Wisata Agro Wonosari – Wonderful Indonesia

“Yuk, piknik ke Kebun Teh Lawang, Wonosari!”

Kali pertama dapat ajakan untuk ngetrip ke Wonosari, saya tidak langsung mengiyakan. Halah, paling Cuma main ke Kebun teh doang. Liha tijo-ijo gitu aja. Apa istimewanya?

Saya pun diskusi dengan Sidqi. Kira-kira doi mau ikutan trip kali ini, atau kagak?

“Mauuuu Buk!” Sidqi menjawab dengan (tumben) agak lumayan antusias. Biasanya, anak lanangku ini suliiiiitt banget diajak dolan ke luar kota di weekend. Maklum, dia tergabung dalam geng bocah-bocah kunyil di kompleks kami yang punya jadwal meet up (halah!) setiap akhir pekan. Hihihi.

“Oke, kalo gitu, kita mulai packing dan segera cuss ke Agro Wonosari, yak!”

***

Liburan Murah (LM), itulah komunitas yang mengajak kami libur bareng ke destinasi kali ini. Koh Andy Kristono dan rekan-rekannya di LM emang maestro banget, kalo merancang liburan yang asyik dan budget-friendly.

Hari itu, Jumat 5 Oktober 2018, kami (para peserta LM goes to Wisata Agro Wonosari) berkumpul di Park and Ride Mayjend Sungkono. Rombongan dibagi dua mobil, dan yeaahhh, yuk kita kemooon!

Lokasi Wisata Agro Wonosari tidak terlalu jauh dari Surabaya.Sekitar 1,5 jam, kami sudah nyampe. Dan, wohooooo…. Pemandangan serba hijau menyambut rombongan kami. Selamat datang di areal kebun tehhhh! Di mana kita bisa menyegarkan mata sekaligus re-charge jiwa.

Mobil terus melaju….. hingga kami diturunkan di sebuah hotel yang… OMIGOD! HOTELNYA KEREN AMAAAATTT!! *nggak sante* Ini bener-bener beyond my expectation, gokiiill! Kirain hotel-hotel di areal ini bakal jadul, bapuk, old-fashioned gitu, ternyataaaa…. MANTAB DJIWA nih hotelnya!

Bersama Sidqi, aku menikmati setiap detail hotel ini. Resik, tatanannya enak banget, enggak too-much, simple, bersahabat… plus, ini yang terpenting….. di areal F&B kamar, disediakan 1 KARDUS TEH ROLAAS! (terdiri dari 25 kantong) Ini sih, sujud syukur buanget, Rek. Kalo di hotel-hotel lainnya, paling pol kita cuma dapat 4 kantong aja kaaan.

***

Setelah istirahat sejenak, kami berkumpul menuju TEA HOUSE yang terletak sekitar 500 meter dari hotel. Ini semacam café/lounge untuk kita chill out gitu deh. Asyik asyik asyik! Setelah dinner, kami pun dipersilakan untuk melakukan kunjungan ke pabrik teh.

WHAT?? Malam-malam pergi ke pabrik tehh? Ini aku juga sempat ‘wakwaw’, kan rada gimanaaa gitu ya boo, kok malam-malam malah ke pabrik pengolahan. Eh, ternyata kondisinya nggak se-alakazam yang aku duga kok.

Pabriknya ya lumayan buat dikunjungi, walaupun di sana sini memang terhirup aroma daun teh, yang kalo nggak kuat bisa bikin dada sesek juga.

Kita bisa mengamati gimana sih, cara pengolahan dan penyimpanan teh. Usai acara, kami balik lagi ke TEA HOUSE untuk mengikuti kompetisi “Menyeduh Teh dengan Baik dan Benar”. Udah pasti saya ikutan, dan dapat dipastikan sedari awal, bahwa saya nggak jadi pemenangnya, wuahahahahaha #NgikikPedih. Jam 10 malam acara berakhir, dan kami kembali ke kamar hotel masing-masing.

“Jangan lupa! Besok jam 4 pagi kita sudah kumpul untuk lihat sunrise di Bukit Kuneer Wonosari!”

WHATT?!?!

***

Saya emang terbiasa bangun jam 3 pagi. Tapi bukan buat ngetrip ke bukit 😀 Begitu dikasih kode bahwa kami kudu ngumpul jam 4 pagi di lobby hotel, rasanyaaaaa ulala ini perjuangan maha berat, jendraaalll!!

Sidqi bolak-balik kubangunin dan fyuuuuhhh *lap kringet* pagi-pagi kudu bertarung melawan kemalasan nih bocil. Ya iyalaaah, jam segitu emang paling enak melungker di Kasur. Secaraaaa, kamar hotelnya nih asyiqueee banget! Nggak perlu pakai AC, tapi hawanya suegeerrr!

“Sidqiiiii…. Ayo bangun Nak! Yang lain udah pada siap itu lhoooo!”

“Bentar Buuukkk….!”

“Sidqi….. nanti ditinggal ama yang lain lhoooo!”

“Bentaaaaarrr….!”

Gitu terus sampai Ahmad Dhani minta maaf ke Maia Estianty *Lhaaaa

Alhamdulillah wa syukurilah, enggak perlu nunggu Mulan Jameela datang, si Sidqi bangun…. Sholat subuh, dan…. Kita menuju lobby hotel. Widiiih, para traveller udah siap banget nih! Dan, kami bakal menuju Bukit Kuneer dengan naik TRUK SAPI! Sedaaaapppp!

Daaan, pemandangan yang sungguh awesome tersaji di sana!

Majestic!

Yuk yuk, kalo mau wisata murah meriah, ke Wisata Agro Wonosari – Wonderful Indonesia

O iya….. kalian pasti sudah menikmati keindahan alam Wonderful Indonesia kan? Tuangkan dalam bentuk artikel dan foto, trus posting di blog!

Selengkapnya bisa kalian baca di sini yaaaaa

Advertisements

7 Tips Mudik Paling Aman Dan Nyaman Menggunakan Bus

7 Tips Mudik Paling Aman Dan Nyaman Menggunakan Bus

 

Mudik dengan transportasi umum kini menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia. Selain waktu yang fleksibel, Anda hanya perlu duduk manis dan menunggu sampai ke tempat tujuan. Untuk moda transportasi paling cepat, Anda bisa menggunakan jalur penerbangan dengan menggunakan tiket pesawat yang paling terjangkau. Akan tetapi bila Anda lebih ingin menikmati perjalanan ataupun masih dalam jarak yang cukup dekat, bus menjadi salah satu alternatif kendaraan untuk mudik ke kampung halaman.

Meski waktu tempuhnya jauh lebih lama dibandingkan dengan pesawat terbang, tapi menggunakan bus jauh lebih hemat dari segi harga. Perjalanan Anda dengan bus bisa tetap nyaman dan aman, kok. Caranya adalah dengan mempersiapkan 9 hal ini sebelum merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

(1). Hindari calo, beli tiket resmi

Pastikan Anda membeli tiket di pool resmi bus atau di aplikasi online yang telah teruji kredibilitasnya. Selain menghindari calo, membeli tiket resmi juga memberikan rasa aman karena Anda telah mengetahui reputasi armada bus yang ingin Anda naiki. Biasanya harga tiket bus saat mudik akan lebih mahal, namun itu lebih baik daripada membeli harga murah tapi jiwa Anda taruhannya.

(2). Ketahui rute perjalanan

Bepergian mudik menggunakan bus Anda harus mengetahui rute perjalanan dan di mana harus turun. Bila perlu, katakan pada kondektur dimana Anda turun agar dia membantu mengingatkan. Terlebih jika Anda tidak turun di tujuan akhir bus. Jangan sampai kelewatan tempat Anda turun karena ketiduran, ya.

(3). Bawa barang seperlunya

Membawa barang secara belebihan saat menaiki bus memang tidak ada aturan resminya. Namun, bila membawa barang secara berlebihan tentu sangat merepotkan Anda dan penumpang lainnya. Barang Anda bisa memakan tempat orang lain dan membuat bus penuh sesak. Belum lagi tingkat kewaspadaan akan menurun dan rawan akan aksi pencurian. Ada baiknya batasi bawaan dua tas besar dengan satu tas kecil yang bisa dibawa ke mana-mana.

(4). Persiapkan Obat-obatan

Momen Anda sakit atau cidera bisa datang kapan dan di manapun terlebih bila mempunyai riwayat penyakit pribadi. Anda harus menyiapkan obat-obatan seperti obat flu, batuk, pusing hingga obat pribadi Anda menurut resep dokter. Persiapkan dengan baik karena bila tidak akan merepotkan orang sekitar Anda.

(5). Bawa pakaian yang tepat

Saat pada siang hari, suhu bus bisa terasa panas. Namun pada malam hari kemungkinan udara menjadi dingin cukup besar terlebih bila mendapat terjangan udara AC. Untuk menyiasatinya, siapkan baju hangat seperti jaket, atau sweater untuk menjaga tubuh tetap hangat. Bila di siang hari, Anda cukup memakai kaos dengan bahan yang tipis untuk menghindari kepanasan.

(6). Powerbank Smartphone dalam keadaan penuh

Smartphone salah satu alat utama untuk membunuh rasa bosan sepanjang perjalanan. Anda bisa mendengarkan musik, menonton film hingga bermain game kesayangan di layar ponsel seluler Anda. Tapi bagaimana kalau baterainya habis? Untuk berjaga-jaga, sebaiknya siapkan powerbank dengan baterai penuh. Beberapa bus memang menyediakan colokan listrik, tapi tak ada salahnya mempersiapkan diri daripada menyesal.

(7). Siapkan asupan makanan

Bawa perbekalan Anda seperti makanan secara lengkap. Untuk menghilangkan rasa bosan, mengunyah camilan atau makanan merupakan sarana yang efektif untuk melepas rasa stres. Selain itu, menggunakan bus untuk mudik pasti melalui jalan tol dan jarang berhenti, sehingga akan sulit untuk jajan. Namun jangan lupa untuk selalu bawa minuman, makanan atau jajanan yang sehat ya.

(8). Bawa barang berharga ke dalam tas kecil

Semua barang berharga sebaiknya Anda simpan di dalam tas kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Barang berharga seperti smmartphone, dompet hingga perhiasan tak akan lepas dari pantauan Anda. Sangat tidak disarankan menyimpan barang berharga di dalam koper di bagasi. Selain itu, selalu  membawa barang berharga selama di dalam bus atau tempat keramaian termasuk saat ke toilet ataupun beristirahat sejenak ketika bus menepi.

(9). Persiapkan uang kecil

Bila Anda ingin menambah asupan makanan atau sekedar membayar setelah menggunakan toilet di rest area, Anda bisa memakai uang kecil yang sudah disiapkan di selipan tas atau kantung celana. Uang kecil juga berguna untuk membayar pengamen dadakan yang masuk ke dalam bus.

Sudah 2018, Mau Traveling ke Mana Lagi Kita?

2018 ini, ingin traveling ke mana? Mengapa? Apa yang sudah dilakukan untuk mewujudkannya? Jika tak ada rencana, adakah sesuatu yang baru yang ingin dialami?

Yuhuuu, kalo pertanyaan yang disodorkan “Ingin traveling ke mana di 2018 ini, maka jawabannya bakal panjaaaaanggg dan lamaaaaa. Karena emang wish list traveling tuh banyak banget sih ya. Masih segambreng negara yang belum saya pijak. Benua aja masih Asia dan Amerika doang. Sungguh daku mupeng bisa segera cuss ke Benua Eropa.

Baca : Ke Amerika Gratisan, Bagaimana Caranya

Baiklah. Ini dibikin list aja ya. Here we go! (o iya, sampai detik ini, saya belum melakukan apa-apa sih, buat menggapai bucket list ini hehehe. Intinya, ini mah “ngayal babu” pagi-pagi aja)

(1). UMROH BARENG SIDQI DAN BAPAKNYA DI 2018

Spesifik, harus banget ditulis sedetail ini! Saya baru satu kali berkunjung ke Mekkah dan Madinah, persisnya tahun 2010, ketika tunaikan ibadah haji Bersama ibunda dan kakak kandung saya. Haji ONH regular, selama 40 hari, rasanya puasssss banget!

5384202316_0972146239_o

Bisa melakoni ritual ibadah plus hal-hal keseharian yang lumayan kocak. Sampai saya bikin artikel tentang “Jadi Monster pas Berhaji” dan sempat nangkring di menu antologi blog traveller kondang republik ini, Trinity.

Baca : Jadi “Monster” Pas Berhaji 

2010…. Dan sekarang sudah 2018. Delapan tahun, meeen… delapan tahun! Pantas rindu itu begiu bertalu-talu. Rasanya, dada saya mak nyessss kalo dengar/lihat kabar ada teman yang lagi umroh. Apalagi, beberapa waktu lalu, eks boss saya (yang terkenal sebagai sosok sekuler) umroh bareng sekeluarga besar! Saya yang langsung nyessss….. ya Rabb, sungguh saya rindu! Saya rindu maksimal buat bisa kembali ke Baitullah! Undang kami, Rabb… undang kami…..

5383600961_9f8c673c90_o

(2). EXPLORE JEPANG DAN FILIPINA

JEPANG. Ini gara-gara temen saya Xaveria yang kapan hari liputan ke sana. Dia bilang, kotanya bersih, rapi, teratur, dan cantiiiik banget. Trus lihat IG story mba Haya Aliya Zaki yang liburan sekeluarga ke Jepang, ulalaa… makin mupeng dah!

Kalo ke Jepang, mau ngapain aja? Ada satu beauty vlogger favorit saya, yaitu mba Heny Harun. Dia tuh ya jalan-jalan ke Jepang buat cari skincare dan bahan perlenongan gitu aja, tapi the way she vlogs beneran mengundang banget buat dicontek habis-habisan.

And… ofkorsss… saya penasaran dengan suicide forest. (Blame it to Logan Paul, hoho). Bakalan penasaran sekaligus ngeri ngeri sedap ye kalo mampir ke hutan yang identik dengan lokasi bunuh diri orang-orang di Jepang itu.

Plussss… yang ngga boleh ketinggalan, main ke Museum DORAEMON, yeayyy!

Kalau Filipina?

Hmmm… lagi-lagi, Nas Daily nih “racun”-nya. Doi bilang, Filipina itu mirip dengan Thailand. Wisatanya oke, plus murah-murah.

Bedanya, orang-orang di Filipina sangat piawai berbahasa Inggris, jadi asyik dan gampil buat diajak komunikasi. Thanks, Nas! Moga2 kita bisa ketemu di Filipina, yes. #SokIkrib

Baca : Nyaris Ketinggalan Pesawat di Bandara Bangkok Thailand

(3). KEMBALI KE JOGJA

Jogja itu kayak punya magnet yang luar biasa setrooooong buat diriku. Berkali-kali ke Jogja, berkali-kali pula saya ngga pernah bosan. Mupeng banget dolan ke berbagai lokasi yang lagi seliweran di Instagram. Hohoho, terutama kawasan di sekitar Gunung Merapi. Kayaknya tahun ini saya kudu banget ke sana! HARUS!

(plus mau banget kopdar sama Grace Melia dan bloggers Jogja lainnya yeayy!)

(4). MAKAN PEMPEK DI PALEMBANG

Ke Palembang baru satu kali, itupun udah 10 tahun yang lalu. Palembang pastinya berkembang pesat, jadi destinasi wisata yang begitu menggiurkan. Saya lumayan sering stalking blog Koh Deddy Huang dan Yayan Omndut. Tahun ini, rasanya bakal jadi momentum yang pas banget, untuk bisa janjian maem Pempek, Model, Tekwan… sambil memandang Jembatan Ampera.

Iya dong… masak udah jalan-jalan ke Golden Gate Bridge, tapi saya belum pernah pose di depan Jembatan Ampera? #AmbisiOOTD  #BridgeLandmarkAdmirer

IMG-20171014-WA0060

(5). EROPA!

Eropa ini jauuuuuhhhh dan mahal, tapi saya pengiiin, gimana dong? Hahaha. Ya gapapa, rajin-rajin aja pantengin info kuis. Banyak kok yang menawarkan hadiah ke Eropa. Kalau memang sudah takdirnya, ya insyaAllah saya bakal berangkat. Kalau belum? Gapapa. Tetap hunjamkan optimisme dan positive thinking, bahwa suatu hari nanti saya bakal berangkat explore bumi Eropa! Yeayyy!

O iya, baca juga postingan mas Priyo, blogger Jogja soal wish list traveling-nya yaaa. Klik  Di sini nih 🙂

Gimana dengan teman-teman semua? Apa bucket list traveling untuk tahun 2018 ini? Boleh share di kolom komentar yaaaa 🙂 

Begini Caraku Tunjukkan Cinta pada Ibunda

Tanah kubur Ibuku sudah mulai mengering. Matahari Surabaya sepertinya sedang garang-garangnya. Kuusap peluh yang mulai membanjir. Jilbab abu-abu kesayangan Ibu, yang kini kukenakan, mulai tampak noktah keringat di sana sini.

Ibu berpulang setahun lalu. Sudah 365 hari aku tak lagi punya Ibu. Tapi aku masih ingat setiap detil rasa sakit yang Ibu rasa di hari-hari terakhir beliau. Memori itu masih tersimpan di laci ingatan, tatkala Ibu harus berperang melawan nyeri, yang sekonyong-konyong hadir di rongga paru-paru beliau. Ibu kesakitan. Tapi dalam sakitnya, tak sekalipun ia mengeluh, ataupun menyalahkan takdir Sang Maha.

Baca: Surat untuk Ibu

Ibu memegangi dada beliau, yang ditusuk gelombang sakit akibat kanker yang terus merajam, beranak-pinak dan out of control. Ia tidak mengeluh. Ia tidak bertanya, “Ya Allah.. Apa salah saya? Kenapa harus saya?”

Ibu hanya bergumam pelan… “Laaa Ilaaha Illa Anta…. Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin…”

Continue reading

Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?

 

 

Di Surabaya ada banyaaaaak banget tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Sebutin deh, pantai kenjeran, kebun binatang, wisata religi di Ampel ataupun ke Masjid Al-Akbar, segambreeeng, ada semua! Apalagi wisata ngabis-ngabisin duit alias shopping to the max. Wohooo, dont worry, mall itu tumplek blek di kota ini. 

Tapi, terkadang, saya pengin mengajak Sidqi untuk menjelajah Surabaya di destinasi yang more than just leisure and pleasure place belaka gitu. Duluuu, pernah ngajak ke Kaza Simulator Centre di mana kita bisa jadi pilot sehari gitu deh, ada simulator pesawat plus ada pemandunya juga… dengan ongkos yang muraaaaah banget, start from 15K aja cobaaak! 

 

Baca: Jadi Pilot Sehari di Kaza Simulator Center

Tapi eh ladalaaah, ternyata wahananya tutup dong dong dong 😦 #mewekKejer 

Padahal, menurut saya nih, Surabaya HARUSNYA lebih memperbanyak wahana semacam ini! Yang bisa jadi sarana edutainment! Karena kalau melihat progress mall dan aneka destinasi wisata “perongrong dompet”, bisa-bisa anak Surabaya malah terjangkit hedon akut doang. 

Ish issshhh, serius amat makmu, duhai Sidqi??

***

Continue reading

Pelesiran bersama Sahabat, Kenapa Tidak?

Pelesiran bersama Sahabat, Kenapa Tidak?

Sahabat adalah orang yang berhubungan dekat dengan kita, sampai-sampai seperti saudara.Percaya deh, dalam hidup ini kita butuh sekali dengan yang namanya sahabat. Kita bisa berbagi curahan hati, kebahagiaan, kesedihan, bahkan sekadar seseruan bareng. Sahabat itu hadir melalui seleksi alam.Tidak semua orang yang kita temui itu bias menjadi sahabat.Hanya orang-orang tertentu saja yang seiring dengan berjalannya waktu, selalu ada di sisi kita dalam keadaan susah dan senang. Tsaah…. Sudah seperti pasangan hidup saja ya?

Continue reading

Semakin Bangga Jadi Orang Indonesia di Gathering Netizen bareng MPR

“Sebenarnya saya ada jadwal acara lain. Tapi begitu tahu bahwa di Jogja sedang berkumpul 150 blogger dan netizen, maka saya batal datang di acara tersebut dan memilih untuk bergabung dengan para netizen di sini!”

Applause kontan menggema di Ballroom Hotel Eastparc, Jogja. Wewww, itu pidatonya Pak Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI loh! Iyesss, Alhamdulillah… peran blogger dan netizen sebagai key opinion leader dan atau influencer udah semakin diakui nih, gaes. Bahkan, Pak Ketua MPR aja sampe bela-belain datang ke acara para netizen. Jadi, jadi, hare gene masih demen nulis konten menggalau bin nyinyir? Jangan dong, plis :)))

Yap. Tim MPR RI memang tengah menjalin sinergi dengan para blogger dan netizen. Intinya, tim MPR melihat bahwa netizen ini punya POWER dalam menggerakkan opini publik. Kalo yang di-share konten positif, insyaAllah bakal kasih multiplier effect yang cihuy. 

That’s why, MPR melakukan pendekatan sosialisasi  4 Pilar MPR RI, dengan mengundang para netizen.

Wait, wait… 4 Pilar MPR RI itu apaaaa hayooo?

Oke, saya jelasin sekilas yah. Empat Pilar MPR RI adalah:

  1. Pancasila sebagai Dasar Negara
  2. UUD ’45 sebagai Konstitusi
  3. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara
  4. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) 

Jangan mengerutkan jidat dulu yak, kalo baca postingan seputar MPR, Undang-undang dan bolo-bolonya ini.

Kenapa? Karena sekarang, semangat kebangsaan bangsa Indonesia kian menurun drastis! Udaaah, ga usah jauh-jauh cari contohnya. Masih inget kan, jawaban asal njeplak si Zaskia Gotik? Euuughhh, plis deh… Walopun mungkin doi konteksnya bercanda (dan yakin banget, itu kan tuntutan/skenario dari produser acara TV ntuh), tapi jokes-nya sama sekali enggak lucu. Zaskia bilang kalo simbol sila ke-5 Pancasila adalah… bebek nungging. Oh. My. God.

“Saat ini, orang sudah enggan bicara tentang Pancasila, malah dijadikan bahan olok-olokan. Ini tentu sangat menyedihkan,” kata Pak Zulkifli. Memang, salah satu tugas MPR adalah melakukan sosialisasi 4 Pilar. Tapi, tentu saja, tugas ini nggak bisa dong, dibebankan hanya ke MPR saja. Karena itu, MPR mengajak netizen untuk jadi “penyambung lidah rakyat” supaya nilai-nilai positif dalam Empat Pilar MPR bisa tersampaikan secara masif.

”Bahkan, nantinya sosialisasi 4 Pilar ini bisa jadi sebuah GERAKAN. Supaya masyarakat bisa terlibat dan ini bisa menjadi sarana untuk membangun karakter bangsa,” ungkap Pak Zul.

Blogger dan Kerangka Sistem MPR

Jumat malam, para netizen beramah-tamah dengan Sekretaris Jenderal MPR RI Bapak Ma’ruf Cahyono, SH MH. FYI, guys, beliau ini adalah Sekjen termuda dalam sejarah MPR! Udah gitu, wawasannya luas banget. Pak Ma’ruf sampe dapat julukan “perpustakaan berjalan” saking piawainya beliau dalam berdiskusi seputar konstitusi. Wheew!

Acara dikemas dengan gayeng. Apalagi Mbak Rharas Yaz (Humas MPR RI) sibuk menggojlok Atanasia “Berbi” Rian, dedengkot Komunitas Blogger Jogja (KBJ) yang sukses menghelat event ini. Ada juga 2 mahasiswa asing yang jadi “special guest” untuk diskusi yang berlangsung hangat. 

Pak Ma’ruf sangat mengapresiasi antusiasme netizen dalam men-support sosialisasi Empat Pilar.

“Selama ini, MPR melakukan sosialisasi lewat berbagai media, cetak, TV, online dan sebagainya. Kali ini, kami menggandeng blogger sebagai sesuatu hal yang baru. Kita sama-sama melakukan simbiosis mutualisme. Para blogger bisa membagikan konten positif untuk membangun karakter bangsa, sehingga blogger masuk dalam kerangka sistem di MPR,” ungkap Pak Ma’ruf.

 

Masih Indonesiakah Kita?

Karena dikemas dengan konten acara yang menarik dus interaktif, Netizen Gathering ini beneran sukses menginjeksikan semangat kebangsaan pada hadirin. Apalagi, Pak Ma’ruf juga menyampaikan Manifesto Gerakan Ini Baru Indonesia yang sungguh membuat naluri kebangsaan kita terhentak.

Masih Indonesiakah Kita?

Setelah Sekian Banyak jatuh bangun

Setelah Sekian Banyak Tertimpa dan tertempa

Setelah Sekian Banyak Terbentur dan terbentuk

Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan

Persatuan di atas Perselisihan

Musyawarah di atas Amarah

Kejujuran di atas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar

Dan hanya tinggal slogan dan gambar?

TIDAK!

Karena mulai kini nilai-nilai itu

Kita lahirkan kembali

Kita bunyikan dan kita bumikan

Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke

Kita akan melihat lebih banyak lagi

senyum ramah dan tegur sapa

Gotong royong dan tolong menolong

Kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan

Kepedulian menjadi dorongan

Dari terbit hingga terbenamnya matahari

Kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh

Berkeringat karena semangat

Kerja keras menjadi ibadah

Ketaatan menjadi kesadaran

Kejujuran menjadi bagian harga diri dan kehormatan

Wajah mereka adalah wajah Indonesia

Yang sebenarnya

Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati

Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia

Yang sesungguhnya

HARI INI KITA GEMAKAN, INI BARU INDONESIA!

 

Jelajah Wisata Gua Di Kota Kebumen

Kebumen dikenal sebagai salah satu kota kecil di Jawa tengah. Popularitasnya jelas kalah menarik dibandingkan dengan Solo, Semarang atau Yogyakarta. Tetapi bukan berarti kota kecil ini tidak memiliki keistimewaan dalam hal obyek wisata. Sebab ternyata Kebumen memiliki beberapa wisata gua yang patut untuk dikunjungi.

Gua apa saja yang bisa dikunjungi ketika kita singgah di Kebumen?

(1). Gua Jatijajar

Gua yang satu ini merupakan yang paling terkenal di Kebumen. Dengan panjang mencapai 200 meter dan lebar rata-rata 15 meter, gua ini cukup nyaman untuk dikunjungi. Ketinggian gua yang mencapai 12 meter membuat suasana di dalam gua tidak sempit dan cocok untuk berwisata. Ada berbagai patung unik di bagian dalam Gua Jatijajar yang melambangkan kalau gua ini memiliki kaitan erat dengan legenda Lutung Kasarung.

(2). Gua Banyu

Butuh waktu dan perjuangan yang cukup berat untuk masuk ke Gua Banyu. Karena bagian dalam gua ini digenangi air dan jalan masuknya pun cukup sempit. Namun perjuangan kita akan terbayar lunas dengan panorama indah di bagian dalam gunung. Sungguh menakjubkan dan patut untuk dikunjungi.

(3). Gua petruk

Gua petruk dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yang letaknya agak di depan merupakan tempat tinggal kelelawar penghuni gua. Sementara di bagian kedua yang lebih dalam, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan stalaktit dan stalagmit alami dengan bentuk yang beragam 

(4). Gua Barat

Julukan Gua Seratus Air Terjun memang cocok untuk kawasan wisata yang satu ini. Karena terdapat beberapa air terjun dengan ketinggian beragam di bagian dalam gua. Ada yang tingginya 5 meter dan ada pula air terjun yang tingginya mencapai 20 meter.

Siap menjelajahi wisata gua di Kebumen?

Siapkan fisik prima dan perlengkapan yang memadai, ya. Lihat produk terbaru MatahariMall sebelum memutuskan barang apa yang akan kamu beli.Pilihan produk pakaian, tas ransel dan kebutuhan wisata lainnya tersedia secara lengkap di MatahariMall.

Penawaran diskon istimewanya akan membuatmu bisa berhemat sekaligus memenuhi kebutuhan untuk wisata.

Tabunganmu pun jadi bisa digunakan untuk keperluan lainnya di tempat wisata. Selamat berwisata!

sumber gambar: wikipedia

 

Nuansa Homey Tatkala Menginap di Lorin Solo

Hawa-hawa super duper loooooong weekend udah kerasa banget yak? Saatnya milih destinasi buat dikunjungi  buat liburan kali ini. Gimana kalau kita menikmati  Nuansa Homey Tatkala Menginap di Lorin Solo?
Hotel ini memang terletak agak jauh dari pusat kota Solo. Kira-kira kalau dari  stasiun Solo Balapan , kita kudu menempuh perjalanan 40 menit-an lah ya. Itupun saya pake acara mampir ke minimarket bentar, buat beli arem-arem.  Ish isssh, embaknya gampang banget laperrr, pantesan resolusi langsing-sehat-sentosa gagal muluuuk 😦
Sepertinya hotel ini emang cucok buat dijadikan lokasi nginep rame-rame. Waktu itu, kami kan lagi ikutan Blogger & Netizen Gathering bersama MPR RI. Sekitar 40 bloggers hadir di acara ini. Pas dong, kalo nginep di Lorin. Karena lokasinya  yang jauh dari mall, dll… Jadi kita-kita kagak bakalan keluyuran ke mana-mana, hihihi…
Untunglah. Lorin Solo bisa menghadirkan nuansa yang homey banget. Serasa berada di rumah-rumah wong Jowo sing sugih  banget!
Saya sekamar berdua dengan Mbak Avy. Pas baru dateng nih, kita sempat dianterin ke Hotel Lorin yang bagian depan. Loh, loooh, kok kayaknya udah fully booked ama rombongan dari Pemuda Pancasila?
Setelah tanya-tanya ke petugas hotel, ulalaaa… baru ketahuan kalo ternyata Lor In yang jadi lokasi inap kita, berada di bagian belakaaaaang banget.
Ya udin, tim driver hotel ketiban sampur buat nganterin kita untuk segera cuss ke Lor In yang kawasan di belakang. Nglewatin areal yang jauuuuh, malah lewat di depan hotel Syariah segala, weleh deleeeh 🙂
Walaupun belum ketemu sama tim MPR RI, kita udah boleh leyeh-leyeh nyantai di lobi Lorin. Boleh nitip barang di concierge segala. Dan ternyata,  ada  mushola (atau masjid?) dengan ukuran GEDE BANGET di lantai 5 Lorin ini! Syukaaak, syukaaaak!
Jarang jarang kan ya, ada hotel yang menyediakan masjid DI DALAM GEDUNG HOTEL tersebut. Biasanya kalau nggak ditaruh di lokasi parkir, kadang-kadang malah ditaruh nyeliiiiip banget, di bagian bangunan yang masih direnovasi. Huft!
Kalau lokasi sholat sangat representatif seperti ini, tamu hotel bakal lebih mengapresiasi lagi ya kan?
Balik lagi ke lobby, Alhamdulillah, udah ketemu ama mas-mas dari MPR RI. Super takjub ngeliat mereka, karena bayangan saya orang MPR (ini stigma yang nancep di kepala saya yaaaaa) bakal cenderung kaku, formal, dan orde baru banget *halah*
La ini,  kita malah ngobrol dan diskusi santai bareng Mas Andri dan stafnya yang asik dan seru.
Dapat kunci kamar, cussss deh, bareng Mbak Avy 🙂
Aaaakkkk, langsung ngelurusin punggung di kasur berkawan BANTAL yang empuuuuk dan ergonomis banget hihihi.
Yang aku sukaaak dari kamar ini adalah, peringatan DILARANG MEROKOK, plus banyak colokan di mana-mana 🙂
Udah gitu, ada space yang cukup buat gelar sajadah ketika mau sholat. Kan ada tuh, kamar hotel yang blassss ga bisa dipake sholat, kepaksa sholat di atas kasur deh 😦
P uas  gegoleran di kamar, asik kali ya kita menjelajah isi Lorin Hotel. Dan bener banget, hotel ini njawani pol-polan. Duuuuh, damai deh hati akoooh…
Gimana? Gimana? Udah fix mau ngetrip ke Solo dan sekitarnya? Saya rekomen banget buat nginep di hotel ini. Cek ke situs-situs booking hotel deh. Beberapa malah ada yang kasih harga murce banget, mulai 250-ribu an saja per kamarnya. Widiiih.
Hotel Lorin Solo
Jalan Adisucipto No. 47, Jl. Adi Sucipto, Jawa Tengah 57174
Telepon:(0271) 724500

I Believe I Can Fly….!

I believe I can fly 

I believe I can touch the sky

I think about it every night and day

Spread my wings and fly away….

Terbang!

Terbang!

Paralayang adalah salah satu wish-list saya apabila mengunjungi Batu (kota dekat Malang). Sudah pernah saya bahas di postingan ini.

Tapiii, setelah beberapa kali ngebolang ke kota kece ini, kesempatan untuk menginjakkan kaki di Gunung Banyak (lokasi paralayang) baru tercapai 15 Oktober yang lalu.

Rasanya?

Deg deg serrrrrr….  merindiiing pemirsaaah!

Ketika saya dan empat teman lagi berada di sana, pas banget ada kompetisi paralayang selama 4 hari. Diikuti sekitar 80 atlet paralayang profesional. Jadi, yang namanya “manusia terbang” itu waarrr-weerrrr di depan kita, bolak-balik! Atletnya mah (kayaknya) biasa aja, tapi kita  yang nonton itu, berasa ngeri-ngeri sedap 🙂

IMG_9467

Sayangnya, para pengunjung (yang awam paralayang) dilarang mendekat ke lokasi take off. Mungkin takut gangguin para atlet kali yah. Mereka kan kudu konsentrasi untuk “menaklukkan” angin yang berhembus begitu kencaaaang!

Iya loh, kita aja yang nangkring di gunung Banyak berasa semriwiiiing, ini apa kabar ya, atlet-atlet profesional yang tubuhnya tercabik-cabik *halah* oleh angin yang wow-alamakjan-binggo?

IMG_9471     IMG_9472

Duuuuh, menyaksikan mereka terbang mengangkasa, membelah cakrawala Batu… rasanya…. AWESOME!

IMG_9496

kota Batu dari atas gunung Banyak. Breathtaking view….

IMG_9491

IMG_20151015_145523

IMG_20151015_145620

IMHO nih, In My Humble Opinion, yang namanya tantangan paling dahsyat dari paralayang adalah… berdamai dengan diri sendiri. Mengalahkan rasa takut yang menderu-deru. Seperti yang pernah dibilang oleh salah satu mantan presiden Amrik, Franklin Delano Roosevelt

“The only thing we have to fear is FEAR ITSELF” 

Pegimane bisa terbang pakai paralayang, cobak, kalau kita (baca: saya) masih ngerasa ngilu, dengkul klothak-klothak (lutut gemeteran) manakala ngelihat para atlet yang “menghempaskan sekujur tubuh” mengikuti ritme angin yang berhembus dengan begitu kencang?

Iya loh. Anginnya kenceeeeng banget! Sampai ada salah satu atlet yang terbang TINGGIIIII, kita-kita yang awam ini pada melongo. Duh, itu kalau sampai ke planet lain, pegimane yak? Ngeri euy. Belum lagi, kalo misalnya ada pesawat atau helikopter lewat, apa kabar ya cuy? (dan Alhamdulillah, kagak ada kendaraan apapun yang mengangkasa, hihihi. Aku aja yang paranoid)

Tapi emang sih yaaa.. SENSASI alias ADRENALINE RUSH dari olahraga macem begindang ini, sulit diganti dengan apapun. Buat para maniak ketinggian, yang pengin “bercanda dengan semesta di langit sana” yang penasaran dengan apa rasanya overdosis angin dan bergelimang rasa ‘ngeri-ngeri-cihuy-tapi-ngangenin’ sepertinya paralayang ini boleh banget untuk dicoba.

Sempat ngobrol dengan beberapa orang di sana, tarif paralayang (tandem) untuk awam adalah 350 ribu. Entah untuk berapa menit, tapi kayaknya sih, nggak lama-lama lah yaaa… Takut masuk angin 🙂 atau pingsan? *glek*

Tentu, wisata ini tidak disarankan buat yang mengidap sakit jantung atau takut ketinggian. Dan, enggak boleh buat yang OBESITAS, hahahha *nunduk dalem* Kalo ga kliru, maksimal total bobot yang bisa diangkut di paralayang sekitar 100-150 kilogram. Jadi, silakan diet dulu yaaaa, olahraga juga dikencengin *ngomong ama kaca*

***
O iya. Jangan lupa, kalau ke sini kudu pakai kostum yang mendukung yak. Jangan kayak kita. Mosok ke lokasi outdoor pakai baju batik sih, haahhahahah.
Untung aja, kagak ada yang pakai high heels 🙂 Karena emang aku dan Nui sukanya pakai SEPATU KETS Jadi enak-enak aja untuk dipakai ke lokasi yang menguras adrenalin banget ini.

FB Nui-2 FB Nui-5 FB Nui-6FB Nui-1

Eh, masih di areal yang sama, ada omah kayu batu malang yang lagi ngeheitss di jagat instagram. Kita udah yang pengin banget untuk foto-foto di sono, tapi ternyataaaa… ada charge 5 rebu per orang. IDIH. Kan tadi udah bayar di bawah, pas mau naik ke areal paralayang. Dasar emak medhit irit, aku mah ogaaaah bayar cuman buat ngeksis. Ya wis, kita foto-foto di dekat plang pintu masuk aja dah.

Seru bin cihuy deh, menjelajah Batu. Masih buanyaaaaak spot yang belum aku explore. InsyaAllah, dalam waktu dekat, mau nginep di Batu, dan dolan ke Batu Night Spectacular ah… Atau, sekalian menjelajah pantai indah memesona di Malang Selatan? Siapa mau ikuuut? 🙂

Mayoritas foto-foto di-capture oleh: Nui yang cantik, baik hati, rajin menabung, tidak sombong