I Love Me! Aneka Wish List Jelang 40 Tahun

I Love Me! Aneka Wish List Jelang 40 Tahun

“Hah? Emaknya Sidqi udah mau 40 tahun? Yang benerrrrr….. “

Gw ngikik tersenyum tersipu malu, dengan semburat pink yang merajai sekujur pipi. Rasanya bungah tiada tara. Embak-embak di depan gw ini kaget begitu tahu kalo umurku dalam beberapa tahun ke depan bakal menginjak 40 tahun, ulalaa yeaaayy!

Tapi…. rasa bungah itu hanya bertahan beberapa detik. Sebelum doi menyambung dengan kalimat pendek tapi hakdesh ini…..

”Kirain udah mau umur 50 tahun…..”

Kyaaaaaaa hahahahahhah

Eniwei, di usia yang kian senja ini, gw sih udah “mati rasa” dengan pengakuan/ komentar/ hinaan/ cerca/ pujian dari orang lain. Terserah apa interpretasi masing-masing manusia, gw mah selama yakin apa yang dilakoni masih dalam koridor syariat, maka yaaa… gw akan bersikuhuh untuk melakukannya, walaupun dipandang aneh/ enggak umum.

Bukan berarti gw menganggap diri remeh/ nggak ada gunanya atau gimana. Tapi lebih kepada sebuah rasa “Heyyy, We Never be Able to Please Everyone!” Kita nggak akan pernah bisa menyenangkan/ memuaskan hati setiap orang, ye kan.

Yang jelas, seiring berkurangnya jatah hidup di dunia ini, ada beberapa hal yang membuat pribadi gw bertransformasi. Berkurangnya (secara drastically banget!) semangat kompetisi.

Gw udah eneg lihat aneka sikut-sikutan dalam hal apapun. Ya sutralah, make peace aja. Kagak usah nambah-nambahin iklim kompetisi yang bikin jiwa makin sutris gak keruan. (Sebelum salah sangka, kompetisi ini dalam kehidupan di dunia nyata ya. Bukan tentang blogging lho… karena kalo kontes blog, ya akoooh masih semangat ikutan kakaaaa)

***

Kalau malaikat Izrail belum menunaikan tugasnya untuk mencabut nyawaku, maka gw (dalam waktu beberapa tahun lagi) bakal berusia 40 tahun. Lingkar bawah mata yang semakin gede, aneka kerut, flek, kekusaman kulit wajah, plus beberapa uban yang bercokol di kepala… itu semua udah menggambarkan kalo gue emang resmi MENUA. 

Menua itu bukan aib. Bukan pula sesuatu yang harus disembunyikan, atau disesali. Dan (menurutku) juga bukan sesuatu yang kudu dirayakan.

Baca: Semacam Traktiran Ultah di Resto Lauk-Pauk

Ya kalo mau traktir-traktir sih silakan… karena itu part of shodaqoh lah yaa… tapi BUKAN sebuah kewajiban.
Menua adalah sunnatullah, setiap manusia akan tua pada waktunya. Dan yah, ini deh…. 5 hal yang pengin banget gw lakukan kalo menjelang (atau udah menginjak) umur 40

(1). NO GOSSIP AT ALL!

Wakakaka, aselik deh, ini yang paling syusyaaaah. Sebenernya mulai detik ini gw udah berusaha keras dan semaksimal mungkin buat Say NO to Gosip… but you know lah….namanya manusia tuh gimana ya, udah naluri banget menyalurkan 20 ribu kata per hari kan yaaa… (ini nggak Cuma menimpa kaum cewek lho. Banyak juga orang lakik yang demen gossip dan ceriwis, qiqiqiqqi)

Okai. Di postingan ini dan postingan SEBELUMNYA  gw udah mendeklarasikan untk mengurangi bahkan (ini rada ambisius, sih….) menghentikan GOSIP.

Susah? BANGEEETTT. Apalagi gossip kan bisa juga dilakukan via WA. Ga perlu pake acara ketemuan langsung. So… Bismillah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah ta’ala.

(2). INVESTASI AKHERAT DAN DUNIA

Setiap kali berdiskusi soal investasi dengan teman-teman di WA Grup, gw ngerasa “Adududuh, kok rasa-rasanya investment yang gw lakukan selama ini ada beberapa ketidaksingkronan yak?” Apalagi kalo baca twit/ website para financial planner, gubraaak gubraaak deh.

Nah, sebelum (dan menjelang) umur 40, pengin banget memperbaiki common mistakes itu tadi. Ini lebih kepada persiapan buat alokasi dana Pendidikan buat Sidqi, just In case kalo mendadak emaknya berangkat ke rahmatullah, maka… semoga investasi yang gw siapkan bisa memberikan manfaat optimal.

Well, sepertinya gw banyak mengalokasikan energi, dana dan pikiran ke hal-hal yang berbau duniawi. Padahal, usia semakin merambat, umur 40 kan udah “sore” yak. Ada baiknya, hati kudu lebih ditata… supaya bisa mempersiapkan kampung akherat dari sekarang. Gw banyak bergaul dengan kalangan yang mengkampanyekan zakat, wakaf, dan ibadah maal lainnya. Okay… gw juga kudu lebih ajeg (dan semangat!) untuk berbagi rezeki demi investasi akherat jugak.

(3). BERSYUKUR DENGAN APA ADANYA DIRIKU INI

Kalo dikasih range 0-10, seberapa gw puas dengan kondisi dan pencapaian diri gw sekarang? Euuum….. skornya 6 kali ya, hahahahaha. Bukaaaan, gw tidak sedang kufur nikmat. Gw juga tidak sedang melakukan aksi humble brag. Ini jawaban jujur dari relung kalbu.

Soale, gini. Mayoritas sohib ikrib gw udah mencapai achievement yang warbiyasak! Macem-macemlah… ada yang jadi pengusaha UKM (walopun omzet blum miliaran, tapi doi udah buka lapangan kerja). Ada yang jadi dosen teladan… ada yang jadi pucuk pimpinan di korporasi multinasional, pokoke yaaaaa… gimana ya, membandingkan diri ini dengan mereka,  laksana…. Ah, ga usah diterusin deh. Bikin makin gundah gulana qiqiqi.

Gw lagi berusaha keras untuk mengubah perasaan ini. Udah tahu kalo “jangan kebanyakan mendongak, nanti leher lo sakit!” Haha. Ya tapi gimana dong… mereka sohib ikrib eikeh lho.

Belum lagi kalo udah kumpul di keluarga besar, wadaaawww. Adek2 ipar gw tuh wadeziggelaaah banget lah pencapaiannya. Ada yang dokter spesialis patologi anatomi dan didapuk jadi pemateri workshop internasional di Jerman. Nah lo nah lo 😊

Baca: Bagaimana Jadi Pintar dan Rendah Hati

Ya gitu lah. Rezeki orang emang setara dengan kerja kerasnya ye kan. Adik gw itu, emang brilian, pekerja keras, dan hatinya selembut sutra. Nggak heran dong, kalo rezekinya ngaliiiiir terus. Mungkin gw ga bisa mengikuti jejaknya di dunia akademisi, tapi semoga gw bisa kecipratan attitude-nya yang baik hati dan sama sekali ngga ada nyinyir apalagi pongahnya. Aaamin.

(4). INGIN TAMBAH CAP VISA DI PASPOR (MINIMAL) SETAHUN SEKALI

Tahun 2017 adalah traveling achievement yang warbiyasak bagi diriku. Awal tahun bertolak ke Thailand, jelang akhir tahun dianugerahi rezeki ke negeri paman Sam. Maha Besar Allah. Sungguh, Maha Kuasa Sang Pemilik Kehidupan.

Baca: Jadi Local Guides dan Berangkat Gratis ke Amerika

Dan ternyata gw baru tahu kalau traveling overseas itu beyoooond sekedar plesir atau pamer buat di IG/ medsos. Jauuuh dari itu! Kalo kita bisa menghayati dan memberikan pemaknaan/ meaning tatkala traveling, maka yang kita gapai adalah… rasa syukur yang tak berhingga. Nggak ada lagi pongah yang mendera jiwa, karena ketika traveling, kita betul-betul bergantung dan pasrah dengan ketentuan Sang Maha.

Aduduuuuh, itu berasa banget deh, waktu lagi menjalani pemeriksaan di Bandara San Francisco, gw tuh yakin kalo ga ada barang2 berbahaya di koper/tas dll. Tapi namapun lagi di Amrik ye… buanyak hal-hal buruk yang berkelibatan di batok kepala. Efek kebanyakan nonton pilem Hollywood juga sih ya.

“Jangan-jangan ada orang jahat yang masukin narkoba ke tasku? Jangan-jangan aku dicurigai gegara pake hijab Panjang….”

Jadi parno banget gitu!

Baca: Sholat di Amerika

Dan, di titik inilah…. Gw ngerasa kudu tawakkal setawakkal-tawakkalnya. Berdoa tiada henti. Mencoba menghempas manja hush hush semua negative vibes dan su’udzon yang sempat singgah. Manakala kita selamat sampai di negara tercinta…. Masya Allah…. Derajat nasionalisme saya naik sekian strip! Yakin deh!

(5). BELAJAR MEMANDIKAN, MENGKAFANI DAN MERAWAT JENAZAH

Sebenarnya, keinginan ini udah muncul beberapa saat setelah Ibu kandung berpulang

Baca: SURAT UNTUK IBU

Jadi gini. Ibuku tuh aktivis tim Rawat Jenazah di kompleks perumahan kami. Satu tim terdiri dari sekitar 10-15 ibu yang siap grak dan langsung cuss berangkat, manakala ada pengumuman warga yang meninggal dunia. Ibuku ngurus mulai dari siapkan kain kafan, kapur barus, sabun, shampoo, kapas, minyak wangi, dan aneka printhilan lainnya. Termasuk beliau juga paham bener gimana ngukur dan pasang posisi kain kafan. (Sampai aku pernah bercita-cita meninggal duluan, supaya aku bisa merakan dimandikan oleh Ibu 😀 )

Kemudian……. Ibuku berpulang.

Perempuan yang biasa memandikan jenazah itu, kini dimandikan. Oleh para sahabatnya, yang juga tak bisa dibilang muda.

Perempuan yang selalu siap sedia kalau ada kabar duka cita itu, kini laksana magnet. Ia mengundang begitu banyak manusia, berkumpul di rumah kami. Memberikan penghormatan terakhir atas kepergiannya.

Kalau ibuku sudah pergi….. lalu siapa yang menggantikan ia?

Bukankah harus ada regenerasi dalam hal rawat jenazah?

Aku masih hidup, bernyawa dan (relative) muda. Kalo aku demikian passionate menimba ilmu-ilmu beraroma dunia, kenapa aku tak ada greget buat belajar rawat jenazah?

Apalagi… Hari Ahad, 11 Februari, bapak mertuaku berpulang. Dari sekian banyak laki-laki yang datang, tak sampai lima orang yang faham dan sanggup cara memandikan dan merawat jenazah!

***

Yaaaak, Panjang banget nih wish list-nya haha. Semoga tercapai semua yak. Semangaaat semangat jelang 40 tahun menghirup udara di bumi tercinta Indonesia!

 

 

 

 

 

 

 

 

Berguru Fiksi pada Mak Rindrianie

Siapa yang doyan bikin fiksi?

Siapa yang berhasrat menelurkan fiksi dengan plot kece, karakter yang kuat, plus ending yang sulit ketebak?

Siapa yang punya mimpi-mimpi itu, tapiiii… kemudian, mengibarkan bendera putih tanda menyerah?

Siapa yang kerap terjebak dalam fakir kosakata?

Walah…. walah… kok aku mengalami itu semua ya? Hiks. Obsesi untuk bisa jadi ‘pencerita yang baik’ sudah lama mengendap dalam dada. Coba deh, baca itu novel atau kumpulan cerpen yang berserakan dimana-mana. Cihuy semuaaah! Dan, sayangnyaa… saya belum ada seujung kuku untuk bisa mencuri ilmu dari para peramu fiksi nan handal. Huikss.

Beruntung, karena sering oprak/oprek kancah blogging, saya ketemu dengan blogger/fiksioner ketje satu ini: Mak Rinrin Indrianie atau boleh banget dipanggil Mak Orin 🙂

Blognya itu simple. Resik. Tampak begitu sederhana dan nyaman di mata. Tapiiii… coba deh, ubek-ubek https://rindrianie.wordpress.com/category/fiction/ Duuuh, siap-siap ternganga bin terpana demi membaca aneka fiksi yang udah doi produksi. Kece-kece benerrrrr…!

Maka dari itu, aku lumayan histerissss demi mendengar kabar kalo mak blogger paporit ini mau beranjang sana ke Surabaya sini 🙂 Yayyy, akhirnyaaa… bisa ketemu ama blogger teridola di #ArisanIlmu Kumpulan Emak2 Blogger (KEB)

Agus Noor versi syariah 😛

Itulah label yang saya sematkan dengan semena-mena untuk Mak Orin. Ya abiis, seperti yang udah aku jelasin di atas, fiksinya Mak Orin itu memberikan sensasi yang kurang lebih sama. Thriller-nya dapet. Mengejutkan, menyentak-nyentak, sekaligus memberikan ending yang #hakjleb dan unpredictable.

Kadang, ia berkisah dengan menyayat. Tapi, jari jemarinya yang lincah seolah sanggup mengamini sabda “sang majikan” sehingga tersajilah sebuah fiksi yang aduhai.

Pengin rasanya belajar banyak dengan mak Orin. Tapiiii… sayaaang, kemarin di Surabaya cuman ketemu sebentar. Udahlah doi ketinggalan kereta… Trus, pakai kereta yang lain, eh, kena imbas insiden kereta di Cirebon, sehingga total jenderal perjalanan Jakarta-Surabaya ditempuh selama SEMBILAN BELAS JAM!

Omaygaaaddd **buru-buru cari mbok pijet deh, Mak, hehe**

Jadiii, inti postingan ini adalah….. Ayo mak Orin, kapan kita ketemu lagiiii??

***

Saya juga nge-fiksi loh. Salah satu fiksi saya yang cukup mendapat sambutan “beyond my expectation” adalah cerita bersambung berjudul #BIMBANG. Bisa dibaca di sini yaaa….

Tujuh Tahun

Assalamualaikum mas Sidqi yang ganteng, sholih dan baik hati,

Hari ini, Ibu pengin nulis apa yang Ibu rasakan selama 7 tahun jadi orang tua mas Sidqi.

Wah, waktu berjalan ngebut banget! Rasanya baru kemarin loh, Ibu mengalami kontraksi yang luar biasa, di detik-detik jelang kelahiran mas Sidqi.

Rasanya baru kemarin, Ibu bersihkan ompol, gumoh, plus bangun tengah malam karena dengar jerit tangis si bayi imut bin ganteng.

Sekarang, mas Sidqi sudah makin gede aja. Udah bisa melakukan banyak hal. Temen gaul mas Sidqi juga banyaaak banget! Mereka suka main-main ke rumah kita, karena mas Sidqi memang baik hati dan selalu menyambut dengan riang gembira.

Sidqi bareng bolo pleknya

Sidqi bareng bolo pleknya

Tapiii, Ibu tahu persis, biarpun punya teman banyak, mas Sidqi paling suka mainnya sama Ibu kan?

Hayooo… ngaku deh… Kalo nggak ngaku, ntar Ibu nggak bawain es krim loh, hehehe…

Kalau dianalisa lebih dalam *eciyeeee*, Mas Sidqi memang punya banyaaak kemiripan dengan Ibu.

Sama-sama suka berpetualang. Hobi santai di pantai. Trus, menginap di rumah pohon. Demen berenang….

Santai di pantai Papuma, Jember

Santai di pantai Papuma, Jember

CIMG4674

Asiknya di Rumah Pohon, Taman Dayu, Pasuruan

CIMG5332

Renang di Vila Jambuluwuk, Batu, Malang

Kita berdua juga doyan berargumentasi. Bahasa simpelnya sih, “hobi ngeyel”. Hehehee… Tiap kali ada nasehat yang terlontar dari mulut Ibu, mas Sidqi selalu mendebat, “Loh, kenapa gitu? Mestinya kan bisa begini.”

Ibu kudu pontang-panting kasih penjelasan secara ilmiah dan mudah dicerna oleh bocah berusia 7 tahun, yang punya daya kritis dan analitis luar biasa *prok, prok, proook*

Kita berdua juga punya kegemaran yang sama. Bergumul dengan LAPTOP! Kalau Ibu lagi duduk anteng di depan laptop, sepersekian detik kemudian, mas Sidqi PASTI mau ikut-ikutan. “Ibuuu… aku bantu ngetik yaa….”

Inilah momen quality time kita berdua.

Kita bermain-main bareng laptop. Browsing banyak hal. Belajar ngetik. Belajar matematika. Belajar paint.

Nge-game? So pasti dong ah. Hihihi.

Asik Ngegame bareng laptop ramping

Asik Ngegame bareng laptop ramping

TEMA W-3-GAME LAPTOP-2

Wuih, josss banget dah, ngegame pakai nih notebook!

Emang cakep banget dah, kalau main-main dengan laptop yang enteng ya. Niiih, ada Acer Aspire E1 Slim Series, yang didukung oleh  prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.

Notebook ramping, fitur asik dan menawan

Notebook ramping, fitur asik dan menawan

ASpire-E1-432-Silver-1 ASpire-E1-432-Silver-3 E1-432

Ibu harus akui. Eksistensi laptop itu membantu banget dalam “karir” Ibu sebagai orang tua. Ibu bisa tahu banyak hal, setelah menjelajah dan bercengkrama dengan dunia online. Termasuk, pas cari nama kamu! Ibu browsing, sampai ketemulah nama “Adkhilni Mudkhola Sidqi”. Artinya: masukkanlah ke dalam golongan dan dengan cara yang baik.

Ibu berharap, kamu akan menjadi sosok muslim yang hebat dan bisa menghebatkan banyak orang! Aamiiin…

Eh, mas Sidqi. Laptop seri terbaru dari Aspire Acer ini juga handal banget buat dipakai kerja loh. Seperti yang udah Ibu bilang, Acer Aspire E1 Slim Series didukung performa Intel® Processor di dalamnya. Jadi, karena ibu setiap hari bergulat dengan dunia tulis-menulis, nih notebook super-duper-hero banget!

Apalagi, Ibu bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya. Yah, maklum, selama ini Ibu kan harus mobile, buat ketemu banyak narasumber, interview, dan kudu nulis on the spot! Jadi, kemana-mana, Ibu bawa tas ransel yang bawa laptop segede gaban! Beraaaat!

Ngobrol sama Fadly-PADI sambil ngusung ransel isi laptop gede *uhuk-uhuk*

Ngobrol sama Fadly-PADI sambil ngusung lemak plus gelambir ransel isi laptop gede *uhuk-uhuk*

Ah, untunglah, ada solusi brilian buat kita berdua ya.

Ibu tetap bisa kerja dengan optimal karena lahirnya inovasi mutakhir dan spektakuler dari Acer Aspire. Kalau ditemani notebook yang ramping, ide-ide bakal mengalir deras… Jari-jemari Ibu (yang semuanya segede jahe ini) bisa menari lincah di atas tuts keyboards notebook.

Biarpun bodinya 30% slimmer, notebook Acer Aspire E1 Slim Series tetap mengusung fitur yang cihuy.

Laptop tipis Aspire E1-422, misalnya.  Nih laptop ciamik banget, dilengkapi dengan optical drive DVD Super Multi. Jadi kita tidak perlu lagi bawa DVD-RW external. Kan, fitur ini sudah terpampang nyata plus terintegrasi pada Aspire E1-422.

Kelengkapan input/output Aspire E1-422 antara lain tiga buah port USB, yang satu diantaranya sudah menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat lebih kencang dibandingkan USB 2.0. Ada juga sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC.

Nah. Ibu kan doyan presentasi. Kalau pakai Aspire E1-422, gimana? Oh,  Tenaaang…. Laptop yang slim, langsing dan aduhai ini menyediakan port VGA/D-Sub yang umum digunakan pada proyektor yang ada di pasaran.

Buat multimedia, fiturnya okekah? Tenaaaang…. Aspire E1-422 ini juga menyediakan sebuah port HDMI yang bisa digunakan untuk menghubungkan notebook dengan layar LCD/LED berukuran besar. Jadi, selain bisa nge-games bareng, kita sekeluarga juga bisa nonton film Full HD ataupun main game favorit lewat layar berukuran besar!

Acer juga punya sebuah Webcam HD buat kita-kita yang eman doyan banget foto-foto dan video chatting.

Untuk konektivitas, Acer Aspire E1-422 menyertakan satu buah port LAN (RJ-45), dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n. Ini memudahkan banget kalau kita mau internetan lewat jaringan hotspot.

Keren banget kan, laptop ini, Mas Sidqi?

Sekeren akhlak kamu.

Jump, Sidqi, Jump! Reach Your Dream!

Jump, Sidqi, Jump! Reach Your Dream!

Ibu juga bakal mengoptimalkan pemakaian notebook untuk membimbing kamu jadi anak yang kian sholih dari hari ke hari. Kita bisa belajar ajaran wudhu, sholat, haji… Macam-macam! Ibu juga bakal setelkan murottal (bacaan Al-Qur’an) dari para syaikh. Supaya hafalan Qur’an kita bertambah. Ibu juga akan meng-encourage mas Sidqi, untuk tahu jalur apa yang akan diambil mas Sidqi, sebagai sarana untuk berbagi kemanfaatan buat sesama.

Bisa jadi penulis. Ulama. Atau, syeikh di Masjidil Haram.

Go ahead! Reach your dreams!

Sidqi (plus emaknya) ngefans sama Ust. Yusuf Mansur.

Mas Sidqi mau jadi Ustadz, penulis plus entrepreneur ala  Yusuf Mansur? Go ahead, kid!

IMG_4899

Semoga Mas Sidqi bisa se-brilian cendekiawan muslim, Syafii Antonio *aamiiin…*

Mas Sidqi, inilah yang bisa Ibu sampaikan di surat hari ini. InsyaAllah, Ibu akan selalu meningkatkan kapasitas untuk jadi orangtua yang lebih baik.

Ya, bekerja menjadi orangtua, artinya Ibu sudah “melamar” ke pekerjaan tanpa cuti dan nggak boleh resign. Pada akhirnya, Ibu akan diminta untuk menyetorkan “laporan pertanggungjawaban” seputar amanah yang Allah berikan pada Ibu.

Makanya, Ibu bersyukur banget, ada Kumpulan Emak Blogger. InsyaAllah, bisa jadi bekal berharga bagi Ibu, untuk jadi “coach” dalam hidup mas Sidqi.

Semangaaaaat, mas Sidqi yang ganteng, sholih, taqwa dan pemberani!

Ibu always love mas Sidqi.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

@nurulrahma 

*Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

Akhirnyaaa…. Ketemu Soulmate yang 30% Slimmer!

Ahhhaaaiii, sudah jam 10 nih! Waktunya posting untuk emak-emak blogger. SEMANGAATT, ALLAHU AKBAR!! *kepalkan tangan ala Bung Tomo*

Sudah lama gue jadi ‘silent admirer’ grup tercethar membahana ini. Yep, apalagi kalau bukan  Kumpulan Emak Blogger (KEB). Jenius banget gitu lho, ada grup yang bisa meng-encourage kita, para emak ini, buat menuangkan ide dan mengabadikannya dalam tulisan.

Lewat tulisan-tulisan yang dipahat, kita bisa nunjukin ke dunia, apa, siapa dan bagaimana kita. Persis kata Om Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Buat gue, menulis itu bukan sekedar memindahkan ide, kritik, analisa dan endebre-endebre lainnya dalam bentuk tulisan. Nulis juga bukan sekedar ajang narsis-narsisan. Nulis itu selain sarana aktualisasi diri, juga sebentuk katarsis yang positif loh! Baik buat stay at home mom (SAHM) ataupun working mom (WM).

Image

Kalo ini poto jadul, zaman gue masih ngantor di Sampoerna

Sehari-hari gue emang kerja jadi penulis. Ada 3 majalah yang butuh kasih sayang dan sentuhan jari-jemari gue. Majalah itu adalah: Nurul Hayat, NH News dan Majalah anak-anak ANAS.

Selama ini, dalam mendarmabaktikan kewajiban buat nulis, ada laptop Acer Aspire 4530. Doi udah jadi semacam “partner in crime” gitu lah. Kalau mood gue lagi membara, *ting!* langsung deh, jari jemari menari di atas keyboard.

_MG_9683

Ceritanya lagi rapat redaksi

 

The problem is…. Nggak jarang gue kudu traveling buat liputan atau wawancara narasumber di luar kantor. Kalau hasil wawancara itu nggak segera ditulis, “feel”-nya udah beda. Jadi, gue ambisi banget, abis wawancara, langsung nulis artikelnya SAAT ITU JUGA.

Kenapa? Analoginya kayak begini nih, roti yang fresh from the oven itu lebih mak nyus ketimbang roti yang udah dipajang di etalase toko kan? Nah, tulisan yang dibuat “fresh from the just-now-interview” juga gitu.

Image

Abis ngobrol bareng Kang Maher Zain, kudu ditulis langsung dooong hasil interviewnya….

Tapii, apa kabar bodi gue yang udah semakin sering keserang encok-pegel-linu inih? Apa kabar kalau gue musti gotong-gotong laptop, demi memuaskan hasrat “anti-delayed writing”? Mana bawaan gue kalau lagi traveling segabruk aja nih..

Pengin deh, punya laptop yang punya fitur seasik laptop sekarang… dengan layar yang lumayan lebar, biar gak nyiksa mata yang semakin menua ini….

Tapi, gue kagak bisa move on dari dinasti Acer nih… Pegimana dong?

Image

Subhanallah…. come to mama, darlingg…

 

Ladies and Gentlemen, please welcome….. *drum roll*…. Acer Aspire E1-432 !!

Jreng-jreeenggg….

Subhanallah, Acer emang “sesuatu” ya booo…. Kayaknya udah tau aja jeritan hati emak-emak. Dari website Acer, gue dapat info yang super-duper mencerahkan. Acer udah melansir notebook yang makin tipis banget! 30% lebih slim! Yayyy! Makin cinta deh, sama Acer!

Image

Emang cakep bener yak, nih notebook!

Laptop tipis Acer ini Berbasis Intel Haswell. Hemat Daya pulak. Layarnya monitor LED berukuran 14”. Jadi, dijamin mata emak-emak kagak bakalan jereng dah. Resolusinya 1366×768 px. Ini mah udah cakep banget buat daily needs gue. Mau office basic hayok. Browsing, blogwalking,multimedia,bahkan yang game-addict, yuk mariii…

Yang paling sip-markosip adalah, ketebalan nih notebook cuma 25,3 mm saja dong cyiiin. Kalau dibandingkan dengan notebook zaman baheula, Acer Aspire E1-432 punya dimensi 30% lebih tipis.

Buat emak-emak hiperaktif semacam gue, notebook Acer Aspire E1-432 juara banget dah. Segala kelebihannya seolah bisa menjawab kegalauan kalau gue kudu traveling dan nulis saat itu juga. Biar tipis kayak begindang, eh, ternyata seabrek fitur penting tetap nangkring di notebook Acer Aspire E1-432 loh.

Ngomongin cakepnya Acer Aspire E1-432 kagak ada habisnya dah. Udah sempat gue singgung di atas, kalau nih notebook prosesornya Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Acer mempersenjatai *duileee….* notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang punya dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz.

Emang napa kalau pakai Haswell, jeung?

Karena Aspire E1-432 berjodoh dengan Haswell, jadi bisa bekerja sangat efisien dengan TDP hanya 15 Watt saja. Baterai 4-cell (2500mAh) yang digunakan, bikin daya tahan baterai notebook jauh lebih maksimal!

Bukan cuma itu. Prosesor Intel Celeron 2955U ini sudah terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru, dan ini bisa bikin kinerja notebook meningkat signifikan dibanding Intel HD graphics sebelumnya. Buat yang game-freak, throw your hands up at me……Tos dulu ahhh!

Aspire E1-432 dilengkapi RAM DDR3 sebesar 2GB yang dapat di-upgrade hingga 8GB, ini buat emak-emak yang multitasking macam gue. Mau nyimpen artikel, foto, film, lagu-lagu, murottal Al-Qur’an, semuanya bisa muat. Karena ada media penyimpanan harddisk SATA berukuran 500GB.

Mantab banget yak?

By the way, dengan segala keelokan akhlak dan budi pekerti si notebook Acer Aspire E1-432, harganya berapa yak? *pertanyaan standar khas emak-emak*

Oh, don’t worry, darling… Harganya murah banget di kantong, cuma Rp.4.749.000,- saja. Gak sampe 5 juta, cyiiin!

Buruan gih, cari Aspire E1-432. Sudah tersedia di  semua jaringan penjualan Acer di seluruh Indonesia tercinta. Info sedapnya nih, kalau beli Aspire E1-432 sampai 31 Oktober 2013, bakal dapat garansi FULL 3 tahun (termasuk service dan spareparts). Whoopsss! Kece badaiii…

Oke, gue udah tahu, notebook apa yang bakal jadi my next soulmate. Segala hal superior yang ada di Acer Aspire E1-432 jelas nggak bisa diabaikan. Gue optimis, dengan hadirnya Acer Aspire E1-432, hidup gue bakal lebih cerah dan penuh gairah! *apa sih

Eh, tunggu-tunggu…… gue denger ada yang bisik-bisik tuh di pojokan…

Notebook-nya udah lebih langsing 30% nih, lebih asyik lagi kalau yang punya blog juga 30% slimmer dong….(*)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”