ya mbak, ayo banyak minum

  6. Wah inget banget jaman dulu kena anyang-anyangan pas lagi survey ke lapangan buat ambil sampel. Itu gak enak banget. Mana satu tim cowok semua pula, duh maluuuuu deh rasanya
    coba udah kenal Uri cran dari dulu, pasti bakal jadi teman setia juga deh

  7. Bisa kebayang betapa terganggunya mbak Nurul saat ibadah di Mekkah itu. Akhirnya gimana? tetap sakit kah selama di sana, atau jadi sembuh sebelum pulang?

    Untunglah sekarang sudah ada prive uri can, jadi bisa mengatasi kendala anyang-anyangan dengan tanpa masalah ya mbak. Sehat2 terus ya, biar lancar aktivitasnya 🙂

    1. Alhamdulillah, kekuatan doa Ibunda berpadu dengan lokasi yg mustajab utk berdoa ya mbaa… anyang2an saya lumayan berkurang keesokan harinya.
      Tapi ya gitu, teteuuup cari2 toilet saban singgah di mana2, termasuk pas di padang Arofah 🙂

  8. say no to anyang2an yaa mba. menganggu pake banget. dulu sy pernah kena juga, sekitar 2 tahunan yg lalu dan itu sangat menyiksa. stop deh nahan2 pipis. biarpun dikata beseran yaa cuek aja.ketimbang ditahan malah bikin sakit

  9. Aku pernah kena anyang-anyangan mbak.. Duh rasanya gak enaak banget. Gak kebayang gimana perasaan mbak Nurul waktu anyang-anyangan pas ibadah di Makkah ya..
    Btw skr si uri-cran udah jadi travelmate ya mbak?

  10. Huhuhu. Aku jugaa mbeser mbaaa. :(( rasanya campur aduk apalagi kalo kita mau aktivitas lama yang berjam-jam, dalam kasus aku itu naik gunung.

    Mau nyobain uri-cran biar lebih tenang kalo aktivitas apa apa.

    1. Woww… aku sampe sekarang blum berani naik gunung lagi, karena ya itu tadi… repot kalo pipis pipis muluuuk.
      Iya dek.. semoga uri-cran cocok jg buat dirimu yes

  11. wiiih sadiiissss….keren mbak tulisannya…
    aku kalau kedinginan juga suka cemas yang berlanjut ke anyang-anyangen, tapi kini ada uri cran, aku mau coba ah…

    1. Naaah iya bener banget mba Retno 🙂 Aku kalo lagi ada presentasi atau mau ketemu orang sering anyang2an jugak. Mungkin ini faktor grogi/cemas berlebihan kali yaaaa

  12. Sekarang kemana-mana jadi gak usa khawatir anyang2an ya mbaa… uda ada Prive Uricran yang siap dibawa kemana2 juga… ^^

  13. wah anyang-anyangen memang bikin bete. pas mau pergi, eh seperti ada yang mau keluar lagi. sangat mengganggu. kalo obat ini betulan bisa mencegah atau menyembuhkan anyang2en, tentu sangat membantu

  14. Enam poin tanda-tanda anyang-ayangan itu sering saya alami. Tidak tuntas saat membuang air kecil, selalu ingin bolak-balik buang air kecil.
    Dulu jika tanda semacam itu tiba, jempol kaki kiri saya ikat pakai gelang karet. Untung sekarang ada obat yang lebih praktis.

  15. Wah mama ku mesti cobain, walau gatau ngaruh apa engga soalnya doi emang hobi pipis kek nya ya ampun. Dan aku baru tau namanya anyang2an dong hahaha

  16. Baru denger istilah anyang-anyangan hihihi
    Wawasan baruuuu 😀

    Wah keren juga produknya kalo bisa mengatasi masalah anyang-anyangan dengan efisien begitu
    Aku sih kepikirannya kalo udah begitu ya pake popok dewasa doang wkwkwkw. ternyata ada solusi lain yang lebih canggih 😄

  17. Yaaahhh sayang banget ya mba ibadahnya jd sedikit terhambat. Untung sekarang udah ada urican. Aku juga niihhh hobby banget nahan pipis. Apalagi klo gak nemu toilet yg bersih. Kuat deh nahan daripada hrs pipis di toilet yang gak begitu bersih. Dan skrg hal itu juga nurun ke kedua anakku.

  18. Mbak, baca pengalamanmu, jadi inget aku pernah anyang-anyangan. gak enak bangeeeetttt.. Aku pernah kena infeksi saluran kemih, itu tersiksaaaa… Kalau tahu ada obatnya, aku mau stock juga aah.

  19. Duh mba, emang bener anayang-anyangan itu keliatannya sepele tapi kadang nyebelin dan berakibat fatal. Beberapa kali pengalaman lagi dalam situasi penting malah anyang-anyang mendadak kambuh, jadi deh konsentrasi terganggu dan nggak bs fokus sama situasi yang dihadapi ( sashylittlekitchendotcom)

  20. Hii..hi.hi…Jadi keinget mbak. Beberapa kali saya kena ayang-ayangen ini…gara-gara ngempet pipis kalau warung lagi ramai. and… Allahumma sholli ala muhammad, saya selalu mbrebes mili kalai lihat cerita orang di Mekah dan Madinah, mbak. Semoga Allah memampukan kelak.

  21. ampuh ya mbak pakai ini?
    mudah2an dengan bantuan Uricran bisa lancar ibadah, males sih ya bolak balik kamar mandi , kudu bawa banyak cadangan pakaian biar ibadah juga bersih

  22. sederhananya anyang2an itu kan karena ga ada air lagi di kandung kemih, maka disarankan minum sebanyak mungkin, InsyaAllah akan sembuh,

    tapi siapa sangka jika anyang2an bisa berbahaya saat ada bakteri di saluran kandung kemih kan mbak, jadi uri cran hadi buat wanita aja ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s