Enjoy Wisata ke Masjid Kubah Emas Dian al-Mahri!

Ada beberapa saudara saya yang berdomisili di Jabodetabek. Ada yang di Jakarta Selatan. Ada yang di Depok, Tangerang Selatan, juga ada yang tinggal di Bekasi. Jadi, saya kalau lagi main ke Jakarta tuh, suka ngebatin, ini enaknya mampir ke rumah saudara yang mana yak? Qiqiqiq. Kuatirnya, saya mampir yang di Depok, eh, trus yang di JakSel, membatin, kok si Nurul kagak mampir ke mari dah. Nah lo 😊

Akhirnya, kalau memang waktu untuk ngetrip kagak terlalu panjang, ya sudah, saya putuskan menginap di hotel aja dah. Toh, kita bisa cari hotel dan penginapan apapun dengan gampil surampil. Hotel di Jakarta Timur, misalnya. Wah, jumlahnya segabruk, dan kita bisa milih mau nginep di lokasi  seperti apa, dengan detail fasilitas kayak gimana, dan budget berapa. Semua ada!

Continue reading

Nonton Konser Tanpa Ribet Dengan digibank KTA

Buat sebagian orang, menonton konser musik bukan hanya soal tren atau ikut-ikutan. Lebih daripada itu, menonton konser bisa dianggap sebagai bentuk penghargaan seorang fans kepada penyanyi atau grup band idolanya. Ada rasa puas bercampur haru yang terasa ketika akhirnya bisa “bertatap muka langsung” dengan idola yang berdiri di panggung sana. Makanya, beberapa orang bahkan rela untuk jauh-jauh ke negeri seberang hanya untuk sebuah event yang biasanya berlangsung 2-3 jam itu.

Continue reading

Bahagia Bersama AirAsia, Pengalaman Kali Pertama Anak Naik Pesawat

Bahagia Bersama AirAsia

“Ibuk enak udah pergi ke mana-mana. Aku sama sekali belum pernah naik pesawat!”

Suatu ketika, anakku, Sidqi melancarkan protes. Ia “berunjuk rasa” mengapa di usia yang (waktu itu) 11 tahun, belum juga merasakan sensasi naik pesawat terbang.

Aku mencelos. Mendesah perlahan. “Iya Dek, kapan-kapan kita naik pesawat bareng, ya….”

“Iya, tapi kapan? Aku pengin banget naik pesawat!”

“Mas Sidqi udah berani naik pesawat yak?”

“InsyaAllah berani!”

Continue reading

Kamu Hobi Traveling? Yuk Jadi Kontributor di Travelblog.id

Traveling is LYFE. Apalagi buat generasi millennial nih. Kebanyakan dari anak muda zaman now, lebih suka spending money untuk experience dan menikmati momen ketika traveling, ye kan? Slogan yang kerap diusung: YOLO, You only Live Once!

Sejumlah blogger juga menahbiskan diri sebagai travelblogger, dan kerap me-review dan meng-upload content seputar wisata. Apalagi, beruntung banget kita lahir dan tinggal di bumi Indonesia. Warga Indonesia diberkahi dengan aneka panorama alam dan destinasi yang indahnya sungguh warbiyasak! Yuhuu, makin semangat deh, kita traveling nya.

Continue reading

Wisata Agro Wonosari – Wonderful Indonesia

“Yuk, piknik ke Kebun Teh Lawang, Wonosari!”

Kali pertama dapat ajakan untuk ngetrip ke Wonosari, saya tidak langsung mengiyakan. Halah, paling Cuma main ke Kebun teh doang. Liha tijo-ijo gitu aja. Apa istimewanya?

Saya pun diskusi dengan Sidqi. Kira-kira doi mau ikutan trip kali ini, atau kagak?

“Mauuuu Buk!” Sidqi menjawab dengan (tumben) agak lumayan antusias. Biasanya, anak lanangku ini suliiiiitt banget diajak dolan ke luar kota di weekend. Maklum, dia tergabung dalam geng bocah-bocah kunyil di kompleks kami yang punya jadwal meet up (halah!) setiap akhir pekan. Hihihi.

“Oke, kalo gitu, kita mulai packing dan segera cuss ke Agro Wonosari, yak!”

***

Liburan Murah (LM), itulah komunitas yang mengajak kami libur bareng ke destinasi kali ini. Koh Andy Kristono dan rekan-rekannya di LM emang maestro banget, kalo merancang liburan yang asyik dan budget-friendly.

Hari itu, Jumat 5 Oktober 2018, kami (para peserta LM goes to Wisata Agro Wonosari) berkumpul di Park and Ride Mayjend Sungkono. Rombongan dibagi dua mobil, dan yeaahhh, yuk kita kemooon!

Lokasi Wisata Agro Wonosari tidak terlalu jauh dari Surabaya.Sekitar 1,5 jam, kami sudah nyampe. Dan, wohooooo…. Pemandangan serba hijau menyambut rombongan kami. Selamat datang di areal kebun tehhhh! Di mana kita bisa menyegarkan mata sekaligus re-charge jiwa.

Mobil terus melaju….. hingga kami diturunkan di sebuah hotel yang… OMIGOD! HOTELNYA KEREN AMAAAATTT!! *nggak sante* Ini bener-bener beyond my expectation, gokiiill! Kirain hotel-hotel di areal ini bakal jadul, bapuk, old-fashioned gitu, ternyataaaa…. MANTAB DJIWA nih hotelnya!

Bersama Sidqi, aku menikmati setiap detail hotel ini. Resik, tatanannya enak banget, enggak too-much, simple, bersahabat… plus, ini yang terpenting….. di areal F&B kamar, disediakan 1 KARDUS TEH ROLAAS! (terdiri dari 25 kantong) Ini sih, sujud syukur buanget, Rek. Kalo di hotel-hotel lainnya, paling pol kita cuma dapat 4 kantong aja kaaan.

***

Setelah istirahat sejenak, kami berkumpul menuju TEA HOUSE yang terletak sekitar 500 meter dari hotel. Ini semacam café/lounge untuk kita chill out gitu deh. Asyik asyik asyik! Setelah dinner, kami pun dipersilakan untuk melakukan kunjungan ke pabrik teh.

WHAT?? Malam-malam pergi ke pabrik tehh? Ini aku juga sempat ‘wakwaw’, kan rada gimanaaa gitu ya boo, kok malam-malam malah ke pabrik pengolahan. Eh, ternyata kondisinya nggak se-alakazam yang aku duga kok.

Pabriknya ya lumayan buat dikunjungi, walaupun di sana sini memang terhirup aroma daun teh, yang kalo nggak kuat bisa bikin dada sesek juga.

Kita bisa mengamati gimana sih, cara pengolahan dan penyimpanan teh. Usai acara, kami balik lagi ke TEA HOUSE untuk mengikuti kompetisi “Menyeduh Teh dengan Baik dan Benar”. Udah pasti saya ikutan, dan dapat dipastikan sedari awal, bahwa saya nggak jadi pemenangnya, wuahahahahaha #NgikikPedih. Jam 10 malam acara berakhir, dan kami kembali ke kamar hotel masing-masing.

“Jangan lupa! Besok jam 4 pagi kita sudah kumpul untuk lihat sunrise di Bukit Kuneer Wonosari!”

WHATT?!?!

***

Saya emang terbiasa bangun jam 3 pagi. Tapi bukan buat ngetrip ke bukit 😀 Begitu dikasih kode bahwa kami kudu ngumpul jam 4 pagi di lobby hotel, rasanyaaaaa ulala ini perjuangan maha berat, jendraaalll!!

Sidqi bolak-balik kubangunin dan fyuuuuhhh *lap kringet* pagi-pagi kudu bertarung melawan kemalasan nih bocil. Ya iyalaaah, jam segitu emang paling enak melungker di Kasur. Secaraaaa, kamar hotelnya nih asyiqueee banget! Nggak perlu pakai AC, tapi hawanya suegeerrr!

“Sidqiiiii…. Ayo bangun Nak! Yang lain udah pada siap itu lhoooo!”

“Bentar Buuukkk….!”

“Sidqi….. nanti ditinggal ama yang lain lhoooo!”

“Bentaaaaarrr….!”

Gitu terus sampai Ahmad Dhani minta maaf ke Maia Estianty *Lhaaaa

Alhamdulillah wa syukurilah, enggak perlu nunggu Mulan Jameela datang, si Sidqi bangun…. Sholat subuh, dan…. Kita menuju lobby hotel. Widiiih, para traveller udah siap banget nih! Dan, kami bakal menuju Bukit Kuneer dengan naik TRUK SAPI! Sedaaaapppp!

Daaan, pemandangan yang sungguh awesome tersaji di sana!

Majestic!

Yuk yuk, kalo mau wisata murah meriah, ke Wisata Agro Wonosari – Wonderful Indonesia

O iya….. kalian pasti sudah menikmati keindahan alam Wonderful Indonesia kan? Tuangkan dalam bentuk artikel dan foto, trus posting di blog!

Selengkapnya bisa kalian baca di sini yaaaaa

7 Tips Mudik Paling Aman Dan Nyaman Menggunakan Bus

7 Tips Mudik Paling Aman Dan Nyaman Menggunakan Bus

 

Mudik dengan transportasi umum kini menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia. Selain waktu yang fleksibel, Anda hanya perlu duduk manis dan menunggu sampai ke tempat tujuan. Untuk moda transportasi paling cepat, Anda bisa menggunakan jalur penerbangan dengan menggunakan tiket pesawat yang paling terjangkau. Akan tetapi bila Anda lebih ingin menikmati perjalanan ataupun masih dalam jarak yang cukup dekat, bus menjadi salah satu alternatif kendaraan untuk mudik ke kampung halaman.

Meski waktu tempuhnya jauh lebih lama dibandingkan dengan pesawat terbang, tapi menggunakan bus jauh lebih hemat dari segi harga. Perjalanan Anda dengan bus bisa tetap nyaman dan aman, kok. Caranya adalah dengan mempersiapkan 9 hal ini sebelum merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

(1). Hindari calo, beli tiket resmi

Pastikan Anda membeli tiket di pool resmi bus atau di aplikasi online yang telah teruji kredibilitasnya. Selain menghindari calo, membeli tiket resmi juga memberikan rasa aman karena Anda telah mengetahui reputasi armada bus yang ingin Anda naiki. Biasanya harga tiket bus saat mudik akan lebih mahal, namun itu lebih baik daripada membeli harga murah tapi jiwa Anda taruhannya.

(2). Ketahui rute perjalanan

Bepergian mudik menggunakan bus Anda harus mengetahui rute perjalanan dan di mana harus turun. Bila perlu, katakan pada kondektur dimana Anda turun agar dia membantu mengingatkan. Terlebih jika Anda tidak turun di tujuan akhir bus. Jangan sampai kelewatan tempat Anda turun karena ketiduran, ya.

(3). Bawa barang seperlunya

Membawa barang secara belebihan saat menaiki bus memang tidak ada aturan resminya. Namun, bila membawa barang secara berlebihan tentu sangat merepotkan Anda dan penumpang lainnya. Barang Anda bisa memakan tempat orang lain dan membuat bus penuh sesak. Belum lagi tingkat kewaspadaan akan menurun dan rawan akan aksi pencurian. Ada baiknya batasi bawaan dua tas besar dengan satu tas kecil yang bisa dibawa ke mana-mana.

(4). Persiapkan Obat-obatan

Momen Anda sakit atau cidera bisa datang kapan dan di manapun terlebih bila mempunyai riwayat penyakit pribadi. Anda harus menyiapkan obat-obatan seperti obat flu, batuk, pusing hingga obat pribadi Anda menurut resep dokter. Persiapkan dengan baik karena bila tidak akan merepotkan orang sekitar Anda.

(5). Bawa pakaian yang tepat

Saat pada siang hari, suhu bus bisa terasa panas. Namun pada malam hari kemungkinan udara menjadi dingin cukup besar terlebih bila mendapat terjangan udara AC. Untuk menyiasatinya, siapkan baju hangat seperti jaket, atau sweater untuk menjaga tubuh tetap hangat. Bila di siang hari, Anda cukup memakai kaos dengan bahan yang tipis untuk menghindari kepanasan.

(6). Powerbank Smartphone dalam keadaan penuh

Smartphone salah satu alat utama untuk membunuh rasa bosan sepanjang perjalanan. Anda bisa mendengarkan musik, menonton film hingga bermain game kesayangan di layar ponsel seluler Anda. Tapi bagaimana kalau baterainya habis? Untuk berjaga-jaga, sebaiknya siapkan powerbank dengan baterai penuh. Beberapa bus memang menyediakan colokan listrik, tapi tak ada salahnya mempersiapkan diri daripada menyesal.

(7). Siapkan asupan makanan

Bawa perbekalan Anda seperti makanan secara lengkap. Untuk menghilangkan rasa bosan, mengunyah camilan atau makanan merupakan sarana yang efektif untuk melepas rasa stres. Selain itu, menggunakan bus untuk mudik pasti melalui jalan tol dan jarang berhenti, sehingga akan sulit untuk jajan. Namun jangan lupa untuk selalu bawa minuman, makanan atau jajanan yang sehat ya.

(8). Bawa barang berharga ke dalam tas kecil

Semua barang berharga sebaiknya Anda simpan di dalam tas kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Barang berharga seperti smmartphone, dompet hingga perhiasan tak akan lepas dari pantauan Anda. Sangat tidak disarankan menyimpan barang berharga di dalam koper di bagasi. Selain itu, selalu  membawa barang berharga selama di dalam bus atau tempat keramaian termasuk saat ke toilet ataupun beristirahat sejenak ketika bus menepi.

(9). Persiapkan uang kecil

Bila Anda ingin menambah asupan makanan atau sekedar membayar setelah menggunakan toilet di rest area, Anda bisa memakai uang kecil yang sudah disiapkan di selipan tas atau kantung celana. Uang kecil juga berguna untuk membayar pengamen dadakan yang masuk ke dalam bus.

Sudah 2018, Mau Traveling ke Mana Lagi Kita?

2018 ini, ingin traveling ke mana? Mengapa? Apa yang sudah dilakukan untuk mewujudkannya? Jika tak ada rencana, adakah sesuatu yang baru yang ingin dialami?

Yuhuuu, kalo pertanyaan yang disodorkan “Ingin traveling ke mana di 2018 ini, maka jawabannya bakal panjaaaaanggg dan lamaaaaa. Karena emang wish list traveling tuh banyak banget sih ya. Masih segambreng negara yang belum saya pijak. Benua aja masih Asia dan Amerika doang. Sungguh daku mupeng bisa segera cuss ke Benua Eropa.

Baca : Ke Amerika Gratisan, Bagaimana Caranya

Baiklah. Ini dibikin list aja ya. Here we go! (o iya, sampai detik ini, saya belum melakukan apa-apa sih, buat menggapai bucket list ini hehehe. Intinya, ini mah “ngayal babu” pagi-pagi aja)

(1). UMROH BARENG SIDQI DAN BAPAKNYA DI 2018

Spesifik, harus banget ditulis sedetail ini! Saya baru satu kali berkunjung ke Mekkah dan Madinah, persisnya tahun 2010, ketika tunaikan ibadah haji Bersama ibunda dan kakak kandung saya. Haji ONH regular, selama 40 hari, rasanya puasssss banget!

5384202316_0972146239_o

Bisa melakoni ritual ibadah plus hal-hal keseharian yang lumayan kocak. Sampai saya bikin artikel tentang “Jadi Monster pas Berhaji” dan sempat nangkring di menu antologi blog traveller kondang republik ini, Trinity.

Baca : Jadi “Monster” Pas Berhaji 

2010…. Dan sekarang sudah 2018. Delapan tahun, meeen… delapan tahun! Pantas rindu itu begiu bertalu-talu. Rasanya, dada saya mak nyessss kalo dengar/lihat kabar ada teman yang lagi umroh. Apalagi, beberapa waktu lalu, eks boss saya (yang terkenal sebagai sosok sekuler) umroh bareng sekeluarga besar! Saya yang langsung nyessss….. ya Rabb, sungguh saya rindu! Saya rindu maksimal buat bisa kembali ke Baitullah! Undang kami, Rabb… undang kami…..

5383600961_9f8c673c90_o

(2). EXPLORE JEPANG DAN FILIPINA

JEPANG. Ini gara-gara temen saya Xaveria yang kapan hari liputan ke sana. Dia bilang, kotanya bersih, rapi, teratur, dan cantiiiik banget. Trus lihat IG story mba Haya Aliya Zaki yang liburan sekeluarga ke Jepang, ulalaa… makin mupeng dah!

Kalo ke Jepang, mau ngapain aja? Ada satu beauty vlogger favorit saya, yaitu mba Heny Harun. Dia tuh ya jalan-jalan ke Jepang buat cari skincare dan bahan perlenongan gitu aja, tapi the way she vlogs beneran mengundang banget buat dicontek habis-habisan.

And… ofkorsss… saya penasaran dengan suicide forest. (Blame it to Logan Paul, hoho). Bakalan penasaran sekaligus ngeri ngeri sedap ye kalo mampir ke hutan yang identik dengan lokasi bunuh diri orang-orang di Jepang itu.

Plussss… yang ngga boleh ketinggalan, main ke Museum DORAEMON, yeayyy!

Kalau Filipina?

Hmmm… lagi-lagi, Nas Daily nih “racun”-nya. Doi bilang, Filipina itu mirip dengan Thailand. Wisatanya oke, plus murah-murah.

Bedanya, orang-orang di Filipina sangat piawai berbahasa Inggris, jadi asyik dan gampil buat diajak komunikasi. Thanks, Nas! Moga2 kita bisa ketemu di Filipina, yes. #SokIkrib

Baca : Nyaris Ketinggalan Pesawat di Bandara Bangkok Thailand

(3). KEMBALI KE JOGJA

Jogja itu kayak punya magnet yang luar biasa setrooooong buat diriku. Berkali-kali ke Jogja, berkali-kali pula saya ngga pernah bosan. Mupeng banget dolan ke berbagai lokasi yang lagi seliweran di Instagram. Hohoho, terutama kawasan di sekitar Gunung Merapi. Kayaknya tahun ini saya kudu banget ke sana! HARUS!

(plus mau banget kopdar sama Grace Melia dan bloggers Jogja lainnya yeayy!)

(4). MAKAN PEMPEK DI PALEMBANG

Ke Palembang baru satu kali, itupun udah 10 tahun yang lalu. Palembang pastinya berkembang pesat, jadi destinasi wisata yang begitu menggiurkan. Saya lumayan sering stalking blog Koh Deddy Huang dan Yayan Omndut. Tahun ini, rasanya bakal jadi momentum yang pas banget, untuk bisa janjian maem Pempek, Model, Tekwan… sambil memandang Jembatan Ampera.

Iya dong… masak udah jalan-jalan ke Golden Gate Bridge, tapi saya belum pernah pose di depan Jembatan Ampera? #AmbisiOOTD  #BridgeLandmarkAdmirer

IMG-20171014-WA0060

(5). EROPA!

Eropa ini jauuuuuhhhh dan mahal, tapi saya pengiiin, gimana dong? Hahaha. Ya gapapa, rajin-rajin aja pantengin info kuis. Banyak kok yang menawarkan hadiah ke Eropa. Kalau memang sudah takdirnya, ya insyaAllah saya bakal berangkat. Kalau belum? Gapapa. Tetap hunjamkan optimisme dan positive thinking, bahwa suatu hari nanti saya bakal berangkat explore bumi Eropa! Yeayyy!

O iya, baca juga postingan mas Priyo, blogger Jogja soal wish list traveling-nya yaaa. Klik  Di sini nih 🙂

Gimana dengan teman-teman semua? Apa bucket list traveling untuk tahun 2018 ini? Boleh share di kolom komentar yaaaa 🙂 

Begini Caraku Tunjukkan Cinta pada Ibunda

Tanah kubur Ibuku sudah mulai mengering. Matahari Surabaya sepertinya sedang garang-garangnya. Kuusap peluh yang mulai membanjir. Jilbab abu-abu kesayangan Ibu, yang kini kukenakan, mulai tampak noktah keringat di sana sini.

Ibu berpulang setahun lalu. Sudah 365 hari aku tak lagi punya Ibu. Tapi aku masih ingat setiap detil rasa sakit yang Ibu rasa di hari-hari terakhir beliau. Memori itu masih tersimpan di laci ingatan, tatkala Ibu harus berperang melawan nyeri, yang sekonyong-konyong hadir di rongga paru-paru beliau. Ibu kesakitan. Tapi dalam sakitnya, tak sekalipun ia mengeluh, ataupun menyalahkan takdir Sang Maha.

Baca: Surat untuk Ibu

Ibu memegangi dada beliau, yang ditusuk gelombang sakit akibat kanker yang terus merajam, beranak-pinak dan out of control. Ia tidak mengeluh. Ia tidak bertanya, “Ya Allah.. Apa salah saya? Kenapa harus saya?”

Ibu hanya bergumam pelan… “Laaa Ilaaha Illa Anta…. Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin…”

Continue reading

Ngetrip ke Amerika, Bagaimana Sholatnya?

Okai, gaesss. Hari ini gue mau berceloteh soal super-duper-long-flight-trip yang baru aja gue jalani. FYI, tanggal 9-16 Oktober lalu, gue diundang Google untuk ikutan Local Guides Summit. Ini adalah sarana apresiasi bagi para kontributor Google Map. Peserta sebanyak 151 orang, berasal dari 62 negara di seluruh penjuru dunia. So, gue dan 4 orang delegasi Indonesia, ketemu dengan seabrek-abrek manusia dari negara macam Kanada, Kenya, Perancis, Ethiopia, Bangladesh, India, Tunisia, macem-macem! Udah pasti agamanya, gaya hidupnya, semuanya serba bervariasi.

Continue reading

Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?

 

 

Di Surabaya ada banyaaaaak banget tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Sebutin deh, pantai kenjeran, kebun binatang, wisata religi di Ampel ataupun ke Masjid Al-Akbar, segambreeeng, ada semua! Apalagi wisata ngabis-ngabisin duit alias shopping to the max. Wohooo, dont worry, mall itu tumplek blek di kota ini. 

Tapi, terkadang, saya pengin mengajak Sidqi untuk menjelajah Surabaya di destinasi yang more than just leisure and pleasure place belaka gitu. Duluuu, pernah ngajak ke Kaza Simulator Centre di mana kita bisa jadi pilot sehari gitu deh, ada simulator pesawat plus ada pemandunya juga… dengan ongkos yang muraaaaah banget, start from 15K aja cobaaak! 

 

Baca: Jadi Pilot Sehari di Kaza Simulator Center

Tapi eh ladalaaah, ternyata wahananya tutup dong dong dong 😦 #mewekKejer 

Padahal, menurut saya nih, Surabaya HARUSNYA lebih memperbanyak wahana semacam ini! Yang bisa jadi sarana edutainment! Karena kalau melihat progress mall dan aneka destinasi wisata “perongrong dompet”, bisa-bisa anak Surabaya malah terjangkit hedon akut doang. 

Ish issshhh, serius amat makmu, duhai Sidqi??

***

Continue reading