Mau Ngeblog Sampai Kapan?

Teman-teman tahu Femaledaily.com dan Mommiesdaily.com kan? Yap, portal yang membahas tentang pernak-pernik perempuan, mulai fashion, kecantikan, kesehatan, parenting dll itu loh! Femaledaily ini awalnya didirikan oleh mba2 kece Hanifa Ambadar (Hanzky) dan Affi Assegaf. Saya pernah ketemu mba Affi, dalam sebuah event di Surabaya beberapa tahun silam. Tahu nggak, mbak Affi bilang apa?

“Kami mendirikan FemaleDaily ini awalnya karena aku dan Hani sama-sama blogger dan cinta banget ngeblog. Trus discuss dan banyak brainstorming, dan…. berdirilah Female Daily!”

hanzky
Hanifa Ambadar (Hanzky) perempuan brilian di balik Female Daily Network

affi
Affi Assegaf yang cantik dan ramah tiada tara 

And… the rest is history.  Femaledaily  Network melesaaaat dan menjadi salah satu kerajaan media online dengan omzet miliaran yang super menggiurkan!

Hanifa membangun bisnisnya tidaklah mudah. Pertama kali FDN (Female Daily Network) dibangun pada 2005 bisa dibilang tidak menggunakan modal sama sekali. “Yah, paling untuk membeli domain senilai Rp 100 ribu/tahun dan membayar hosting Rp 1 juta/tahun. Platformnya memakai gratisan dari blogger.com, dan saya mendesainnya sendiri. Jadi memang tidak ada biayanya,” ia menuturkan.

Kendati bisnisnya dijalankan belum serius, pihaknya sudah mampu menggaet pengiklan di 2007. Uang hasil iklan itulah yang akhirnya digunakan untuk menyewa kantor ketika ia mulai fokus menjalankan bisnis ini di awal 2009. “Karena pengiklan semakin banyak, jadi kami tidak pernah menggunakan uang sendiri untuk diinvestasikan sebagai modal,” ucapnya mengenang.

Dikutip dari SWA Online 

 

Itu cerita dari dalam negeri.

Sementara itu, dari belahan bumi yang lain, ada blogger yang juga menuai kesuksesan warbiyasaaak

Facts-About-Chiara-Ferragni
Chiara Ferragni — blogger dengan omzet 7 juta euro per tahun (data tahun 2015)

Salah satu blogger tersukses di dunia—secara bisnis—adalah Chiara Ferragni, fashion blogger asal Italia pemilik The Blonde Salad. Chiara mulai nge-blog sejak taun 2009, dan per hari ini, The Blonde Salad sukses menggaet kerjasama dengan merk-merk besar seperti Louis Vuitton, Burburry, dan Dior.

Sekarang The Blonde Salad punya tim editorial sendiri, dan pelan-pelan berubah menjadi majalah online. Tim TBS pun kerjaannya nggak cuma blogging, tapi juga menawarkan social media consulting ke brand-brand besar.

Selain The Blonde Salad, Chiara juga punya usaha online shop (sis-sis olshop dong do’ik?) dan sering diundang ke acara-acara TV, bahkan modelling.

Penghasilan The Blonde Salad per hari ini diperkirakan sebesar… 7 juta Euro per tahun. DIEEE.

Pencapaian Chiara Ferragni yang terbaru adalah dijadikan bahan studi dalam kurikulum Harvard Business School. Ceritanya, Harvard Business School lagi bikin studi kasus pada fashion brands gitu, deh, dan Chiara dijadikan salah satu subyeknya. Serundeng, yah!

Dikutip dari blogger favorit eikeh: letthebeastin.com

 

Dengan dua contoh kasus di atas, dan masih buanyaaaaak lagi suri-tauladan lainnya, apa iya hare gene kita masih menganggap bahwa Blogger/ Vlogger/ YouTuber dan content creator lainnya sebagai not a real job? Oh kemooon!

Saya masih nggak habis pikir dengan respon super alay bin lebay yang ditunjukkan pemilik salah satu hotel mewah di Dublin, Irlandia. Yap, kalian pasti udah ngeh kan, soal Elle Darby vs Paul Stenson

Baca : Blogger Masa Minder 

Analisa mantap jaya disajikan oleh Kompasianer handal, link-nya di sini:  https://www.kompasiana.com/gapey-sandy/5a643ec3dd0fa84291044372/blogger-dan-influencer-tukang-cari-gratisan

Saya paling setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mas Teguh Sudarisman.

Apa yang ditawarkan Darby kepada pihak Charleville Lodge Hotel sebagai pola penawaran kerjasama biasa.

Menurut blogger sekaligus vlogger yang beberapa kali meraih hadiah lomba ini, media-media travel juga menawarkan beberapa lembar halamannya sebagai space untuk me-review produk maupun layanan mitra kerjasamanya. Di industri media, pola penawaran kerjasama seperti yang dilakukan Darby adalah wajar dan etis.

“Tapi perlu dibedakan istilah, antara ‘minta gratisan’ dengan ‘job review’ (lebih tepatnya ‘kerjasama review‘). Kalau ‘minta gratisan’ yaartinya minta sesuatu secara gratis, tanpa ada imbal baliknya sama sekali. Sedangkan kalau kerjasama review seperti yang ditawarkan blogger atau youtuber, bukankah ia menawarkan imbal balik berupa posting blog, bikinin video di youtube dan posting di akun facebookinstagram maupun twitter miliknya. Jadi yang ditawarkan si blogger adalah kerjasama dalam bentuk barter (tanpa pakai uang), di mana dia menawarkan posting di blog, youtube dan akun media sosial yang dimilikinya, dengan imbal balik menginap selama 5 malam. Ini hal yang wajar dan etis saja, dan sudah dipraktikkan lama sekali di industri media, khususnya media travel,” tutur Teguh Sudarisman.

Biasanya, kata Teguh, pihak media travel menawarkan reviewbeberapa halaman di majalahnya kepada calon klien entah itu hotel, resort, resto dan lainnya, dengan imbal balik berupa free stay beberapa malam untuk reporter atau editor majalah itu. Semuanya masih bisa ditambah lagi dengan plus voucher hotel, tiket pesawat pergi-pulang, jemput-antar ke bandara dan sebagainya tergantung point-pointkesepakatan kerjasamanya.

“Prinsip ini diadopsi oleh blogger, youtuberinstagrammer karena Now Everybody is a Publisher or Media. Terlebih jika blogger itu punya follower atau subscriber yang banyak. Itu tak ubahnya seperti media yang punya banyak oplah dan pembaca atau pelanggan.

Sayangnya masih banyak pihak yang gagap dengan fenomena ini, dan mengira dirinya masih hidup di era media cetak. Seperti ulah Paul Stenson yang malah ‘merendahkan’ influencer Darby itu,” jelas Owner and Editor-In-Chief TGIF-mag ini sambil kembali menegaskan bahwa Darby sudah tepat mengajukan kerjasama via email dengan menawarkan imbal balik positif. “Malah, mungkin Darby juga melampirkan portfolio atau media kit. Artinya, justru si manajer hotel ini yang sebenarnya enggak bener!”

Juga apa yang disampaikan Diana Rikasari di IG story-nya:

IMG-20180121-WA0040

Intinya apa?

Intinya…. sebagai blogger, ya saya akan terus memroduksi konten, apapun hingar bingar yang terjadi di luar sana.

Dianggap rendah gara-gara berstatus blogger? Wohooo… saya sudah seriiing banget, kakaaa.

Sekarang sih, cuekin aja kalo ada orang-orang yang punya persepsi ‘wagu’ atau aneh soal blogger. We just can’t please everybody. Bukan tugas kita untuk membuat semua orang senang, atau mengapresiasi apa yang kita lakukan. Dan, nggak perlu lah, buang-buang energi untuk menjelaskan tentang “Apa itu blogger?” ke orang-orang yang memang tidak mau tahu.

Saya akan terus ngeblog. Karena dari ngeblog, saya bisa mendapatkan buanyaaaak hal, yang barangkali tidak akan saya dapatkan, jika saya tidak menekuni bidang ini.

Baca : Gratisan ke Amerika Gimana Caranya

Saya akan terus ngeblog, apapun platform-nya. Mau sponsored post, atau bukan… saya akan selalu ngeblog.

Yang jelas, bersama rekan-rekan komunitas, saya berusaha untuk bisa “naik kelas”. Pelan-pelan mengadopsi apa yang dilakukan Chiara Ferragni ataupun Hanifa Ambadar. Yaaa, walaupun nggak langsung woossshhh kayak pencapaian mereka, it’s okay. We have our own pace, ngga perlu risau bin galau *halah

Saya dan teman-teman berupaya menjadi fasilitator bagi korporasi untuk sama-sama menuangkan buah pikir dan kontribusi yang membangun. Agar konten positif semakin berjejalan di dunia digital.

Kalau kamu, gimana? 

Mau ngeblog sampai kapan? 

 

 

 

 

 

Sejumput Ide untuk Event Blogger 2017

Saya tahu, bikin event yang “unik” “anti-mainstream” dan “impresif” itu sama sekali nggak gampang. Duluuu, pas zaman masih muda (sekarang juga masih kok #eaaaa) saya beberapa kali bikin media gathering. Konsepnya ya gitu gitu aja sih. Media luncheon, press conference, press briefing… datang, dengerin orang brand ngomong… kalo ada artisnya juga makin sip, ada sesi tanya jawab…. nyatet, biar seru kasih doorprize atau quiz… lalu balik ke kantor bikin berita. Udah, gitu aja.

Hmm, mumpung masih awal Januari 2017, saya mau berceloteh soal event blogger. Kalau mau jujur, event blogger dari hari ke hari konsepnya kurang lebih sama ya. Kalau nggak talk show, seminar, workshop, intinya acara yang digelar indoor dengan pemateri yang tak jauh beda. Perwakilan brand, pakar (sesuai dengan tema acara), kemudian para blogger diminta untuk live tweet dengan hastag tertentu, lalu tanya jawab, quiz, makan siang, bagi-bagi goodies bag, foto bareng, pulang. Kemudian dapat PR untuk nulis di blog masing-masing.

Nyaris semua event punya SOP serupa. Ada gejala apa ini? Mungkin para agency kreatif butuh masukan dari blogger. Supaya, di tahun 2017 ini bisa menghelat event dengan style yang berbeda. Apa aja contohnya?

(1). Gelarlah Event di Kapal Pesiar/ Wisata atau Moda Transportasi seperti Kereta Api

Selama ini, event blogger dihelat indoor di lokasi yang boleh dibilang amat comfort zone, kalau nggak meeting room hotel, restoran, cafe, ya semacam itu. Ada baiknya, sesekali brand bekerja sama dengan vendor operator kapal.

Kalau di Surabaya, ada tuh Pelindo Artama Cruise. Jadi, nanti blogger diminta datang ke meeting point yang sudah ditetapkan, yaitu start kapal siap meluncur. Briefing sejenak, diberi pengarahan oleh operator, lalu silakan masuk ke dalam arena wisata, eh… arena seputar edukasi brand.

Lantas, acaranya dikemas seperti apa? Monggo, lagi-lagi mau bikin talk show, dll juga silakan. Yang jadi highlight-nya adalah, acara ini digelar di dalam kapal wisata, sambil mengarungi samudera. This is uber cool!

Atau…. bisa juga booking satu gerbong kereta, dan bikin event di dalam sana 🙂 Mau booking satu pesawat juga okey dokey beybeh loh.

(2). Olahraga Bareng

Hmm, mungkin budget nyewa kapal pesiar/ pesawat/ KA terlalu mahal? Yo wis, cari yang low budget ajah. Silakan undang blogger dan ajak untuk ber-workout bareng. Come on, ini sudah 2017, waktunya kita untuk lebih menyehatkan fisik dan jiwa dengan memperbaiki gaya hidup.

Bisa berupa yoga, zumba, pilates, atau lari bareng 2 kilo gitu lah. Ada beberapa brand yang sudah menerapkan hal ini, kalau tidak salah obat pengurang nyeri saat haid. Mereka bikin program yoga on rooftop, kece bener ini! Nah, blogger kan rentan kena penyakit tuh, karena kebanyakan mantengin laptop. Boleh looo, kalau diajak buat olahraga bareng, lebih asyik lagi kalau di-provide segala perlengkapan olahraga, sepatu Nike misalnya #TerKodeKeras

Olahraga ini juga bisa diwujudkan main bowling bareng. Di salah satu mall Surabaya, ada arena bowling yang luas banget, dilengkapi dengan food court juga dan ada beberapa resto yang representatif. Ajaklah blogger untuk seseruan bowling, foto-foto, saling berkompetisi siapa yang banyak strike! Lalu, setelah itu, giring mereka untuk menuju ke resto, di mana brand siap menggelontorkan edukasi.

Kelar olahraga, badan segar sehat sentosa, lanjuuuut deh, kita bisa menyimak key message yang sedang diusung oleh brand.

(3). Karaoke

Hahahaha…. kalau ini sih, saya yang mupeeeeeng 🙂

Dulu pas jadi wartawan, sempat ada beberapa undangan karaoke bareng, tapi waktu itu masih belum pede ih. Padahal, syarat utama karaoke adalah cuek beybeeehhh, ora popo walaupun suara engga se-cethar Adele, yang penting bisa seseruan lah ya. Pokoke nyantai aja 🙂

Lah, kalau suaranya welek bingits dan nggak pede blas, kepriben? Yaaaa nyanyinya jangan kenceng-kenceng. Bagian backing vocal aja gapapa, haha.

Karaoke ini asyik untuk menstimulasi jiwa supaya nggak tegang dan terlampau serius (baca: ngoyo) tatkala menjalani hidup. Santaaaaaiii ajaaaa, kayak di pantaaaaaiiii….

(4). Plesir Bareng

Kalau yang ini, udah pasti blogger lonjak-lonjak kegirangaaaaan! Hahaha. Apalagi, kalau ditambah nginep gretong di resort yang kecenya nggak ketulungan, uhuksss

Baca: West Lake Resort

Ketika plesir bareng, brand bisa menyediakan armada bus yang representatif. Lengkapi dengan sound system yang mumpuni. Sekedar saran, selama di bus, bikinlah games atau keseruan yang cihuy. Jangan biarkan para blogger diam ataupun nggak muncul chemistry dengan brand Anda. Justru Anda harus memanfaatkan momen road trip ini, sebagai sarana creating experience bagi blogger. (*)

 

Wifi Terpasang = Jaminan Semangat Ngeblog Takkan Usang?

Sudah beberapa bulan terakhir, rumah yang kami tempati tak lagi terpasang Wifi. Akibatnya bisa ditebak, semangat ngeblog saya jadi kembang kempis 🙂 Udah beberapa destinasi kuliner disatroni, ehh…. ternyata nggak menjamin blog saya jadi ter-update dengan info-info kuliner terkini.

Continue reading “Wifi Terpasang = Jaminan Semangat Ngeblog Takkan Usang?”

Tips Hemat Pergi ke Event Blogger

Tips Hemat Pergi ke Event Blogger

Dulu, ketika awal-awal resign kerja sebagai wartawan, ada satu hal yang bakal bikin saya baper, “Kira-kira, aku bakal bisa ikutan event seminar, workshop, parenting class, blablabla yadda yaddaaa (dengan gratis) gak ya?”

Hihihi. Yang di-highlight tentu bagian DENGAN GRATIS. karena ya tahu sendiri kan, kalo journalist itu dapet keistimewaan bisa nongkrong di acara apapun for free! 

Alhamdulillah, sekarang, setelah jadi blogger, hasrat buat hadir (plus ngeksis, ihihiiii) di sejumlah event bisa terfasilitasi. Tentu saja, saya kudu ngucapin trimikisiiii  buat temen2 yang rajin bagi2 info event. Plus, temen2 agensi yang baiiik banget, sering kirim email langsung ke saya. Makasiii makasiii *sungkem* 

Sekarang ini, buanyaaak banget undangan event buat para blogger. Nggak cuman di Jakarta, kami di Surabaya ini juga sering kebanjiran undangan! Dalam sehari, bisa lo, sampe 2-3 event yang berbeda, nah lo nah lo.

Trus, gimana caranya memilah dan memilih event yang akan didatangi? Well, kalo saya sih, kata kuncinya ada dua: Event Parenting dan event mana yang sekiranya membaikkan akherat dan dunia saya *whoooosssh, daleeeem

Eh, ini mau bahas tips hemat pergi ke acara blogger ya? Baiklah. HEMAT ini bukan melulu tentang “uang” yah. Memilih event yang pas untuk kita, juga membuat “hemat energi”, enggak perlu ngerasa “tidak nyaman” kalau ternyata konten acara tidak sesuai dengan ekspektasi kita. 

Berikut tips hemat datang ke event blogger ala saya:

  1. CARI TEBENGAN. Sebelum cuss ke lokasi, browsing dulu lokasi event. Sekiranya memungkinkan, cari TEBENGAN, atau blogger yang bisa diajak patungan buat menuju lokasi acara. Kalopun nggak ada, ya bisa naik angkot atau gojek. Kalo saya pribadi sih, lebih suka naik angkot. Karena di Surabaya, angkotnya banyaaak, eh, penumpangnya sedikit. Ciyan, yah?
  2. Bawa air mineral. Karena perjalanan menuju lokasi (terkadang) kudu ditempuh dalam jarak yang lumayan jauh, ada baiknya kita siap sedia air mineral dalam botol. Ya kali, tiba-tiba haus. Kan engga asik kalo kudu mampir dulu di warung. 
  3. Untuk event luar kota, perhatikan betul budget transportasi. Biasanya, panitia event memberikan alokasi budget transport untuk blogger luar kota. Kita kudu cermat, dan boleh nanya-nanya, berapa limit anggaran buat blogger. Jangan sampe melebihi limit. Dan, jangan lupa koordinasi dengan peserta lain, siapa tahu ada yang bisa diajak barengan naik taxi dari stasiun/bandara ke venue. Kan mayan tuh, bisa ngirit juga, qiqiqiqi.
  4. Biar “hemat energi” dalam mengelaborasi isu plus melahirkan artikel yang cethar, maka pilihlah event yang benar-benar sesuai dengan minat kita dan “niche” blog kita. Se-“gado-gado”-nya blog, pasti ada “benang merah” dong, di antara tiap postingan yang kita goreskan. Kayak blog bukanbocahbiasa(dot)com ini, sering membahas seputar daily life Sidqi (dan bersinggungan dengan isu parenting) juga tentang beberapa hal seputar Surabaya. Jadiii, ya saya bakal pilih event yang “klik” dan bisa banget dijadiin bahan postingan. 
  5. Apa lagi ya? Udah gitu aja sih, hehehehe.Mungkin teman-teman bisa kasih tips Hemat tambahan? Silakan berbagi di kolom komentar, ya. 

Blogger Masa Minder?

Ini dibacanya dengan nada “Tetangga Masa Gitu?” #Eaaa.

Sore-sore gini, saya mau ngobrol enteng-enteng ajah. Masih berkutat seputar dunia blogger yang kian sip-markosip. Banyaaaak terminologi bertebaran di sana-sini. Yang paling sering dijumpai, tentu saja #BerkahNgeblog.  Tempo hari, sempat trending banget tuh, istilah FoMO *ooopss* yang konon kabarnya sih, hits postingan tentang FoMO itu menembus traffic 15 ribu lebiihh! Uwowo banget kan?

Ngobrolin soal #BerkahNgeblog pastinya menghadirkan banyak reaksi. Ada yang ikut senang, ada yang pura-pura ikut senang *ahaiii*, bahkan ada yang resah gelisah, gundah gulana… eits, ada juga yang minder.

Minder?
Yups. Ketika melihat beragam ‘achievement‘ prestasi, pencapaian dan sebagainya, ternyata ada loh, yang bereaksi minder. Ngerasa nelangsa, tak bisa menggapai gemintang ala seleblogger yang seolah ada di kolong langit sana.

Well, to be honest, saya juga pernah berada di fase yang sama 🙂  Saya pernah didera minder, karena…..

……SELALU MEMBANDING-BANDINGKAN dengan blogger lain yang ngeheits tiada terkira.

Kenapa sih, tulisan blogger anu cethaaar banget? Dia bisa nulis dengan gaya yang nyantaaai, tapi ‘mak dessshhh’ gitu loh?

Kenapa sih, blogger ini kok kayaknya rejekinya adaaa terus. Diundang piknik gretongan ke sono… Makan-makan di resto mewah… Trus bisa nginep di hotel berbintang! Iiih, aku kapan yaaa?

Membanding-bandingkan DIRI SENDIRI dengan ORANG LAIN memang rentan bikin STRES atau DEPRESI, kawan.

Santai, saja. You Only Live Once! Do what you wanna do… Love what you do 🙂

Well, mungkin ini klise, tapi yakinlah bahwa ya emang momentum rezeki untuk dia telah hadir. Sementara kita, masih harus menabung energi positif, agar kelak cair dalam bentuk aneka rezeki, either dari kancah blogging, maupun dari sumber lain. 

Ngebloglah dengan sukacita. Dengan hal-hal  yang memang something we love

Apapun keputusan kita,  apakah mau jadi blogger lifestyle, travel blogger, beauty blogger, endebrai, endebrai… PRINSIP AWAL yang kudu dipegang teguh adalah: LOVE YOUR CHOICE!  Selalu  benamkan mantra I love my own blog… I love the way I blog…. Semacam itu. 

Siapapun tentu tidak suka dibanding-bandingkan dengan ORANG LAIN. Anak kita aja deh, pasti eneg kan, kalo sang emak bilang, “Iiih, kamu kok nggak  jago matematika kayak temen kamu itu sih? Kamu mestinya bisa pinter dong! Kan mama udah daftarin  kamu  les matematika?

DIH. Emak kayak gini nih, yang jadi sumber  acakadutnya percaya diri sang buah hati. 

Lalu, lalu, harusnya  gimana dong? 

BANDINGKAN DIRI KITA MASA KINI DENGAN DIRI KITA MASA LALU. 

Yap. Sebagaimana dalam hidup, kita kan pengin HARI INI  lebih baik dari KEMARIN. Begitu pula dalam kancah blogging. Gimana caranya, kita nge-boost mood, wawasan, pergaulan dll-nya LEBIH BAIK daripada tahun 2015 misalnya. 

Ya tapi aku kan blogger ala-ala… enggak penting… laksana remah-remah apalah apa deh gitu… 

NAH. NAH. INI DIA. 

Kalimat ini bersayap yak. Boleh jadi, si blogger beneran minder. Atau, sebenernya dia sedang merendahkan diri meninggikan mutu, hihihi.  *sungkem aaah*

Oke, saya ambil opsi pertama aja. Si blogger betul-betul minder. Dan butuh injeksi percaya diri. Maka, wahai kawan, perlu kita camkan bersama-sama, bahwa sama seperti hal-hal duniawi lainnya, dalam kancah blogging, kita hanya perlu DO OUR BEST, LET GOD DO THE REST 🙂

Tak perlu memasung diri dalam ketakutan/ khawatir berlebihan. Takut mati gaya, takut enggak dianggep, dan seterusnya. Intinya, perluas pergaulan dan jejaring itu amatlah penting.

Kalopun ternyata kita memang enggak bisa ke mana-mana (karena harus ngerawat anak, misalnya) ya sudah, kita masih tetep bisa “bergaul” lewat dunia maya. 

HARE GENE…. bahkan mayoritas job review bisa didelegasikan secara online, TANPA perlu bertatap muka sama sekali!

Silakan say hi, beramah-tamah  dengan blogger yang kita anggap guru. Mereka yang lebih senior (dan ber-akhlaqul karimah alias punya attitude yang baik), tentu  tak akan pelit ilmu. Mereka dengan senang hati sharing kebaikan, menambah ladang pahala dengan berbagi wawasan  dan saran seputar blogging.

Tapi ingat, NGGAK PERLU MINDER. Blogger… Seleblog… apapun sebutannya itu, mereka juga manusia biasa kan? Dalam beberapa hal, mungkin, mereka dapat kesempatan lebih  dulu ketimbang kita.  

But heii,  bukankah bumi Allah ini sedemikian luasnya? Terhampar beragam peluang di jagat raya. Tuhan hanya perintahkan kita untuk usaha, doa dan tawakkal. 

BLOGGER TAK BOLEH MINDER. 

Kita adalah manusia-manusia terpilih, yang diperjalankan Tuhan untuk berbagi konten positif. Tidak semua orang berminat, mau ataupun sanggup menjadi blogger. Hanya orang-orang tertentu, yang mau meluangkan  waktu,  membiarkan jemari mereka berdansa dengan aneka ragam kata. Diksi-diksi yang berpadu  dengan  logika serta aneka bentuk wacana, bisa mengemuka dalam sebuah postingan yang berseliweran di dunia maya. 

BLOGGER  ADALAH MEREKA YANG MENABUR BENIH DI LADANG AMAL JARIYAH

Selama menggoreskan konten positif, “se-sepele” apapun itu, “se-remeh” apapun itu , niscaya  kita sudah berkiprah dalam menghadirkan jejak berharga. Berikan semangat! Tunjukkan bahwa menulis adalah sebuah upaya  PENGEMBANGAN DIRI   agar kita bisa menapaki  hari menjadi a better person. 

CIMG4447

Ingat-ingatlah selalu, apa yang pernah diutarakan Bunda Helvy Tiana Rosa: 

“Buku (apa) yang kau tulis adalah semacam jejak yang terus menyala di dunia, dan bisa menjadi cahaya akhiratmu.”

CAHAYA AKHERAT!

It is more than just having fun with blog … Eksis melalui blog… Ini LEBIH  LEBIH LEBIH dari ITU SEMUA! 

So? 

Apalagi yang membuat engkau gundah? 

Sudah saatnya, BLOGGER TAK BOLEH MINDER.  Jangan beri kesempatan kepada siapapun untuk meniupkan rasa tak percaya diri. 

Tatkala memutuskan untuk nyemplung di kancah blogging, sudah saatnya kita tekankan bahwa “My  Blog is  The Best Version of Me!” (*)

 

 

Just Be You! I mean… Just Be The Best Version of You!

Just Be You! I mean… Just Be The Best Version of You!

Hellaaaw, udah tanggal 12 January aja nih. Wiks, gimana kabar resolusi? Katanya mau ngirim naskah ke media mainstream? Katanya pengin nerbitin buku? Katanya pengin nambah hafalan Qur’an? Hahahaha. Masih jalan di tempat ya sist?

Yo wis, balik ngeblog maning #eaaa Dunia blogging makin ke sini makin riuh-ramai-pecaaaaah banget yak? Kalau ada tim lembaga survey yang mendata BERAPA JUMLAH blogger se-Indonesia, haqqul yaqin, jawabannya pasti bikin kita tertuing-tuing *opo maneh iki*. Mungkin jumlahnya menembus angka puluhan, atau bahkan ratusan ribu?

Dunia blogging memang lagi sedep-sedepnya nih. Udah buanyaaaak yang memutuskan buat terjun total jadi blogger. Kalo ditanya, “Kerja di mana sekarang?” Para blogger tulen itu akan menjawab, “I am proud to be a blogger.”

Ahhh, kalo dedek Felix Siauw kasih terminologi part time mother vs full time mother, maka blogger juga gak mau kalah, yes. Ada yang full time blogger, ada juga yang part time blogger.

KOK BISA KANCAH BLOGGING SEDEMIKIAN PESATNYA YAK?

Ya bisa dong. Blogger kan penyumbang konten buat dunia internet. Udah gitu, influence (pengaruh) blogger sama sekali enggak bisa dipandang remeh. Contoh nih, ketika mbaksis mau beli make up paling gres, apa yang mbaksis lakukan? Melototin iklan di TV?

Pasrah bongkokan alias nurut aja daaaah sama serba/i rayuan manis nan aduhai yang dilancarkan mbak2 beauty advisor, yang dandanannya terkadang sante terkadang menor? Atau nanya nyokap?

Oh, helooo… it was just sooo… yesterday. Hare gene, kalo mau shopping make up, udah pasti GOOGLING dulu. Cari beauty blogger Indonesia yang bisa kasih rekomendasi cihuy. Atau, cari review brand make up tertentu yang kita pengen. Atau lihat testimoni yang beredar di beauty forum. Bandingin harganya, kualitasnya, di mana belinya, endebrai endebrai. Betul apa betuuul? :)))

Blogging-1

Samaaaa dong ama eikeh. Dunia internet menawarkan semacam ‘manual book’ baru. Walopun kita enggak kenal (secara personal) plus ga pernah tatap muka ama si blogger, kok bisa-bisanya ya kita “teracuni” dan hooh-hooh aja, manakala si blogger menghadirkan review versi dia. Walhasil, kita pun bisa melakukan pembelian, setelah menyimak dengan seksama, rekomendasi yang dihadirkan para bloggers!

No wonder, sejumlah blogger level dewa alias A-list, isi postingan-nya penuh sesak dengan review brand ini dan brand itu. Tapi, aku suka-suka aja tuh, bacanya. Soale, mereka mengemas dengan gaya penceritaan yang ngalirrr banget, dipadu foto yang alakazam, plusss tampang mereka yang bagaikan porselen tanpa cela. Bening banget bok. Makanya, dari hosip-hosip yang beredar nih, para premium blogger(s) itu konon katanya bisa mengeruk sampe 50 jeti per bulan! Widiiiiwww, hasil ngeblog bisa buat DP rumah!

Nah, kita juga bisa ambil bagian di sono. Caranya, caranya? Kalo menurut aku, langkah pertama banget yang kudu kita lakukan adalah…. START YOUR BLOG :))) Trus, yaaa, banyak-banyak belajar dari para blogger yang udah kondang bambang gulindang itu. Pelajari aja, gimana mereka bisa merangkul pembaca, mendatangkan banyak traffic, plus membuat brand/agensi iklan memberikan amanah pada mereka.

Trus, jangan lupa, tren 2016 adalah: pembaca makin demen visual. Jadi, penting banget sist, belajar fotografi, infografis, plusss… vlogging alias bikin video untuk tayang di blog! Ish, ish… PR-nya banyak nian. Ya iyalah. Kan kita pengin eksis nih, di lautan ratusan ribu blogger. Kalo blog kita digarap apa adanya, yaaa… gimana bisa mengundang atensi, ya kan?

Sampai sini, mungkin ada satu dua orang yang mulai ngerasa sensi.

“Iiih, blogger kan ngeblog aja lah. Ngapain pake ambisi nyari duit segala?

“Pusing gue ah, kalo disuruh mikirin klout score, DA (Domain Authority), traffic dllnya itu. Males, malessss… mending ngeblog aja buat mencurahkan isi hati.”

Well, that’s a matter of choice. Hidup itu kan PILIHAN yak. Siapapun berhak untuk memutuskan mau jadi full time vs part time blogger; blogger dengan job review vs blogger yang ogah dapet job; blogger niche vs blogger lifestyle alias campur aduk… Itu mah TERSERAH  ajah. Empunya blog yang menentukan.

Jadi, JANGAN KEPANCING dengan omongan orang. Kita hidup di dunia, di mana hampir semua orang doyan dan gemar banget untuk berkomentar. Ya sudah, cuekin aja. Kita yang berhak menentukan mau dibawa ke mana blog ini? Singkat kata nih, JUST BE YOU. Atau, JUST BE THE BEST VERSION OF YOU.

“Tapi kan eneg yak, kalo tiap buka timeline, eh, isinya blog iklaaaan semua. Yang promosi produk inilah, itulah… apalagi kapan hari itu ada bank yang mengundang 100-an blogger buat kampanye serentak. Itu kan mbencekno banget!”

Oke. Kalau masalah itu, berarti balik lagi, bahwa blog harus menunjukkan THE BEST VERSION OF YOU. Saban bikin postingan, mau itu job review atau bukan, silakan dituliskan dengan GAYA BAHASA, ALUR PENCERITAAN yang menggambarkan ciri khas ente. Boleh kita melakukan benchmarking dengan jalan-jalan ke blog orang lain. Tapi, kita tetep harus punya identitas sendiri. Sebuah ‘keunikan’ yang mungkin jarang/sulit ditemukan di blog orang lain.

“Kayak gimana sih?”

Nah… itu silakan dicari sendiri sambil ngeblog. Kalo kamu orangnya kocak dan seneng ngebanyol, isi blog kamu dengan segala hal postingan yang UUL alias Ujung-Ujungnya Lucu. Kalo kamu puitis dan piawai berdansa dengan kata, ayok bikin blog yang nyastra. Kalimat-kalimatnya terpahat dengan begitu indah. InsyaAllah ini yang jadi ciri khas, yang bikin orang selalu addicted baca tulisan kamu.

Pada intinya, ketika orang/brand/agensi menaruh trust kepada para blogger, ayolah kita sama-sama jaga reputasi blogger Indonesia. Nggak perlu juga bikin tulisan yang kelewat kontroversial, kaerena bisa mencederai hati ribuan blogger, ya kan? Bukan mustahil, agensi juga akan pikir seribu kali, tatkala akan mengajak kerjasama si blogger yang doyan nyinyir ala nenek sihir ini.

Okay, Happy January, semuanya… Hayuk deh, kita injeksi semangat kepada para blogger untuk terus menebar konten dan tulisan positif.

Jika Kau Bukan Anak Raja atau Ulama Besar, maka Menulislah (Imam Ghazali)

Ditulis untuk #LigaBloggerIndonesia2016 untuk tema :  Tren Blogger Indonesia Tahun 2016

Pekan 1

Yuk, Bersikap Bijak dan Dewasa dalam Arungi Dunia Maya!

Siapa jumlah pengguna internet paling banyak?

Ternyataaaa… kalangan perempuan loh 🙂 Sayangnyaaaaa, meski menjadi user aktif, para cewek (including emak-emak, ofkoorss) belum memanfaatkan internet secara optimal.

Yang lebih ‘idih’ lagi, banyak kasus-kasus hukum yang justru menjerat para pemakai internet. Kenapa? Ya karena masih buanyaaaak yang asal-asalan ketika berinternet, plus kagak (mau) tahu etika alias Do’s and Dont’s di internet.

Karena itulah, penting banget dong ya, melakukan edukasi plus sosialisasi terkait penggunaan internet. Ibarat kata nih, sebelum nyetir di jalanan, kita kudu paham banget rambu-rambunya, ya kan?

Syukur Alhamdulillah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menggelar acara edukatif yang penting banget buat netizen masa kini.

Judul acaranya: Workshop Kegiatan Uji Coba Draft Model Pendampingan Pendayagunaan TIK bagi Perempuan 

Yang dateng dari beragam kalangan. Ada ibu-ibu pengusaha UKM termasuk usaha KULINER MAK NYUS , ibu-ibu aktivis PKK, plus  sejumlah murid  SMA Negeri juga  datang di acara yang dihelat di Hotel Garden Palace Surabaya ini.

Luar biasa ya, semangat tim  KPPPA  🙂 Sebelumnya, workshop serupa  juga digelar  di beberapa kota, antara lain: Kendal, Ambon dan Bogor.

Perlu Bekal Optimal untuk Bergaul di Dunia Maya

Kasus-kasus mengerikan kerap muncul dari internet. Ada pelecehan seksual lah, cyber bullying lah, bahkan marketing prostitusi juga bertaburan di dunia maya! Hadeeeh, makin acakadut bin amburadul :(((

Pak Sucipto. S.Kom, dari Dinas Kominfo Jatim menyuguhkan aneka fakta yang bikin kita merinding disko ngeri. Kasus-kasus anak yang diculik oleh teman FB-nya, ada yang dilecehkan secara seksual, ada yang disakiti, sampe bahkan berujung pelaku yang depresi akut. Duh, duh…

Ini beneran “lampu kuning” buat para ortu, agar lebih meningkatkan kepekaan plus ke-kepo-an terhadap anak masing-masing. Iya loh, ortu masa kini kudu dekat dengan anak… Supaya anak terbuka dan mau bercerita dengan kita. Kalau ortu menempatkan diri sebagai sosok yang harus dihormati, disegani sedemikian rupa, jangan salahkan kalau anak kita justru lebih percaya dengan “orang-baru-entah-siapa” yang ia “kenal” dari media sosial.

Aaaaah, ini self reminder banget buat saya nih. Kudu menempatkan diri jadi ortu yang “egaliter” dengan bocil. Jadi inget postingan FB Bu Naftalia yang sempat viral banget beberapa waktu lalu. Ceritanya, putri beliau sempat “dikompori” teman satu sekolah, agar mengirimkan foto bugil, via aplikasi HP! Huhuhuuuu, ngeri ya, “teror” anak muda masa kini!

Screenshot_2015-11-27-08-45-16

Screenshot_2015-11-27-08-45-23

Syukurlah, Bu Naf dan putrinya amatlah dekat. Si cewek kece ini bercerita secara terbuka dengan sang mama. Dan, Alhamdulillah, Bu Naf (yang juga seorang psikolog) tidak men-judge si putri, dan mencari solusi yang bisa jadi pelajaran para ortu seantero jagat FB.

Ini pelajaran banget nget nget!

“Intinya, kita harus melakukan pendampingan dan antisipasi supaya anak tidak terjerumus pornografi. Workshop ini bagian dari upaya kita membangun budaya internet sehat dan aman menuju masyarakat cerdas,” ungkap Pak Sucipto.

Ketimbang Galau Gak Jelas, Ayo Berkontribusi!

Di sesi berikutnya, ada teteh Ani Berta yang jadi narasumber. Yeppp, blogger level internasional yang hebat, rendah hati dan selalu semangat bagi-bagi ilmu ini, mengajak audiens untuk berkontribusi di ranah internet.

IMG_20151126_135849
Murid SMAN 6 tanya seputar blogging ke Teh Ani Berta

Teh Ani bercerita, bahwa seabrek manfaat bisa kita dapatkan, apabila kita mengoptimalkan aneka media sosial yang kita punya. Ngeblog, FB, twitter, instagram dan sebagainya bisa jadi ladang kebaikan sekaligus ladang uang buat kita semua *uhuks*

Tak heran, para peserta (terutama ibu-ibu pengusaha UKM nih…) semangat banget nanya-nanya tentang how to optimize marketing through blogging heheheh. Mayan kaaan, bisa eksis sebagai pedagang, sekaligus eksis sebagai blogger!

“Medsos jangan dipakai hanya untuk iseng-iseng yah… Optimalkan dengan baik. Karena dari situ, bisa jadi sumber rezeki untuk kita,” tutur teh Ani Berta.

Jika jeli dalam memilah dan memilih konten di internet, kita bisa menggapai segabruk manfaat. Banyak edukasi juga lho, khususon ortu dengan anak usia TK dan SD, silakan ubek-ubek internet. Beragam konten (yang positif, tentu saja) bisa menjadi bahan pembelajaran untuk anak-anak.

Utamanya, agar mereka mampu bereksplorasi dengan untaian kata yang tersaji di beragam blog dan media pembelajaran di internet.

Eh, ternyata niiiih, teh Ani udah punya success story-nya loh. Putri doi, bahkan sudah punya blog, dan konsisten menulis sejak usia 7 tahun! WOW…. boleh ceki-ceki blognya di sekartaji.blogdetik.com

Sekarang doi udah kelas 1 SMP sih, berarti putrinya teh Ani udah istiqomah ngeblog selama 5 tahun! Zuperrrr zekaliiii  :)))

Aaaak, aku jadi terinspirasi buat ngajak Sidqi blogging juga. Kalau teh Ani Berta bilang, ketika anak sudah semangat dan passionate banget untuk ngeblog, maka ia akan terbiasa berpikir sistematis serta nge-boost percaya diri juga.

Sippp! (*)