Bagaimana Membedakan Bakso Sapi dan Bakso Babi?

Pernah dengar nama  Aisha Maharanie? FYI, doi nih aktivis @halalcorner, yang selalu mengedukasi seputar pentingnya makanan yang halal dan thoyib (baik).

Nah, duluuuu… aku pernah ketemu ama doi nih. Bodinya mungil, tapi nyalinya GEDE. Enggak takut biarpun udah diancem ama brand2 besar, gegara sikap doi yang vokal memperjuangkan hak konsumen untuk tahu halal atau tidak.

Continue reading “Bagaimana Membedakan Bakso Sapi dan Bakso Babi?”

Advertisement

Mak Nyusnya Ceker Ayam Lapindho

Makan apa kita, di siang yang panasnya alakazam eniiih?

Gimana dengan menu-menu serba ceker? Yap, ceker alias kakinya ayam ituh looo. Di Sidoarjo, ada warung yang ngehits dengan aneka menu ceker. Namanya, Ceker Ayam Lapindho.

Eh, tau nggak, buat beberapa orang, ceker memang kerap dianggap sumber pangan yang njijiki (menjijikkan).

Justru, Redi Indrawan Prihanto punya pendapat lain. Menurut mantan praktisi HRD di hotel berbintang ini, ceker bisa menjadi bahan pangan yang lezat sekaligus sumber omzet yang mak nyus.

ownernya Ceker Ayam Lapindho
ownernya Ceker Ayam Lapindho

Bermula dari 28 Juni 2008, Redi membuka usaha masakan serba ceker ayam di alun-alun Sidoarjo.

”Saya ingin mengedukasi orang, bahwa banyak manfaat yang kita dapatkan bila rutin mengonsumsi ceker. Tahukah Anda, kalau ceker mengandung kolagen dalam jumlah besar. Artinya, bila orang dewasa rutin mengonsumsi ceker bisa membuat awet muda. Untuk bayi, ceker berfungsi optimal untuk pertumbuhan tulang. Bagi yang sepuh (lansia), ceker bisa mencegah osteoporosis. Kalau kita tahu semua manfaat ceker, nggak ada alasan lagi buat kita untuk tidak makan ceker kan?” ucap Redi.

Beberapa waktu berjalan, Redi memutuskan untuk membuka lapak di jajaran PKL samping Masjid Agung Sidoarjo.

IMG_8617

IMG_8602

Ada kurang lebih 8 menu serba ceker yang menggugah selera. Di antaranya, ceker masak balado, ceker mentega, gule ceker, dan ceker asam manis.

”Tapi, belum afdhol mampir ke warung kami kalau belum mencoba ceker lapindho. Dijamin, air mata, keringat semua keluar setelah makan ceker lapindho yang super pedas ini. Beberapa pelanggan kami bilang, kalau badan meriang, segera konsumsi ceker lapindho. Insya Allah bisa langsung sembuh,” lanjutnya.

IMG_8603

IMG_8612

Tekstur ceker yang lembut, berpadu dengan bumbu yang meresap. Ceker yang gurih, meluncur nikmat dipadu nasi punel hangat. Rupanya, rahasia kelezatan ceker adalah durasi masak yang cukup lama, yakni 3 jam!!

Saking uniknya, warung ini diapresiasi sebagai ikon kuliner andalan Sidoarjo, klasifikasi makanan unik. Tak heran, pelanggan terus datang berbondong-bondong ke warung ini. Redi juga rutin diundang dalam ajang Festival Kuliner Bango.

IMG_8604

“Kualitas masakan kami kontrol dengan amat ketat. Ceker dipasok dari rekanan yang memang sudah terpercaya. Untuk bumbunya, kami memakai bahan-bahan yang alami dan fresh. Alhamdulillah, dalam sehari, omzet kami bisa mencapai 250 kg ceker. Sementara pas weekend, omzet bisa menembus 350 kg ceker,” tutur Redi.

Wiiiikssss… Isn’t it amazing??? 250 sampe 350 kilogram ceker!

Satu porsinya dihargai 10 ribu-an. Berarti, berapa omzet yang Redi raup dalam sehari? Wiks, wiksss… Selamat ngitung yak, hahahah.

***

Setelah ngobrol-ngobrol sama Pak Redi, ada kunci sukses yang selalu doi pegang dalam menjalankan roda bisnis. Yap, ia komit dan doyan banget bersedekah.

”Kalau ada orang dhuafa yang datang ke warung kami dan mengeluh tak punya uang, maka saya akan bilang ke pegawai, ’Persilahkan ia makan. Sudah, nggak perlu bayar’. Kita tidak akan jatuh miskin karena suka bersedekah. Saya justru sering cari pengemis atau orang yang nggak mampu untuk ikut makan di warung. Di sinilah letak keberkahan rezeki kita. Karena tiap usaha yang kita lakukan insyaAllah akan bernilai sebagai ibadah,” ungkap pria murah senyum ini.

IMG_8600

Ehmmmm, jadi mupeng jajan ceker Lapindho lagi nih.

Tapiii… tapiii…. kalo mau ke Sidoarjo, cuacanya itu loooh, panas menyengat, hiks. Mana perjalanan Surabaya-Sidoarjo biasanya kan padat merayap bingits, karena emang banyak yang commuter yak. Tinggal di Sidoarjo, kerja di Surabaya… Atau sebaliknya.

Maka dari itu, kalo mau berwisata kuliner ke Sidoarjo, better kudu naik Toyota Agya deh. Kenapa? Kenapa?

Tahu sendiri kan, kalo Toyota Agya itu mobil yang pas banget buat warga urban. Desain mobilnya yang ramping, chic, asyik buat diajak menembus padatnya traffic di Surabaya. Udah gitu, nih mobil bahan bakarnya ramah lingkungan, alias irit bingits!

Untuk 1 (satu) liter bensin, bisa dipakai perjalanan 30 kilometer loh. How cool is that, broooo?

Harga mobil yang ekonomis, bentuk yang mungil dan unyu, plus lincah dan sangat bisa diandalkan. Wah, waaah… Ayoooo… kita cabut ke Sidoarjo, kulineran pakai Agya!

Siapa mau ikuuuut?(*)

kursi-belakang radio toyota-agya Toyota-Agya-G-Front-View-(Red)

[KulinerRungkut] Gagal Move On dari Raja Duren

Belakangan ini passion saya akan wisata kuliner sedang menggapai titik kulminasi *mpreeetts* Sebenarnya, doyan njajan sih udah dari zaman dulu kala.

Tapiii, doyan mendokumentasikan apa yang saya makan-dimana-recommended apa nggak, ya baru-baru ini ajah.

Mungkin ini ada kaitannya dengan instagram saya @bundasidqi. 

Hlo. Opo hubungane, Mak?

Continue reading “[KulinerRungkut] Gagal Move On dari Raja Duren”

Bebek Rendah Kolesterol

Sebenernya, udah ada jadwal buat posting berbahasa Inggris di Blogger English Club (BEC). Temanya juga udah “manggil” banget. Tapiii, kok ya masih kebayang2 Madura yak? Jadi, maaphh buat para punggawa BEC. Sepertinya, Jumat ini daku kagak ngerjain PR dulu. Maaapph, maapphhh *sungkem ke Dani, mba Nita dan Mas Ryan* Sebagai gantinya, aku mau cerita2 soal traveling *jyaah* ke Madura, kemarin. Duile bu-ibuuu, cuman ke Madura ajah dibilang traveling *lempar bebek sinjay* *haus penggunaan kata ‘traveling’ di blog inih* Berangkatlah daku bareng 3 gelintir bolo plek ke Madura. Destinasi kita? Yaaa… karena bebek sinjay udah terlampau mainstream, maka kita plesir cuzzz menuju BEBEK SONGKEM. Weitsss, namanya unik yak? Yo’i broh,… karena karakter nih bebek emang ‘anti-mainstream’ bangets. Udah sering denger kan, hosip-hosip yang menyebutkan kalo bebek adalah TERSANGKA UTAMA MEMBLUDAKNYA ANGKA KOLESTEROL, ASAM URAT, dll-nya dalam bodi kita? Makan bebek bikin galau maksimal?? Nnnaaah…si bebek songkem ini udah paham kegalauan emak(s) semua. Sooo… dibikinlah menu bebek yang RENDAH kolesterol! Bahkan, tagline-nya JUARAAAA bangeeettss! Bebek Pilihan Para Dokter! Oh-yeaah! :)) ok-2 ok-3 ok-4 oke-1

Kenapa dinamai Bebek Songkem? Dalam bahasa Jawa, songkem sama artinya sungkem, sering dikaitkan dengan sungkem pada orang-orang yang kita hormati, seperti orangtua, kyai dan tokoh. Di setiap desa di Madura, minimal ada seorang kyai, yang dengan sukarela mengajari ngaji anak-anak desa tanpa digaji. Sebagai bentuk tanda terima kasih wali murid pada kyai tersebut, maka pada hari-hari tertentu, wali murid membawakan oleh-oleh spesial berupa bebek atau ayam. Bebek ini dimasak dengan cara dikukus tanpa air selama kuranglebih 3 jam dengan posisi leher dan kepala bebek ditekuk menunduk seperti orang sungkem. Sebagai ganti air, dipakai batang pohon pisang. Karena cara mengukus dengan menggunakan pohon pisang belum ada istilahnya. Nah, di kampung bebek songkem tadi, cara masak seperti itu diberi istilah “songkem”, karena masakan spesial ini khusus diberikan kepada kyai atau orang yan gsangat kita hormati. Bebeknya dibuat berposisi “nyongkem”.   Piye rasane, Mak?? Enyaaaakkk…!! Ada aroma ‘entah-apa-sebutannya’ yang gak bakal kita temuin di masakan2 lain loh. Mungkin, itu berasal dari batang pisang (gedebog) yang jadi pendamping si bebek dalam menghadapi panas-membaranya api kompor nan bergejolak *jiyaah* Sambel mangganya dooong, juara..!! Yang paling asik dari makan di sini adalah, no worry deh, soal kolesterol dll-nya. Ini lumayan banget untuk mengobati hati yang gundah-gulana. Jadi, jadiii, mau kulineran bebek, tanpa digelayuti rasa bersalah? Yuk, cuzzz mareee ke : Bebek Songkem Pak Salim Jl. Raya Ketengan 85 Burneh Bangkalan Madura (031) 799.5523 0877.5092.0092 dll

IMG_0552

IMG_0553

Bojonegoro Pancen Matoh!

“Ayo ke Bojonegoro, yuk!”

Suatu ketika, sahabat saya mengajak mbolang ke Bojonegoro. Alasannya? Mertua doi berasal dari sono. Tepatnya di kecamatan Balen, Bojonegoro.

Humpfft. Sebagai anak kota *tsaaah* saya rada-rada underestimate sama Bojonegoro. “Emang, ada apaan sih, di sana? Kagak ada mal kan?”

Temen saya ngikik. “Ya ampuuun mbak, kalo cuman mall, di Surabaya kan udah banyak. Kita cari sesuatu yang lain dong, di Bojonegoro. Oke?”

Hmmm, to be honest, saya sama sekali enggak pasang ekspektasi terlalu tinggi. Palingan, Bojongoro ini gak lebih dari sekedar kota para pensiunan. Tenang. Sepi. Nyaris tak ada detak kehidupan di atas jam 12 malam.

“Weittsss! Jangan ngeremehin Bojonegoro loh! Sekarang, Bojonegoro rame banget! Apalagi, sekarang di sono ada hotel Aston loh! Level internasional!”

Et dah. Gilingan! Kalau hotel sekelas Aston aja rela nangkring di Bojonegoro, berarti… kota ini “sesuatuuuu”…!

***
Kami berangkat bertiga dengan mobil dari Surabaya. Lewat tol Surabaya–Gresik–Tuban, kami menempuh perjalanan sekitar 3 jam. Perut udah meronta minta diisi. Dan, karena saya masih kesambet gengsi, “Eikeh kan anak kota”, saya minta ditunjukin resto yang paling happening dan representatif di Bojonegoro.

“Ada! Namanya Warung Apung Rahmawati…”

“Wah. Persis namaku tuh. Namaku kan Nurul Rahmawati. Ayok, cuzz ke sana…!”

Tadinya saya mikir, nih warung ya ala-ala warung tegal gitu. Sederhana dan ala kadarnya. Ternyataaaaa….

Slrrrrpppp…!! *buru-buru lap iler**

Hehehe… mapp yaa, poto-potonya emang ‘”menggoda iman” banget. Pada intinya, kota Bojonegoro ini sama sekali enggak layak diremehkan. Restoran yang cozy, dengan view yang subhanallah banget aja, mereka punya loh. Daaan, harganya enggak bisa dibilang murce, sodara-sodara. Silakan cek langsung di twitter-nya yaaa…

Apalagi kalau kita lihat akselerasi pembangunan di kota Angling Dharmo  ini. Widih. Bakal terkiwir-kiwir! Daaaan, saya makin terpukau dengan adanya Batik Bojonegoro. Hohoho. Salah satu pemain yang lumayan eksis di batik Bojonegoro ini adalah, adik kelas saya di Unair. Namanya, Arifin Nachnudin.

Naluri bisnis doi kian terasah setelah ia hijrah ke Bojonegoro awal tahun 2010. Bapak berputra 3 ini mulai mengendus potensi usaha yang amat gurih dalam industri batik. ”Waktu itu, masih belum banyak yang bermain di bisnis batik Bojonegoro. Bismillah, saya memberanikan diri untuk terjun di dunia usaha batik ini,” ucap Arifin.

Dengan segenap hati, Arifin menjalankan roda bisnis ini. Ia mulai dengan memperluas wawasan seputar filosofi beragam motif batik. Rupanya, tiap motif menyimpan histori dan filosofi yang amat menarik. Penuh semangat, Arifin berkisah seputar motif batik yang diproduksi di workshop sekaligus gerai tempat ia berjualan.

Ada 9 (sembilan) Motif Batik Jonegoroan. Di antaranya, Sata Ganda Wangi. Soal filosofi motif batik, Arifin siap menjelaskan pada para pengunjung gerainya. ”Dalam Bahasa Jawa, Sata artinya tembakau, Ganda adalah aroma, Wangi bermakna harum. Sejak dahulu, tembakau menjadi komoditas utama para petani Bojonegoro. Jenis tanahnya yang cocok untuk tanaman ini mengasilkan aroma khas/ harum yang berbeda dari daerah lain. Diharapkan, nama Bojonegoro menjadi harum dan terkenal lewat tembakau sebagai salah satu potensinya,” ucap Arifin.

BATIK

Motif lain, seperti Pari Sumilak, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti, Gatra Rinonce, Rancak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat dan Sekar Jati juga punya cerita masing-masing. Supaya pengunjung kian terpikat dengan batik khas Bojonegoro, Arifin rajin mengedukasi lewat pemaparan makna tiap motif. Setiap ada event pameran kerjasama dengan Dewan Kerajinan DaDekranasda, Arifin tak lupa ikut serta. Termasuk saat ada exhibition “Canting Indonesia” di Singapura. Arifin bersama produk batiknya ikut berpameran di sana. ”Tujuannya supaya kita lebih memperkenalkan produk kebanggaan Indonesia di mata dunia. Saya ambil banyak pelajaran dari event tersebut. Tentu, kami harus lebih banyak melakukan improvement di bidang packaging (kemasan) dan kualitas produk,” lanjutnya.

ARIFIN

Konsumen Arifin tersebar di Bojonegoro, Surabaya, Jakarta plus sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Untuk bisa menyasar berbagai kalangan, Arifin memproduksi batik dengan harga bervariasi. ”Ada batik yang harganya mulai Rp. 50- 60 ribu per potong. Bahkan, ada yang sampai 500 ribu. Biasanya tergantung bahan kain yang dipakai dan motifnya,” imbuh alumnus Unair Surabaya ini.

Dalam mengembangkan usahanya, Arifin didukung karyawan tetap sebanyak 10 orang. Mereka ada yang menggambar, membatik, mencuci hingga penjualan. Ia juga kerap memberikan pelatihan membatik pada warga setempat. Arifin percaya, bahwa istiqomah berbagi ilmu dan berbagi rezeki adalah kunci untuk meraih kemudahan dan keberkahan dalam roda bisnisnya.

Kalau ingin tahu lebih banyak, bisa mampir ke: Griya Batik Jonegoroan, alamatnya di Jl  Teuku Umar 12 Bojonegoro.

Pokoke, Bojonegoro pancen matooohh!

It’s Perfect Time to….. STARBUCKS EXPERIENCE!!

“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Dewi ‘Dee’ Lestari, Filosofi Kopi)

Yayy!! Para blogger Surabaya ‘mengguncang’ Starbucks! Seru banget merasakan experience ngopi-ngopi cantik, plus belajar soal kancah perkopian. Ada mas Zendy, selaku district coffee master Surabaya yang bagi-bagi ilmu seputar dunia kopi. Ngobrol ama doi, berasa lagi nongkrong dengan Ben, maestro kopi di novel “Filosofi Kopi” karya Dewi Lestari deh.

NH__5078

NH__5029

Para blogger diundang oleh tim Starbucks untuk feel coffee-experience di store Starbucks teranyar, yang nangkring di jalan tol Surabaya-Malang km 26.

Yak, buat yang capek-capek, mending istirahat dulu. Asik-asik ngopi di Starbucks. Kalau yang nggak sempat nongkrong?

No worries. Bisa drive-thru..!

Ini adalah store pertama di Jawa (non Jabodetabbek) yang ada fasilitas drive-thru-nya loh. Super-yayy!!

NH__5080

Saya dibikin ‘termehek-mehek’ dengan penjelasan super-duper komplet yang disampaikan oleh Mas Zendy. ”Kopi kami macam-macam variannya. Salah satunya, kopi Sumatra dengan rasa yang strong. Ada aroma herbal, sehingga after-taste-nya terasa strong banget.”

1287-l8dedod-starbucks-infographic

Naaah, kita juga diajak untuk menjajal ritual Starbucks nih.

Zendy (paling kiri) lagi jelasin ritual ngopi-ngopi cantik di Starbucks
Zendy (paling kiri) lagi jelasin ritual ngopi-ngopi cantik di Starbucks

CIMG6903

Sebelum kopi masuk lambung, sebelumnya kudu di-smell dulu, alias dicium aromanya. Hmmm…. Masya Allah…. aroma kopi nan menggoda iman bener-benerrr deh… Sistem syaraf seolah di-refresh, dan sepercik inspirasi langsung mak bedunduk….TING!! Wohooo… kopi memang “pahlawan” buat manusia-manusia yang lagi stucked, dunno what to do yak. Karena, dengan mencium aromanya aja, udah bikin kita “bangkit dari kubur”

CIMG6904

Abis di-smell, jangan diminum dulu, kawan! Woleess… woless… kita kudu slurp, alias diseruput dulu. Buat apa? ”Untuk mendapatkan rasa atau bold (ketebalan) kopi di mulut kita,” kata Zendy.

CIMG6901

Hmmm… SUPER SEKALI. Setelah itu, ada tahapan locate in your tounge. Ini untuk mengetahui tingkat keasaman kopi. Lalu, lalu, supaya acara ngopi-ngopi makin cihuyyy, kita kudu mencari “jodoh” buat si kopi. Kalau kopi berkarakter strong, plus ada herbal-taste-nya seperti kopi Sumatra, cocoknya “dijodohin” sama kue-kue yang manis, seperti cinnamon chocolate marble cake.

Wokeh. Kunyah kuenya pelan-pelan… lalu, slrrrppp… aaahh… Kopinya meluncur mulusss ke kerongkongaan… heaven!!

Gini nih, asiknya kalo kita kongkow di Starbucks. More than just drinking coffee, kita juga dapetin experience, plus wawasan seputar dunia kopi. Barista dan para coffee master-nya seru-seru banget. Mereka bener-bener menjiwai dan passionate banget sama dunia kopi. Mas Zendy nih, luar biasa cihuy saban ngejelasin tipikal kopi. Plusss…. bagaimana cara processing coffee sehingga menghasilkan secangkir Starbucks yang awesome.

NH__5018

Buat bocil-bocil, ada jus juga.
Buat bocil-bocil, ada jus juga.

“Ada 3 metode processing bijih kopi. Pertama, wash-method (butuh proses fermentasi selama 36-48 jam); lalu Semi-wash method dimana kopi tanpa melalui proses fermentasi, tapi langsung digiling basah. Metode ketiga adalah dry, dimana bijih kopi mulai panen ditaruh begitu saja di lahan kosong, sehingga mengelupas sampai jadi green bean,” ujar Zendy.

Karakteristik kopi memang dipengaruhi oleh masing-masing daerah asal. Dengan belajar seputar kopi, seluruh tim Starbucks juga belajar geografi sekaligus karakter dan budaya masyarakat. Widih, asik bener yak. Dan ternyata… buat jadi barista kagak harus sekolah tata boga loh! Zendy ini misalnya. Doi lulusan FISIP Universitas Jember. Kagak nyambung kan?? Tapi, bermodal passion sekaligus kecintaan yang luar biasa terhadap kopi, doi malah terus berkiprah di Starbucks, dan saat ini, si cowok bujang 26 tahun ini, sudah menduduki posisi asisten manager di salah satu store Starbucks. Doi juga terpilih untuk ikut program Starbucks ambassador dimana dia harus berkompetisi dengan ratusan barista se-Indonesia. How cool is that?

NH__5033

Sembari baca postingan ini, pasti mupeng banget dong ikutan coffee tasting di Starbucks. No worries, ternyata setiap tanggal 17, tim Starbucks selalu bikin acara coffee tasting GRETONG alias GRATIIISS *langsung berbinar-binar* Silakan hubungi aja store Starbucks terdekat di kota kamu. Daftar, dan get ready to feel Starbucks experience!!

NH__5010

Food Stylist: Berkarir dari Rumah, Honor Ratusan Juta Rupiah

Ketika syaraf-syaraf di otak lagi tak bekerja optimal, saya langsung cusss menuju blog kuliner. Hmm, aneka foto-foto penggugah selera makan dipajang dengan “sangat tidak sopan”. Bener-bener bikin ngiler to the max. Terbayang kelezatan rasa dipadu aroma masakan yang muaaaak nyuuussss… endang bambang gulindang… top markotop…. good marsogud…

Oh, baiklah. Blog kuliner adalah tersangka utama yang membuat perut dan lidah saya bergejolak secara sistematis.

Nyebelin kan? Tahukah Anda, apa konspirasi profesi yang membuat tampilan makanan dan minuman itu begitu lezaaaat dilihat dan mengundang selera?

Yap. Profesi itu adalah food stylist dan food fotographer.

nunung

Nunung AW adalah salah satu food stylist yang job desk-nya menggoda iman para penikmat kuliner. Dengan berbagai cara, Nunung akan mengkreasikan beragam menu, dengan sentuhan artistik sehingga memberikan presentasi makanan yang menarik.

Purple Ombre Cake yang mouth-watering bangeet...
Purple Ombre Cake yang mouth-watering bangeet…
sate makassar- menu citarasa nusantara
Sate Makassar, anyone?

Yang lebih dahsyat lagi, “partner in crime” Nunung adalah suaminya dewe. Yup, sementara Nunung bertugas “mendandani” sajian makanan, sang suami berada di balik kamera, meng-capture beragam food and beverage yang sudah ditata sang belahan jiwa. Dibidik dari angle yang cantik bin presisi, aneka pose makanan-minuman itu seolah memanggil-manggil, minta untuk segera dicolek! Blah.

Bebek Kremesnya ngundaaanggg.....
Bebek Kremesnya ngundaaanggg…..
lontong balap - jajanan surabaya
Lontong Balap jadi cantik begindang yak?
churos kentang- snack dari umbi
Churoooosss

Profesi ini
Continue reading “Food Stylist: Berkarir dari Rumah, Honor Ratusan Juta Rupiah”

[KulinerSurabaya] Bakso Pangsit Mie Ayam Tiga Raja

BAKSO dan Pangsit Mie Ayam kayanya udah jadi makanan sejuta umat ya.

Meski udah eksis di penjuru bumi, eeh, kuliner bakso-pangsit ini masiiiih aja menggoda iman.

 Di suatu siang cerah nan merekah *eeettt dah, so rhyme!* aku berkuline di Bakso & Pangsit Mie Ayam Tiga Raja.

Tadinya, warung ini bercokol di deket rumah, kawasan Rungkut Menanggal Harapan.

Tapi, berhubung kontrakan warungnya udah abis, doi move on deh, ke Rungkut Mapan Selatan C1/32 (samping TK Al-Wahyu Bilingual)

 Eniwei, dibandingkan warung semula, tempat yang sekarang lebih cozy, asik dan resik.

Satu hal yang disayangkan : parkirnya (terutama mobil) syusyaaaahhh banget. Hiks.

Mie ayam di sini disajikan dengan taburan bawang goreng, daun selada segar, plus pangsit rebus.

Kalau baksonya pakai mie putih (bihun)

 Nah, karena kita udah laper pake banget, lupa deeeh, motonya ketika mie bihun dari bakso udah kecampur ama mie pangsit, hihihi….

Yang paliiiiing JUARA adalah : pangsit gorengnyaaaa….

Dagingnya kerasa bangeeettt, pangsitnya kriuuuk, guriiih, sedaap, dan harganya? Cuman 2 ribu perak ajah!

Emang, warung ini mematok harga yang mur-ce banget.

Pangsit Mie Ayam seporsi : 8 ribu

Bakso (isi 5, isi boleh milih/customized: pentol, bakso tahu, siomay goreng) : 10 ribu.

Minuman dllnya juga Murah Meriah Muantabs deh.

Hayuk melipir ke sono, aaaahhhh…..

“One Stop Shopping” buat Bebek Lovers

Siapa doyan bebek?

Image

Sudah pasti, saya bakal ngacung tinggi-tinggi. Bebek itu makanan yang gampang bikin kangen. Apalagi kalo di-combine dengan sambel yang bikin hoh-hahh-hohh–haaah alias kepedesan, dijamin, nasi sebakul bisa tandas!

Hahaha…. Kabar yang menggembirakan adalah, banyak banget varian bebek yang tersaji di jagat kuliner. Ada bebek sambel korek-lah, bebek sambel mangga, bebek bali, endebrai, endebrai.. Segala rempah yang tumpah-ruah di sekujud bodi bebek, makin bikin acara makin kian sip-markosip.

Sayangnya, kadang selera per-bebek-an kita ga mesti akur sama partner makan. 

Kita sih, doyan ama menu bebek di situ, let say, bebek sambel korek. Tapi, temen nongkrong kita malah pengin ngemil bebek sambel mangga, yang mana kagak ada di sono.

Mau ngibrit ke resto lain?! Mana sempatt?!?!

Image
Pak Wawan Sugianto, owner Bebek Harissa

Thanks God, di Surabaya, ada satu warung baru yang khusus menyajikan segala macam bebek yang kondyaaang di seantero jagat. You name it, guys! Pengin bebek sambel korek? Ada!

Bebek sambel mangga? Tersedia.

Bebek rica-rica, bebek sambel ijo, bebek goreng kremes yang nggak pedes pun komplit=plit-plitt!!

“Memang kami ingin Bebek Harissa ini bisa dikunjungi seluruh anggota keluarga. Yang suka pedes, bisa makan di sini. Anak-anak juga tetap bisa makan bebek kremes,” kata Pak Wawan Sugianto, owner warung Bebek Harissa ini.

Ambience warung sangatlah okai dokai. Kesan homey langsung ketangkep dah. Apalagi, warung ini terletak di jalan MERR (by pass) yang lumayan baru di kawasan sekitar Rungkut Surabaya.

Pas jam lunch, penuuuhhh banget dengan para profesional yang nyari makan. Yang recommended di sini adalah: Bebek Mas Bro. Seporsi, udah dapat nasi dan bebek goreng, plus serundeng khas bebek suroboyo, sambel mangga plus lalapan. Harganya? 15 ribu ajah.

Mmmeeeehhh, nyelamatin dompet banget kan? Sayur asemnya juga mantap surantap. Semangkuk cukup 7 ribu perak. Yang doyan pedes, boleh banget nyobain bebek rica-rica atau sambel korek. Blaaarrrr… bikin lidah kebakar dah!

Eh, eh, eh, kalo dirimu lagi takut asem urat atau kolesterol atau trauma bebek, kepriben? Oh, don’t worry, be happy… Ada kok menu-menu pemadam kelaparan, semacam ayam dan bandeng. Dimasak dengan spice yang luar binasa mak nyus.

Varian ayam mengikuti varian bebek juga. Info penting nih, ayamnya adalah ayam kampung yang guriiiiihhh bin gak alot sama sekali. Kalau mau tahu lebih banyak soal warung ini, kepoin aja twitternya @bebekharissa

Dijamin langsung ngecessss, pas liat gambar-gambar yang ada di sono.