lifestyle, parenting, Review, traveling

Sensasi Eksplorasi Africa van Java alias Taman Nasional Baluran

Semenjak resign dan berganti status jadi blogger/ penulis freelance/ emak-emak rempong, praktis saya jarang banget ketemu teman-teman di kantor. Dua sohib ikrib saya adalah Kang Erik dan Mas Faton. Mereka ini semangat banget diajak gokil-gokilan. Termasuk bikin short movie berdurasi 60 detik di instagram, yang mengantarkan saya jalan-jalan ke Kuala Lumpur, plus ikutan gala premiere film “My Stupid Boss’ bareng dedek ((DEDEK)) Reza Rahadian 

Baca: Drama di Balik Foto Bareng Reza Rahadian

Nah, karena udah lamaaaa banget nggak ketemu, di suatu siang yang panasnya makcrooong, tiba-tiba muncul ledakan gagasan nan spektakuler di kepala kami…. “Ngetrip bareng yoook…..”

Ke mana?

Beberapa destinasi jadi opsi. Jogja… Malang… Solo… Bandung… hmm… tapiii, plesir ke destinasi yang benar-benar ‘beda’ sepertinya boleh juga.

Yep, sudah beberapa bulan terakhir, kami penasaran banget dengan Africa van Java alias Taman Nasional Baluran yang ada di Situbondo jawa timur. Adalah pak Nurdin Razak, international wild-life photographer alias fotografer alam liar skala internasional yang bolak-balik “meracuni” kami.

“Baluran itu luasnya dua puluh lima ribu hektar. Kita bisa bertemu dengan hewan liar di habitat aslinya. Betul-betul hutan! Kalau beruntung, nanti kita bisa ketemu dengan macan tutul, burung merak, ayam hutan, banteng dan hewan liar lainnya!” gitu kata Pak Nurdin. 

Wiiihhh…! dengan semangat membara dalam dada, buru-buru kami tetapkan satu hal: Berangkat ke taman nasional Baluran, gaes!

NH__0220

Oke. Destinasi sudah ditetapkan. Kami mengatur jadwal perjalanan. Bolak-balik kalender, dan ternyata di akhir april, ada long weekend yang lumayan. Komunikasi juga terus dijalin dengan Pak Nurdin, karena rencananya kami akan menginap di Baloeran Ecolodge, sebuah  penginapan berkonsep ecolodge yang super nyaman, dan hanya berjarak 1 gang dari taman nasional baluran.

Baca: Review Baloeran Ecolodge Situbondo 

“Oke mba, kita berangkat hari minggu, tanggal 23 April, pulang Selasa 25 april,” kata kang erik.

“Siip, mau naik apa?”

Soal moda transportasi ini yang bikin diskusi menghangat. Kalau naik mobil, kita kudu sewa dari surabaya, dan ongkos BBM tentu bakal melonjak. Belum lagi, ongkos kelelahan sopir 😛

Mau naik bus, kayaknya kurang unik, karena udah terlalu sering. Apalagi, ini kan long weekend, dijamin bakal susah deh cari bus yang kursinya longgar.

Ahaaaa! Gimana kalau naik kereta api aja?

Ini bakal jadi pengalaman yang memorable banget buat ibad, 3 tahun, anaknya kang erik.

NHCM1170

Waaah, ternyata teman-teman pada setuju dan cussss… saya pun ketiban sampur untuk order tiket KA

Karena situbondo tidak ada stasiun KA, jadi kami pesan tiket KA Probowangi ekonomi rute surabaya-banyuwangi.

Awalnya… pasukan yang berangkat ke situbondo adalah saya, Kang Erik, Mbak Lala (istri Kang Erik), Ibad (anak Kang Erik) dan mas Faton. Ternyataaaa… menjelang hari keberangkatan, suami saya dan Sidqi minta ikutan juga!

Wadaw. Padahal, di medio April, sempat tersiar kabar kalau KA Probowangi nggak dijual secara online. Di sisi lain, saya kan males banget datang ke stasiun untuk order tiket doang. Akhirnya, klak klik klak klik… voilaa… ketemu deh KA mutiara timur yang berangkat jam 9 pagi dari stasiun Gubeng Surabaya.

 

***

Rombongan kami, baik yang naik KA Probowangi maupun KA Mutiara Timur, sampai di stasiun Karangasem Banyuwangi sekitar jam 14:30. Yeah, KA Probowangi telat lumayan lama, hampir 3 jam, karena jam 5 pagi tadi ada musibah KA menabrak mobil, di perlintasan rel kawasan Margorejo Surabaya. Apapun itu, kami bersyukur teman-teman sehat wal afiat. Begitu juga, bocil unyu bernama Ibad, yang tetap sumringah dan siap meng-explore Banyuwangi dan sekitarnya! Ada mas Joko, teman dari NH Banyuwangi yang menjemput dan mengantar kami jelajah alam nan indah ini.

NH__0258

Minggu (23/4) sore, kami check in di Tara Homestay. Ini adalah rumah tipe 36 yang didesain dengan begitu cantik. Ada 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, sehingga kita berasa lagi tinggal di rumah sendiri. Mumpung di Banyuwangi, sebenarnya buanyaaaak pantai cantik yang bisa dijadikan jujugan. Akan tetapi, lantaran kita sudah soreee banget berangkat ke pantai Cemara, jadinya gelaaap kawan-kawan hahaha. Ini first mistake nih, JANGAN kesorean dolan ke pantai, karena jam 5 sore aja ternyata awan sudah gelap banget.

***

Keesokan harinya, kami bangun dengan semangat menyala-nyala dalam dada. Ini trip yang bikin super penasaran: kopdar dengan hewan liar di habitat aslinya! Yap, kami check out dari Tara Homestay sekitar jam 8:30 pagi (dan ini lumayan kesiangan, sodara-sodara) karena mas Faton dan mas Joko rupanya bangun telat banget gara-gara habis berburu blue fire di Gunung Ijen! Wadaaawww, pengin uyel-uyel mereka berdua deh… Soale, kawah gunung Ijen ini sama sekali nggak ada di jadwal plesir kita, hufft!

Ya udah lah. It already happens. Selama 1,5 jam kami telusuri jalanan menuju Situbondo, dan… sampailah kami di BALOERAN ECOLODGE sebuah tempat penginapan yang menghadirkan more than just staycation experience. Ecolodge ini digawangi oleh pasutri nan inspiratif, Bapak Nurdin Razak (international wild-life photographer) dan Ibu Maylia Erna (praktisi homeschooling dan aktivis literasi)

NHCM1179

NHCM1512

Setelah berbincang sejenak dan menikmati soto ayam made in warga dusun setempat, rombongan kami melanjutkan trip menuju…… Africa van Java…. alias Taman Nasional Baluran!

NH__0254

Kawasan ini ekosistemnya masih asli banget, dikelola dengan sistem zonasi. Setelah melalui pintu masuk, mobil melaju mengarungi jalanan makadam, alias masih gronjal-gronjal banget. Huhuhu… saya nggak tahu nih, apa pertimbangan pengelola kok tidak melakukan pengaspalan dengan sempurna. Karena jalan masih kasar banget, walhasil waktu tempuh jadi makin panjang. Yang jelas, selama di jalan makadam ini, kami ketemu dengan beberapa hewan liar, di antaranya: burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus sp.), dan berbagai jenis burung lainnya.

NH__0262

Trus, trus, fotonya mana? Hahahaha… ternyataaaa teman-teman, jadi fotografer alam liar itu sama sekali bukan kerjaan gampang! Hewan-hewan itu semacam punya radar yang amat sensitif, jadi ketika ada ‘makhluk asing bernama manusia’ mendekati mereka, dijamin… si merak dan ayam hutan langsung ngibrit!

Wah, wah… Kang Erik beneran wajib berguru dan magang dengan pak Nurdin Razak nih.

Setelah menempuh perjalanan 12 km dari pintu gerbang TN Baluran, sampailah kami di destinasi yang luar biasa menakjubkan. Yap, salah satu yang jadi favorit para pengunjung adalah Savana Bekol. Luasnya sekitar 300 hektar, meliputi hamparan savana alami terluas di pulau Jawa. Latar belakang gunung Baluran, menjadikan savana bekol ini sungguh ciamik jadi sarana foto-foto bareng keluarga!

NH__0259

Tapiii, be careful yaa… namanya juga hutan. Ada banyak papan pengumuman yang meminta pengunjung untuk mewaspadai hadirnya ular kobra!

NHCM1202

Kalau ingin melihat panorama savana bekol dari atas (bird’s view) kita bisa naik ke menara pandang. Huft… hufttt.. huuuffftt… nafas saya beneran senin kemis nih, demi mencapai menara pandang ini, karena tinggiiiii banget!

NH__0397

Tapi, semua rasa lelah itu terbayar dengan pemandangan yang sungguh awesome! Di ketinggian sekitar 70 meter, mata hanya melihat warna hijau hutan dan pegunungan, sabana dengan nuansa cokelar kekuningan, birunya laut, dan biru-putih langit… Allahu Akbar! Maha Besar Tuhan Sang Maha Pencipta alam yang begitu indah ini.

Ya…. perjalanan di TN Baluran ini bukan sekedar menuntaskan rasa penasaran, ataupun momentum membangun bonding dengan keluarga dan keakraban bersama sahabat. Lebih dari itu, di TN Baluran, saya menyadari betapa kecilnya diri. Betapa ringkihnya kami… makhluk yang tak ada apa-apanya, dan harus menanggalkan seluruh jumawa yang kerap singgah dalam jiwa.

NH__0400

Kami terus melaju. Sepanjang jalan, beberapa kali bertemu dengan hewan liar lainnya, termasuk kerbau yang baru saja berkubang dalam lumpur.

NH__0350

Termasuk, bikin video yang ternyata ada serangga menclok di jilbab akuuuuh 🙂 🙂

Destinasi berikutnya adalah pantai Bama. O iya, hati-hati dengan kawanan monyet liar yang ada di kawasan TN Baluran yah. JANGAN SEKALI-KALI MEMBERI MAKAN ATAU MENUNJUKKAN KEMASAN MAKANAN/ TAS KRESEK DLL KEPADA MONYET. Jadi, ceritanya, monyet-monyet ini kian agresif gara-gara ulah beberapa pengunjung yang kerap membuang sampah kresek berisi sisa makanan. Sebuah ide brilian tertanam di benak mereka. Bahwa, kresek identik dengan wadah makanan manusia yang super lezat. Jadi, ketika melihat manusia bawa kresek/ kemasan plastik snack, tanpa ragu-ragu si monyet langsung merampas begitu saja!

NH__0233

Kalau iseng-iseng kasih makan ke satu monyet yang tampak imut dan innocent, bagaimana? Waspadalah, waspadalah! Karena ada monyet gede yang stand by bergelantungan di pohon, dan mereka dalam kondisi sigap banget buat ikut berebut makanan! Wedeeewww, super agresif yah!

Nah, ketika kita turun dari kendaraan dalam kondisi tidak membawa makanan/plastik kemasan apapun, maka all is well. Kami pun melenggang menuju pantai Bama, yang subhanallah…. indaaah luar biasa…

NH__0304

Selain kera abu-abu (Macaca fascicularis),  di sekitar Pantai Bama, kita juga dapat kopi darat (kopdar) dengan lutung (Trachypitecus auratus), biawak (Varanus salvator), dan aneka jenis burung.

Yak, sayang sekali sodara-sodara. Kunjungan ke TN Baluran ini kudu diakhiri sekitar jam 1700. Karena Situbondo sudah gelap banget jam segitu.

NH__0336

Sebenarnya banyak banget aktivitas yang bisa dilakukan di dalam TN Baluran ini. Apa saja?

  1. Treking, waktu yang ideal adalah musim kemarau (April – Oktober) lokasi mencakup seluruh kawasan TN Baluran. Yang mana, rada ambisius juga sih menyelesaikan seluruh rute kawasan Baluran hanya dalam 4 jam, secaraaa luas total keseluruhan 25 ribu hektaaar! Hahahaha.
  2. Mountain Climbing, ketika musim kemarau kita bisa melakukan pendakian di gunung Baluran
  3. Pengamatan Satwa, sepanjang tahun di savana Bekol, dan sekitar pantai Bama
  4. Bird Watching, sepanjang tahun
  5. Snorkeling & Diving, lokasi di Pantai Bama, Bilik dan Sejile
  6. Kanoing, di Pantai Bama
  7. Bersepeda, di savana Bekol dan sekitarnya

Baiklah. Next time, insyaAllah kami akan mengeksplor lagi dengan kesiapan lebih matang. Lesson learnt, JANGAN datang kesiangan, karena rugi banget, kecuali memang Anda berniat menginap di dalam pesanggrahan TN Baluran.

Untuk informasi lengkap seputar TN Baluran, yuk kunjungi: http://balurannationalpark.web.id

Advertisements

43 thoughts on “Sensasi Eksplorasi Africa van Java alias Taman Nasional Baluran”

    1. Ini aku baru denger rumor itu kak…
      Tapi emang sih namanya Hutan belantara ya, pastinya selain makhluk tangible, ya banyak makhluk intangible.
      Kami keluar dari hutan pas Maghrib, jadi alhamdulillah ngga ketemu hal2 yg seperti itu.

      Yang jelas, selama di hutan kami berusaha banget utk tdk guyon berlebihan atau mengeluarkan kata2 yg kurang sopan gitu sih kak. Apalagi rombongan kami bawa Ibad (3 thn) dan Sidqi (10 thn)

  1. Savana bekolnya luaas bnget, tapi gak bisa buat gegoleran ya mbak. Takutnya tiba2 ada ular kobra lak berabe.
    Duh, ngajak aim ke Baluran pasti seneng dia, soalnya suka tema hewan

  2. Ya ampun suaramu bikin jatuh cinta,
    saya mau eh ngedrama stupid boss gitu, itung2 latihan ngatasin minder.
    Aminkan juga ya mba. Semoga saya juga bisa baluran suatu hari nanti, africa rasa asia nih

    1. Aamiiin aamiin ya robbal alamiin… kabarin ya mbaa, kalo mau ke Jawa Timur, dimulai dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Malang juga okey dokey looh 🙂

  3. Mbaaa berani banget pakai baju merah di Baluran, nanti diseruduk banteng lho. Hehehe. Eh tapi waktu ke sana aku ga ketemu banteng, cuma kebo

      1. bantengnya itu ada bagian putih di badannya. gitu deh keknya pernah baca. Ya kali kopdar, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s