fiksi

Berguru Fiksi pada Mak Rindrianie

Siapa yang doyan bikin fiksi?

Siapa yang berhasrat menelurkan fiksi dengan plot kece, karakter yang kuat, plus ending yang sulit ketebak?

Siapa yang punya mimpi-mimpi itu, tapiiii… kemudian, mengibarkan bendera putih tanda menyerah?

Siapa yang kerap terjebak dalam fakir kosakata?

Walah…. walah… kok aku mengalami itu semua ya? Hiks. Obsesi untuk bisa jadi ‘pencerita yang baik’ sudah lama mengendap dalam dada. Coba deh, baca itu novel atau kumpulan cerpen yang berserakan dimana-mana. Cihuy semuaaah! Dan, sayangnyaa… saya belum ada seujung kuku untuk bisa mencuri ilmu dari para peramu fiksi nan handal. Huikss.

Beruntung, karena sering oprak/oprek kancah blogging, saya ketemu dengan blogger/fiksioner ketje satu ini: Mak Rinrin Indrianie atau boleh banget dipanggil Mak Orin 🙂

Blognya itu simple. Resik. Tampak begitu sederhana dan nyaman di mata. Tapiiii… coba deh, ubek-ubek https://rindrianie.wordpress.com/category/fiction/ Duuuh, siap-siap ternganga bin terpana demi membaca aneka fiksi yang udah doi produksi. Kece-kece benerrrrr…!

Maka dari itu, aku lumayan histerissss demi mendengar kabar kalo mak blogger paporit ini mau beranjang sana ke Surabaya sini 🙂 Yayyy, akhirnyaaa… bisa ketemu ama blogger teridola di #ArisanIlmu Kumpulan Emak2 Blogger (KEB)

Agus Noor versi syariah 😛

Itulah label yang saya sematkan dengan semena-mena untuk Mak Orin. Ya abiis, seperti yang udah aku jelasin di atas, fiksinya Mak Orin itu memberikan sensasi yang kurang lebih sama. Thriller-nya dapet. Mengejutkan, menyentak-nyentak, sekaligus memberikan ending yang #hakjleb dan unpredictable.

Kadang, ia berkisah dengan menyayat. Tapi, jari jemarinya yang lincah seolah sanggup mengamini sabda “sang majikan” sehingga tersajilah sebuah fiksi yang aduhai.

Pengin rasanya belajar banyak dengan mak Orin. Tapiiii… sayaaang, kemarin di Surabaya cuman ketemu sebentar. Udahlah doi ketinggalan kereta… Trus, pakai kereta yang lain, eh, kena imbas insiden kereta di Cirebon, sehingga total jenderal perjalanan Jakarta-Surabaya ditempuh selama SEMBILAN BELAS JAM!

Omaygaaaddd **buru-buru cari mbok pijet deh, Mak, hehe**

Jadiii, inti postingan ini adalah….. Ayo mak Orin, kapan kita ketemu lagiiii??

***

Saya juga nge-fiksi loh. Salah satu fiksi saya yang cukup mendapat sambutan “beyond my expectation” adalah cerita bersambung berjudul #BIMBANG. Bisa dibaca di sini yaaa….

Advertisements

33 thoughts on “Berguru Fiksi pada Mak Rindrianie”

  1. Saya bisa membuka twitnya dengan baik, Mbak :hehe.
    Wah, ngefiksi juga pernah menjadi mainan saya dulu, sebelum saya istirahatkan karena alasan yang kurang lebih sama dengan tiga alasan di atas :hehe. Yah, mari menulis yang dapat menyenangkan hati supaya manfaatnya maksimal didapatkan :hehe. Terima kasih atas rekomendasinya!

  2. Mbak Nurul fiksinya jg bagus2, Bimbang itu aku suka banget 😊 Aku jg suka nulis fiksi, baru 2 ku-post di blog. Tapi aku masih belajar nulis, fakir kosakata yg kyk Mbak blg, belum lg sifat pemalasku haha. 😁

  3. Aku setujuuu sama mbak Nuruuul 🙂
    Orin emang keren abis kalo lagi nge-fiksi…

    Susaaah banget bikin tulisan fiksi mbaaak,
    aku terbiasa jebret-jebret gitu nulisnya, sedangkan kalo fiksi kan harus banyak tersiratnya yaaah…huhuhu…
    masih harus banyak belajar nih ama Orin dan sama mbak Nurul jugaaa 🙂

  4. Subhanallah, saya jadi ada makin banyak bahan bacaan blog di waktu senggang. Keren, kaliaaan semua kereeen 🙂

  5. Untuk urusan fiksi saya melipir Jeng Nurul, toss sesama pengagum karya Neng Orin
    Salam kenal, sering menikmati tulisan bukanbocahbiasa meski belum bertegur sapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s