Tidak Ada Perayaan Ultah buat Sidqi

Tidak Ada Perayaan Ultah buat Anakku

 

Oke, jadi 16 Oktober lalu, ternyataaaa… anak lanangku-sing-bagus-dewe (puji puji terossss, mak!) bertambah usianya. 12 tahun. DUA BELAS TAHUN SODARA_SODARA SEKALIAN! Badannya makin meninggi, ginuk ginuk masih… dan beberapa kali, kalo jalan bareng berdua, kami disangka kakak adek lho *haghaghag, emaknya GR!*

View this post on Instagram

He's not baby anymore

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

Seperti tahun tahun sebelumnya, saya ngga bikin celebration apapun di ultah Sidqi.

Alasannya? Financial planning yang amat ketat alaaaahh bilang aja medhit.

Yaaa, empat tahun lalu kami makan-makan sih, di salah satu resto (yang harga warung). Menurutku, itu juga bukan perayaan yang special atau gimana gimana.

Soale, nyaris saban hari, kami kan juga doyan jajan. Jadinya nggak berbeda lah dengan hari hari lain.

Kemarin juga gitu sih. Saya beli bakso, pangsit mie ayam, es campur dan es teh dari warung kesayangan akoooh TIGA RAJA. Kepleset juga nyampe ke warung ntuh. Beli segala rupa menu, habisnya nggak sampe 50K.

Trus ya udah, kita makan bareng, sama mbak Erni (ART yang ada di rumah). Suami dan Ibu mertua saya posisi lagi di luar kota.

Sidqi juga Alhamdulillah bukan tipikal anak yang menuntut selebrasi. I dunno, dia tuh lempeng banget gitu lah. Pas khitan, juga nggak request dibikinin acara. Dan, memang, setelah dipikir-pikir, kami nyaris nggak pernah celebrate anything sih. Apalagi, yang sifatnya taken for granted, kayak ulang tahun. Ya kan semua orang juga umurnya nambah secara otomatis, nggak perlu kerja keras atau upaya spesifik kan, buat berulang tahun 😛

Jujur, saya jadi rindu SELEBRASI. Sejak Sidqi berada dalam kandungan, saya berharap…. Sidqi tumbuh sebagai anak yang sarat prestasi. Terserah jenisnya apa, mau akademik, olahraga, spiritual…. Pas TK bolak-balik saya ikutkan dia ke beberapa kompetisi. Masih zonk 😀

Dan di SD ini, dia juga sempat diamanahi gurunya buat ikut olimpiade Matematika. Tapi ya belum pernah menang, hahaha.

Atau minimal prestasi ikut terpilih sebagai tim Dokter Cilik Sekolah, kind of it gitu lah. Ternyata belum saatnya 😀

***

So… apa sih inti ngalor-ngidul saya hari ini?

Kagak ada sih. Demi nambah organic post aja #eaaaaaa. Yaaa, cuman buat ngungkapin uneg-uneg aja, bahwa someday I will celebrate lot of Sidqi’s achievements! Memang belum sekarang. Mungkin Sidqi di fase pre-ABG ini belum memenuhi “ambisi” emaknya 😀

But it’s okay. Saya amat sangat grateful, diamanahi Allah, makhluk kunyil-kadang-rese-tapi-ngangenin berjudul Sidqi ini.

Eh…. Tahun lalu, Sidqi dapat ucapan Happy Birthday dari Om Afgan lho! Haha.

 

Juga saya bikinkan “Happy Birthday Note” dari kawasan Golden Gate San Francisco

View this post on Instagram

Selamat ulang tahun cah lanangku yang bagus dan sholeh dunia akherat . . Semoga mas Sidqi tumbuh jadi anak yang baik hati, bahagia dan mulia… Gapai kesuksesan di dunia dan akherat . . As they said…. "Jadi tua itu pasti… Jadi dewasa itu pilihan" . Terima kasih untuk menjadi bijak dan bersikap dewasa walaupun usiamu masih beranjak pre-remaja . . Kuatkan iman! Kokohkan tauhid! Jadikan Islam sebagai panduan sepanjang hayat. Ayo kita teguhkan tekad untuk membuat Rasulullah bangga bahwa ada seorang emak yang pernah melahirkan sesosok jundi Allah bernama @am.sidqi . Tunggu Ibu ya Nak. InsyaAllah besok senin waktu Amerika Ibu pulang. Dan Ibu sampai d Surabaya rabu pagi. Btw…. Kamu ngga lupa wajah Ibu kan Nak? 😁😁😁😁

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

 

Ya kalo gitu…. moga2 next year, kita bisa celebrate your birthday dengan keliling Eropa mungkin? Aamiiin

*ibu-ibu labil* hihihihi.

Advertisements

Parenting Zaman Now is So Challenging!

CHALLENGING. TRICKY. PRETTY HARD.

Tiga hal itulah yang langsung nangkring di batok kepala, manakala ada yang nanya, “Gimana sih rasanya jadi ortu zaman now?”

Aku bukan pakar pendidikan. Aku juga emak-emak mediocre, yang kerap disambit rasa bersalah dan pengakuan dosa “Sepertinya aku gagal jadi orang tua.”

Banyaaaaak banget failure yang udah terjadi selama aku menapaki “karir” (yang ngga bisa cuti plus ngga bisa resign) sebagai ‘emaknya Sidqi’.

Mungkin, kalo karir ini disamakan dengan kerjaan di kantor, aku udah dapat SP3, saking seringnya kesalahan demi kekhilafan yang aku lakukan, baik sengaja maupun tidak.

But eniwei, supaya nggak jadi depresi, kadang kala rasa bersalah ini aku alihkan dengan traveling! Jadi, kalau teman-teman baca postingan saya yang (tampaknya) hepi tralala ketika ngetrip, trust me… itu adalah kelegaan luar biasa karena hamdalah diriku tetap waras di tengah perasaan ‘guilty feeling’ yang menerpa sebagai orang tua, hahahah.

***

Okai. Jadi, anakku baru satu. Namanya Sidqi. Dia sangat passionate dengan dunia YouTube, editing dan gaming. Bolak-balik minta dibelikan PC buat belajar editing, tapi yaaaah, karena ortunya sangat concern dengan financial planning (lebih tepatnya medhit) sampai detik ini Sidqi otak-atik akun YouTube-nya pakai HP aja.

Meski gitu, subscriber channel YouTube Sidqi sudah mencapai 1800. Google Adsense-nya juga udah approved, dan siap-siap nerima dollar nih, kalau traffic videonya OK.

Ada satu bocah Indonesia, masih berusia 10 tahun yang sepertinya bisa banget jadi role model buat Sidqi.

 

Namanya, Alfarizi Bay Haqi. Dia tuh yang udah bisa bikin aplikasi untuk belajar Matematika, namanya Good Math dan Quiz Matematika.

Tapi emang, kids zaman now luar biasa yaaaa… Mereka sangat akrab dengan teknologi. Ini saya comot info tentang para pemenang Kompetisi Inovasi Teknologi “Indosat Wireless Innovation Contest”. Salah satu juaranya ya si Alfarizi Bayhaqi itu.

Kategori Kids & Teens (apps)

Juara 1: Quiz Matematika (Muhammad Hafizh Bayhaqi / 10 Tahun / Bogor). Quiz Matematika merupakan game berbentuk kuis matematika yang dirancang untuk melatih kemampuan dan kecepatan berhitung anak-anak dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Juara 2: AR Sistem Tata Surya (Ahmad Reihan Alavi / 14 Tahun / Jepara)?. AR Sistem Tata Surya merupakan solusi pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) untuk mempermudah pembelajaran siswa-siswi di seluruh Indonesia mengenai sistem tata surya.

Juara 3: Life is Precious (Shaquille Shiddiq Priata / 15 Tahun / Tangerang Selatan). Life is Precious merupakan game interaktif dengan berbagai tantangan permainan yang fokus pada topik pembelajaran serta pencegahan kecanduan narkotika dan obat-obatan terlarang.

***

Jadii… gimana dengan perjalanan sebagai ortu zaman now?

Sepertinya saya mau mulai bikin road-map untuk Sidqi. Kalau dia memang sangat interest dengan dunia IT, ya sudah gapapa. Difasilitasi aja. Dan di-support supaya dia bisa jadi techno-freak yang bermanfaat bagi orang banyak dan memberikan kontribusi positif.

 

Sebuah Kisah yang Begitu Indah antara Aku dan Majalah

Kalau mau beli majalah atau buku, Anda cari di toko buku kayak Gramedia/ Toga Mas/ Gunung Agung, atau cari di toko buku bekas?

To be honest, saya lebih suka cari buku yang baru. Apalagi kalau ada pameran buku gede-gedean, kayak Big Bad Wolf. Makin demen deh eikeh… karena koleksinya segambreng, harganya juga lumayan reasonable.  Jadi, saya ngga punya opini sama sekali tentang buku atau majalah pre-loved 🙂

Baca: Tips Datang ke Pameran Buku Big Bad Wolf

Buat One Day One Posting kali ini, saya mau membahas soal kisah indah merekah apalah-apalah antara saya dan majalah.

Huwaduuh, ada apakah ituuu?

Kita flashback ke tahun 2012 ya sist. Waktu itu, saya lagi khusyu’ banget browsing medsos, dan menemukan sebuah informasi yang amat berharga. Dancow—salah satu merek susu formula yang kondang bambang gulindang—mengundang para Bunda, untuk ikutan pelatihan “Dancow Parenting Center”. Materinya komplet banget, membahas psikologi, gizi/nutrisi, financial planning, sampai dengan tips ber-social media.

Waaah, aku semangaaat dong buat daftar!

Kami mengikuti materi yang super padat bergizi, di sebuah hotel pusat kota Surabaya. Kelar ikutan workshop, para pemateri men-challenge peserta.

“Bunda bisa kan bikin event/ kegiatan yang mengacu pada message workshop ini?”

Well… siapa takuuut? Dengan bergandengan tangan bareng sohib ikrib di kantor, saya mengeksekusi sebuah program bertajuk “Outbound for Kids: Value for Money”.

Kenapa gitu? Soalnya, outbound yang kami gelar ini HTM-nya mursida alias murah banget boooo. Lupa persisnya, nggak sampe 100 ribu peserta udah dapat makan siang, tiket outbound, plus kaos. Assoy geboy kan?

Kelar menggawangi outbound ini, saya pun bikin semacam resume dalam format presentasi power point, dan dikirimkan ke panitia. Yep, rupanya.. .tim panitia sedang menyeleksi nama-nama Bunda yang bakal diberangkatkan ke Jakarta, buat ikutan Temu Bunda Dancow Parenting Center, level nasional, uhuuy!

Hepiiii tiada terkira. Program kami diapresiasi dengan segenap jiwa. Saya pun berangkat ke Jakarta, dengan semangat nothing to lose. Pokoke budal!

Eh, ternyata acara yang dihelat di Sahid Jaya Hotel Jakarta ini bener-bener padet! Kami lagi-lagi diberikan sejumlah mini workshop, plus… ada sesi penjurian juga! Materi presentasinya adalah resume kegiatan yang udah kami lakukan di kota masing-masing.

Kelar penjurian, tibalah saat pengumuman pemenang. Kami—para Bunda yang heri alias heboh sendiri ini—berlenggak lenggok di atas panggung, sambil menikmati acara yang dipandu Asty Ananta. Ada Rio Febrian juga lho! Dia nyanyi beberapa lagu, dan udah pasti bikin emak pada histeris. Daaaan…. Tibalah saatnya menantikan pengumuman pemenang…. Eng ing eng…. Dari 30 peserta dari lima kota besar se-Indonesia…. Atas izin Allah, saya ditahbiskan sebagai Juara 2! Alhamdulillaaaah…..

Baca : Kemenangan Sejati Pasca (Nyaris) Depresi 

***

Setelah sesi penganugerahan mahkota dan selempang juara, kami (tiga besar) digiring ke ruang press conference. Uhuks, biasa liputan, eh… sekarang saya yang kudu cang-cing-cung di depan panggung. Rasanya? Super awkward! Well, tapi… nikmati ajalah. Saya jawab setiap pertanyaan yang diajukan jurnalis, setelah sebelumnya dapat brief dari mbal-mba agency yang handle acara ini.

DUTA DPC-2

Dan, karena udah diwawancara wartawan…. Udah menjalani sesi foto… itu artinya, muka-muka kami nampang di majalah. Haha, noraaaaak bingits. Waktu itu, saya foto bertiga dengan mba Aryzana (Juara 1) dan mba Debby Shinta (Juara 3). Yang saya sesalkan adalah… kenapa waktu itu bodi eikeh lagi super-menggelembung yak? Huhuhu.

Gitu deh, kisah kasih antara saya dan majalah. Sampai hari ini, saya emang baru satu kali mejeng di back cover. Itu aja udah yang tengsin banget, bodi segede alaihim gambreng jadi menuh-menuhin sampul majalah deh, hihi.

DUTA DPC-5

Eniwei… dari perjalanan saya dan majalah ini ada beberapa hal yang saya garisbawahi

(1). Komunitas Dancow Parenting Center ini sudah terbentuk. Isinya adalah para Bunda yang demikian antusias untuk mempraktikkan ilmu dalam workshop, dan mau bikin event dengan skala yang beraneka. Ada yang bikin di Posyandu, di TK atau Paud anaknya, ada juga yang bikin program massal dengan melibatkan rekan-rekan di komunitas atau tempat kerja. Ini sudah menunjukkan sense of ownership terhadap brand.

Sayang seribu sayang… program ini cuma one hit wonder aja gitu. Berjalan hanya di periode 2012-2013 saja. Padahal, ketika ketemu dengan tim Dancow pas event di Surabaya beberapa waktu lalu, saya sudah kirim masukan, agar program ini dilanjutkan aja. Komunitasnya udah terbentuk dan udah melakukan BANYAK hal lho.

(2). Gegara lihat foto yang terproduksi di acara ini, saya jadi sadar bahwa bodi saya amat sangat mblegenuk. Sorry, saya bukannya nge-bully mbak-mbak big size ya, lha wong saya dewe juga ndut kok. Gimanapun juga, timbunan lemak gelambir di tubuh adalah sebuah isyarat bahwa “something wrong in our body”. Nah… dari sini, semangat saya jadi terlecut, ”Saya kudu diet!” Kan nggak asyik, kalo besok-besok ada tawaran pemotretan dan masuk majalah, eh… bodi saya masih tetap dijejali gajih di seluruh penjuru bodi.

(3). Ini pelajaran ketika sesi pemotretan. Walaupun belum terlalu akrab, kita musti langsung nge-blend dengan seluruh kru (fotografer, penata gaya, penata rias, dll) ketika terlibat pemotretan. Santaaaaai aja, jangan kaku, jangan tegang! Mungkin waktu itu, saya masih feel surprised lantaran dapat rezeki nomplok sebagai Runner-Up. Padahal, kalo saya lebih rileks, bisa jadi foto-fotonya bakal lebih sip markosip.

Jadi, kira-kira kapan ya bisa masuk majalah lagi? Huuummm, cuss ahh, mau nge-draft artikel buat dikirim ke Majalah juga! Supaya ada Kisah yang Begitu Indah antara Aku dan Majalah jilid 2.

Yeayyy!

 

 

 

Semiliar Stok Cinta Ibuk untuk Sang Ananda

“Loooh, ini ponakan apa adeknya?”

“Ini anak saya.”

“HAH? Anaknya? Mosok iya, Mbak? Mbaknya emang umur berapa?”

Tidak sekali dua kali saya terima compliment kayak begini. Biasanya kalau saya jalan berdua sama Sidqi doang, ada aja ibu-ibu (atau uti-uti) yang bilang kalau kami lebih mirip kakak-adik ketimbang ibu-anak.

Oh, well. Hormon pertumbuhan Sidqi memang lagi dahsyat-dahsyatnya. Suara dia sekarang nge-bass. Padahal, dulu pas kecil cempreng dan innocent abis. Tinggi badannya juga sudah hampir menyamai Emak. Jadi ya gitu lah, tidak sedikit yang miss-interpret dan menyangka kami adalah siblings.

Continue reading

The Only Thing  We Have to Fear is Fear Itself

Sampai detik ini, Allah baru mengamanahi saya, satu bocah bernama Sidqi yang bulan depan insyaAlllah menginjak usia 11 tahun.

Plis ya, jangan komentar “Waaah, waktunya ngasih adek tuh….” dan sebangsanya Karena saya sudah kenyang banget Buuu dengan celotehan macem gitu, hehe.

Seperti sudah bisa diduga, membesarkan anak tunggal itu boleh jadi irit dari segi biaya, tapi boros banget dalam hal belanja stok sabar. Anak tunggal (biasanya) identik dengan manja, kolokan, susah diatur, gemar ngelawan nasihat ortu, dan agak susah bergaul.

Continue reading

Too Much Love will Kill You

Too Much Love will Kill You

follow me on twitter: @nurulrahma

Seorang sahabat mengajak saya makan bareng di sebuah warung bersahaja (tapi harganya lumayan bikin bangkrut) yang lokasinya dekat rumah. Well, karena sudah bersahabat selama lebih dari separuh usia kami, saya pun tidak bisa bilang tidak. Padahal, kalau ngobrol dengan sahabat satu ini, dijamin… LIMA JAM aja enggak cukup. Haha!

Continue reading

Bunda, Ayah, Katakan #IYABOLEH agar Anak Semangat Bereksplorasi

Yuhuuuu, Sabtu – Minggu (1-2 April) ini ada acara seru banget buat Bunda, Ayah dan si kecil. Apakah ituuu? Yep, ada Nestle Dancow “Explore Your World” yang dihelat di Royal Plaza Surabaya. Emang ada apa aja sih di sana? Huihh, seruuuu pake banget deh! Ada segambreng wahana edukasi yang dipersembahkan sebagai stimulasi untuk mendorong kepercayaan diri orang tua dan mendukung si kecil untuk bereksplorasi dan membantunya dalam proses belajar.

Continue reading

Ibu Harus Optimis!

Kalau banyak ibu belakangan ini demikian bangga, bahagia dan sumringah dengan anak-anak mereka, agak sedikit beda dengan saya. Errr… ada “kasus khusus” (yang belum bisa saya ungkapkan ke publik *halaaah*) soal hubungan saya dan Sidqi yang agak sedikit tethooot 🙂 Yeah, mother and son ups and downs relationship gitu lah.

Hamdalah, kecemasan dan galau saya terobati manakala seluncuran di timeline FB, dan nemuin postingan Mia Ilmiawaty Saadah ini. Boleh cek profile FB-nya di sini: https://www.facebook.com/mia.sidqi?fref=ts

Continue reading

Kiat- Kiat Ibu Hamil Agar Bayi Sehat dan Cerdas!

Mumpung bulan Ramadhan, ada satu doa spesifik yang senantiasa dilangitkan Sidqi, anak saya.

Apakah itu?

”Ya Allah… Semoga ibu bisa hamil, jadi aku punya adik bayi, amiiin… amiiin…. ya robbal alamin…”

Hati rasanya mencelos kalau dengar lantunan doa Sidqi. Sebegitu inginnya dia punya dedek bayi.

Semoga Allah mendengar dan mengabulkan doa anak sholih 🙂

gemes-1

Sidqi mengendap-endap, pengin cubit pipi baby Ibad yang lagi dipangku mamanya, hihihi

 

Continue reading