5 Tempat Makan Favorit Rekomendasi @NurulRahma

Waksss, Temanya #30DayBloggingChallenge ngebahas tentang 5 destinasi makan favorit! Yaaahh, kalo cuma 5 biji mana cukuuppp, hihihi. Namapun eikeh hobi banget nggiling makanan yes, jadi kuliner favorit saya tuh BUANYAAAKK BANGET! Tapi kalo disuruh milih 5 aja, ya sutra…. aku bagi per jenis aja kali yaaaa….

(1). Bebek Goreng, Kuliner khas Suroboyo (dan Madura)

Lagi di Surabaya, enaknya makan apa ya? Sebagai arek Suroboyo asli, tentu saya menjawab… makanlah Bebek Goreng! Kalau mau makan bebek goreng yang mak nyus, tentu saja Anda harus segera cuss ke kota Surabaya. Banyak menu bebek yang diolah sedemikian rupa sebagai makanan yang memanjakan lidah dan perut. Bisa dibilang, bebek goreng adalah makanan khas Suroboyo! Di kota pahlawan ini, beraneka ragam olahan bebek tersebar di seluruh penjuru.

Bebeknya ada yang digoreng garing. Ada yang dimasak dengan baluran tepung nan crispy. Ada juga bebek yang dikasih bumbu hitam. Sambalnya juga macam-macam, you name it! Sambal korek, sambal mangga muda, sambal bajak, apapun ada. Nah, dari sekian banyak destinasi kuliner serba bebek, tak ada salahnya kita coba BEBEK SONGKEM. Apa bedanya dengan yang lain?

Jadi…..Bebek songkem ini diolah dengan cara DIKUKUS tanpa air tapi pakai pelepah/ gedebok pisang. So, aneka lemak-kolesterol si bebek itu bisa tereduksi secara paripurna. Seluruh kolesterol nemplok di batang gedebog itu. Sehingga, ketika tersaji di hadapan kita, si bebek sudah menjelma menjadi menu yang tidak mengusung elemen kolesterol jahat. 

Rasanya gimana? No worries.Tanpa kolesterol pun, kita tetap bisa menikmati endeus markindesnya si bebek songkem. Ada yang versi kukus (original) juga ada yang versi goreng. Dicocol ke sambal mangga muda, aduhaaaiiii….! Itu ke~mak nyus~an paling HQQ!

Nyaaaam 🙂

(2). Penggemar Makanan Serba Seafood? Mampirlah ke DAUN LADA Restaurant 

Cobalah sesekali berkunjung ke Restoran Daun Lada. Di sini, kita bisa memesan aneka menu menggugah selera, yang siap disantap untuk makan siang ataupun makan malam.Yap, Daun Lada adalah tempat makan yang menyajikan beragam menu seafood. Ingin  kerang? Cumi-cumi? Bahkan ikan jenis apapun, dan diolah dengan bumbu beragam,siap kita nikmati manakala berada di tempat makan ini.

Begitu membuka lembar menu, rasa takjub langsung menyerbu.Waaah, ternyata nama ikan itu buanyaaaak banget! Salah satunya, ikan papakulu. Ternyata, bagi para pecinta kuliner serba ikan alias mereka yang doyan makanan yang berjenis seafood, menyantap papakulu semacam “wajib” hukumnya. Ikan ini kerap ditemukan di Makassar. Biasanya, dimasak dengan saus padang ataupun di bumbu kecap.

Di Daun Lada, ikan papakulu diolah dengan teknik mengasapi.Lebih tepatnya, kita bakal menikmati menu makanan khas Makassar ini, setelah ikan papakulu diasapi dengan batok kelapa.

Ikan Papakulu

*manifestasi kredo “Don’t Judge a Book by Its Cover!!” 😀

Ketika tersaji di hadapan kita, ikan papakulu ini bentuknya kurang menarik ya. Pucat, abu-abu rada kehitaman, intinya kurang membangkitkan selera makan.

Tapi slogan “Don’t Judge a Book by its cover” berlaku di sini.Jangan menilai ikan papakulu dari tampilannya doang. Karena begitu kita cicipi,oh Tuhan, rasanya…. Sungguh nikmat!

Cita rasa ikan papakulu sebenarnya sudah gurih. Ini dikarenakan kadar garam dalam ikan tersebut yang cukup tinggi. Tatkala masuk kedalam mulut, tekstur ikan papakulu ini cenderung kenyal dan empuk. Lihatlah sisik ikan yang tampak gahar dan keras! Ternyata itu ada fungsinya, lho, yaitubisa melindungi kebersihan daging ikan papakulu.

Pantas…. Luarnya kelihatan tidak menarik… Tapi rasanya…JUARA!

Selain ikan papakulu, saya juga terpukau dengan Cumi Salad Mangga yang jadi menu andalan restoran ini.

Cumi Salad Mangga 

Cumi diolah dengan tepung krispi,sangat renyah, dengan sensasi gurih sedap. Lalu disiram dengan topping salad mangga, yang asem asem seger, whoaaaaa… keduanya berpadu dengan paripuna dan“kawin banget” manakala kita kunyah. Cumi-cuminya sama sekali tidak alot. Tetap ada tekstur cumi-cumi, namun sangat ramah untuk diproses dalam organ mulut.

(3). Pempek Farina

Semua makanan yang kenyal-kenyal seperti siomay, bakso, batagor, itu adalah definisi makan enak menurut saya. Para peracik menu-menu ini, adalah maestro di kancah kuliner. Mereka bisa banget mengawinkan tepung kanji/tapioca dan ikan plus aneka bumbu dapur, dan… voila! Jadilah, makanan yang sungguh lezat tiada tara! BRAVO!
Salah satu menu serba kenyal yang nggak pernah bosan untuk dijadikan teman makan siang maupun makan malam adalah Pempek.

Dari sekian banyak makanan khas Palembang, Pempek adalah yang paling kondang dan sangat identik sebagai kuliner khas wong kito. Beruntung banget, saya tidak perlu jauh-jauh pesan tiket pesawat ke ibukota Sumatera Selatan itu, untuk sekedar menikmati pempek yang membuai lidah. Di Surabaya, ada banyak banget restoran/ warung/ tempat makan yang menyajikan menu pempek. Kita bisa memilih untuk makan di tempat (dine in) ataupun bawa pulan (take away) dan delivery.

Nah pertanyaannya, restoran pempek mana yang paling banyak direkomendasikan? Tidak lain dan tidak bukan… Pempek Farina! Di Surabaya, kita bisa menjumpai stand pempek ini di berbagai tempat. Di mall, ataupun rumah makan yang berdiri sendiri. Yang jelas, mereka menerapkan standar dan kontrol kualitas yang amat ketat. Sehingga, mau makan di manapun, rasa dan service tim Pempek Farina tetap sama.
Pempek Kapal selam adalah menu yang wajib dipesan manakala kita berwisata kuliner di destinasi makanan khas Palembang ini. Pempek yang berbahan ikan tengiri berkualitas, dengan isian telor di dalamnya. Digoreng dengan kematangan sempurna, aroma makanan sedap menguar dari pempek kapal selam yang kita pesan.

Pempek Farina

Sedaaaaapp! Lebih mak nyus lagi, manakala cuko alias kuah yang terbuat dari cuka, gula merah dan asam, mengguyur pempek kita. Berpadu dengan mie kuning serta irisan mentimun, sungguh… merem melek tatkala kita merasakan gigitan pertama dari pempek ini.
Isian telor juga sama sekali tidak amis. Kandungan protein yang ada di dalamnya bisa melengkapi nikmatnya momen makan enak kita.


Selain pempek, sejumlah makanan khas Palembang lainnya juga bisa kita nikmati di resto Pempek Farina. Tekwan, salah satunya. Ini adalah menu yang terbuat dari campuran daging ikan dan tapioca. Tekwan adalah makanan yang berupa bulatan kecil-kecil, lalu disajikan dalam kuah udang dengan rasa yang khas. Kuahnya segar! Mirip kuah bakso, dengan rasa udang yang sulit dienyahkan dari memori. Pada umumnya, tekwan disajikan dengan teman-teman pelengkap. Ada so’un, irisan bengkoang dan jamur kuping (jamur yang berwarna hitam), serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng.


Pempek dan tekwan adalah dua menu makanan khas Palembang yang selalu saya pesan setiap bertandang ke resto Pempek Farina. Harganya terjangkau, dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Yang lebih asyik lagi, kita tetap bisa menikmati makanan yang sarat gizi dan berkualitas.


Ketika makan di restoran Pempek Farina, saya pernah berjumpa dengan David Christian, Bussiness and Development Manager Pempek Farina. Ia mengatakan, bahwa Pempek Farina menerapkan quality control yang amat ketat untuk bahan baku serta proses pengolahan semua makanan. Mengenai rasa pempek yang “ikan banget”, David menuturkan, “Kami memang menggunakan ikan tengiri asli, bukan perisa. Bahkan untuk bahan pembuatan pempek, model, tekwan dan lain-lain, ikannya dikirim langsung oleh mitra/ partner kami dari Papua. Jumlahnya berton-ton, karena demand yang sangat tinggi dari msayarakat.”

Lebih lanjut, David juga menjelaskan bahwa restoran maupun seluruh stand Pempek Farina ini dirancang sedemikian rupa, sehingga cocok untuk tempat makan keluarga, sahabat ataupun untuk lokasi meeting juga bisa.

(4). Thai Food

Review lengkapnya bisa dibaca di sini 

(5). Masakan India dan Malaysia di As-Salam Restaurant

Aku udah pernah kupas tuntas seputar As-Salam Bryani House di artikel ini

***

Gimana dengan kalian? Apa aja nih, makanan favorit teman-teman? 


58 comments

  1. Pempek Farina ini dulu ada di Gresik lho. sekarang kok nggak ada ya? apa pindah.
    Surabaya banyak banget kulinernya. ini kau lagi hunting nasi babat paling enak di Surabaya.

    Oh ya mbak, aku bisa datang untuk event di Surabaya hari sabtu dan minggu. karena senin-jumat aku kerja. hehehe. oh ya klo bisa eventnya nggak jauh jauh dari tema niche aku ya….Apalagi kulineran…hmmmmm mau banget. hahaha

    • aku belum nyoba semua rekomendasinya mbak Rahma. Wkwk..

      Pas anak² angkatan reunian tuh ngumpul di Daun Lada. Sayang gbs ikut. Padahal katanya tempatnya asik buat nongki.

      Aku sendiri kalau ke SBY kulineranku nggak jauh² sama area pacar keling dan dharmawangsa. Atau di wapo di dekat RSUD Dr. Sutomo. 🤣

  2. Bikin ngiler semuaaa! Aku penasaran sama Bebek Gorengnya karena udah lama gak makan daging bebek. Dulu tuh kalau di rumah Mbah pas lebaran pasti makannya bebek. Sekarang enggak lagi

  3. Udh 3 tahunan di sby tp blm ngicipin kuliner bebek songkem. Asli pengen mkn bebek songkem. Abisnya, tmn2 juga blg kalau ini mmg enak. Penasaran deh. Semoga lain waktu bisa kulineran ke sana. Makasih sharenya ya mbk

  4. Liat pempek langsung ngiler….
    Sama cumi mangganya itu udh bikin cleguk cleguk karena kebayang segernyaaaa . Semoga bisa sempat sampai ke Surabaya dan ikut nyicip kuliner kulinernya yang endeus

  5. cumi salad mangga ko kayanya menggoda sekali yaa, penasaran sama rasanya nih pasti enaaaak hehehe
    sama mpek mpek nya juga kayanya enak banget nih, liat ini jadi pengen mpek mpek juga deh hehehhe

  6. Jadi kangen ke Surabaya. Dulu waktu masih tinggal di sana, Bebek Sogem dan Pempek Farina udah jadi favorit banget, mana aku sama iparku sama-sama suka kulineran pula. Jadilah kami keliling kalau ada waktu luang gitu. Selain dua makanan ini, Surabaya banyak banget menu makanannya yang enak-enak, rawon, soto, nasi cumi, nasi madura, wis pokoknya banyak banget.

  7. Yang udah pernah cuma pempek farina haha btw mbak ada resto makanan timur tengah yg enak juga. Lupa namanya, arah ke gubeng. Ama satu lagi juga lupa namanya, kayaknya area kertajaya gitu. Taunya aku juga karena dibawain suami wkwk

  8. Dudufu…kenapa hampir semua makanan favoritku yak. Ada pempek, seafood, bebek ..semua itu yang palung sering aku cari klo lagi lulineran diluar. Terbayang cumi saos manis..bebek disambal ijo, pempek diguyur kuah cuko

  9. Kalau menu bebek dan ikan, aku nyerah deh, kurang doyan soalnya hihi *trus ditenggelamin sama Ibu Susi XD Tapi kalau pempek aku sukaaak, mau iniiii *ngences deh liatnya

  10. Aku pernah diajakin bosku dulu waktu masih kerja, mencicipi ikan Papakulu ini. Bagian luar ikannya kerasnyaaaa minta ampun. Memang hanya setelah dibuka saja baru bisa dinikmati daging bagian dalamnya. Udah lupa tapi rasanya mba hehehe.. hanya aneh saja ada ikan dengan kulit sekeras itu.

  11. Mau banget nyobain itu semua kalo maen ke Surabaya Mba, apalagi nyobain ikan papakulu itu. udah namanya unik, rasanya juarak ya. penasaran Mba. Sama pempek ala farina di Surabaya itu 🙂

  12. Ibuku niih….sejak kenal pempek Farina, jadi gak mau makan pempek lain.
    Kadang kalau malas keluar rumah, kita niat banget pesen pakai ojol.
    Pokoknya Pempek Farina is the best!

  13. Salad mangga, ya. Baru pernah dengar nih. Biasanya salad buah atau salad sayur. Mangganya muda atau mangga matang, ya?

  14. Ya ampuuun mba, baca yg ttg bebek, aku lgs rasanya mau terbang ke surabayaaaa hahahaha.

    Salah satu bucketlist yg mau aku coba kalo nanti ke Surabaya dan Madura, mau puasin kuliner, trutama hidangan BEBEK :).

    Aku tahu bebek di sana terkenal enak, dgn bumbu gurih pedes. Penasaraan makanya :).

    Kuliner2 di atas kesukaanku semua nih :D. Makanan Palembang aku juga doyan. India hayuk ajaaa. Seafood apalagi. Hahahah. Aku memang penyuka banyak makanan sih :p

  15. Kalau aku sampe sekarang makan Pempek Farina ga pernah bosan. Selalu suka dan cocok sama kuah sausnya. Cuko kalau orang aslinya bilang. Hmm… jadi pengen deh makan di BGJ pempek tapi anak anak ga ada yang suka, haha

  16. Tekwan Dan Thai Food.

    Makanan yang tak bisa nolak kalau lagi pengen berkuah-kuah, apalagi di Muslim hujan begini.

    Bakal diinget sih kalau ke Surabaya untuk Pempek Farina, apalagi soal penuturan David soal bahannya, bikin menggunggah selera.

  17. Daun Lada di sini tutup euy, huhu. Nggak tahu buka lagi di mana.

    Aku setuju kalau pempek, bakso, tekwan, siomay dan sebagainya adalah cemilan terenak, hahahaha. Pempek Farina bener enak, ikannya kerasa, cukonya juga lekoh. Meski pricey yaa, tapi kalau pempek yang beneran emang nggak bisa muraahh hehe.

  18. Bebek di Surabaya emang terbaik sih. Kayanya rata-rata enak.

    Makanan seafood aku juga suka. Tapi belum pernah makan ikan papakulu kayanya. Penasaran. Cumi salad mangganya juga menggoda.

    Pempek Farina ini katanya emang enak ya, tapi belum pernah nyoba. Kalau di Bandung biasa beli di Pempek Nyonya Kamto.

  19. ya Allah ini berasa nostalgia lagi ketemu artikel ini. Saya sampai baca semua komentarnya, dan merasa ternyata banyak teman² blogger kita yg dulu aktif, sekarang sudah tidak menggunakan domain blog nya itu. Semoga mereka sehat dan suatu saat bisa silaturahmiahi.

    apakah itu salah satu dampak dari sepinya job dari blog?

  20. meski ini artikel lawas, tapi karena ada batasan bebek daku suka dah.

    soalnya mantul bebek buat disantap, apalagi dengan nasi hangat

    terlebih kalo di bulan Ramadhan, jadi semangat pas buka puasa atau sahur

  21. Penasaran dengan olahan Ikan Papakulu. Penampakannya memang seperti kurang menarik dengan plating-nya, tetapi membaca ‘don’t judge by it’s cover’ jadi makin curious seperti apa taste-nya.
    Bersyukur banget, ya kita tinggal di Indonesia yang di tiap wilayahnya punya makanan khas yang enak-enak dan mudahnya lagi kita tak harus ke terbang ke daerah tersebut untuk merasakan nikmatnya makanan dari sana, karena sekarang banyak tempat makan daerah yang buka dengan keotentikan masakan masing-masing di banyak kota-kota di Indonesia

  22. SETUJU pake bangeettzz..
    Kalau ke Surabaya, kuliner yang KUDU banget dimakan adalah BEBEK.

    MashaAllaah..

    Aku belum nemu bebek enak se-enak bebek Surabaya dan Madura.
    Tapi andalan aku masih Bebek Sinjay… huhuhu.. mungkin karena suka goreng-gorengan yaa.. songkem juga JUARA.

    Aah, pokonya bebek maah yummiii laaahh..

    Dan mashaAllaah..
    Biidznillah kemarin pas pulkam diajakin makan di DAUN LADA sama mas dan mba. Jadi seneng banget waktu makan berasaa.. “Wah.. nikmaattt”

    Kabarnya, si Daun Lada ini uda jadi tenant kepercayaan ITS kalo lagi ada acara.
    ((info dari ordal, hahaha.. masku dosen ITS, jadi sring banget dapet menu baru buat tester Daun Lada))

  23. sebuah daftar kuliner yang sangat menarik Saya tertarik dengan bebek songkem karena cara masaknya yang tidak biasa pakai gedebog pisang sehingga memiliki cita rasa yang unik dan tetap merasa aneka bumbunya sehingga bisa dinikmati dengan maksimal

  24. kira2 masih ada ga ya sampe skrg Bebek Songkemnya. Penasaran apakah beda dgn bebek goreng biasa. Tapi ini emg dikukus sih. Bakalan beda deh. Apalagi kalo udh tanpa lemak. Duh bayangin aja udh ngiler abis nih. Jadi pgn cusss ke Surabaya deh sekalian cobain Pempek Farina.

  25. Waktu kami piknik ke Surabaya, pada pesan Bebek semua ternyata memang kuliner khasnya ya daku jadi penasaran Bebek songkem karena rendah kolesterol dan tetap enak..

  26. wah aku juga suka makan bebek Surabaya, mbak. Kalau di sini yang banyak itu ya Bebek Sinjay dengan sambal mangga-nya. Favorit banget aku itu. Kalau seafood aku juga suka cuma jarang sih makan di rumah makan soalnya biasanya kan hitungannya per gram gitu makan seafood di rumah makan. hee

  27. mbak NNurul, tambahkan Bebek Sayekti dong, wkwk enak lho ini. Bebek madur yang endeus menurut ku, ga eneg karena ga amis minyak Bebek yang lengur

    kalau bBebek songkem aku nyerah sama pedasnya, beneran ga tahan pedesnya, enak sih tapi

  28. Mbak’e, baca ini bikin perut daku langsung keroncongan euy. Bebek songkem sama cumi salad mangganya kok bisa yaa keliatan menggoda banget, apalagi cara masaknya unik jadi makin penasaran nyobain.

    Pempek Farina juga kayaknya wajib dicoba kalau lagi di Surabaya. Makasih mbak, list ini bisa jadi panduan kuliner daku kalau yang mau hunting makanan enak di daerah sanaaaa..

Leave a comment